Ayat 38:60
قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ ۖ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا ۖ فَبِئْسَ الْقَرَارُ
Mereka menjawab, “Bahkan kalianlah, tidak ada ucapan selamat datang bagi kalian; kalianlah yang mendatangkannya bagi kami; maka, seburuk-buruk tempat menetap.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْqaaluu bal antum laa marhaban bikummereka menjawab, bahkan kalianlah, tidak ada ucapan selamat datang bagi kalian
- أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَاantum qaddamtumuuhu lanaakalianlah yang mendatangkannya bagi kami
- فَبِئْسَ الْقَرَارُfa-bi'sa l-qaraarumaka, seburuk-buruk tempat menetap
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- بَلْbalbahkan
- أَنْتُمْantumkalian
- لَاlaatidak
- مَرْحَبًاmarhabanselamat datang
- بِكُمْbikumkepada kalian
- أَنْتُمْantumkalian
- قَدَّمْتُمُوهُqaddamtumuuhukalian dahulukan
- لَنَاlanaabagi kami
- فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
- الْقَرَارُl-qaraarutempat menetap
Inti bacaan
Balasan tegas 'kalianlah yang menjerumuskannya bagi kami', saling lempar kesalahan yang menunjukkan bahwa penyesalan tanpa perubahan mendasar hanya berubah menjadi kemarahan terhadap pihak lain.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(pantas)' tidak dipakai: 'laa marhaban bikum' diterjemahkan persis sejajar dengan 'laa marhaban bihim' di 38:59, mempertahankan kesamaan struktur balasan kata demi kata dalam pertukaran ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup pertukaran tuduhan: rombongan yang baru tiba membalikkan penolakan tersebut kepada para pemimpin, menyalahkan mereka sebagai penyebab nasib buruk yang menimpa bersama.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam kalimat yang sama dipulangkan persis. Kata demi kata. Yang dilontarkan kembali dalam bentuk yang tak berubah.
- Yang mereka tuduhkan kalianlah yang mendatangkannya. Menyalahkan. Yang tersisa dari kebersamaan cuma saling menunjuk.
- Allah merekam mereka menutup dengan seburuk-buruk tempat menetap. Sesudah bertengkar. Yang akhirnya mereka sepakati cuma bahwa tempatnya buruk.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-h-b, q-d-m, b-a-s, q-r-r): qaddamtumuuhu diterjemahkan 'kalian mendahulukan (menjerumuskan)' (akar q-d-m); qaraar diterjemahkan 'tempat menetap' (akar q-r-r). gloss '(para pengikutnya)/(lebih pantas)/(ke dalam azab)' dibuang.
Ayat 38:61
قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ
Mereka berkata, “Tuhan kami, siapa yang mendatangkan ini bagi kami, tambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda di dalam api.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَٰذَاqaaluu rabbanaa man qaddama lanaa haadzaamereka berkata, Tuhan kami, siapa yang mendatangkan ini bagi kami
- فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِfa-zidzu 'adzaaban dhi'fan fii n-naaritambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda di dalam api
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- مَنْmanorang yang
- قَدَّمَqaddamamendahulukan
- لَنَاlanaabagi kami
- هَٰذَاhaadzaaini
- فَزِدْهُfa-zidzumaka tambahkanlah baginya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- ضِعْفًاdhi'fankelemahan
- فِيfiidi dalam
- النَّارِn-naariapi
Inti bacaan
Permohonan pahit 'tambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda', kemarahan yang terus tumbuh bahkan dalam kondisi yang sama-sama menderita, bukan solidaritas dalam kesulitan.
Penjelasan pilihan kata
'Qaddama' diterjemahkan 'mendatangkan', konsisten dengan koreksi kata yang sama persis di 38:60 (bukan 'menjerumuskan' seperti draf awal di sini). 'Haadzaa' benar diterjemahkan 'ini'.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan dialog permusuhan di api: para pengikut kini meminta hukuman berlipat ganda bagi pemimpin yang mereka anggap bertanggung jawab.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam doa yang isinya menambah siksa. Bukan meminta keringanan. Meminta orang lain diperberat.
- Yang dituju bukan tuhan mereka yang dahulu. Kini mereka menyeru Tuhan kami. Panggilan itu baru dipakai saat terlambat.
- Permusuhan berlanjut di tempat yang sama-sama menyakitkan. Allah merekam ketiadaan solidaritas itu. Menderita bersama tidak membuat mereka rukun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, q-d-m, z-y-d, '-dz-b, d-'-f, n-w-r): qaddama diterjemahkan 'mendahulukan (menjerumuskan)' (akar q-d-m); zidhu diterjemahkan 'tambahkanlah' (akar z-y-d); di'f diterjemahkan 'berlipat' (akar d-'-f). gloss '(lagi)/(azab)' dibuang.