فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ

Lalu, para malaikat tunduk semuanya bersama-sama,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَfa-sajada l-malaa'ikatu kulluhum ajma'uunalalu, para malaikat tunduk semuanya bersama-sama

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَسَجَدَfa-sajadamaka tunduklah
  2. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  3. كُلُّهُمْkulluhummereka semua
  4. أَجْمَعُونَajma'uunaseluruhnya

Inti bacaan

Pasangan kulluhum ajma'uuna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:30 dan 38:73.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَسَجَدَ, fa-sajada) yang berarti "lalu tunduk". Awalan fa- menyambung ayat ini ke 38:72, sehingga terjemahan memakai "lalu" untuk peristiwa yang menyusul perintah di sana. Akar kata kerjanya س-ج-د, dan terjemahan memakai "tunduk" untuk akar ini, misalnya di 2:34, (فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ, fa-sajaduu illaa ibliisa) yang berarti "maka mereka pun tunduk, kecuali Iblis". Bentuk lampau tunggal sajada muncul dua kali di dua surah, yaitu di 15:30 dan 38:73. Di lima ayat lain kata kerja lampau yang sama berbentuk jamak, (فَسَجَدُوا, fa-sajaduu) yang berarti "maka mereka tunduk", yaitu di 2:34, 7:11, 17:61, 18:50, dan 20:116, dan di kelimanya pelakunya tidak disebut sesudah kata kerja itu.

Pelaku yang disebut sesudahnya ialah (الْمَلَائِكَةُ, l-malaa'ikatu) yang berarti "para malaikat", berakar م-ل-ك dan berbentuk jamak. Kata yang sama muncul di 38:71 dengan awalan li-, (لِلْمَلَائِكَةِ, li-l-malaa'ikati) yang berarti "kepada para malaikat". Kata ini disusul dua kata penegas. Terjemahan memakai "para" untuk jamak dan tidak menambahkan jumlah di tempat yang belum ada kata Arabnya.

Dua kata terakhir, (كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ, kulluhum ajma'uuna) yang berarti "semuanya bersama-sama", muncul bersama dua kali di dua surah, yaitu di 15:30 dan 38:73. Kata (كُلُّهُمْ, kulluhum) tersusun dari kull yang berarti "semua" dan -hum yang berarti "mereka", dan bentuk kulluhum muncul empat kali di empat surah, yaitu 10:99, 15:30, 19:95, dan 38:73. Di 10:99 kata itu disusul (جَمِيعًا, jamii'an) yang berarti "seluruhnya", dan kata itu berakar ج-م-ع seperti ajma'uuna. Di 19:95 kulluhum disusul kata yang berlawanan arah, (وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا, wa-kulluhum aatiihi yawma l-qiyaamati fardan) yang berarti "dan semuanya akan datang kepada-Nya pada hari Kiamat dalam keadaan sendiri-sendiri". Kulluhum sendiri sudah berarti "semua", dan gandengannya menentukan apakah mereka bergerak sendiri-sendiri atau bersama.

Kata (أَجْمَعُونَ, ajma'uuna) berakar ج-م-ع, akar yang sama dengan (جَامِعُ, jaami'u) di 3:9, yang berarti "menghimpun". Bentuk ajma'uuna muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 15:30, 26:95, dan 38:73. Di 26:95 kata itu berdiri sendiri, (وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ, wa-junuudu ibliisa ajma'uuna) yang berarti "dan bala tentara Iblis semuanya", dan terjemahan memakai "semuanya". Di 15:30 dan 38:73 kata itu menyusul kulluhum yang sudah diterjemahkan "semuanya", sehingga ajma'uuna diterjemahkan "bersama-sama" mengikuti akar menghimpun. Terjemahan "bersama-sama" tidak menyatakan bahwa tunduk mereka serentak dalam waktu, dan ayat tidak menyebut hal itu.

Kalimat seluruh ayat ini juga terbaca di 15:30, dan kalimat itu muncul dua kali di Al-Qur'an. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 38:74, yang dibuka (إِلَّا إِبْلِيسَ, illaa ibliisa) yang berarti "kecuali Iblis".

Tafsiran

Ayat ini melaporkan pelaksanaan perintah di 38:72 dengan satu kata kerja, satu pelaku, dan dua kata penegas. Perintah itu memuat dua hal, gerak menyungkur dan keadaan tunduk, sedangkan laporannya menyebut tunduk saja. Ayat 38:72 menaruh penyempurnaan dan peniupan roh di waktu yang belum tiba, dan 38:73 melaporkan tunduknya para malaikat tanpa mengulang syarat itu. Dapat dibaca bahwa syaratnya sudah terpenuhi lebih dulu, tetapi ayat ini tidak menyebut hal itu, dan tidak mengutip ucapan apa pun dari para malaikat.

