إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ

Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terjadi: pertengkaran penghuni api.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّinna dzaalika la-haqqunsesungguhnya yang demikian itu benar-benar terjadi
  2. تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِtakhaashumu ahli n-naaripertengkaran penghuni api

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  3. لَحَقٌّla-haqqunbenar-benar kebenaran
  4. تَخَاصُمُtakhaashumupertengkaran
  5. أَهْلِahlikalangan
  6. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Susunan (أَهْلِ النَّارِ, ahli n-naari) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:64.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pembuka ayat ini, (إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ, inna dzaalika la-haqqun), berarti "sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terjadi". Kalimat ini tersusun dari (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "yang demikian itu", awalan (لَ, la-) yang menegaskan, dan (حَقٌّ, haqqun) yang berarti "benar" dengan akar ح-ق-ق. Gabungan (لَحَقٌّ, la-haqqun) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 10:53, 38:64, dan 51:23. Dua ayat yang lain memakai (إِنَّهُ لَحَقٌّ, innahu la-haqqun) yang berarti "sesungguhnya ia benar-benar hak", dan keduanya didahului sumpah demi Tuhan, yaitu (إِي وَرَبِّي, ii wa-rabbii) di 10:53 dan (فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ, fa-wa-rabbi s-samaa'i wa-l-ardhi) di 51:23. Ayat 38:64 tidak didahului sumpah, dan kata haqq menyifati kata tunjuk dzaalika, tidak menyifati kata ganti -hu.

Terjemahan memakai "benar-benar terjadi" karena di sini haqq menyifati peristiwa yang baru dituturkan. Bila haqq menyifati janji, terjemahan memakai "benar", seperti pada (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar" di 10:55. Susunan (وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, wa'da llaahi haqqun) muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 10:55, 18:21, 28:13, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17, dan surah 40 memuatnya dua kali. Di 10:53 kata haqq menjawab pertanyaan (أَحَقٌّ هُوَ, a-haqqun huwa) yang berarti "benarkah ia?". Ayat 38:64 tidak memuat pertanyaan semacam itu, sehingga terjemahannya langsung menyatakan bahwa peristiwanya terjadi.

Kata (تَخَاصُمُ, takhaashumu) yang berarti "pertengkaran" berakar خ-ص-م, dan bentuk persis ini hanya muncul di 38:64. Akar yang sama muncul empat kali di surah ini, yaitu di 38:21, 38:22, 38:64, dan 38:69. Di 38:21 ada (نَبَأُ الْخَصْمِ, naba'u l-khashmi) yang berarti "berita orang-orang yang berselisih", di 38:22 ada (خَصْمَانِ, khashmaani) yang berarti "dua orang yang berselisih", dan di 38:69 ada (يَخْتَصِمُونَ, yakhtashimuuna) yang berarti "berbantah-bantahan". Dua yang pertama menyangkut dua orang yang meminta keputusan, dan yang ketiga menyangkut majelis yang tertinggi, sehingga akar ini tidak terikat pada api. Di ayat lain terjemahan memakai "bertengkar" untuk (وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ, wa-hum fiihaa yakhtashimuuna) yang berarti "sedang mereka di dalamnya bertengkar" di 26:96, untuk (اخْتَصَمُوا, khtashamuu) yang berarti "mereka bertengkar" di 22:19, dan untuk (لَا تَخْتَصِمُوا, laa takhtashimuu) yang berarti "janganlah kalian bertengkar" di 50:28. Ketiga ayat itu berada dekat penyebutan api, neraka, atau Jahanam, yaitu pakaian dari api di 22:19, neraka yang menyala di 26:91, dan perintah melemparkan ke Jahanam di 50:24. Terjemahan memakai "berbantah-bantahan" untuk majelis yang tertinggi di 38:69 dan untuk hari kiamat di 39:31, (عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ, 'inda rabbikum takhtashimuuna) yang berarti "di hadapan Tuhan kalian berbantah-bantahan". Karena 38:64 menyebut api, kata "pertengkaran" dipilih sejalan dengan kelompok pertama.

