قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ

Berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk tunduk kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah engkau menyombongkan diri ataukah termasuk golongan yang tinggi?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَqaala yaa ibliisu maa mana'akaberfirman, wahai Iblis, apakah yang menghalangimu
  2. أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّan tasjuda li-maa khalaqtu bi-yadayyauntuk tunduk kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku
  3. أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَa-stakbarta am kunta mina l-'aaliinaapakah engkau menyombongkan diri ataukah termasuk golongan yang tinggi

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. يَاyaawahai
  3. إِبْلِيسُibliisuIblis
  4. مَاmaaapakah
  5. مَنَعَكَmana'akamenghalangimu
  6. أَنْanuntuk
  7. تَسْجُدَtasjudaengkau tunduk
  8. لِمَاli-maabagi apa yang
  9. خَلَقْتُkhalaqtuAku menciptakan
  10. بِيَدَيَّbi-yadayyadengan kedua tangan-Ku
  11. أَسْتَكْبَرْتَa-stakbartaapakah engkau menyombongkan diri
  12. أَمْamataukah
  13. كُنْتَkuntaengkau adalah
  14. مِنَminadari
  15. الْعَالِينَl-'aaliinaorang-orang yang tinggi

Inti bacaan

Rangkaian (مَا مَنَعَكَ, maa mana'aka) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yakni pada 7:12, 20:92, dan 38:75.

Penjelasan pilihan kata

Kata (قَالَ, qaala) yang berarti "berfirman" berdiri tanpa nama pembicara, tetapi pembicaranya dapat ditelusuri dari dua arah. Ayat 38:71 membuka kisah dengan (قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ, qaala rabbuka li-l-malaa'ikati) yang berarti "Tuhanmu berfirman kepada para malaikat", dan 38:79 memperlihatkan Iblis menyapa pembicara ini dengan (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhanku". Terjemahan memakai "berfirman" di sini dan "ia berkata" untuk Iblis di 38:76, padahal kata Arabnya sama, sehingga pembedanya adalah pembicara. Seruan (يَا إِبْلِيسُ, yaa ibliisu) yang berarti "wahai Iblis" memanggil dengan nama. Susunan qaala yaa ibliisu muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:32 dan 38:75, dan di keduanya seruan itu langsung diikuti pertanyaan.

Kata (مَا مَنَعَكَ, maa mana'aka) yang berarti "apakah yang menghalangimu" tersusun dari maa yang berarti "apa", kata kerja mana'a yang berarti "menghalangi" dan berakar م-ن-ع, dan akhiran -ka yang berarti "-mu". Susunan maa mana'aka muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:12, 20:92, dan 38:75. Dua di antaranya, 7:12 dan 38:75, ditujukan kepada Iblis, sedangkan di 20:92 pertanyaan itu ditujukan kepada Harun, (قَالَ يَا هَارُونُ مَا مَنَعَكَ, qaala yaa haaruunu maa mana'aka). Hal yang dihalangi disebut sesudah kata (أَنْ, an) yang berarti "untuk", yaitu (أَنْ تَسْجُدَ, an tasjuda) yang berarti "untuk tunduk". Pola yang sama, kata kerja mana'a lalu an dan sebuah kata kerja, ada antara lain di 17:94 dan 18:55, (وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا, wa-maa mana'a n-naasa an yu'minuu) yang berarti "dan tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman". Susunan persis itu muncul dua kali, di dua surah tersebut. Kata kerja (تَسْجُدَ, tasjuda) berakar س-ج-د, dan terjemahan memakai "tunduk" seperti untuk (سَاجِدِينَ, saajidiina) di 38:72 yang berarti "dalam keadaan tunduk".