Dua kata penegas, kulluhum dan ajma'uuna, disusul sebuah pengecualian. Ayat 38:74 langsung memuat (إِلَّا إِبْلِيسَ, illaa ibliisa) yang berarti "kecuali Iblis", dan 15:31 memuat (إِلَّا إِبْلِيسَ, illaa ibliisa) yang berarti "kecuali Iblis" sesudah kalimat yang sama di 15:30. Di 2:34, 7:11, 17:61, 18:50, dan 20:116 pengecualian itu juga mengikuti kata kerja tunduk, tetapi tanpa dua kata penegas. Pada 15:30 dan 38:73 pengecualian itu datang sesudah penegasan yang lebih kuat.

Pola penegasan lalu pengecualian terulang di dalam surah yang sama. Di 38:82 Iblis bersumpah akan menyesatkan pihak yang disebut "mereka" dengan kata (لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ, la-ughwiyannahum ajma'iina) yang berarti "pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya", dan ucapan itu dilanjutkan di 38:83 dengan pengecualian hamba-hamba yang dimurnikan. Di 38:85 Tuhan menyebut Jahanam yang akan dipenuhi dengan Iblis dan para pengikutnya, (مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ, minhum ajma'iina) yang berarti "dari mereka, semuanya". Kata ajma'uuna dan ajma'iina dipakai untuk tiga kelompok yang berlainan, yaitu para malaikat yang tunduk di 38:73, pihak yang hendak disesatkan di 38:82, dan Iblis beserta pengikutnya di 38:85, dan teks tidak menyatakan hubungan antara ketiganya selain pemakaian kata yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Pelaksanaan perintah Tuhan di 38:73 dilaporkan dengan satu kata kerja, "tunduk", tanpa kutipan ucapan, tanpa penjelasan cara, dan tanpa keterangan tentang perasaan para malaikat. Perintah di 38:72 memuat gerak menyungkur dan keadaan tunduk, sedangkan laporannya menyebut yang kedua saja. Pembaca yang pernah diminta melaporkan pekerjaan yang sudah selesai dapat membandingkan laporannya dengan kalimat ini: berapa banyak kata yang dipakai untuk menjelaskan, dan berapa banyak untuk menyatakan bahwa pekerjaan itu sudah dilakukan? Apa yang terasa kurang bila laporannya sependek ayat ini?
  • Kata "semua" di 38:73 digandeng "bersama-sama", sedangkan di 19:95 kata yang sama digandeng "sendiri-sendiri" untuk mereka yang datang kepada Ar-Rahman pada hari Kiamat. Dua ayat itu menuturkan peristiwa yang berbeda, dan kata "semua" yang sama berlaku bagi kebersamaan di satu ayat dan kesendirian di ayat lain. Pembaca dapat memeriksa mana dari urusannya yang berjalan bersama orang lain dan mana yang menurut 19:95 akan dihadapi sendiri-sendiri. Mana yang selama ini dianggapnya bisa dititipkan kepada kelompok?
  • Antara perintah di 38:72 dan pelaksanaan di 38:73 tidak ada ucapan lain yang dikutip. Tuhan memberi perintah, dan penerimanya langsung tunduk menurut laporan ayat ini. Pembaca dapat memperhatikan jarak antara saat mendengar sesuatu yang diyakininya benar dan saat mengerjakannya. Ayat ini tidak mengukur jarak itu, hanya menyebut bahwa dalam kisah ini jaraknya tidak diisi oleh ucapan apa pun. Berapa kalimat yang biasanya masuk ke jarak itu pada dirinya sendiri?
  • Dua kata penegas di 38:73 membuat pendengar mengharapkan pengecualian, dan 38:74 memenuhinya dengan satu nama. Di 38:82 dan 38:83 penegasan serupa disusul pengecualian lagi, kali ini untuk hamba-hamba yang dimurnikan. Pembaca yang mendengar kata "semuanya" dalam cerita atau pidato dapat memperhatikan apakah telinganya mencari pengecualian atau menerimanya bulat-bulat. Bagaimana kata "semua" terbaca bila pembaca mengingat bahwa 38:74 dan 38:83 menyisakan yang tidak ikut?
  • Kata ajma'uuna dan ajma'iina di 38:73, 38:82, dan 38:85 dipakai untuk para malaikat yang tunduk, pihak yang hendak disesatkan, dan Iblis beserta pengikutnya yang akan memenuhi Jahanam menurut firman Tuhan. Kata yang sama menyatukan tiga kelompok yang tidak sama keadaannya. Pembaca dapat bertanya kepada dirinya, ketika memakai kata "semua" untuk menggambarkan sebuah kelompok, siapa saja yang sebenarnya tercakup oleh kata itu dan siapa yang tidak.
  • Kalimat di 38:73 berbunyi sama dengan 15:30, tetapi ayat sebelumnya berbeda: 15:28 menyebut bahan manusia dengan dua sebutan, sedangkan 38:71 menyebut satu. Kalimat yang sama berdiri di dua susunan dan terbaca sedikit lain di masing-masing. Pembaca yang mengenal cerita ini dari satu surah dapat mencoba membaca kalimat itu lagi di surah yang lain dan memperhatikan apa yang berubah pada bobotnya. Adakah kalimat yang sudah dihafalnya dari satu tempat dan terdengar berbeda di tempat lain?