قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيمٌ
Katakanlah, “Ia adalah berita yang agung,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيمٌqul huwa naba'un 'azhiimunkatakanlah, ia adalah berita yang agung
Terjemahan per kata (4 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- هُوَhuwaia
- نَبَأٌnaba'unberita
- عَظِيمٌ'azhiimunyang agung
Inti bacaan
Bentuk (نَبَأٌ عَظِيمٌ, naba'un 'azhiimun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:67.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ هُوَ, qul huwa) yang berarti "katakanlah, ia". Gabungan ini muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu 2:222, 3:165, 6:65, 13:30, 38:67, 41:44, 67:23, 67:24, 67:29, dan 112:1, dan surah 67 memuatnya tiga kali. Di beberapa tempat huwa langsung disusul sebutan Allah atau sebutan-Nya, misalnya (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ, qul huwa llaahu ahadun) di 112:1 dan (قُلْ هُوَ رَبِّي, qul huwa rabbii) yang berarti "katakanlah, Dia Tuhanku" di 13:30. Di 38:67 huwa disusul (نَبَأٌ, naba'un), dan ayat ini tidak menyebut apa yang ditunjuk huwa. Terjemahan memakai "Ia" dengan huruf besar karena letaknya di awal kalimat kutipan.
Kata ganti (هُوَ, huwa) yang berarti "ia" berdiri sendiri hanya dua kali di surah 38, yaitu di ayat ini dan di 38:87. Di 38:49 sesuatu yang disebut peringatan ditunjuk dengan kata tunjuk, (هَٰذَا ذِكْرٌ, haadzaa dzikrun) yang berarti "ini adalah suatu peringatan", dan di 38:67 hal yang ditunjuk tidak diberi nama. Perintah (قُلْ, qul) muncul tiga kali di surah ini. Perintah pertama di 38:65 disusul pernyataan tentang pembicara, perintah kedua di ayat ini disusul penilaian tentang berita, dan perintah ketiga di 38:86 disusul (مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ, maa as'alukum 'alayhi min ajrin) yang berarti "aku tidak meminta imbalan apa pun kepada kalian atasnya".
Kata (نَبَأٌ, naba'un) yang berarti "berita" berakar ن-ب-أ. Di surah 38 akar ini muncul tiga kali sebagai kata benda naba', yaitu di 38:21, 38:67, dan 38:88. Di 38:21 ada (نَبَأُ الْخَصْمِ, naba'u l-khashmi) yang berarti "berita orang-orang yang berselisih", didahului (وَهَلْ أَتَاكَ, wa-hal ataaka) yang berarti "dan apakah telah sampai kepadamu". Di 38:88 ada (نَبَأَهُ, naba'ahu) yang berarti "beritanya" dalam (وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ, wa-la-ta'lamunna naba'ahu ba'da hiinin) yang berarti "dan sungguh kalian akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu". Terjemahan memakai "berita" di ketiganya.
Kata (عَظِيمٌ, 'azhiimun) yang berarti "agung" berakar ع-ظ-م, dan di surah 38 kata ini muncul hanya di ayat ini. Gabungan kata naba' dan 'azhiim dalam satu ayat ditemukan di dua tempat, yaitu 38:67 dan 78:2. Di 78:2, (عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ, 'ani n-naba'i l-'azhiimi) yang berarti "tentang berita yang agung" memakai kata sandang al- dan didahului kata depan, sedangkan di 38:67 kedua kata itu berdiri tanpa kata sandang. Bentuk persis (نَبَأٌ عَظِيمٌ, naba'un 'azhiimun) hanya ada di 38:67.
Kalimat ini memuat tiga kata sesudah perintah, yaitu huwa, naba'un, dan 'azhiimun, tanpa kata kerja. Kata "adalah" dalam terjemahan muncul dari susunan kata ganti dan kata benda yang berurutan, tanpa kata Arab tersendiri. Koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 38:68.
Tafsiran
Ayat ini memberi ukuran sebelum isi: berita yang agung, tanpa menyebut isi beritanya. Ayat 38:65 menyebut pembicara dan Allah, 38:66 meluaskan sebutan itu sampai langit dan bumi, dan 38:67 membuka perintah baru dengan satu penilaian tentang sebuah berita. Isi berita itu tidak dituliskan di ayat ini, di 38:68, maupun di 38:69 dan 38:70, yang berbicara tentang sikap pendengar dan batas pengetahuan pembicara. Pembaca menaruh dugaannya di kata huwa, dan teks tidak memutuskannya.
