إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ
Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terjadi: pertengkaran penghuni api.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّinna dzaalika la-haqqunsesungguhnya yang demikian itu benar-benar terjadi
- تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِtakhaashumu ahli n-naaripertengkaran penghuni api
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَحَقٌّla-haqqunbenar-benar kebenaran
- تَخَاصُمُtakhaashumupertengkaran
- أَهْلِahlikalangan
- النَّارِn-naariapi
Inti bacaan
Pengakuan eksplisit 'pertengkaran penghuni neraka' sebagai kenyataan, konflik internal yang berlanjut bahkan di antara sesama yang menghadapi konsekuensi, bukan solidaritas dalam penderitaan bersama.
Penjelasan pilihan kata
Kata 'yaitu' diganti tanda titik dua. 'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar diterjemahkan 'itu'.
Tafsiran
Ayat ini menutup dialog dengan penegasan narator: pertengkaran yang baru dikutip adalah kenyataan yang benar-benar terjadi di antara penghuni api.
Renungan dan Hikmah
- Allah menegaskan percakapan tadi bukan gambaran, melainkan kejadian. Benar-benar terjadi. Bukan perumpamaan.
- Yang bertengkar sesama penghuni, bukan dengan penjaganya. Konfliknya ke dalam. Di tempat itu pun mereka tidak rukun.
- Kalimat ini disebut Allah sebagai komentar penutup. Bukan lanjutan kutipan. Penuturnya kembali bicara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-q-q, kh-s-m, a-h-l, n-w-r): haqq diterjemahkan 'benar (terjadi)' (akar h-q-q); takhaasum diterjemahkan 'pertengkaran' (akar kh-s-m). gloss '(yaitu)' dibuang.