Frasa (لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ, li-maa khalaqtu bi-yadayya) berarti "kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku". Frasa ini terbagi menjadi (لِ, li) yang berarti "kepada", (مَا, maa) yang berarti "yang", (خَلَقْتُ, khalaqtu) yang berarti "Aku telah menciptakan", (بِ, bi) yang berarti "dengan", dan (يَدَيَّ, yadayya) yang berarti "kedua tangan-Ku". Nama Adam dan kata manusia belum muncul di ayat ini. Penghubungnya ke 38:71 baru tampak di 38:76, ketika Iblis memakai (خَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ, khalaqtahu min thiinin) yang berarti "Engkau menciptakannya dari tanah liat", sejalan dengan (خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ, khaaliqun basyaran min thiinin) di 38:71 yang berarti "menciptakan manusia dari tanah liat". Bentuk persis bi-yadayya muncul satu kali, di 38:75. Kata yad yang berarti "tangan" dipakai bagi Allah dalam bentuk tunggal di (بِيَدِ اللَّهِ, bi-yadi llaahi) pada 3:73 dan 57:29, dalam bentuk dua di (يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ, yadaahu mabsuuthataani) pada 5:64 yang berarti "kedua tangan-Nya terbuka", dan dalam bentuk banyak di (أَيْدِينَا, aydiinaa) pada 36:71 yang berarti "tangan Kami". Terjemahan 38:75 membiarkan "kedua tangan-Ku" apa adanya seperti 5:64, tanpa penjelasan tentang arti atau caranya.

Kalimat tanya (أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ, a-stakbarta am kunta mina l-'aaliina) berarti "apakah engkau menyombongkan diri ataukah termasuk golongan yang tinggi". Huruf tanya (أَ, a) menempel pada istakbarta, yang berakar sama dengan istakbara di 38:74, dan bentuk persis a-stakbarta muncul satu kali, di 38:75. Kata (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" memisahkan dua pilihan. Pilihan kedua memakai (كُنْتَ, kunta) yang berarti "engkau adalah" dan (الْعَالِينَ, l-'aaliina) yang berarti "orang-orang yang tinggi", berakar ع-ل-و. Kata 'aaliina hanya muncul dua kali, di 23:46 dan 38:75. Di 23:46, (وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ, wa-kaanuu qawman 'aaliina) datang sesudah (فَاسْتَكْبَرُوا, fa-stakbaruu), sehingga terjemahannya "kaum yang meninggikan diri" dan perbuatannya sudah dinyatakan oleh kata kerja sebelumnya. Di 38:75 kata am menaruh istakbarta dan 'aaliina sebagai dua pilihan yang berlainan, sehingga terjemahan memakai "golongan yang tinggi" supaya pilihan kedua tidak mengulang pilihan pertama. Akar yang sama ada pada (الْأَعْلَىٰ, l-a'laa) di 38:69, "yang tertinggi", dan 38:75 tidak menyatakan apakah golongan yang tinggi itu sama dengan majelis yang tertinggi di sana.

Tafsiran

Ayat ini memuat ucapan pertama Tuhan kepada Iblis dalam rangkaian ini, dan ucapan itu berupa pertanyaan. Sampai 38:74 Iblis hanya dilaporkan, dan sampai 38:72 firman Tuhan ditujukan kepada para malaikat. Di 38:75 keduanya bertemu dalam satu kalimat, dengan Iblis dipanggil namanya dan ditanya langsung.

Pertanyaannya berlapis dua. Lapis pertama terbuka, yaitu apa yang menghalangi Iblis untuk tunduk. Lapis kedua menawarkan dua jawaban yang sudah tersedia, yaitu menyombongkan diri atau termasuk golongan yang tinggi. Pilihan pertama memakai kata kerja yang dipakai laporan di 38:74, sedangkan pilihan kedua membawa kata baru yang tidak muncul sebelumnya dalam rangkaian ini. Keduanya menyangkut keadaan Iblis sendiri: yang satu tentang sikapnya, yang lain tentang kedudukannya. Jawaban Iblis di 38:76 tidak memakai salah satu kata itu. Iblis mengucapkan perbandingan, (أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ, anaa khayrun minhu), yang dapat dibaca sebagai jawaban yang dekat dengan pilihan kedua, meskipun kata 'aaliina tidak diulang.

Pertanyaan serupa dibingkai berbeda dalam tiga kisah. Di 7:12 pertanyaan itu diikat pada saat perintah, (إِذْ أَمَرْتُكَ, idz amartuka) yang berarti "ketika Aku memerintahkanmu". Di 15:32 pertanyaan itu diikat pada kebersamaan, (مَعَ السَّاجِدِينَ, ma'a s-saajidiina) yang berarti "bersama para yang tunduk". Di 38:75 pertanyaan itu diikat pada siapa Iblis diperintahkan tunduk, dengan menyebut pencipta dan cara penciptaannya, yaitu (بِيَدَيَّ, bi-yadayya) yang berarti "dengan kedua tangan-Ku". Dari ketiganya, 38:75 menyebut yang dituju lewat penciptanya, sedangkan dua lainnya tidak, dan tidak ada yang menyebut bahan atau namanya. Pilihan sebutan itu menjadi bahan perbandingan di 38:76, tempat Iblis menyebut yang sama lewat bahannya.