Surah ini sendiri memberi satu petunjuk. Di 38:87, (إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, in huwa illaa dzikrun li-l-'aalamiina) yang berarti "ia tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam", kata huwa yang sama menunjuk sesuatu yang disebut peringatan, dan 38:88 langsung menyusulkan kata "beritanya". Dapat dibaca bahwa huwa di 38:67 dan di 38:87 menunjuk hal yang sama, yaitu peringatan itu, tetapi tidak ada kata yang menyatakannya. Pembacaan lain tetap mungkin, sebab 38:65 dan 38:66 juga memuat hal-hal yang disebut sebelum 38:67.
Berita di 38:21 dikabarkan lewat pertanyaan, dan berita di 38:88 pengetahuannya ditunda sampai nanti. Berita di 38:67 dinyatakan langsung bersama ukurannya, sehingga ayat ini berada di antara berita yang ditanyakan dan berita yang akan diketahui kelak. Ketiganya tidak disamakan: 38:21 menyangkut dua orang yang berselisih, sedangkan isi dua berita yang lain tidak dituliskan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyampaikan ukuran sebuah berita, agung, tanpa isinya. Pendengar diminta menyikapi sesuatu yang baru disebut besarnya, sesudah 38:66 menyebut Tuhan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya. Ukuran yang disebut lebih dulu dari isi dapat menarik perhatian dan dapat pula membuat orang menunda. Pembaca dapat menghitung berapa kabar dalam hidupnya yang dinilai dari ukuran yang disebut orang, dan berapa yang dinilai dari isinya. Bila sebuah kabar disebut agung sebelum diketahui isinya, apakah kabar itu lebih cepat dibuka atau lebih lama ditunda?
- Di 38:4 orang-orang yang menolak heran karena seorang pemberi peringatan datang dari kalangan mereka sendiri, dan 38:8 mencatat pertanyaan mereka mengapa peringatan itu jatuh kepada dia dari antara mereka. Di 38:67 berita disebut agung tanpa menyinggung siapa pembawanya. Pembawa yang dikenal dan berita yang agung berada dalam satu surah. Pembaca dapat memperhatikan cara menimbang kabar: dari siapa yang membawanya atau dari apa yang dibawa. Bila pembawanya orang yang sudah lama dikenal, apakah kabarnya terasa lebih kecil?
- Di 13:30 kata huwa sesudah perintah katakanlah langsung dijelaskan, "Dia Tuhanku", dan di 112:1 langsung dijelaskan, "Dialah Allah, tunggal". Di 38:67 kata itu tidak dijelaskan, dan yang disebut hanya ukurannya. Pembaca yang menerima sebutan tanpa nama memikul tugas yang berbeda dari pembaca yang langsung diberi nama, sebab ia perlu menahan diri dari mengisi kekosongan itu dengan dugaan sendiri. Kekosongan apa dalam kabar yang didengarnya yang lebih cepat diisi dengan dugaan sendiri daripada ditanyakan?
- Surah ini berakhir di 38:88 dengan kalimat bahwa kalian akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu, tanpa menyebut berapa lama. Antara 38:67 dan 38:88 pembaca memegang berita yang disebut agung sebelum mengetahui apa akhirnya. Ayat penutup itu sendiri menyebut keadaan menunggu tanpa kepastian waktu. Pembaca dapat bertanya bagaimana selang waktu yang tidak ditentukan itu dijalani: dengan terus menimbang, dengan menunda, atau dengan melupakan? Mana dari ketiganya yang paling sering terjadi pada kabar yang disebut penting tetapi belum jelas isinya?
- Dalam jarak dua ayat, 38:65 meminta pembicara menyebut dirinya pemberi peringatan, dan 38:67 meminta pembicara menyebut sebuah berita agung, dengan sebutan Tuhan langit dan bumi di antara keduanya pada 38:66. Penilaian terhadap diri dan penilaian terhadap isi diberi ukuran yang berlainan jauh, dan keduanya diperintahkan untuk diucapkan. Pembaca yang menyampaikan sesuatu yang dianggapnya bernilai dapat memperhatikan ukuran apa yang dipakai ketika menyebut diri dan ketika menyebut bawaannya. Pada saat berbicara, mana yang lebih dulu dibesarkan?
- Berita di 38:21 menyangkut dua orang yang berselisih, dan sesudahnya 38:22 mencatat mereka masuk menemui Daud. Berita di 38:67 diberi ukuran agung, dan sesudahnya 38:68 mencatat sikap berpaling. Pembaca dapat memeriksa kabar yang paling cepat didatanginya dan kabar yang paling cepat dilewatinya. Kabar apa yang setiap hari didatangi tanpa diminta, dan kabar apa yang setiap hari dilewati?