مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلَإِ الْأَعْلَىٰ إِذْ يَخْتَصِمُونَ
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang majelis yang tertinggi ketika mereka berbantah-bantahan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلَإِ الْأَعْلَىٰmaa kaana liya min 'ilmin bi-l-mala'i l-a'laaaku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang majelis yang tertinggi
- إِذْ يَخْتَصِمُونَidz yakhtashimuunaketika mereka berbantah-bantahan
Terjemahan per kata (9 kata)
- مَاmaatidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لِيَliyabagiku
- مِنْmindari
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- بِالْمَلَإِbi-l-mala'itentang majelis
- الْأَعْلَىٰl-a'laaYang Mahatinggi
- إِذْidzketika
- يَخْتَصِمُونَyakhtashimuunamereka bertengkar
Inti bacaan
Kejujuran epistemologis Nabi 'aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang malaikat langit', pengakuan batas pengetahuan bahkan oleh seorang nabi, sebuah kerendahan hati intelektual yang jujur.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keterbatasan pengetahuan Nabi: wahyu yang disampaikannya bukan berdasarkan penyaksian langsung atas perkara-perkara di alam yang tak terlihat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh Nabi-Nya mengaku tidak tahu. Bukan menyembunyikan. Mengaku.
- Yang tidak diketahuinya justru yang sedang diberitakan. Beritanya sampai. Penyaksiannya tidak.
- Pengakuan itu menaikkan kepercayaan, bukan menurunkan. Allah menaruhnya di tengah wahyu. Yang jujur tentang batasnya lebih bisa dipercaya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).