Frasa (أَهْلِ النَّارِ, ahli n-naari) yang berarti "penghuni api" hanya muncul sekali, yaitu di 38:64. Kata ahl berakar أ-ه-ل, dan di 38:43 bentuknya (أَهْلَهُ, ahlahu) yang berarti "keluarganya". Pemilik api lebih sering disebut dengan (أَصْحَابُ النَّارِ, ash-haabu n-naari), dan terjemahan memakai "penghuni api" juga untuk susunan itu di 2:39 dan 40:6. Kata ashhaab dan naar bersanding dua puluh kali di dua belas surah, yaitu 2:39, 2:81, 2:217, 2:257, 2:275, 3:116, 5:29, 7:36, 7:44, 7:47, 7:50, 10:27, 13:5, 39:8, 40:6, 40:43, 58:17, 59:20, 64:10, dan 74:31. Dalam bahasa Indonesia perbedaan susunan Arab itu tidak tampak. Teksnya tidak menerangkan alasan ayat ini memakai ahl.

Ayat ini tidak memuat kata sambung antara dzaalika dan takhaashumu. Terjemahan memakai tanda titik dua, sehingga kata "pertengkaran" terbaca sebagai penjelas hal yang ditunjuk oleh "yang demikian itu".

Tafsiran

Ayat ini menamai seluruh adegan sebelumnya dengan satu kata, pertengkaran, lalu menyatakan bahwa adegan itu benar-benar terjadi. Ayat 38:60 dan 38:61 dibuka dengan (قَالُوا, qaaluu) yang berarti "mereka berkata", dan 38:62 dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata". Ayat 38:64 tidak memuat kata kerja ucapan seperti itu, sehingga terbaca sebagai penilaian atas percakapan itu. Ayat 38:65 lalu dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", dan pembicaraan berpindah dari adegan itu kepada orang yang diperintah berbicara.

Isi percakapan yang dinamai pertengkaran itu terbagi dua. Di 38:60 satu pihak menuding pihak lain dengan (بَلْ أَنْتُمْ, bal antum) yang berarti "bahkan kalianlah" dan (قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا, qaddamtumuuhu lanaa) yang berarti "kalian yang mendatangkannya bagi kami", dan 38:61 meminta azab berlipat bagi siapa yang mendatangkannya. Di 38:62 dan 38:63 pembicara mencari orang-orang yang dahulu dianggap jahat, lalu mengajukan dua dugaan mengapa mereka tidak tampak. Dugaan itu tidak dijawab di ayat mana pun dalam adegan ini, dan 38:64 tidak menjawabnya. Ayat ini hanya menyatakan bahwa kejadian tadi nyata.

Surah ini sudah memuat keraguan terhadap peringatan. Di 38:8, (فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي, fii syakkin min dzikrii) yang berarti "dalam keraguan tentang peringatan-Ku" menyebut orang-orang yang menolak. Dapat dibaca bahwa 38:64 menjawab keraguan itu untuk satu bagian peringatan, yaitu adegan penghuni api, dengan kalimat pendek yang tidak disertai sumpah dan tidak disertai dalil tambahan.

Pertengkaran juga muncul di dunia dalam surah yang sama. Di 38:21 dan 38:22 dua orang yang berselisih menemui Daud. Sesudah perkara itu, 38:24 menyebut (فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ, fa-staghfara rabbahu) yang berarti "maka ia memohon ampun kepada Tuhannya", dan 38:25 menyebut (فَغَفَرْنَا لَهُ ذَٰلِكَ, fa-ghafarnaa lahu dzaalika) yang berarti "maka Kami mengampuni hal itu baginya". Kedua adegan berasal dari peristiwa yang berbeda dan teks tidak menghubungkannya, sehingga keduanya hanya dapat diletakkan berdampingan.

