قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ ۖ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا ۖ فَبِئْسَ الْقَرَارُ
Mereka menjawab, “Bahkan kalianlah, tidak ada ucapan selamat datang bagi kalian; kalianlah yang mendatangkannya bagi kami; maka, seburuk-buruk tempat menetap.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْqaaluu bal antum laa marhaban bikummereka menjawab, bahkan kalianlah, tidak ada ucapan selamat datang bagi kalian
- أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَاantum qaddamtumuuhu lanaakalianlah yang mendatangkannya bagi kami
- فَبِئْسَ الْقَرَارُfa-bi'sa l-qaraarumaka, seburuk-buruk tempat menetap
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- بَلْbalbahkan
- أَنْتُمْantumkalian
- لَاlaatidak
- مَرْحَبًاmarhabanselamat datang
- بِكُمْbikumkepada kalian
- أَنْتُمْantumkalian
- قَدَّمْتُمُوهُqaddamtumuuhukalian dahulukan
- لَنَاlanaabagi kami
- فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
- الْقَرَارُl-qaraarutempat menetap
Inti bacaan
Kata (قَدَّمْتُمُوهُ, qaddamtumuuhu) hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 38:60.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالُوا بَلْ, qaaluu bal) yang berarti "mereka menjawab, bahkan". Kata kerja qaaluu langsung disusul bal di tujuh ayat, yaitu 2:170, 5:64, 15:63, 26:74, 31:21, 37:29, dan 38:60. Di 5:64 kedua kata itu dipisah tanda jeda dan bal tidak membuka jawaban, sedangkan di enam ayat lain bal membuka jawaban atas kalimat lawan bicara: di 2:170 dan 31:21 jawaban atas seruan (اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ, ttabi'uu maa anzala llaahu) yang berarti "ikutilah apa yang diturunkan Allah", dan di 37:29 jawaban atas tuduhan di 37:28. Terjemahan memakai "menjawab" karena 38:60 membalas ucapan di 38:59, sama dengan terjemahan 37:29.
Kata (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "kalian" berdiri sendiri sebagai kata ganti. Susunan (بَلْ أَنْتُمْ, bal antum) muncul delapan kali di enam surah, yaitu di 5:18, 7:81, 26:166, 27:36, 27:47, 27:55, 36:19, dan 38:60. Di tujuh ayat yang bukan 38:60, susunan itu disusul sebutan tentang keadaan lawan bicara, misalnya (بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ, bal antum qawmun musrifuuna) yang berarti "bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas" di 7:81 dan 36:19. Di 38:60 susunan itu disusul laa marhaban bikum, sehingga yang dikembalikan kepada lawan bicara adalah sambutan dan bukan sebutan tentang keadaan mereka. Kata antum muncul dua kali dalam ayat ini, di awal dan di (أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا, antum qaddamtumuuhu lanaa), dan terjemahan memakai "kalianlah" pada keduanya.
Kalimat (لَا مَرْحَبًا بِكُمْ, laa marhaban bikum) sama dengan laa marhaban bihim di 38:59, kecuali akhirannya: -kum untuk lawan bicara dan bukan -him. Terjemahan mempertahankan padanan "tidak ada ucapan selamat datang" dan hanya mengganti "mereka" menjadi "kalian", sehingga terlihat bahwa kalimat yang sama berpindah arah.
Kata (قَدَّمْتُمُوهُ, qaddamtumuuhu) tersusun dari kata kerja qaddama yang berakar ق-د-م, akhiran -tum yang berarti "kalian", dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Apa yang ditunjuk -hu tidak dinamai di sini, dan 38:61 memakai kata kerja yang sama dengan (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" sebagai bendanya. Kata kerja qaddama bersambung dengan l- di beberapa ayat lain. Penerimanya diri sendiri di 2:110, 2:223, dan 73:20, (تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ, tuqaddimuu li-anfusikum) yang diterjemahkan "dahulukan untuk diri kalian". Penerimanya hari esok di 59:18, (قَدَّمَتْ لِغَدٍ, qaddamat li-ghadin), hidup di 89:24, (قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي, qaddamtu li-hayaatii), dan tahun-tahun sulit di 12:48, (قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ, qaddamtum lahunna) yang diterjemahkan "kalian simpan untuknya". Di semua itu pelaku menaruh sesuatu di muka bagi penerimanya. Di 38:60 penerimanya adalah pihak lain, yaitu lanaa yang berarti "bagi kami", sehingga yang ditaruh di muka sampai kepada penerimanya, dan terjemahan memakai "mendatangkan". Padanan "mendahulukan" di 2:110 menggambarkan penerima yang sama dengan pelaku, sedangkan di ayat ini ada arah dari "kalian" kepada "kami" yang perlu terlihat dalam terjemahan.
