قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ
Berfirman, “Maka, keluarlah dari sana, karena sesungguhnya engkau terkutuk,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَاqaala fa-khruj minhaaberfirman, maka, keluarlah dari sana
- فَإِنَّكَ رَجِيمٌfa-innaka rajiimunkarena sesungguhnya engkau terkutuk
Terjemahan per kata (5 kata)
- قَالَqaalaberkata
- فَاخْرُجْfa-khrujmaka keluarlah
- مِنْهَاminhaadarinya
- فَإِنَّكَfa-innakamaka sesungguhnya engkau
- رَجِيمٌrajiimunterkutuk
Inti bacaan
Kalimat (فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ, fa-khruj minhaa fa-innaka rajiimun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yakni pada 15:34 dan 38:77.
Penjelasan pilihan kata
Kata (فَاخْرُجْ, fa-khruj) yang berarti "maka keluarlah" tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka" dan (اخْرُجْ, ukhruj) yang berarti "keluarlah", perintah kepada satu orang dari akar خ-ر-ج. Awalan fa menyambungkan perintah ini ke ucapan Iblis di 38:76, sehingga perintah itu terbaca sebagai tanggapan atasnya. Susunan fa-khruj minhaa muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:34 dan 38:77. Dengan atau tanpa fa, ukhruj minhaa muncul tiga kali, yaitu 7:18, 15:34, dan 38:77. Di 7:13 perintah keluar didahului perintah gerak lain, (فَاهْبِطْ مِنْهَا, fa-hbith minhaa) yang berarti "maka turunlah darinya", sehingga ada dua perintah berurutan, sedangkan 38:77 hanya memuat "keluarlah".
Kata (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "dari sana" tersusun dari (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan akhiran (هَا, -haa) yang menunjuk satu benda perempuan. Tempat yang ditunjuk belum dinamai di 38:71 sampai 38:77, dan terjemahan memakai "dari sana" tanpa menambahkan nama. Bila penuturan 7:13 dibaca sejajar dengan 38:77, petunjuk tentang tempat itu ada di sana: setelah (مِنْهَا, minhaa), ayat itu memuat (أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا, an tatakabbara fiihaa) yang berarti "untuk menyombongkan diri di dalamnya". Kata kerja tatakabbara berakar ك-ب-ر, akar yang sama dengan istakbara di 38:74, dan bentuk persis tatakabbara muncul satu kali, di 7:13. Ayat 7:13 menggambarkan tempat itu sebagai tempat yang tidak patut dipakai untuk menyombongkan diri, sedangkan 38:77 tidak mengulang keterangan itu.
Kata (رَجِيمٌ, rajiimun) yang berarti "terkutuk" berakar ر-ج-م. Kalimat (فَإِنَّكَ رَجِيمٌ, fa-innaka rajiimun) tersusun dari fa yang berarti "karena", (إِنَّكَ, innaka) yang berarti "sesungguhnya engkau", dan rajiimun. Susunan itu muncul dua kali di dua surah, yaitu 15:34 dan 38:77. Kata rajiim tanpa kata sandang muncul empat kali, yaitu 15:17, 15:34, 38:77, dan 81:25, dan dengan kata sandang, (الرَّجِيمِ, r-rajiimi), muncul dua kali, yaitu 3:36 dan 16:98. Di 15:17, 81:25, 3:36, dan 16:98 kata itu menyifati setan dan terjemahannya "setan yang terkutuk". Di 15:34 dan 38:77 kata itu ditujukan langsung kepada Iblis dengan kata ganti "engkau". Di 19:46 akar yang sama dipakai sebagai kata kerja, (لَأَرْجُمَنَّكَ, la-arjumannaka) yang berarti "sungguh aku akan merajammu". Terjemahan 38:77 memakai "terkutuk" seperti pada keempat ayat setan tadi, dan tidak membawa gambaran merajam dari 19:46.
Sebutan yang mengikuti perintah keluar berbeda di tiap penuturan. Di 7:13 bunyinya (إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ, innaka mina sh-shaaghiriina) yang berarti "sesungguhnya engkau termasuk golongan yang hina". Di 7:18 yang dipakai dua keadaan sekaligus, (مَذْءُومًا مَدْحُورًا, madz'uuman madhuuran) yang berarti "dalam keadaan tercela lagi terusir". Di 15:34 dan 38:77 yang dipakai satu sebutan, rajiimun. Ketiganya tidak saling menggantikan dalam teks, dan terjemahan membiarkan masing-masing sebagaimana adanya.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pembelaan Iblis dengan putusan, dan putusan itu tidak menyentuh isi pembelaan. Perbandingan api dan tanah liat di 38:76 tidak dibahas, dibantah, atau dibenarkan. Jawaban itu berupa satu perintah gerak dan satu alasan pendek. Pola ini terlihat jelas bila 38:77 diletakkan di samping 15:34. Di 15:33 Iblis mengucapkan pembelaan yang bunyinya berbeda dari 38:76, (لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ, lam akun li-asjuda) yang berarti "aku tidak akan tunduk" kepada (لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ, li-basyarin khalaqtahu min shalshaalin) yang berarti "manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat kering". Jawaban di 15:34 sama kata demi kata dengan 38:77. Dua pembelaan dengan susunan berbeda dijawab dengan kalimat yang sama, sehingga jawaban itu dapat dibaca tidak bergantung pada bunyi pembelaannya.
