أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ

Apakah karena dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan yang berpaling dari mereka?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّاa-ttakhadznaahum sikhriyyanapakah dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan
  2. أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُam zaaghat 'anhumu l-abshaaruataukah penglihatan berpaling dari mereka

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. أَتَّخَذْنَاهُمْa-ttakhadznaahumapakah kami menjadikan mereka
  2. سِخْرِيًّاsikhriyyanbahan olokan
  3. أَمْamatau
  4. زَاغَتْzaaghatmenyimpang
  5. عَنْهُمُ'anhumudari mereka
  6. الْأَبْصَارُl-abshaarupenglihatan

Inti bacaan

Pertanyaan reflektif 'apakah karena dahulu kami menjadikan mereka bahan olok-olokan?', kesadaran terlambat bahwa mereka yang dulu diremehkan justru selamat, sementara yang mengejek kini menghadapi konsekuensi.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(bahan)' dan '(kami)' tidak dipakai: 'al-absaaru' ('penglihatan', definit, tanpa kata ganti kepemilikan eksplisit) dibiarkan sesuai teks Arab. 'Zaaghat' (akar zyg, 'berpaling/menyimpang') diterjemahkan 'berpaling', lebih literal daripada 'tidak melihat'.

Tafsiran

Ayat ini menutup pertanyaan penghuni neraka dengan dua kemungkinan: apakah orang-orang yang dahulu mereka ejek memang tidak ada di sana, atau hanya luput dari penglihatan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka menimbang dua: apakah karena kami mengolok mereka, atau karena penglihatan yang berpaling. Dua-duanya kesalahan sendiri. Yang dicari bukan siapa yang salah, melainkan yang mana.
  • Yang mereka cari orang-orang yang dahulu mereka jadikan olok-olokan. Tak ada di sana. Yang diremehkan ternyata berada di tempat yang mereka inginkan.
  • Allah merekam kalimat ini sebagai bagian dari perdebatan penghuni api. Saling bertanya. Yang tersisa bagi mereka bukan pembelaan, melainkan menghitung ulang kekeliruan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.