أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ
yang kalian berpaling darinya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَantum 'anhu mu'ridhuunayang kalian berpaling darinya
Terjemahan per kata (3 kata)
- أَنْتُمْantumkalian
- عَنْهُ'anhudarinya
- مُعْرِضُونَmu'ridhuunaberpaling menolak
Inti bacaan
Bentuk (عَنْهُ مُعْرِضُونَ, 'anhu mu'ridhuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:68.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini tersusun dari tiga kata, (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "kalian", (عَنْهُ, 'anhu) yang berarti "darinya", dan (مُعْرِضُونَ, mu'ridhuuna) yang berarti "berpaling". Kata (عَنْ, 'an) berarti "dari" dan akhiran (هُ, -hu) berarti "-nya", yang menunjuk berita di 38:67. Tidak ada kata penghubung antara 38:67 dan ayat ini. Terjemahan menyambungnya dengan "yang" supaya ayat ini terbaca sebagai penjelas berita itu, seperti 78:3, (الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ, alladzii hum fiihi mukhtalifuuna) yang berarti "yang mereka berselisih tentangnya", yang memakai (الَّذِي, alladzii) untuk menjelaskan berita yang agung di 78:2. Pada 78:3 kata depannya (فِي, fii) yang berarti "di dalam", sedangkan pada 38:68 kata depannya (عَنْ, 'an) yang berarti "dari": satu menyebut masuk ke dalam perselisihan tentang berita itu, satu menyebut menjauh darinya.
Kata antum berdiri sendiri tiga kali di surah 38, yaitu dua kali di 38:60 dan sekali di 38:68. Di 38:60, (بَلْ أَنْتُمْ, bal antum) yang berarti "bahkan kalianlah" dipakai satu pihak penghuni api untuk menuding pihak lain. Di 38:68 kata itu dipakai pembicara kepada pendengarnya. Dari empat belas kemunculan (مُعْرِضُونَ, mu'ridhuuna), dua disertai antum, yaitu 38:68 dan (وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ, wa-antum mu'ridhuuna) di 2:83. Dua belas lainnya menyebut pihak ketiga.
Kata (مُعْرِضُونَ, mu'ridhuuna) berakar ع-ر-ض dan muncul empat belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:83, 3:23, 8:23, 9:76, 12:105, 21:1, 21:24, 21:32, 21:42, 23:3, 23:71, 24:48, 38:68, dan 46:3. Apa yang dipalingi berbeda di tiap ayat. Di 12:105, (عَنْهَا مُعْرِضُونَ, 'anhaa mu'ridhuuna) menyebut tanda-tanda di langit dan bumi. Di 21:42, (عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ, 'an dzikri rabbihim mu'ridhuuna) yang berarti "berpaling dari mengingat Tuhan mereka" menyebut peringatan tentang Tuhan mereka. Di 46:3, (عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ, 'ammaa undziruu mu'ridhuuna) menyebut apa yang diperingatkan kepada mereka. Di 23:3, (عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ, 'ani l-laghwi mu'ridhuuna) menyebut perkataan sia-sia, dan ayat itu termasuk sifat orang-orang beriman. Terjemahan memakai "berpaling" di keempat ayat itu dan di 38:68. Dari daftar itu terlihat bahwa kata berpaling sendiri tidak memuat penilaian baik atau buruk, dan penilaiannya datang dari apa yang dipalingi. Di 38:68 pendengar berpaling dari berita yang di 38:67 disebut agung. Bentuk persis (عَنْهُ مُعْرِضُونَ, 'anhu mu'ridhuuna) hanya ada di 38:68.
Akar yang sama muncul sekali lagi di surah ini dengan arti lain, yaitu (عُرِضَ, 'uridha) di 38:31 yang dalam terjemahan menjadi "dipertunjukkan", ketika sesuatu dipertunjukkan kepada seseorang pada waktu petang. Pada 38:68 akar itu dipakai untuk gerak menjauhi. Terjemahan memakai kata yang berbeda untuk kedua arah itu.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan kalimat 38:67 dengan menyebut sikap pendengar, dan sikap itu dinyatakan langsung kepada mereka dengan kata kalian. Di bagian awal surah, orang-orang yang menolak dibicarakan sebagai mereka, misalnya di 38:2, 38:4, dan 38:8. Di 38:68 mereka disapa. Ayat 38:86 dan 38:88 menyapa pendengar dengan kalian lagi, sehingga sapaan di 38:68 menjadi yang pertama dari tiga sapaan kepada pendengar dalam ucapan yang diperintahkan dengan katakanlah, yaitu di 38:68, 38:86, dan 38:88. Urutan 38:66 sampai 38:68 dengan demikian bergerak dari sebutan bagi Tuhan, ke penilaian sebuah berita, lalu ke sikap pendengar terhadap berita itu.
