قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Ia berkata, “Aku lebih baik daripadanya; Engkau menciptakanku dari api, dan Engkau menciptakannya dari tanah liat.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُqaala anaa khayrun minhuia berkata, aku lebih baik daripadanya
- خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍkhalaqtanii min naarin wa-khalaqtahu min thiininEngkau menciptakanku dari api, dan Engkau menciptakannya dari tanah liat
Terjemahan per kata (10 kata)
- قَالَqaalaberkata
- أَنَاanaaaku
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- مِنْهُminhudarinya
- خَلَقْتَنِيkhalaqtaniiEngkau menciptakanku
- مِنْmindari
- نَارٍnaarinapi
- وَخَلَقْتَهُwa-khalaqtahudan Engkau menciptakannya
- مِنْmindari
- طِينٍthiinintanah liat
Inti bacaan
Kalimat (أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ, anaa khayrun minhu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yakni pada 7:12 dan 38:76.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ, qaala anaa khayrun minhu) yang berarti "ia berkata, aku lebih baik daripadanya". Pembicaranya Iblis, karena kalimat ini menjawab pertanyaan di 38:75. Kata (أَنَا, anaa) yang berarti "aku" berdiri sendiri sebagai kata ganti, dan langsung menyusul kata kerja qaala. Kata (خَيْرٌ, khayrun) yang berarti "baik" diikuti (مِنْهُ, minhu) yang berarti "daripadanya", sehingga keduanya dibaca "lebih baik daripadanya". Kalimat persis anaa khayrun minhu muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:12 dan 38:76. Dengan min yang diikuti kata lain, anaa khayrun min muncul tiga kali, yaitu 7:12, 38:76, dan 43:52. Di 43:52, (أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا, am anaa khayrun min haadzaa) yang berarti "ataukah aku lebih baik daripada orang ini" diucapkan oleh orang yang di 43:51 disebut Firaun. Dasar perbandingannya adalah kerajaan Mesir serta keadaan orang yang dibandingkannya. Di 38:76 dasarnya adalah bahan penciptaan. Nama Adam tidak ada di ayat ini, dan kata minhu menunjuk kembali pada yang disebut di 38:75 dengan (لِمَا خَلَقْتُ, li-maa khalaqtu) yang berarti "kepada yang telah Aku ciptakan".
Kalimat (خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ, khalaqtanii min naarin) berarti "Engkau menciptakanku dari api". Kata kerja (خَلَقْتَ, khalaqta) yang berarti "Engkau menciptakan" berakar خ-ل-ق, akar yang sama dengan (خَلَقْتُ, khalaqtu) di 38:75 yang berarti "Aku telah menciptakan". Akar dan pelakunya sama, hanya kata gantinya berganti dari "Aku" ke "Engkau" karena pembicaranya berganti. Akhiran (نِي, -nii) berarti "-ku". Susunan persis khalaqtanii min naarin muncul dua kali di dua surah, yaitu 7:12 dan 38:76. Asal dari api tidak berlawanan dengan ayat lain. Jin disebut berasal dari api di 15:27, (وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ, wa-l-jaanna khalaqnaahu min qablu min naari s-samuumi) yang berarti "dan jin, Kami telah menciptakannya sebelumnya dari api yang sangat panas", dan di 55:15, (وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ, wa-khalaqa l-jaanna min maarijin min naarin) yang berarti "dan Dia menciptakan jin dari nyala api". Ayat 18:50 menyebut Iblis dengan (كَانَ مِنَ الْجِنِّ, kaana mina l-jinni) yang berarti "ia dari golongan jin". Ketiga ayat itu memungkinkan pembacaan bahwa klaim asal bahan di 38:76 sejalan dengan yang dikatakan Al-Qur'an di tempat lain.
Kalimat (وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ, wa-khalaqtahu min thiinin) berarti "dan Engkau menciptakannya dari tanah liat". Akhiran (هُ, -hu) yang berarti "-nya" menunjuk yang sama dengan minhu di awal ayat. Kata (طِينٍ, thiinin) berakar ط-ي-ن dan diterjemahkan "tanah liat" di semua tempatnya. Kata ini dipakai kedua pihak dalam kisah ini. Tuhan memakainya di 38:71, (خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ, khaaliqun basyaran min thiinin) yang berarti "menciptakan manusia dari tanah liat", dan Iblis memakainya di 38:76 serta di 17:61, (أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا, a-asjudu li-man khalaqta thiinan) yang berarti "apakah aku tunduk kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah liat". Huruf (وَ, wa) di awal kalimat kedua berarti "dan", dan terjemahan memakai "dan" seperti di 7:12. Perbedaan api dan tanah liat terlihat dari isi kedua bahan itu, dan huruf sambungnya sendiri tidak memuat pertentangan.
Tafsiran
Ayat ini memuat jawaban Iblis atas pertanyaan di 38:75, dan jawaban itu berhenti pada alasan. Iblis menyebut perbandingan dan dasarnya, tetapi tidak menyambungnya dengan kesimpulan seperti "maka aku tidak tunduk". Kesimpulan itu tidak diucapkan di mana pun dalam ayat ini, sehingga pembaca menyusunnya sendiri dari pertanyaan di 38:75 dan laporan di 38:74. Pertanyaan Tuhan menanyakan penghalang untuk tunduk, dan jawaban ini menyebut keunggulan diri, sehingga penyambung antara keduanya hanya kata (خَيْرٌ, khayrun).