Kata (فَبِئْسَ الْقَرَارُ, fa-bi'sa l-qaraaru) yang berarti "maka, seburuk-buruk tempat menetap" menutup ayat ini. Susunan fa-bi'sa muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 3:187, 38:56, 38:60, 39:72, 40:76, 43:38, dan 58:8. Kata (الْقَرَارُ, l-qaraaru) muncul tiga kali, yaitu di 14:29, 38:60, dan 40:39, dengan akhiran yang berbeda di 40:39. Di 40:39, (دَارُ الْقَرَارِ, daaru l-qaraari) diterjemahkan "negeri tempat menetap", dan di 14:29, (وَبِئْسَ الْقَرَارُ, wa-bi'sa l-qaraaru) menutup kalimat tentang Jahanam. Di 38:56 penilaian dengan susunan yang sama dipakai untuk (فَبِئْسَ الْمِهَادُ, fa-bi'sa l-mihaadu) yang berarti "maka, seburuk-buruk hamparan". Surah yang sama memakai dua sebutan untuk penilaian itu, dan terjemahan menjaga keduanya terpisah: hamparan di 38:56 dan tempat menetap di 38:60.
Tafsiran
Ayat 38:60 membalas 38:59 dengan susunan yang sama, yaitu tiga pernyataan yang berurutan. Di 38:59 ketiganya adalah kedatangan sebuah rombongan, penolakan sambutan, dan tujuan api. Di 38:60 ketiganya adalah penolakan sambutan yang dikembalikan, tuduhan tentang sebab, dan penilaian tempat. Kalimat laa marhaban dipakai kedua pihak dan masing-masing mengarahkannya kepada pihak lain, dengan bihim di 38:59 dan bikum di 38:60.
Tuduhan di tengah ayat, "kalianlah yang mendatangkannya bagi kami", memberi sebab, tetapi apa yang didatangkan dan bagaimana caranya tidak diterangkan. Ayat 38:61 menyebut bendanya dengan haadzaa, sehingga dua ayat itu membentuk satu pertukaran: tuduhan di 38:60, lalu permintaan di 38:61 yang berdasar pada tuduhan yang sama. Pertukaran serupa di 37:27 sampai 37:31 berjalan lain. Di sana tuduhan di 37:28 dibalas dengan (قَالُوا بَلْ, qaaluu bal) di 37:29, lalu pertukaran itu ditutup dengan pernyataan (فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا, fa-haqqa 'alaynaa qawlu rabbinaa) yang berarti "maka, berlaku atas kita perkataan Tuhan kita". Ayat 38:60 tidak memuat pernyataan semacam itu, dan 38:61 melanjutkannya dengan permintaan.
Penilaian "seburuk-buruk tempat" di 38:56 disampaikan dalam penuturan, dan di 38:60 diucapkan oleh para penghuninya. Penilaian yang di 38:56 menjadi laporan di 38:60 menjadi kesaksian dari dalam. Nama tempatnya berganti, dari hamparan menjadi tempat menetap.