Rangkaian ini menaruh satu pertanyaan di antara laporan dan putusan. Ayat 38:74 sudah memuat dua penilaian, sedangkan 38:77 dan 38:78 memuat perintah dan laknat. Di antara keduanya 38:75 menyisakan ruang bagi Iblis untuk menjawab, dan 38:76 memperlihatkan isi jawaban itu.

Renungan dan Hikmah

  • Antara laporan di 38:74 dan putusan di 38:77, Tuhan mengajukan pertanyaan kepada Iblis, dan pertanyaan itu memakai nama Iblis dan kata kerja yang sama dengan penilaian atasnya. Ruang untuk menjawab tersedia sebelum perintah keluar diucapkan. Orang yang sudah menyimpulkan sesuatu tentang tindakan orang lain dapat melihat bagaimana kesimpulan itu diperlakukan di ayat ini: kesimpulan itu diubah menjadi pertanyaan yang diajukan langsung kepada orangnya. Kapan terakhir kali pembaca mengajukan pertanyaan, "apa yang menghalangimu?", kepada orang yang tindakannya sudah dinilainya?
  • Dua jawaban yang ditawarkan Tuhan di ayat ini, "menyombongkan diri" dan "termasuk golongan yang tinggi", keduanya menyangkut keadaan Iblis sendiri. Tidak ada pilihan yang menyebut kerasnya perintah, jauhnya tujuan, atau berat tugasnya. Pembaca yang menolak sesuatu dapat memperhatikan bahwa daftar alasan yang disodorkan kepada Iblis pendek dan semuanya berpusat pada diri penjawab. Tuhan mengajukannya dalam bentuk pertanyaan, dan pembaca dapat menimbang apa yang akan ditaruhnya di daftar itu bila pertanyaan yang sama ditujukan kepadanya.
  • Tuhan menyebut yang harus ditunduki lewat pembuatnya, "yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku". Sebutan semacam itu mengikat yang dituju pada siapa yang menciptakannya. Pembaca yang menimbang caranya memandang orang lain dapat memperhatikan sebutan mana yang biasa dipakainya di dalam hati: asal-usul, kemampuan, jabatan, atau siapa yang membuatnya. Ayat itu memperlihatkan sebutan yang dipakai Tuhan di hadapan Iblis, dan sebutan bagi orang lain tetap menjadi pilihan pembaca.
  • Tuhan memanggil "Wahai Iblis" sebelum bertanya, padahal 38:74 sudah menaruhnya di antara orang-orang yang kufur. Percakapan dibuka dengan nama. Susunan yang sama ada di 15:32. Pembaca yang pernah menaruh seseorang di dalam sebuah golongan dapat memperhatikan apakah orang itu masih dipanggilnya dengan namanya ketika berbicara kepadanya. Ayat ini memperlihatkan Tuhan melakukannya terhadap Iblis.
  • Pertanyaan di ayat ini memisahkan dua hal, yaitu bagaimana seseorang bersikap dan di mana kedudukannya. "Apakah engkau menyombongkan diri" menanyakan sikap, sedangkan "termasuk golongan yang tinggi" menanyakan kedudukan. Penolakan terhadap perintah Tuhan dapat datang dari salah satunya, dan pertanyaan itu menyisakan kemungkinan yang berbeda untuk tiap jawaban. Apakah pembaca bisa membedakan, ketika menunda sebuah perintah dari Tuhan, apakah yang bekerja di dalam dirinya sikap atau anggapan tentang kedudukannya?
  • Pertanyaan "apakah yang menghalangimu" juga diajukan kepada Harun di 20:92, dan jawabannya di 20:94 berupa kekhawatiran akan perkataan si penanya. Kepada Iblis pertanyaan itu dijawab di 38:76 dengan perbandingan. Dua pertanyaan dengan bunyi yang sama menghasilkan dua jawaban yang berlainan jenis, dan ayat-ayat itu tidak menyamakan keadaan orang yang menjawab. Pembaca dapat memperhatikan bahwa isi halangan, siapa pun yang bertanya, menjadi bagian dari catatan, dan bahwa jawabannya berbicara tentang orang yang menjawab.