إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ

ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِidz qaala rabbuka li-l-malaa'ikatiketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat
  2. إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍinnii khaaliqun basyaran min thiininsesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. رَبُّكَrabbukaTuhanmu
  4. لِلْمَلَائِكَةِli-l-malaa'ikatikepada para malaikat
  5. إِنِّيinniisesungguhnya Aku
  6. خَالِقٌkhaaliqunpencipta
  7. بَشَرًاbasyaranmanusia
  8. مِنْmindari
  9. طِينٍthiinintanah liat

Inti bacaan

Rangka innii khaaliqun basyaran muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:28 dan 38:71.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ, idz qaala rabbuka li-l-malaa'ikati) yang berarti "ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat". Susunan (قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ, qaala rabbuka li-l-malaa'ikati) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 2:30, 15:28, dan 38:71. Di 2:30 dan 15:28 kalimat itu dibuka (وَإِذْ, wa-idz) yang berarti "dan ketika", sedangkan 38:71 dibuka tanpa huruf wa, sehingga terjemahannya memakai "ketika" saja. Akhiran -ka pada (رَبُّكَ, rabbuka) yang berarti "Tuhanmu" menunjuk kepada yang diajak bicara, dan ayat tidak menyebut siapa dia. Kata kerja qaala diterjemahkan "berfirman" karena pelakunya Tuhan.

Isi firman itu dimulai dengan (إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا, innii khaaliqun basyaran) yang berarti "sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia". Kata (خَالِقٌ, khaaliqun) yang berarti "pencipta" berakar خ-ل-ق dan berbentuk kata benda pelaku yang tak tentu. Bentuk persis ini muncul dua kali di dua surah, yaitu di 15:28 dan 38:71, dan keduanya firman Tuhan kepada para malaikat. Terjemahan memakai "akan menciptakan" karena ayat berikutnya menempatkan penyempurnaan di waktu yang belum tiba, (فَإِذَا سَوَّيْتُهُ, fa-idzaa sawwaytuhu) yang berarti "maka apabila Aku telah menyempurnakannya". Di 2:30 kata pelaku lain dipakai pada rumus yang sama, (إِنِّي جَاعِلٌ, innii jaa'ilun) yang berarti "sesungguhnya Aku hendak menjadikan", dan terjemahannya juga berbentuk niat.

Kata (بَشَرًا, basyaran) yang berarti "manusia" muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 11:27, 12:31, 15:28, 17:93, 17:94, 19:17, 23:34, 25:54, 38:71, dan 54:24. Surah 17 memuatnya dua kali. Di 15:28, 25:54, dan 38:71 kata itu menjadi sasaran kata kerja menciptakan. Di 11:27, 23:34, dan 54:24 kata itu diucapkan para penolak sebagai ukuran. Contohnya (إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا, illaa basyaran mitslanaa) yang berarti "kecuali seorang manusia seperti kami" di 11:27, dan (أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا, a-basyaran minnaa waahidan) yang berarti "apakah seorang manusia dari kita, satu orang" di 54:24. Pembicara di 23:34 disebut oleh 23:33 sebagai para pemuka kaumnya yang kufur. Di 38:71 kata itu diucapkan Tuhan tanpa pembanding seperti "seperti kami" atau "dari kita".

Bahannya disebut dengan (مِنْ طِينٍ, min thiinin) yang berarti "dari tanah liat". Kata (طِينٍ, thiinin) berakar ط-ي-ن. Gabungan min dan thiinin muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 6:2, 7:12, 23:12, 32:7, 37:11, 38:71, 38:76, dan 51:33. Surah 38 memuatnya dua kali, di 38:71 dan 38:76. Di tujuh dari delapan ayat itu bahan tersebut menjadi bahan manusia atau Adam, sedangkan 51:33 menyebut (حِجَارَةً مِنْ طِينٍ, hijaaratan min thiinin) yang berarti "batu-batu dari tanah liat". Terjemahan memakai "tanah liat" di semuanya. Ayat 15:28 menyebut bahan yang sama untuk peristiwa yang serupa dengan lebih rinci, (مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ, min shalshaalin min hama'in masnuunin) yang berarti "dari tanah liat kering, dari lumpur hitam yang dibentuk", sedangkan 38:71 menyebut satu bahan dan tidak merinci keadaannya.

Terjemahan 38:71 membiarkan tanda petik terbuka di ujungnya, karena firman ini bersambung ke 38:72 yang dibuka (فَإِذَا, fa-idzaa) yang berarti "maka apabila" dan ditutup pada akhir ayat itu.

Tafsiran

Ayat ini membuka satu peristiwa dengan pemberitahuan dan belum dengan perbuatan. Tuhan memberi tahu para malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia, dan penciptaan itu masih di depan, sebab 38:72 menempatkannya sesudah kata "apabila". Para malaikat tidak dikutip menanggapi, dan firman yang dibuka di sini tersambung ke ayat berikutnya tanpa jeda ucapan lain.

