وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الْأَشْرَارِ

Dan mereka berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami anggap termasuk orang-orang yang jahat?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًاwa-qaaluu maa lanaa laa naraa rijaalandan mereka berkata, mengapa kami tidak melihat orang-orang
  2. كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الْأَشْرَارِkunnaa na'udduhum mina l-asyraariyang dahulu kami anggap termasuk orang-orang yang jahat

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. مَاmaaapa yang
  3. لَنَاlanaabagi kami
  4. لَاlaatidak
  5. نَرَىٰnaraakami melihat
  6. رِجَالًاrijaalanpara lelaki
  7. كُنَّاkunnaakami adalah
  8. نَعُدُّهُمْna'udduhumkami menghitung mereka
  9. مِنَminadari
  10. الْأَشْرَارِl-asyraariorang-orang jahat

Inti bacaan

Susunan (مَا لَنَا لَا, maa lanaa laa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:84 dan 38:62.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا مَا لَنَا, wa-qaaluu maa lanaa) yang berarti "dan mereka berkata, mengapa kami". Awalan (وَ, wa-) yang berarti "dan" menyambungnya dengan ucapan di 38:61, tetapi isinya ucapan baru dengan pokok baru. Susunan (مَا لَنَا لَا, maa lanaa laa) muncul dua kali, yaitu di 5:84 dan 38:62. Di 5:84, (وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ, wa-maa lanaa laa nu'minu) yang berarti "dan mengapa kami tidak beriman" diucapkan orang-orang yang mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, sebagaimana 5:83 menuturkan mereka. Di kedua ayat pembicara bertanya tentang keadaan dirinya sendiri, dan terjemahan memakai "mengapa kami tidak" pada keduanya.

Kata (لَا نَرَىٰ, laa naraa) yang berarti "kami tidak melihat" berakar ر-أ-ي. Bentuk naraa muncul enam kali, yaitu di 2:55, 2:144, 6:94, 11:27, 25:21, dan 38:62. Di 6:94, (وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ, wa-maa naraa ma'akum syufa'aa'akumu) yang berarti "dan Kami tidak melihat bersama kalian para pemberi syafaat kalian" menyebut pihak yang dahulu dianggap sebagai pemberi syafaat tetapi tidak terlihat bersama mereka. Di 11:27, (وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ, wa-maa naraa lakum 'alaynaa min fadhlin) yang berarti "dan kami tidak melihat kalian memiliki suatu kelebihan atas kami" diucapkan para pemuka yang kufur untuk menilai orang lain dari apa yang tampak. Di 38:62 kata kerja yang sama bersambung dengan orang yang dicari.

Kata (رِجَالًا, rijaalan) adalah jamak dari rajul dan berarti "para lelaki", seperti glos kata per kata. Bentuk rijaalan muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 2:239, 4:1, 4:176, 7:48, 12:109, 16:43, 21:7, 22:27, dan 38:62. Terjemahan memakai "laki-laki" di 4:1, 12:109, 16:43, dan 21:7, "berjalan kaki" di 2:239 dan 22:27, serta "orang-orang" di 7:48 dan 38:62. Di 7:48, (رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ, rijaalan ya'rifuunahum) diterjemahkan "orang-orang yang mereka kenali". Ayat 38:62 tidak menyebut perempuan, dan padanan "orang-orang" dipilih karena 7:48 memakainya untuk kata yang sama dalam adegan akhirat.

Kata (كُنَّا نَعُدُّهُمْ, kunnaa na'udduhum) tersusun dari kunnaa yang berarti "kami dahulu" dan na'udduhum yang berarti "kami menghitung mereka". Bentuk kunnaa disusul kata kerja yang sedang berlangsung juga di 35:37, (غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ, ghayra lladzii kunnaa na'malu) yang berarti "bukan yang pernah kami kerjakan dahulu", sehingga terjemahan 38:62 memakai "dahulu". Kata kerja 'adda berakar ع-د-د dan berarti "menghitung" di 14:34, 16:18, 19:84, 19:94, 22:47, dan 32:5. Di 19:94 objeknya orang, seperti di 38:62, tetapi tanpa penunjuk kelompok. Di 38:62 kata kerja itu disusul min dan kelompok orang-orang jahat, sehingga "menghitung mereka dari orang-orang jahat" diterjemahkan "menganggap mereka termasuk orang-orang jahat". Bentuk na'udduhum muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:62.

