هَٰذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ ۖ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ ۚ إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِ

“Ini rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kalian.” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka; sesungguhnya mereka akan masuk api.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. هَٰذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْhaadzaa fawjun muqtahimun ma'akumini rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kalian
  2. لَا مَرْحَبًا بِهِمْlaa marhaban bihimtidak ada ucapan selamat datang bagi mereka
  3. إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِinnahum shaaluu n-naarisesungguhnya mereka akan masuk api

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. هَٰذَاhaadzaaini
  2. فَوْجٌfawjunrombongan
  3. مُقْتَحِمٌmuqtahimunyang masuk berdesakan
  4. مَعَكُمْma'akumbersama kalian
  5. لَاlaatidak
  6. مَرْحَبًاmarhabanselamat datang
  7. بِهِمْbihimpada mereka
  8. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  9. صَالُوshaaluuyang memasuki
  10. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Bentuk fawjun muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:59 dan 67:8, dan di 38:59 rombongan itu digambarkan masuk dengan geraknya sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (هَٰذَا فَوْجٌ, haadzaa fawjun) yang berarti "ini rombongan". Kata fawjun berarti sekumpulan orang yang datang bersama, dan akarnya ف-و-ج ada di lima ayat, yaitu 27:83, 38:59, 67:8, 78:18, dan 110:2. Bentuk fawjun muncul dua kali, yaitu di 38:59 dan 67:8. Di 67:8, (كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ, kullamaa ulqiya fiihaa fawjun) berarti "setiap kali suatu rombongan dilemparkan ke dalamnya", dan para penjaga bertanya kepada mereka. Dalam kedua ayat rombongan itu dikaitkan dengan api, tetapi geraknya berbeda. Di 67:8 kata kerjanya berarti "dilemparkan", sehingga rombongan menerima gerak dari pihak lain. Di 38:59 rombongan itu diterangkan oleh (مُقْتَحِمٌ, muqtahimun), pelaku yang bergerak masuk dengan sendirinya.

Akar ق-ح-م hanya ada di dua ayat, yaitu 38:59 dan 90:11, (فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ, fa-laa qtahama l-'aqabata) yang berarti "namun dia tidak menempuh jalan yang mendaki". Di 90:11 kata kerja itu bersambung dengan jalan mendaki, yaitu sesuatu yang berat dilewati. Di 38:59 tidak ada benda yang dilewati, tetapi ada (مَعَكُمْ, ma'akum) yang berarti "bersama kalian". Terjemahan "masuk berdesak-desakan" menggabungkan arti masuk dengan keadaan sebuah rombongan. Dua ayat itu tidak cukup untuk menguji nuansa "berdesak-desakan" melalui pola korpus, sehingga nuansa itu terbaca dari kata "rombongan" dan "bersama kalian" dalam ayat ini, tidak dari ayat lain.

Dalam satu ayat ada dua pihak. Akhiran -kum pada ma'akum menunjuk pihak yang diajak bicara, sedangkan akhiran pada (بِهِمْ, bihim) yang berarti "bagi mereka" dan pada (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka" menunjuk rombongan yang dibicarakan. Ayat ini tidak memuat kata kerja ucapan seperti qaala, sehingga batas ucapan tidak ditandai. Terjemahan menaruh tanda kutip pada kalimat pertama dan membiarkan sisanya tanpa tanda kutip. Ayat 38:60 menjawab dengan (قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ, qaaluu bal antum laa marhaban bikum), yaitu kalimat yang sama dengan akhiran -kum.

Kata (مَرْحَبًا, marhaban) berakar ر-ح-ب. Bentuk marhaban hanya ada di dua ayat, yaitu 38:59 dan 38:60, dan di keduanya didahului (لَا, laa) yang berarti "tidak". Akar yang sama ada di 9:25 dan 9:118, (رَحُبَتْ, rahubat) yang berarti "luas" pada bumi yang luas terasa sempit. Ayat 38:59 tidak menjelaskan sendiri hubungan arti luas itu dengan sambutan. Terjemahan "ucapan selamat datang" mengikuti isi kalimatnya: marhaban jatuh sesudah laa dan sebelum bi-, tepat pada saat sebuah rombongan datang. Kata "ucapan" ditambahkan agar kalimat Indonesia terbaca sebagai sambutan, sebab Arabnya hanya laa marhaban bihim.

