قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

Berfirman, “Maka, sesungguhnya engkau termasuk yang ditangguhkan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَqaala fa-innaka mina l-munzhariinaberfirman, maka, sesungguhnya engkau termasuk yang ditangguhkan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. فَإِنَّكَfa-innakamaka sesungguhnya engkau
  3. مِنَminadari
  4. الْمُنْظَرِينَl-munzhariinayang ditangguhkan

Inti bacaan

Susunan (قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ, qaala fa-innaka mina l-munzhariina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:37 dan 38:80.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالَ, qaala), kata kerja berakar ق-و-ل yang menunjuk satu pembicara laki-laki. Namanya tidak disebut, dan pembicaranya terbaca dari susunan percakapan: 38:79 diakhiri permintaan kepada "Tuhanku", sedangkan ayat ini menyapa lawan bicaranya dengan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "engkau". Terjemahan menulis "Berfirman" untuk pihak yang dimintai dan menulis "engkau" dengan huruf kecil bagi Iblis, berbeda dari "Engkau" berhuruf besar yang diucapkan Iblis kepada Allah di 38:76, (خَلَقْتَنِي, khalaqtanii) yang berarti "Engkau menciptakanku".

Kata (فَإِنَّكَ, fa-innaka) yang berarti "maka sesungguhnya engkau" tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", dan (كَ, -ka) yang berarti "engkau". Susunan fa-innaka muncul di sembilan ayat, yaitu 5:118, 10:106, 14:36, 15:34, 15:37, 30:52, 38:77, 38:80, dan 52:48. Di 38:77 awalan fa mengikuti perintah (فَاخْرُجْ, fa-khruj) yang berarti "maka keluarlah", dan terjemahannya "karena sesungguhnya engkau terkutuk" sebab kalimat itu memuat alasan perintah tadi. Di ayat ini awalan fa mengikuti permintaan di 38:79, dan terjemahan memakai "maka". Awalan fa muncul berpasangan antara permintaan dan jawaban: permintaan (فَأَنْظِرْنِي, fa-anzhirnii) di 15:36 dan 38:79 dijawab dengan fa-innaka di 15:37 dan 38:80, sedangkan permintaan (أَنْظِرْنِي, anzhirnii) di 7:14 tanpa awalan itu dijawab (قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ, qaala innaka mina l-munzhariina) di 7:15, juga tanpa awalan. Susunan (قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ, qaala fa-innaka mina l-munzhariina) lengkapnya hanya muncul dua kali, di 15:37 dan 38:80.

Kata (الْمُنْظَرِينَ, l-munzhariina) yang berarti "yang ditangguhkan" berakar ن-ظ-ر dan berbentuk jamak, artinya pihak-pihak yang diberi tangguh. Huruf (مِنَ, mina) yang berarti "dari" diterjemahkan "termasuk", sebab maksudnya keanggotaan dalam sebuah kelompok. Surah yang sama memakai susunan itu untuk menggolongkan Iblis di 38:74, (وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ, wa-kaana mina l-kaafiriina) yang berarti "dan termasuk golongan kafir", dan 7:13 memakainya untuk (إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ, innaka mina sh-shaaghiriina) yang berarti "sesungguhnya engkau termasuk golongan yang hina". Bentuk jamak akar ini, yaitu (مُنْظَرِينَ, munzhariina) dan (مُنْظَرُونَ, munzharuuna), muncul di enam ayat. Tiga di antaranya menggolongkan Iblis, yaitu 7:15, 15:37, dan 38:80, dan tiga lainnya berbentuk penyangkalan atau pertanyaan: (وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ, wa-maa kaanuu munzhariina) yang berarti "dan mereka tidak diberi penangguhan" di 44:29, bentuk serupa dengan tambahan "jika demikian" di 15:8, dan pertanyaan (هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَ, hal nahnu munzharuuna) yang berarti "apakah kami diberi penangguhan?" di 26:203. Dalam enam ayat itu pernyataan positif tentang keanggotaan golongan ini hanya ditujukan kepada Iblis.

Terjemahan memakai bentuk pasif tanpa pelaku, "yang ditangguhkan", sesuai dengan bentuk Arabnya: ayat ini tidak memuat kata Aku ataupun kata kerja "Aku menangguhkanmu". Hal itu berbeda dari 38:78, yang menyebut (لَعْنَتِي, la'natii) yang berarti "laknat-Ku" dengan akhiran orang pertama. Ayat ini juga tidak mengulang batas hari dari permintaan di 38:79. Batas itu ada di ayat berikutnya, dan koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimatnya masih berlanjut.

Tafsiran

Ayat 38:80 menjawab permintaan di 38:79 dengan satu pernyataan tentang kedudukan Iblis, yaitu termasuk golongan yang ditangguhkan. Jawaban itu tidak mengulang permintaannya dan tidak memuat alasan pemberian. Di 38:77 pernyataan serupa, (فَإِنَّكَ رَجِيمٌ, fa-innaka rajiimun) yang berarti "karena sesungguhnya engkau terkutuk", memberi alasan bagi perintah keluar. Ayat ini memakai susunan yang sama, tetapi isinya memberikan kedudukan baru. Dalam empat ayat berurutan Iblis menerima dua sebutan dari pembicara yang sama: terkutuk di 38:77 dan termasuk yang ditangguhkan di 38:80.

