وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ
Dan sesungguhnya laknat-Ku tetap atas engkau sampai Hari Pertanggungjawaban.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِيwa-inna 'alayka la'natiidan sesungguhnya laknat-Ku tetap atas engkau
- إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِilaa yawmi d-diinisampai Hari Pertanggungjawaban
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- لَعْنَتِيla'natiilaknat-Ku
- إِلَىٰilaasampai
- يَوْمِyawmiHari
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
Inti bacaan
Konsekuensi jangka panjang 'laknat-Ku tetap atas engkau sampai Hari Pertanggungjawaban', akibat permanen yang berlangsung sepanjang waktu, bukan hukuman sementara yang bisa berakhir sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan durasi laknat tersebut: berlaku hingga Hari Pertanggungjawaban, menutup penetapan hukuman awal bagi Iblis.
Renungan dan Hikmah
- Batas waktunya disebut Allah, bukan dibiarkan tanpa ujung. Sampai Hari Pertanggungjawaban. Bukan lebih.
- Kata laknat-Ku memakai kata ganti orang pertama. Bukan laknat. Laknat-Ku.
- Penetapan itu diberikan Allah sebelum penangguhan diminta. Hukumannya dulu. Permintaannya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(15:35: 'hari Kiamat'). Firman Allah kepada Iblis (tunggal diterjemahkan 'engkau'): paralel 15:35. Bagian rollout kelompok (a) akar diin, 12 kemunculan 'yawm al-diin' (15:35, 26:82, 37:20, 38:78, 51:12, 56:56, 70:26, 74:46, 82:15/17/18, 83:11) diseragamkan 'Hari Pertanggungjawaban' demi konsistensi leksikal. Konvergen mainstream (bukan reinterpretasi kontroversial); nuansa 'pertanggungjawaban' menyorot hisaab yg diakui tradisi (terjemahan lain sendiri: yaumul-hisaab). Catatan lama menyebut dua padanan untuk hari itu, 'pengadilan' dan 'pembalasan'; sebagian penerjemah tidak pernah memakai yang kedua di ayat-ayat ini. Frasa 'yawm al-diin' (akar d-y-n). Konvensi terjemahan ini: diin wajah (a) = pertanggungjawaban (balasan+perhitungan), lih. definisi-jangkar di scripts/ + entri kanonik 1:4.