Kata (صَالُو, shaaluu) berakar ص-ل-ي dan ditandai morfologi sebagai kata benda pelaku. Di 38:56 akar yang sama dipakai sebagai kata kerja, (يَصْلَوْنَهَا, yashlawnahaa) yang berarti "mereka memasukinya", dan ayat itu menyebut Jahanam sebagai tempat yang dimasuki. Di 38:59 bentuk pelaku itu bersambung dengan (النَّارِ, n-naari) yang berarti "api" dan berakar ن-و-ر. Bentuk shaaluu muncul dua kali, yaitu di 38:59 dan 83:16, (ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ, tsumma innahum la-shaaluu l-jahiimi) yang berarti "kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka yang menyala-nyala". Bentuk pelaku yang berdekatan, (صَالِ الْجَحِيمِ, shaali l-jahiimi) di 37:163, diterjemahkan "akan masuk", dan terjemahan 38:59 mengikuti padanan itu. Di 83:16 terjemahannya "benar-benar masuk" karena ada lam penegas. Terjemahan memakai "api" untuk n-naari dan "Jahanam" untuk jahannama di 38:56, sehingga dua nama itu tetap terpisah.

Tafsiran

Ayat 38:59 membuka bagian yang isinya ucapan, sesudah empat ayat yang isinya daftar. Empat ayat dari 38:55 sampai 38:58 menyebut tempat dan cairan, sedangkan dari 38:59 sampai 38:63 teks berisi kata-kata, dan 38:64 menamai seluruhnya (تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ, takhaashumu ahli n-naari) yang berarti "pertengkaran penghuni api". Ayat 38:59 memuat kata-kata pertama dalam rangkaian itu. Isinya tiga pernyataan yang berurutan: sebuah rombongan datang bersama sebuah pihak, rombongan itu tidak disambut, dan tujuan rombongan itu adalah api.

Ayat-ayat lain menggambarkan kedatangan ke tempat yang sama atau ke tempat yang berlawanan dengan sambutan yang berlainan. Di 39:73, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka disambut para penjaga dengan (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "salam sejahtera atas kalian". Di 7:38 setiap umat yang masuk ke dalam api (لَعَنَتْ أُخْتَهَا, la'anat ukhtahaa) yang berarti "melaknat saudaranya". Di 67:8 setiap rombongan yang dilemparkan ditanyai para penjaga. Ayat 38:59 menaruh sambutan yang tidak ada di antara salam di 39:73 dan laknat di 7:38. Penolakan itu dinyatakan dengan satu kata, laa, tanpa kata yang lebih keras.