Kedua sebutan itu tidak saling membatalkan di dalam teks. Ayat 38:80 dan 38:81 tidak menyebut laknat di 38:78, tidak mencabutnya, dan tidak mengubah batasnya. Pembaca tidak diberi tahu apakah tempo itu meringankan atau mengubah vonis sebelumnya, dan susunan ayat membiarkan keduanya berjalan berdampingan. Ayat ini juga tidak mengandung teguran tambahan: kecaman yang tertulis sudah ada di 38:77 dan 38:78, dan jawaban atas permintaan di 38:79 tidak mengulanginya.

Dalam rangkaian 38:77 sampai 38:83 ayat ini berada di tengah. Sebelum ayat ini ada putusan dan permintaan, sesudahnya ada batas hari di 38:81, dan di 38:82 Iblis bersumpah dengan awalan fa yang menyambungnya ke jawaban ini. Di 7:15 dan 15:37 jawabannya berbunyi hampir sama dan diikuti tekad Iblis pula, sehingga rangkaian di surah 38 memperlihatkan urutan yang sama dengan dua percakapan lain itu: permintaan tempo, kedudukan sebagai yang ditangguhkan, lalu tekad.

Renungan dan Hikmah

  • Dalam empat ayat berurutan Iblis menerima dua sebutan dari pembicara yang sama, terkutuk di 38:77 dan termasuk yang ditangguhkan di 38:80, dan teks tidak mencabut yang pertama ketika memberikan yang kedua. Pembaca dapat menaruh hal yang sama di atas hidupnya sendiri: sebuah penilaian yang berat dan sebuah tempo tambahan dapat hadir pada waktu yang sama tanpa yang kedua menghapus yang pertama. Allah menyampaikan keduanya dalam rangkaian satu percakapan, dan tempo tambahan itu tidak ditulis sebagai pengampunan. Apakah pembaca pernah membaca waktu yang masih tersisa sebagai tanda bahwa penilaian atas diri pembaca sudah dicabut?
  • Di 38:77 putusan datang bersama alasannya, karena sesungguhnya engkau terkutuk, tetapi di 38:80 pemberian tempo datang tanpa alasan apa pun. Tidak ada kalimat yang menjelaskan mengapa Dia memberikannya, dan 38:79 hanya memuat permintaan. Pembaca yang menerima waktu tambahan, kesempatan kedua, atau kelonggaran dari pihak lain dapat segera menyusun sendiri alasannya, misalnya karena pantas atau karena nasib sedang baik. Ayat ini tidak menyediakan bahan untuk alasan semacam itu. Alasan apa yang selama ini pembaca karang untuk waktu yang diterimanya, padahal teks yang memuat kata ditangguhkan sendiri tidak menuliskannya?
  • Di 38:78 pembicara memakai akhiran orang pertama untuk laknat, yaitu laknat-Ku, dan di 38:80 kata Aku tidak muncul sama sekali, sedangkan tempo hadir sebagai keadaan, yaitu engkau termasuk yang ditangguhkan. Pembicara yang sama memakai dua cara bicara untuk dua hal, hukuman diberi tanda pemilik dan tempo diberi bentuk pasif. Ayat tidak menerangkan perbedaan itu, dan alasannya berada di luar teks. Pembaca dapat menyimak cara sendiri menyebut hal yang berat dan hal yang melegakan dalam hidupnya: yang berat disebut bersama nama pelakunya, sedangkan yang melegakan disebut dengan kalimat pasif seperti jadwalnya bergeser. Kepada siapa pembaca berterima kasih atas kelonggaran yang datang tanpa pelaku, dan apakah kepada Tuhan juga?
  • Bentuk yang sama dengan yang ditangguhkan muncul di enam ayat, dan tiga di antaranya, 15:8, 44:29, dan 26:203, memuatnya dalam penyangkalan atau pertanyaan tentang pihak yang tidak mendapat tangguh. Hanya dalam jawaban kepada Iblis golongan itu disebut sebagai kenyataan. Ayat 38:80 tidak mengatakan bahwa keanggotaan itu tanda kebaikan; ayat hanya menuliskan keanggotaannya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa menyebut pihak tertentu termasuk golongan yang ditangguhkan belum menyatakan penilaian atas pihak itu. Bagaimana pembaca membaca tempo yang masih panjang di depannya, sebagai tanda diterima oleh Tuhan atau sebagai jarak yang masih terbuka?
  • Teguran yang tertulis kepada Iblis sudah ada di 38:75 sampai 38:78, dan jawaban atas permintaannya di 38:80 tidak mengulanginya. Allah memberikan jawaban yang pendek, satu kedudukan, tanpa kecaman tambahan di dalam kalimat itu. Pembaca yang pernah berkata keras kepada orang lain dan kemudian menerima permintaan orang itu yang berikutnya dapat membandingkan: kecaman diulang pada setiap kali jawaban atau dicukupkan pada saat putusan. Apakah jawaban yang pembaca berikan kepada orang yang sama untuk permintaan kedua masih membawa isi dari jawaban pertama?
  • Ayat 38:80 berhenti pada koma dalam terjemahannya, karena batas waktu tempo itu baru ada di ayat berikutnya. Sumpah Iblis di 38:82 muncul sesudah kalimat itu rampung di 38:81, tidak sesudah bagian pertamanya. Pembaca yang mendengar izin atau kelonggaran dapat memeriksa kapan mulai bertindak: pada kata pertama yang melegakan atau sesudah batasnya selesai diucapkan. Seberapa sering pembaca menyusun rencana atas sebuah izin yang baru separuh dibacakan kepadanya?