وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الْأَشْرَارِ

Dan mereka berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami anggap termasuk orang-orang yang jahat?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًاwa-qaaluu maa lanaa laa naraa rijaalandan mereka berkata, mengapa kami tidak melihat orang-orang
  2. كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الْأَشْرَارِkunnaa na'udduhum mina l-asyraariyang dahulu kami anggap termasuk orang-orang yang jahat

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. مَاmaaapa yang
  3. لَنَاlanaabagi kami
  4. لَاlaatidak
  5. نَرَىٰnaraakami melihat
  6. رِجَالًاrijaalanpara lelaki
  7. كُنَّاkunnaakami adalah
  8. نَعُدُّهُمْna'udduhumkami menghitung mereka
  9. مِنَminadari
  10. الْأَشْرَارِl-asyraariorang-orang jahat

Inti bacaan

Kebingungan mencari 'orang-orang yang dahulu kami anggap termasuk orang-orang yang jahat', momen ironis menyadari penilaian masa lalu yang mungkin keliru.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan pertanyaan baru dalam dialog neraka: penghuni neraka heran tidak menemukan orang-orang yang dahulu mereka anggap jahat di dunia.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan itu direkam Allah di dalam neraka. Bukan di dunia. Di sana.
  • Yang mereka cari orang yang dahulu mereka hina. Bukan kawan. Yang dianggap jahat.
  • Kata dahulu kami anggap dipakai Allah untuk membuka penilaian mereka. Bukan yang jahat. Yang mereka anggap jahat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-a-y, r-j-l, k-w-n, '-d-d, sh-r-r): rijaal diterjemahkan 'orang-orang' (akar r-j-l); na'udduhum diterjemahkan 'kami anggap' (akar '-d-d); ashraar diterjemahkan 'yang jahat' (akar sh-r-r, yang sombong di neraka mencari orang beriman yang dulu mereka cemooh sbg 'jahat', padahal di surga). gloss '(penghuni neraka)/(di dunia)/(hina)' dibuang.