Kisah Iblis versi 38:71 sampai 38:72 memuat dua hal tentang yang diciptakan: bahannya dan roh. Tuhan berfirman kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia dari tanah liat, dan bahwa sesudah menyempurnakannya serta meniupkan ke dalamnya roh-Nya mereka diperintahkan tunduk, (وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي, wa-nafakhtu fiihi min ruuhii) yang berarti "dan meniupkan ke dalamnya roh-Ku". Susunan itu muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:29 dan 38:72. Kalimat Iblis di 38:76 mengambil bahan yang disebut Tuhan di 38:71 dan tidak memuat peniupan roh yang disebut di 38:72. Ayat 38:76 tidak membantah adanya roh itu, dan hanya tidak menyebutnya. Jawaban Iblis juga menyebut yang diperintahkan lewat bahannya, sedangkan 38:75 menyebutnya lewat penciptanya.
Dalam ucapan Iblis di 38:76 sampai 38:83, penciptaan oleh Tuhan tidak disangkal. Di 38:76 Iblis berkata "Engkau menciptakanku" dan "Engkau menciptakannya", di 38:79 Iblis menyapa pembicaranya dengan (رَبِّ, rabbi) "Tuhanku", dan di 38:82 Iblis bersumpah dengan (فَبِعِزَّتِكَ, fa-bi-'izzatika) yang berarti "maka demi kedigdayaan-Mu". Perbandingan ini diajukan dari dalam pengakuan atas pencipta.
Di ayat lain Iblis sendiri menyebut pihak yang sama sebagai orang yang diberi kemuliaan oleh Tuhan, (هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ, haadzaa l-ladzii karramta 'alayya) di 17:62 yang berarti "orang ini yang Engkau muliakan atasku". Ayat 38:76 tidak memuat kata itu, sehingga perbandingan "lebih baik" di sini berdiri tanpa menyebut penghormatan yang disebut di 17:62.
Renungan dan Hikmah
- Iblis memakai bahan penciptaan sebagai ukuran, dan ayat ini menyebut bahan itu sebagai hasil tindakan "Engkau", yaitu Tuhan yang menciptakan. Kalimatnya tidak menyebut sesuatu yang dikerjakan Iblis untuk mendapatkan bahan itu, atau pilihan yang diambilnya. Pembaca yang pernah merasa lebih baik daripada orang lain dapat memeriksa ukuran apa yang dipakainya, dan apakah ukuran itu sesuatu yang dikerjakannya atau sesuatu yang diterimanya sebagai pemberian. Iblis di sini mengangkat dirinya dengan sesuatu yang disebutnya sendiri sebagai hasil penciptaan oleh Tuhan, dan pembaca dapat bertanya adakah ukuran dalam dirinya yang berasal dari sumber serupa.
- Kalimat Iblis dibangun dari dua kata kerja yang menempatkan Tuhan sebagai pencipta: "Engkau menciptakanku" dan "Engkau menciptakannya". Iblis tidak mengingkari siapa yang menciptakan dan masih menyapa-Nya "Tuhanku" di 38:79. Pengakuan yang tepat tentang siapa Tuhan dan penolakan terhadap perintah-Nya berdiri berdampingan di mulut yang sama. Pembaca yang menimbang keyakinannya sendiri dapat memperhatikan bahwa kalimat yang benar tentang Tuhan belum tentu disusul tindakan yang selaras dengannya.
- Tuhan menyebut dua hal tentang yang diciptakan-Nya di 38:71 dan 38:72, yaitu tanah liat dan roh-Ku yang ditiupkan. Iblis mengucapkan hanya yang pertama, dan kedua pernyataan bahannya sejalan dengan ayat lain. Ringkasan yang tiap pernyataannya sejalan dengan sumber dapat tetap kehilangan satu bagian yang menentukan. Pembaca yang pernah meringkas seseorang di depan orang lain, entah rekan kerja, tetangga, atau saudara, dapat bertanya bagian apa yang tidak ikut terucap.
- Pernyataan bahan di 38:76 dapat dibaca sejalan dengan 15:27 dan 55:15, yang menyebut jin berasal dari api. Dua pernyataan yang sejalan dengan sumber itu dipasang pada klaim "aku lebih baik", dan klaim itu tidak ikut dijawab di ayat ini, sebab Tuhan menjawab dengan perintah di 38:77. Fakta tentang asal dapat dipasang pada klaim yang tidak pernah diperiksa. Kesimpulan apa yang selama ini ditarik pembaca dari fakta tentang dirinya, misalnya asalnya, keluarganya, atau kemampuannya, tanpa pernah mengucapkannya keras-keras?
- Ayat 49:13 menyebut manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan perempuan, dijadikan berbangsa dan bersuku, lalu menyebut bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Ayat itu berbicara kepada manusia dan tidak kepada Iblis, jadi keduanya tidak disamakan. Meski begitu urutannya patut diperhatikan: asal-usul disebut lebih dulu, lalu ukuran di sisi Allah disebut berbeda dari asal-usul itu. Pembaca dapat membandingkan ukuran yang dipakai Iblis di 38:76 dengan ukuran yang dinyatakan di 49:13, dan melihat ke ukuran mana pandangannya biasa tertuju.
- Pertanyaan Tuhan di 38:75 berpusat pada perintah dan pada siapa Iblis diperintahkan tunduk, sedangkan jawaban Iblis dimulai dengan kata "aku". Perhatian pindah dari perintah ke pembicara dalam satu kata. Orang yang sedang menjelaskan mengapa ia belum melakukan sesuatu dapat memperhatikan ke mana perhatian kalimatnya bergerak. Kapan terakhir kali jawaban pembaca atas pertanyaan tentang sebuah perintah dari Tuhan dimulai dengan kata "aku", dan apa yang menyusul kata itu?