Rumus pembukanya muncul juga di 2:30 dan 15:28, dan ketiganya memuat pemberitahuan Tuhan kepada para malaikat, tetapi isinya berlainan. Ayat 2:30 menyebut khalifah di bumi, sedangkan 15:28 dan 38:71 menyebut penciptaan manusia dari bahan tertentu. Di 2:30 kalimat berikutnya mengutip pertanyaan para malaikat, dan di 15:28 serta 38:71 kutipan semacam itu tidak ada. Teks tidak menyatakan apakah ketiganya menuturkan satu peristiwa atau beberapa peristiwa. Satu pembacaan mungkin, yaitu ketiganya memperlihatkan peristiwa yang sama dari sudut yang berbeda, dan ayat-ayat ini tidak memilih salah satunya.

Bagi alur 38:71 sampai 38:85, ayat ini meletakkan dua hal yang muncul lagi di ayat-ayat sesudahnya: bahan manusia dan perintah yang mengikuti penyempurnaannya di 38:72. Di 38:75 Tuhan bertanya kepada Iblis tentang yang menghalanginya tunduk, lalu 38:76 memuat jawaban Iblis, (وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ, wa-khalaqtahu min thiinin) yang berarti "dan Engkau menciptakannya dari tanah liat". Kata thiin yang disebut Tuhan di 38:71 sebagai keterangan bahan terdengar lagi di 38:76 dari mulut Iblis, dan di sana kata itu menjadi dasar perbandingan dengan api.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 38:71 menaruh pemberitahuan di depan perbuatan: Tuhan berfirman kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan, dan penciptaan itu baru tiba sesudah syarat di 38:72. Ayat itu tidak mengutip tanggapan para malaikat. Pembaca yang memikul tanggung jawab atas orang lain, di rumah atau di tempat kerja, dapat membandingkan urutan ini dengan urutannya sendiri: kabar dahulu atau pekerjaan dahulu. Apa yang berubah pada orang-orang di sekitarnya bila mereka mendengar rencananya sebelum pekerjaan itu dimulai?
  • Dalam pemberitahuan yang sama, bahan manusia langsung disebut: tanah liat. Ayat 15:28 merinci bahan itu dengan dua sebutan, tanah liat kering dan lumpur hitam yang dibentuk, sedangkan 38:71 menyebut satu. Asal manusia sudah disebut sebelum manusia itu ada. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana caranya sendiri berbicara tentang asal-usulnya, misalnya asal keluarga atau kampungnya: apakah disebutnya sejak awal atau menunggu sampai ada yang bertanya? Apa yang berubah pada caranya berdiri di depan orang lain bila asalnya sudah disebut lebih dulu oleh Tuhan?
  • Kata tanah liat yang disebut Tuhan di 38:71 sebagai keterangan bahan terdengar lagi di 38:76 dari mulut Iblis, yang memakainya untuk membandingkan dirinya yang diciptakan dari api dengan makhluk yang diciptakan dari tanah liat. Ayat 38:76 berada di luar blok ini dan dipakai di sini sebagai penunjuk arah. Kata yang sama dapat berfungsi sebagai keterangan dan dapat berfungsi sebagai alat peringkat, tergantung siapa yang mengucapkannya dan untuk apa. Pembaca dapat memeriksa keterangan tentang asal-usul seseorang yang pernah didengarnya atau diucapkannya, apakah dipakai untuk menjelaskan atau untuk meninggikan dan merendahkan?
  • Di 2:30 firman serupa langsung disusul pertanyaan para malaikat, dan di 38:71 tidak ada tanggapan yang dikutip. Firman Tuhan itu berlanjut ke ayat berikutnya, dan pembaca berada dalam keadaan mendengar saja. Pembaca yang biasa menyela dengan pertanyaan ketika mendengar rencana besar dapat memperhatikan apa yang terjadi bila menahan diri sampai firman itu selesai. Apa yang akan diketahuinya bila firman ini dibiarkan mencapai 38:72 sebelum ditanggapi?
  • Ayat ini memakai "Tuhanmu", dengan akhiran yang menunjuk kepada yang diajak bicara. Kisah yang dituturkan kepada seorang pendengar dibuka dengan sebutan Tuhan yang dikaitkan kepada pendengar itu. Pembaca yang membaca ayat ini sebagai kisah masa lalu dapat memperhatikan bahwa sapaan -mu pada kalimat pertama diarahkan juga kepada dirinya. Apa yang berubah dalam cara membaca bila "Tuhanmu" diperlakukan sebagai sapaan kepada pembaca sendiri?
  • Kata manusia di 11:27, 23:34, dan 54:24 diucapkan para penolak sebagai ukuran, dengan tambahan "seperti kami", "seperti kalian", atau "dari kita". Di 38:71 Tuhan menyebut manusia sebagai bahan yang akan dikerjakan-Nya, tanpa pembanding, sebelum 38:72 menyebut roh-Nya yang ditiupkan. Kata yang sama dapat dipakai untuk mengecilkan dan dapat dipakai untuk menyebut apa adanya. Pembaca yang pernah mendengar kalimat "dia cuma manusia" dipakai untuk menutup pembicaraan dapat bertanya, siapa yang menaruh kata "cuma" di depan kata itu, padahal 38:71 tidak memuatnya?