Renungan dan Hikmah

  • Dua ayat lain yang memakai kalimat serupa mengawalinya dengan sumpah, yaitu "demi Tuhanku" di 10:53 dan "demi Tuhan langit dan bumi" di 51:23. Ayat 38:64 berdiri tanpa sumpah, dengan kata sesungguhnya dan penegas di depan kata benar. Kabar tentang penghuni api tidak diberi jaminan tambahan di sini, sehingga pendengar menimbangnya dari bunyi kalimatnya saja. Pembaca dapat memperhatikan kapan sumpah, bukti, atau saksi terasa perlu sebelum percaya, dan kapan kalimat yang lurus sudah cukup. Apakah kabar yang tidak menyenangkan lebih mudah ditunda percayanya sampai ada sumpah?
  • Di 38:61 para penghuni api memanggil "Tuhan kami", tetapi isi panggilannya adalah agar siapa pun yang mendatangkan keadaan itu mendapat azab berlipat ganda. Teks tidak mencatat jawaban atas permintaan itu. Panggilan kepada Tuhan dan tuduhan kepada sesama manusia terdengar dalam satu napas, lalu beberapa ayat kemudian menamai semuanya pertengkaran. Pembaca dapat bertanya bagaimana doanya sendiri terdengar ketika sedang marah kepada seseorang, apakah isinya agar perkara dibereskan, atau agar lawannya lebih dulu ditimpa kesulitan. Bila hari ini nama Tuhan disebut sambil menunjuk orang lain, apa yang sebenarnya diminta?
  • Di 38:63 pembicara mengajukan dua dugaan tentang orang-orang yang tidak tampak: apakah dahulu mereka dijadikan olok-olokan, atau apakah penglihatan yang menyimpang dari mereka. Dugaan pertama menyebut perbuatan para pembicara sendiri, dan itu muncul di tengah adegan yang selebihnya berisi tuduhan kepada pihak lain. Ayat tidak mencatat bahwa ada yang menjawab atau mengakuinya. Dapat dibaca bahwa dugaan semacam itu terucap di antara tuduhan tanpa menghentikan tuduhan. Pembaca dapat mendengarkan percakapannya sendiri dan menimbang apakah ada kalimat yang menunjuk pembicaranya, dan siapa yang mendengar kalimat itu sebelum lewat?
  • Surah ini mencatat dua arah permintaan kepada Tuhan di sekitar perselisihan. Di 38:24 Daud memohon ampun kepada Tuhannya, dan 38:25 menyebut pengampunan itu dengan kata Kami. Di 38:61 yang diminta kepada Tuhan adalah tambahan azab bagi orang lain. Kedua ayat berbicara tentang peristiwa yang berbeda, sehingga tidak dibandingkan sebagai sebab dan akibat. Pembaca dapat menaruh keduanya berdampingan sebagai dua arah permintaan, ke dalam diri atau ke luar. Setelah perselisihan terakhir yang dialaminya, ke arah mana permintaannya kepada Tuhan bergerak?
  • Di 39:31 pertengkaran ditempatkan di hadapan Tuhan, "di hadapan Tuhan kalian", dan di 50:28 pembicaranya memakai kata Aku untuk melarang bertengkar di hadapan-Nya. Ayat 38:64 menyebut api. Ketiga ayat berbicara tentang keadaan yang berbeda dan tidak disamakan, tetapi pertengkaran disebut bersama hukuman di satu tempat dan bersama kehadiran Tuhan di tempat lain. Pertengkaran yang dianggap urusan kecil di meja makan atau di ruang rapat dapat diperiksa dengan satu pertanyaan: bagaimana kalimat-kalimatnya terdengar bila diucapkan di hadapan Tuhan?
  • Ayat 38:59 sampai 38:63 hanya memuat ucapan dari penghuni api sendiri, tanpa penjaga atau pihak lain yang tertulis ikut berbicara. Pertengkaran itu terjadi antara orang-orang yang berada dalam keadaan yang sama. Gambaran ini menggeser pertanyaan dari siapa yang menghukum menjadi bagaimana orang-orang senasib berbicara satu sama lain. Pembaca dapat memperhatikan kelompoknya sendiri, misalnya keluarga, tim kerja, atau jamaah, dan membayangkan percakapannya bila semua anggotanya sama-sama sedang kesulitan. Siapa di antara mereka yang pertama menunjuk orang lain?