قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ ۖ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan; dan tidak ada tuhan kecuali Allah Yang Esa, Sang Penakluk,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌqul innamaa anaa mundzirunkatakanlah, sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan
  2. وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُwa-maa min ilaahin illaa llaahu l-waahidu l-qahhaarudan tidak ada tuhan kecuali Allah Yang Esa, Sang Penakluk

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  3. أَنَاanaaaku
  4. مُنْذِرٌmundzirunpemberi peringatan
  5. وَمَاwa-maadan tidaklah
  6. مِنْmindari
  7. إِلَٰهٍilaahintuhan
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. اللَّهُllaahuAllah
  10. الْوَاحِدُl-waahiduYang Maha Esa
  11. الْقَهَّارُl-qahhaaruYang Mahaperkasa

Inti bacaan

Identitas diri Nabi yang sederhana 'aku hanyalah seorang pemberi peringatan', kerendahan hati personal yang menolak klaim kekuasaan atau keistimewaan berlebihan bagi dirinya sendiri.

Tafsiran

Ayat ini membuka perintah kepada Nabi untuk menegaskan batas perannya: hanya pemberi peringatan, sekaligus menegaskan keesaan dan keperkasaan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh Nabi-Nya membatasi klaimnya sendiri. Hanyalah. Seorang pemberi peringatan.
  • Sesudah merendahkan diri, kalimatnya naik. Aku hanyalah pemberi peringatan. Tidak ada tuhan kecuali Dia.
  • Dua bagian itu disusun Allah berdampingan. Kedudukan yang kecil. Membawa pesan yang paling besar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-dz-r, a-l-h, w-h-d, q-h-r): innamaa anaa mundhir diterjemahkan 'aku hanyalah pemberi peringatan' (akar n-dz-r, peran-disangkal); maa min ilaah illaa llaah al-waahid al-qahhaar diterjemahkan 'tak ada tuhan kecuali Allah Yang Esa lagi Maha Mengalahkan' (ilaah + akar w-h-d + akar q-h-r). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.