Kata (الْأَشْرَارِ, l-asyraari) yang berarti "orang-orang yang jahat" adalah jamak dari syarr dan berakar ش-ر-ر. Bentuk l-asyraari muncul satu kali, yaitu di 38:62. Akar yang sama ada di 38:55, (لَشَرَّ مَآبٍ, la-syarra ma'aabin) yang berarti "benar-benar tempat kembali yang buruk", dan terjemahan memakai "buruk" untuk tempat di sana dan "jahat" untuk orang di sini. Surah yang sama memuat pasangannya, (الْأَخْيَارِ, l-akhyaari) yang berarti "yang terbaik". Bentuk l-akhyaari muncul dua kali, yaitu di 38:47 dan 38:48, dan di 38:48 susunannya (مِنَ الْأَخْيَارِ, mina l-akhyaari) memakai min yang sama dengan (مِنَ الْأَشْرَارِ, mina l-asyraari) di 38:62. Kedua kata jamak itu tidak ditemukan di surah lain.

Tanda tanya di ujung terjemahan tidak diikuti tanda kutip penutup karena ucapan para penghuni itu berlanjut di 38:63.

Tafsiran

Ayat ini mengganti pokok percakapan. Dari 38:59 sampai 38:61 pokoknya adalah sambutan, sebab, dan permintaan atas pihak lain, sedangkan di 38:62 pokoknya orang-orang yang tidak terlihat. Para pembicara kini mencari siapa yang tidak ada. Ayat tidak mengatakan tempat orang-orang itu berada, dan 38:63 memberi dua kemungkinan tanpa memilih salah satunya.

Ucapan ini memuat penilaian lama yang dinyatakan sebagai milik para pembicara sendiri: "yang dahulu kami anggap termasuk orang-orang yang jahat". Kata "dahulu" menandai bahwa penilaian itu berasal dari masa lalu, dan ayat tidak mengatakan apakah mereka masih memegangnya. Pertanyaan itu sendiri memperlihatkan bahwa penilaian yang dulu dianggap pasti kini diajukan sebagai teka-teki.

Pertukaran di 7:48 sampai 7:49 memberi pembanding yang berlainan arah. Di sana orang-orang di tempat yang tinggi menyeru orang-orang yang mereka kenali, lalu bertanya dengan (أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ, a-haa'ulaa'i lladziina aqsamtum) yang berarti "apakah mereka inikah yang kalian bersumpah", dan kelanjutannya, (لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ, laa yanaaluhumu llaahu bi-rahmatin) yang berarti "bahwa Allah tidak akan memberi mereka rahmat". Kelompok yang dahulu disumpahi tidak akan mendapat rahmat di 7:49 ditunjukkan keberadaannya dan diperintah masuk ke taman. Di 38:62 pihak yang mencari tidak menemukan mereka, dan teks tidak memberi tempat untuk orang-orang itu. Kedua ayat berbeda pembicara dan peristiwanya, sehingga tidak saling menjawab.

Surah ini sudah memakai pasangan kosakata yang sama di 38:47 dan 38:48 untuk orang-orang yang terbaik. Ayat 38:62 tidak menghubungkan lelaki yang dicari dengan siapa pun di ayat-ayat itu, sehingga hubungan semacam itu tidak dipakai di sini.