Teks tidak menyebut siapa yang mengucapkan kalimat-kalimat itu dan siapa yang disapa "kalian". Ayat 14:21, 33:67, 34:31 sampai 34:33, dan 40:47 sampai 40:48 menamai kedua pihak dalam percakapan serupa, antara lain sebagai pihak yang menyombongkan diri, pihak yang dianggap lemah, serta para pemimpin dan pembesar. Ayat 38:59 sampai 38:61 tidak memakai satu pun sebutan itu. Pembacaan bahwa kedua pihak di sini adalah pemimpin dan pengikut dapat dipinjam dari ayat-ayat tersebut, tetapi ayat ini tidak menyatakannya, sehingga pembacaan itu tidak dipakai di sini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 38:59 mencatat sebuah sambutan yang tidak diberikan, sedangkan di 39:73 para penjaga taman berkata "Salam sejahtera atas kalian" kepada orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka. Dua ayat itu menggambarkan dua tempat yang berbeda, dan keduanya memperlihatkan bahwa sebuah sambutan, ada atau tidak ada, sudah menyampaikan penilaian sebelum kalimat lain diucapkan. Pembaca dapat memperhatikan sambutan macam apa yang diberikannya kepada orang yang baru masuk ke dalam hidupnya, dan penilaian apa yang sudah tersimpan di balik sambutan itu. Apakah pembaca pernah menahan sebuah sambutan karena penilaiannya sudah selesai sebelum orang itu sempat berbicara?
  • Ayat 38:59 menyebut dua pihak yang bertemu dan tidak menyebut hubungan di antara mereka. Di 2:166, pihak yang diikuti berlepas diri dari pihak yang mengikuti ketika azab terlihat, dan di 2:167 ayatnya memuat kalimat bahwa Allah memperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka sebagai penyesalan. Ayat 2:166 menyebut hubungan antara kedua pihak itu, sedangkan 38:59 tidak, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 2:166 menyebut bahwa hubungan antara kedua pihak itu terputus ketika azab terlihat. Pembaca dapat membayangkan orang-orang yang kini berjalan bersamanya dan bertanya, kalimat apa yang akan mereka ucapkan kepadanya bila perjalanan itu berakhir di tempat yang sama?
  • Rombongan di 38:59 disebut dengan satu kata, tanpa nama seorang pun di dalamnya. Di 67:6 azab Jahanam disebut bagi orang-orang yang kufur kepada Tuhan mereka, dan di 67:8 setiap rombongan yang dilemparkan ke dalamnya ditanyai para penjaga. Dalam kedua ayat itu yang menjadi pokok kata-kata adalah rombongan, dan pribadi-pribadi di dalamnya tidak disebut satu per satu. Pembaca yang membayangkan dirinya akan ditanyai seorang diri dapat memperhatikan bahwa kedua ayat ini berbicara tentang sekumpulan orang. Di antara orang-orang yang jalannya ia ikuti dan orang-orang yang menyusul jalannya, di mana pembaca menaruh dirinya?
  • Di 38:56 kabar bahwa mereka memasuki Jahanam disampaikan sebagai laporan, dan di 38:59 kabar itu muncul lagi dalam kalimat bahwa mereka akan masuk api. Pembaca yang sudah mengetahui isi kabar itu mendengarnya sekarang dari dalam peristiwa, dalam kalimat yang diucapkan pada saat kedatangan. Kabar yang sama terdengar berbeda ketika diucapkan di tempat kejadian dan bukan dibacakan dari jauh. Apa yang berubah pada pembaca ketika kabar yang dulu diterimanya sebagai laporan kini datang sebagai kalimat yang diucapkan di tempat kejadian?
  • Ayat ini memuat kalimat tanpa kata kerja ucapan, sehingga isinya harus ditimbang dari bunyinya dan tidak dari siapa yang mengucapkannya. Di 7:38 pengucapnya jelas: Dia berfirman, "Masuklah kalian ke dalam api bersama umat-umat yang telah berlalu", lalu setiap umat melaknat saudaranya. Dua ayat itu menyampaikan hal yang berlainan, yang satu menandai pengucapnya dan yang lain tidak. Pembaca yang biasa menimbang perkataan dengan melihat siapa yang berkata dapat berlatih menimbang perkataan itu sendiri. Seberapa sering penilaian atas sebuah kalimat berubah begitu nama pengucapnya dilepas?
  • Rombongan itu masuk "bersama kalian", dan ayat tidak menyebut bahwa mereka memilih untuk bersama. Tempat yang sama mempertemukan dua pihak tanpa membuat keduanya saling menyambut, karena kalimat sesudahnya menolak sambutan. Pembaca dapat membedakan kebersamaan yang dipilih, seperti rombongan yang berangkat dengan niat yang sama, dari kebersamaan yang hanya berarti berada di tempat yang sama. Dalam kebersamaan jenis kedua, orang di sebelah tetap ada, tetapi belum tentu menjadi kawan. Kebersamaan macam apa yang sedang pembaca jalani sekarang, dan apakah orang di sebelahnya pernah ditanya apakah ia memilih berada di sana?