إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba-Mu yang dimurnikan di antara mereka.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَillaa 'ibaadaka minhumu l-mukhlashiinakecuali hamba-hamba-Mu yang dimurnikan di antara mereka
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِلَّاillaakecuali
- عِبَادَكَ'ibaadakahamba-hamba-Mu
- مِنْهُمُminhumudi antara mereka
- الْمُخْلَصِينَl-mukhlashiinayang dimurnikan
Inti bacaan
Susunan (إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaadaka minhumu l-mukhlashiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:40 dan 38:83, dan keduanya diucapkan Iblis.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan kata itu mengecualikan sesuatu dari "mereka" yang disebut di 38:82. Dalam ucapan Iblis tentang sujud kepada Adam, pengecualian dirumuskan dengan dua cara. Di 17:62 pengecualian berupa jumlah, yaitu (إِلَّا قَلِيلًا, illaa qaliilan) yang berarti "kecuali sebagian kecil", sedangkan di 38:83 pengecualian berupa kedudukan, yaitu golongan yang diberi sifat tertentu. Kata-kata di ayat ini sama dengan 15:40, dan susunan lengkapnya (إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaadaka minhumu l-mukhlashiina) hanya ada di dua ayat itu.
Kata (عِبَادَكَ, 'ibaadaka) yang berarti "hamba-hamba-Mu" tersusun dari 'ibaad, bentuk jamak dari 'abd yang berarti "hamba", dan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-Mu". Kata 'abd dan jamaknya 'ibaad diterjemahkan "hamba", dan akhiran -ka menunjuk lawan bicara, yaitu pihak yang disapa dengan "kedigdayaan-Mu" di ayat sebelumnya. Susunan 'ibaadaka muncul tiga kali, yaitu 15:40, 38:83, dan 71:27, tempat (يُضِلُّوا عِبَادَكَ, yudhilluu 'ibaadaka) berarti "mereka menyesatkan hamba-hamba-Mu". Kata (مِنْهُمُ, minhumu) yang berarti "di antara mereka" tersusun dari (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan (هُمُ, -humu) yang berarti "mereka". Kata ganti itu sama dengan -hum di 38:82. Karena itu golongan yang dikecualikan berada di dalam kumpulan yang sama dengan sasaran tekad, tidak di luarnya.
Kata (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina) yang berarti "yang dimurnikan" berakar خ-ل-ص dan berbentuk pasif jamak. Artinya pihak-pihak yang dimurnikan oleh pihak lain. Bentuk pasif ini muncul di sembilan ayat, yaitu 12:24, 15:40, 19:51, 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 38:83. Di delapan ayat di antaranya kata itu mengikuti kata 'ibaad atau sebutan hamba, seperti (عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "hamba-hamba Allah yang dimurnikan" di 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, dan 37:169. Di 19:51 bentuknya tunggal, (مُخْلَصًا, mukhlashan), dan menyifati Musa. Terjemahan "dimurnikan" mengikuti bentuk pasif itu. Bentuk aktif dari akar yang sama, misalnya (مُخْلِصِينَ, mukhlishiina), muncul di sebelas ayat, yaitu 2:139, 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 39:2, 39:11, 39:14, 40:14, 40:65, dan 98:5, dan di sana pelakunya manusia yang memurnikan sesuatu bagi Allah.
Pelaku yang memurnikan tidak ditulis di ayat ini, karena bentuk pasifnya tidak memuat pelaku. Surah yang sama memuat kata kerja dari akar yang sama dengan pelaku yang tertulis, yaitu (أَخْلَصْنَاهُمْ, akhlashnaahum) yang berarti "Kami memurnikan mereka" di 38:46, tentang (عِبَادَنَا, 'ibaadanaa) yang berarti "hamba-hamba Kami" di 38:45. Terjemahan menjaga bentuk pasif tanpa pelaku dan tidak menambahkan "oleh Allah" ataupun "karena keikhlasannya", sebab tak satu kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Titik di ujung terjemahan, bersama tanda petik, menutup ucapan yang dibuka di 38:82.
Tafsiran
Ayat 38:83 menutup kalimat yang dibuka di 38:82 dengan pengecualian, sehingga sumpah yang tampak tanpa batas di ayat sebelumnya ternyata berbatas. Pengecualian itu diucapkan Iblis sendiri, di kalimat yang sama dengan tekadnya, dan tidak menunggu jawaban dari pihak lain. Alasan pengecualian tidak diberikan, dan ayat tidak menyatakan bahwa Iblis tidak mampu, tidak berkehendak, atau telah diberi tahu.
