قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Ia berkata, “Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِيqaala rabbi fa-anzhirniiia berkata, Tuhanku, tangguhkanlah aku
- إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَilaa yawmi yub'atsuunasampai hari mereka dibangkitkan
Terjemahan per kata (6 kata)
- قَالَqaalaberkata
- رَبِّrabbiTuhan
- فَأَنْظِرْنِيfa-anzhirniimaka berilah aku tangguh
- إِلَىٰilaasampai
- يَوْمِyawmiHari
- يُبْعَثُونَyub'atsuunamereka dibangkitkan
Inti bacaan
Permintaan Iblis 'tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan', bahkan dalam kondisi terkutuk, permintaan penundaan tetap diajukan, mengungkap niat jangka panjang yang akan terungkap sebagai godaan berkelanjutan terhadap manusia.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan permohonan Iblis, bukan penyesalan, melainkan permintaan penangguhan untuk melaksanakan niatnya menyesatkan manusia.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam permintaan Iblis yang bukan tobat. Bukan minta ampun. Minta waktu.
- Yang diminta penangguhan sampai kebangkitan. Bukan sebentar. Sampai ujung zaman.
- Ia tetap menyebut-Nya Tuhanku. Allah merekam sebutan itu. Yang menolak sujud tetap mengakui siapa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, n-zh-r, y-w-m, b-'-ts): anzhirnii diterjemahkan 'tangguhkanlah aku' (akar n-zh-r); yub'athuun diterjemahkan 'dibangkitkan' (akar b-'-ts). gloss '(usia)/(manusia)' dibuang.