Tuduhan di 38:60 tidak dijawab di ayat itu. Ayat 40:48 dan 14:22 memperlihatkan jawaban atas tuduhan semacam itu di tempat lain: di 40:48 pihak yang disalahkan berkata bahwa semua berada di dalamnya, dan di 14:22 pihak yang disalahkan berkata agar lawan bicaranya mencela diri sendiri. Ayat 38:60 sampai 38:61 tidak memuat jawaban sesudah tuduhannya, dan teks langsung berpindah ke permintaan.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat laa marhaban ada di 38:59 dan di 38:60 dengan akhiran yang berbeda, bihim lalu bikum. Kalimat yang ditujukan kepada satu pihak dikembalikan dengan susunan yang hampir sama, dengan satu kata ganti diganti. Percakapan yang berjalan dengan cara ini tidak menambah isi apa pun, karena yang berpindah hanya alamat kalimatnya. Pembaca dapat memeriksa perdebatan yang pernah dialaminya: seberapa sering jawaban hanya memutar kalimat lawan bicara kembali kepadanya? Apa yang tertinggal dari sebuah percakapan ketika tidak ada kata baru yang masuk?
- Pihak yang menjawab di 38:60 menunjuk pihak lain sebagai sebab, padahal keduanya berada di tempat yang sama. Di 14:22, setelah perkara diputuskan, setan berkata bahwa Allah telah menjanjikan janji yang benar dan setan sendiri menjanjikan lalu mengingkari, kemudian menyuruh lawan bicaranya mencela diri sendiri. Ayat itu menyebut pihak yang berlainan dan peristiwa yang berlainan, sehingga tidak disamakan dengan 38:60. Dari keduanya terlihat dua arah celaan: ke luar di 38:60 dan ke dalam di 14:22. Seberapa jauh kebiasaan menunjuk sebab ke luar diri masih menolong ketika semua orang sudah berada di tempat yang sama?
- Pertukaran di 37:27 sampai 37:31 ditutup dengan pernyataan bahwa perkataan Tuhan mereka berlaku atas kedua pihak. Pertukaran di 38:59 sampai 38:60 berakhir dengan penilaian atas tempat. Dua pertukaran itu tidak sama dalam apa yang dibicarakan, tetapi keduanya berisi pihak-pihak yang saling menunjuk, sehingga perbedaan di ujungnya dapat dibandingkan. Di 37:31 pembicara menyebut perkataan Tuhan, dan di 38:60 pembicara menyebut tempat. Pembaca dapat memperhatikan hal apa yang disebutnya di akhir sebuah perdebatan, dan apakah yang disebut itu orang, keadaan, atau sesuatu yang lebih tinggi daripada keduanya?
- Enam jawaban dalam teks ini dibuka dengan "bahkan", termasuk jawaban di 2:170 dan 31:21 atas seruan agar mengikuti apa yang diturunkan Allah, dan jawaban di 38:60. Kata itu membuka jawaban dengan menolak kerangka yang dipasang lawan bicara, sebelum isi jawabannya muncul. Jawaban seperti itu terdengar tegas, dan kata pertamanya sudah menetapkan arah percakapan. Pembaca dapat mengamati kata apa yang paling sering diucapkannya di awal ketika sebuah tuduhan sampai kepadanya. Apakah kata itu mengundang lawan bicara menjelaskan, atau menutup pintunya?
- Di 38:56 penilaian "seburuk-buruk hamparan" tertulis dalam penuturan, dan di 38:60 penilaian "seburuk-buruk tempat menetap" diucapkan oleh para penghuninya. Di 14:28 sampai 14:29, kalimat tentang orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekufuran berakhir pada Jahanam dan penilaian yang sama, tempat menetap yang buruk. Penilaian tentang sebuah tempat memiliki bobot lain ketika datang dari orang yang sedang berada di sana. Bagaimana pembaca menimbang sebuah penilaian yang diucapkan dari dalam tempat itu sendiri?
- Kata antum dipakai dua kali dalam satu ayat, "kalianlah" di awal dan "kalianlah" di tengah, dan keduanya menunjuk orang. Di 40:48, pihak yang menyombongkan diri menjawab tuduhan dengan kalimat bahwa semua berada di dalamnya dan bahwa Allah telah memutuskan di antara hamba-hamba. Di sana yang disebut adalah keadaan bersama dan keputusan, tidak lagi orang per orang. Dua ayat itu menyajikan dua cara menunjuk, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan salah satunya benar. Pembaca dapat menimbang ketika sedang menyalahkan: apakah pembaca menunjuk orang, atau keadaan yang menjepit semuanya, dan apa yang berubah pada keadaan itu sesudah ia menunjuk?