Alasan yang diberikan juga bergeser dari kisah ke kisah. Di 7:13 perintah keluar disertai alasan yang disebut terang, yaitu tidak patut menyombongkan diri di tempat itu. Di 38:77 kesombongan itu sudah dilaporkan di 38:74 dan ditanyakan di 38:75, dan alasan yang diberikan ayat ini berupa sebutan baru bagi Iblis, yaitu terkutuk. Perkaranya tersebar di tiga ayat: 38:74 melaporkan, 38:75 bertanya, dan 38:77 menyebut.
Dua suara memberi dua sebutan. Di 38:74 suara laporan menggolongkan Iblis sebagai bagian dari orang-orang yang kufur, tanpa menyapanya. Di 38:77 firman Tuhan memanggilnya dengan kata ganti "engkau" dan menyebutnya terkutuk. Dari 38:75 sampai 38:78 kata ganti kedua dipakai terus, sehingga seluruh bagian ini berupa percakapan berhadapan.
Ucapan ini belum selesai di 38:77. Terjemahan berakhir dengan koma, dan 38:78 menyambungnya dengan huruf wa. Ayat 38:77 memuat tempat dan sebutan, sedangkan 38:78 memuat jangka waktu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 38:77 tidak memuat penimbangan atas perbandingan api dan tanah liat, dan jawaban Tuhan berupa perintah serta satu alasan pendek. Pembelaan yang disusun dengan rapi tidak mendapat bantahan butir demi butir. Orang yang sedang menyiapkan alasan atas sebuah penolakan dapat melihat bahwa kefasihan susunan alasan tidak ditanggapi di ayat ini, dan bahwa perhatian ayat tertuju pada apa yang dilakukan Iblis terhadap sebuah perintah. Berapa banyak tenaga yang dihabiskan pembaca untuk menyusun alasan, dibandingkan tenaga untuk menjalankan perintah yang dipertanyakan?
- Di 15:33 dan 38:76 Iblis mengucapkan dua pembelaan dengan kata yang berbeda, yang satu menyebut tanah liat kering dan yang lain membandingkan api dengan tanah liat. Tuhan menjawab keduanya dengan kalimat yang sama persis di 15:34 dan 38:77. Pembaca yang pernah menyusun ulang alasannya berkali-kali, dengan harapan susunan yang lain akan mendapat tanggapan yang lain, dapat memperhatikan bahwa dalam dua kisah ini susunan yang berbeda tidak mengubah jawaban-Nya.
- Iblis diperintahkan keluar, dan 38:77 tidak memuat permintaan agar Iblis mengucapkan sesuatu terlebih dahulu. Perintah itu berupa gerak yang terlihat. Orang yang biasa menunggu pihak lain mengaku salah sebelum bertindak dapat memperhatikan bahwa ayat ini mencatat tindakan Tuhan tanpa menyebut pengakuan sebagai syarat. Ayat ini juga tidak menyatakan apakah Iblis kemudian keluar, dan catatan itu hanya sampai pada perintah.
- Perintah keluar ditujukan pada tempat yang belum dinamai di 38:77, tetapi bila 7:13 dibaca sejajar dengannya, ucapan Tuhan di sana menyatakan bahwa menyombongkan diri di dalamnya tidak patut. Seseorang dapat memeriksa tempat-tempat dalam hidupnya sendiri, rumah, ruang kerja, atau perkumpulan, dan bertanya apakah kata yang sama dapat diucapkan tentang tempat-tempat itu. Pembaca tidak perlu menamai satu tempat saja. Cukup dengan menanyakan pada diri sendiri, di mana sikap membesarkan diri paling lama dibiarkan tinggal?
- Perintah Tuhan di ayat ini disertai alasan, "karena sesungguhnya engkau terkutuk", walaupun alasan itu hanya satu kata. Perintah keluar tidak dibiarkan berdiri tanpa sebab. Orang yang memberi perintah kepada anak, bawahan, atau pasangan dapat memperhatikan perbedaan antara perintah yang membawa sebabnya dan perintah yang menuntut ditaati begitu saja. Ayat ini hanya memperlihatkan bahwa Tuhan menyertakan sebab, dan ukuran seberapa panjang sebab itu harus diuraikan tetap menjadi urusan pembaca.
- Di 38:74 Iblis digolongkan sebagai bagian dari orang-orang yang kufur oleh suara laporan, sedangkan di 38:77 Tuhan berbicara langsung kepadanya dan memakai sebutan lain, terkutuk. Sebutan yang dipakai ketika menceritakan seseorang kepada pihak ketiga dan sebutan yang diucapkan di depan orangnya ternyata tidak selalu sama kata demi kata. Bila pembaca harus menyampaikan penilaiannya langsung kepada orang yang dinilai, apakah kata yang dipilihnya akan sama dengan kata yang biasa ia pakai ketika membicarakan orang itu kepada orang lain?