Alasan berpaling tidak disebut di ayat ini. Di awal surah alasan itu tercatat sebagai ucapan mereka sendiri: heran di 38:4, rekaan di 38:7, dan ragu di 38:8. Ayat 38:68 merangkum sikap itu dengan satu kata, berpaling, tanpa mengulang alasannya. Dapat dibaca bahwa sikap yang terlihat dan alasan yang diucapkan dicatat terpisah.
Ayat 38:69 kemudian meninggalkan pendengar dan berbicara tentang batas pengetahuan pembicara tentang majelis yang tertinggi. Sikap berpaling di 38:68 karena itu tidak dijawab dengan ancaman atau bujukan di ayat berikutnya. Pembaca yang mencari tanggapan atas sikap itu menemukan 38:88, yang menyebut bahwa kalian akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu.
Renungan dan Hikmah
- Sampai 38:67 orang-orang yang menolak dibicarakan sebagai mereka, dan di 38:68 mereka disapa sebagai kalian. Perpindahan dari dibicarakan ke disapa mengubah letak pendengar dalam percakapan, sebab yang disapa tidak dapat berlindung di balik kata mereka. Pembaca dapat mengingat saat dibicarakan oleh orang yang tidak ada di depan dan saat disapa langsung, lalu menimbang di mana lebih mudah mengelak. Apakah kalimat yang dialamatkan langsung terasa lebih sulit dilewati daripada kalimat yang hanya terdengar dari kejauhan?
- Di 23:3 orang-orang beriman digambarkan berpaling dari perkataan sia-sia, dan di 46:3 orang-orang yang kufur berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. Kata berpaling yang sama dipakai untuk pujian dan untuk celaan, sehingga nilainya ditentukan oleh sasaran yang ditinggalkan. Di 38:68 sasaran itu disebut agung. Pembaca dapat mendaftar hal-hal yang ditinggalkan dengan sengaja minggu ini, lalu menimbang nilai tiap-tiapnya dari sasaran yang ditinggalkan. Dari daftar itu, mana yang ditinggalkan dengan alasan yang dapat diucapkan terang-terangan?
- Sebutan berita yang agung muncul juga di 78:2, dan 78:3 mencatat sikap pendengarnya: mereka berselisih tentangnya, dengan kata depan yang berarti di dalam. Di 38:68 sikap pendengarnya berpaling darinya, dengan kata depan yang berarti dari. Dua ayat itu tidak berasal dari adegan yang sama dan tidak dijadikan satu, tetapi arahnya berlawanan: masuk ke dalam perkara atau menjauh darinya. Di 21:42 orang yang berpaling disebut berpaling dari peringatan Tuhan mereka. Dalam perbedaan pendapat tentang hal yang besar, apakah pembaca lebih sering masuk berdebat atau menjauh, dan adakah pilihan ketiga, yaitu mendengar sampai habis?
- Di awal surah alasan orang-orang yang menolak diucapkan sendiri oleh mereka: heran di 38:4, rekaan di 38:7, ragu di 38:8, dan 38:9 langsung bertanya apakah di sisi mereka ada perbendaharaan rahmat Tuhanmu. Di 38:68 alasan itu tidak diulang, dan sikapnya saja yang dicatat, yaitu berpaling. Dapat dibaca bahwa alasan yang diucapkan dan sikap yang terlihat dicatat terpisah. Pembaca dapat mencatat alasan yang sering diucapkan ketika menunda sebuah kabar, lalu membandingkannya dengan sikap yang sebenarnya terlihat dari luar. Apakah keduanya cocok?
- Kata antum dipakai di 38:60 oleh satu pihak penghuni api untuk menuding pihak lain, "bahkan kalianlah", dan di 38:61 pihak itu memanggil "Tuhan kami". Kata yang sama dipakai di 38:68 untuk menyapa pendengar. Dapat dibaca bahwa kata kalian dapat menunjuk lawan yang dituduh atau pendengar yang diajak. Pembaca dapat memperhatikan kapan kata kalian dalam percakapannya sendiri berfungsi sebagai tuduhan, dan kapan sebagai ajakan. Satu kalimat yang baru-baru ini diucapkan dengan kata kalian: tuduhan atau ajakan?
- Di 38:88 pendengar disapa lagi dengan kalian, dan kalimatnya menyebut bahwa mereka akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu. Antara 38:68 dan 38:88 sikap berpaling tercatat lebih dulu, sedangkan pengetahuan dijanjikan datang kemudian. Ayat tidak menyebut apakah berpaling berhenti sebelum waktu itu tiba. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal yang ditinggalkan sekarang dengan keyakinan bahwa tidak ada urusan di dalamnya, lalu menimbang apakah ada yang suatu saat akan dikenali kembali sebagai berita. Apa yang paling mungkin dikenali kembali?