Pengecualian di sini dirumuskan lewat kedudukan, sedangkan di 17:62 lewat jumlah. Golongan yang dikecualikan diidentifikasi dari hubungannya dengan Allah, yaitu "hamba-hamba-Mu", dan dari keadaan yang dikenakan kepada mereka, yaitu "yang dimurnikan". Dengan dua ciri itu jumlah golongan tidak dinyatakan. Ayat 15:40 memuat kata yang sama, dan 15:41 sampai 15:42 menyambungnya dengan pernyataan Allah tentang hamba-hamba-Ku dan jalan lurus yang menjadi tanggungan-Nya. Di surah 38 sambungan itu tidak ada: 38:84 dan 38:85 menjawab dengan penegasan tentang kebenaran dan tentang Jahanam, dan tidak mengulang kata hamba.
Rangkaian 38:82 dan 38:83 sebagai satu kalimat menaruh dua hal berdampingan: tekad yang total dan sebuah golongan yang berada di luar tekad itu, tetapi tetap berada di antara sasarannya, sebab 38:83 memakai minhumu, "di antara mereka".
Renungan dan Hikmah
- Di 17:62 Iblis mengecualikan sebagian kecil, sebuah jumlah, sedangkan di 38:83 Iblis mengecualikan hamba-hamba-Mu yang dimurnikan, sebuah kedudukan. Pengecualian dengan jumlah bergantung pada hitungan, dan pengecualian dengan kedudukan bergantung pada siapa yang termasuk golongan itu. Pembaca yang mengecualikan sesuatu dalam kalimatnya sendiri dapat memeriksa cara yang dipakainya: menyebut berapa yang luput atau menyebut ciri golongan yang luput. Ketika pembaca berkata semua kecuali beberapa, yang beberapa itu diukur dengan angka atau dengan ciri, dan ciri apa yang dipakainya?
- Pengecualian di 38:83 diucapkan Iblis di kalimat yang sama dengan sumpahnya, tanpa pertanyaan dari Allah yang mendahuluinya. Sumpah ini memuat batasnya sendiri di ujung kalimat. Pembaca dapat menaruh kebiasaan itu di atas kalimat-kalimat tegasnya sendiri, misalnya aku pasti, aku tidak akan pernah, atau semua orang: batas yang ada di ujungnya sudah disebut atau menunggu ditanyakan. Seberapa sering pembaca baru menyebut pengecualian sesudah ada yang bertanya kepadanya, dan bukan sebelum itu?
- Kata dimurnikan berbentuk pasif, sehingga di 38:83 pelaku yang memurnikan tidak ditulis. Di 38:46, dalam surah yang sama, kata kerja dari akar yang sama memiliki pelaku, Kami memurnikan mereka, dan yang dimurnikan disebut hamba-hamba Kami. Kedua ayat tidak disambungkan oleh teks, tetapi dapat dibaca berdampingan. Pembaca yang menilai ketulusan sendiri dapat bertanya apakah ketulusan itu dicatat sebagai hasil kerja pribadi atau sebagai sesuatu yang dikenakan pada diri sendiri. Bagaimana pembaca membaca kata dimurnikan di hadapan Allah, sebagai prestasi atau sebagai sesuatu yang diterima?
- Iblis menyebut golongan yang dikecualikan dengan hamba-hamba-Mu, dengan akhiran yang menunjuk Allah; kata kuat atau waspada tidak ada di kalimat itu. Kalimat itu menyebut hubungan dengan Allah dan keadaan yang dikenakan, yaitu dimurnikan. Pembaca yang sering menimbang diri sendiri lewat kekuatan, kewaspadaan, atau kecerdikan dapat memperhatikan bahwa kalimat ini tidak memakai satu pun dari tiga ukuran itu. Ukuran apa yang pembaca pakai ketika bertanya apakah diri sendiri termasuk yang dikecualikan, kekuatannya atau kepada siapa pembaca termasuk?
- Kata minhumu menaruh golongan yang dikecualikan di dalam kumpulan yang sama dengan sasaran tekad, dan golongan itu tidak ditaruh di tempat terpisah. Sasaran dan pengecualian berada dalam satu kata ganti, mereka. Pembaca yang melihat diri sendiri berada di tengah orang banyak, di kantor, di kampung, atau di antara teman, dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menunjuk tempat terpisah bagi golongan yang dikecualikan; golongan itu disebut sebagai bagian dari mereka. Apakah pembaca menyangka golongan yang dimurnikan hidup di tempat yang lain dari orang-orang di sekitarnya?
- Di 38:82 Iblis memakai kata pasti dan kata semuanya, dan di 38:83 kalimat itu langsung memuat kata kecuali. Jarak antara kata semua dan kata kecuali hanya satu ayat pendek. Pembaca dapat membaca ulang kalimat tegas yang pernah diucapkan dengan kata semua atau selalu dan memeriksa apakah ada kata kecuali yang sebenarnya diketahui tetapi tidak diucapkan. Pengecualian apa yang pernah pembaca simpan di balik kata semua, dan kepada siapa pengecualian itu akhirnya terbaca?