هَٰذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ ۖ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ ۚ إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِ

“Ini rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kalian.” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka; sesungguhnya mereka akan masuk api.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. هَٰذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْhaadzaa fawjun muqtahimun ma'akumini rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kalian
  2. لَا مَرْحَبًا بِهِمْlaa marhaban bihimtidak ada ucapan selamat datang bagi mereka
  3. إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِinnahum shaaluu n-naarisesungguhnya mereka akan masuk api

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. هَٰذَاhaadzaaini
  2. فَوْجٌfawjunrombongan
  3. مُقْتَحِمٌmuqtahimunyang masuk berdesakan
  4. مَعَكُمْma'akumbersama kalian
  5. لَاlaatidak
  6. مَرْحَبًاmarhabanselamat datang
  7. بِهِمْbihimpada mereka
  8. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  9. صَالُوshaaluuyang memasuki
  10. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Dialog saling menyalahkan dimulai dengan sambutan dingin 'tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka', kepahitan hubungan yang berlanjut bahkan setelah konsekuensi bersama-sama harus dihadapi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini memuat pergantian sasaran tata bahasa: paruh pertama ('bersama kalian') memakai sufiks orang kedua jamak, ditujukan kepada para pemimpin; paruh kedua ('bagi mereka', 'sesungguhnya mereka') beralih ke orang ketiga, kemungkinan ucapan balik para pemimpin tentang rombongan pengikut yang baru tiba, dipertahankan sesuai struktur draf awal krn pergantian ini konsisten dgn pembacaan tersebut, meski penafsiran klasik tidak seragam soal batas kutipannya.

Tafsiran

Ayat ini membuka dialog permusuhan di api: kedatangan rombongan baru disambut bukan dengan simpati, melainkan penolakan dari mereka yang telah lebih dulu berada di sana.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam sambutan itu apa adanya: tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka. Padahal keduanya menuju tempat yang sama. Kepahitan di antara sesama yang senasib ternyata tidak berhenti meski tak ada lagi yang bisa diperebutkan.
  • Kata yang dipakai rombongan yang masuk berdesak-desakan. Bukan satu-satu. Yang digambarkan keramaian, dan keramaian itu justru yang membuat sambutan dinginnya terasa lebih pahit.
  • Allah merekam percakapan mereka, bukan gambaran siksanya. Yang diperdengarkan kepada pembaca justru kalimat yang saling menolak. Ada keadaan yang lebih menerangkan lewat apa yang diucapkan penghuninya daripada lewat gambaran tempatnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar f-w-j, q-h-m, r-h-b, s-l-y, n-w-r): fawj muqtahim diterjemahkan 'rombongan berdesak' (akar f-w-j + akar q-h-m); laa marhaban diterjemahkan 'tak ada selamat datang' (akar r-h-b); saaluu n-naar diterjemahkan 'masuk neraka' (akar s-l-y). gloss '(Dikatakan kepada mereka,)/(pengikut-pengikutmu)/(ke neraka)' dibuang.