Renungan dan Hikmah

  • Para pembicara di 38:62 menyebut sebuah penilaian yang dahulu mereka pasang pada orang lain, dan kini penilaian itu diajukan sebagai pertanyaan. Di 2:216 ayat berbicara tentang manusia yang membenci sesuatu padahal itu baik bagi mereka dan mencintai sesuatu padahal itu buruk, lalu ditutup dengan kalimat bahwa Allah mengetahui sedangkan mereka tidak mengetahui. Ayat itu menyangkut perkara perang, bukan penilaian atas orang, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memeriksa label apa yang pernah dipasangnya pada seseorang dengan penuh keyakinan. Seberapa jauh keyakinan itu bersandar pada pengetahuan, dan seberapa jauh pada kebiasaan memandang?
  • Pertanyaan di 38:62 muncul pada saat perkara sudah berjalan sampai ke tempat ini, dan baru pada saat itu orang-orang yang dahulu dinilai jahat dicari. Ayat tidak menyebut bahwa orang-orang itu pernah dicari, ditanya, atau ditemui sebelum ini, dan yang tertulis hanya pencarian sekarang. Pembaca dapat bertanya siapa yang sedang dinilainya tanpa pernah didekati, dan apa yang akan dilakukannya bila suatu hari orang itu dicari dan tidak ditemukan. Kapan terakhir kali penilaian atas seseorang diuji dengan duduk bersamanya?
  • Bentuk pertanyaan "mengapa kami tidak" dipakai di 38:62 oleh para penghuni api yang mencari orang-orang yang tak terlihat. Bentuk yang sama dipakai di 5:84 oleh orang-orang yang sesudah mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul bertanya, mengapa mereka tidak beriman kepada Allah dan kebenaran yang datang, sambil berharap Tuhan mereka memasukkan mereka bersama kaum yang saleh. Dua pembicara itu bertanya tentang hal yang berlainan dan pada saat yang berlainan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimat tanya yang bentuknya sama dapat membawa dua keadaan batin yang berlawanan. Pertanyaan yang diajukannya sendiri hari ini lebih mirip yang mana?
  • Di 7:49 orang-orang yang bersumpah bahwa Allah tidak akan memberi rahmat kepada sekelompok orang ditanya apakah kelompok itu yang mereka maksud, lalu kelompok itu diperintah masuk ke taman. Di 38:62 orang-orang yang dahulu menganggap sebagian orang jahat tidak menemukan mereka, dan teks tidak menyebut tempat mereka berada. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berlainan. Namun keduanya memperlihatkan pihak yang dahulu menilai berada di hadapan kenyataan yang tidak sesuai dengan ucapannya. Apa yang dipertaruhkan oleh orang yang bersumpah bahwa rahmat Allah tidak akan sampai kepada orang lain?
  • Kata kerja "kami tidak melihat" dipakai di 11:27 oleh para pemuka yang kufur untuk menilai orang lain dari apa yang tampak pada mereka, dan dipakai di 38:62 oleh para penghuni api untuk mengakui bahwa orang yang dicari tidak tampak. Dua pemakaian itu berlawanan, yang pertama menyimpulkan dari yang terlihat dan yang kedua mengakui bahwa yang dicari tidak tampak. Pembaca yang menilai orang dari apa yang tampak padanya dapat memperhatikan apa yang terjadi pada penilaiannya ketika yang tampak itu tidak ada. Apakah penilaian itu masih berdiri ketika bahannya sudah hilang?
  • Surah ini memakai dua kosakata untuk dua kelompok: orang-orang yang terbaik di 38:47 dan 38:48, dan orang-orang yang jahat di 38:62. Kosakata pertama berasal dari penuturan tentang hamba-hamba pilihan, sedangkan kosakata kedua diucapkan para penghuni api tentang orang-orang yang dahulu mereka hitung. Ayat 38:62 tidak mengatakan bahwa lelaki yang dicari itu termasuk kelompok yang pertama. Kata "terbaik" dan "jahat" hadir di surah yang sama, dan penutur keduanya berbeda. Dari penutur manakah pembaca lebih sering meminjam kata ketika menyebut orang lain?