قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ
Katakanlah, “Aku tidak meminta imbalan apa pun kepada kalian atasnya, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍqul maa as'alukum 'alayhi min ajrinkatakanlah, aku tidak meminta imbalan apa pun kepada kalian atasnya
- وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَwa-maa anaa mina l-mutakallifiinadan aku bukan termasuk orang-orang yang mengada-ada
Terjemahan per kata (10 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- مَاmaatidaklah
- أَسْأَلُكُمْas'alukumaku meminta kepada kalian
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- مِنْmindari
- أَجْرٍajrinupah
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَنَاanaaaku
- مِنَminadari
- الْمُتَكَلِّفِينَl-mutakallifiinaorang-orang yang mengada-ada
Inti bacaan
Pelaku (الْمُتَكَلِّفِينَ, l-mutakallifiina) muncul satu kali di Al-Qur'an, di 38:86.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah". Itu perintah kepada satu orang, dari akar ق-و-ل. Bentuk perintah ini muncul tiga kali di Surah Sad, yaitu di 38:65, 38:67, dan 38:86. Di 38:65, (قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ, qul innamaa anaa mundzirun) berarti "katakanlah, sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan", dan di 38:67, (قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيمٌ, qul huwa naba'un 'azhiimun) berarti "katakanlah, ia adalah berita yang agung". Ayat 38:86 tidak menyebut siapa yang diperintah, dan kata Aku di dalam kutipan menunjuk penerima perintah itu.
Rangkaian (مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ, maa as'alukum 'alayhi min ajrin) tersusun dari (مَا, maa) yang berarti "tidak", (أَسْأَلُكُمْ, as'alukum) yang berarti "aku meminta kepada kalian" dari akar س-أ-ل, (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "atasnya", dan (مِنْ أَجْرٍ, min ajrin) yang berarti "imbalan". Rangkaian ini muncul tujuh kali di tiga surah, yaitu di 25:57, 26:109, 26:127, 26:145, 26:164, 26:180, dan 38:86. Pada lima ayat di surah 26 rangkaian itu dibuka dengan wa- dan disusul (إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ, in ajriya illaa 'alaa rabbi l-'aalamiina) yang berarti "imbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam". Di 25:57 rangkaian itu disusul (إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا, illaa man syaa'a an yattakhidza ilaa rabbihi sabiilan) yang berarti "kecuali orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya". Di 38:86 rangkaian itu disusul penyangkalan kedua tentang diri pembicara, tanpa pernyataan tentang asal imbalan.
Kata (أَجْرٍ, ajrin) berakar أ-ج-ر dan diterjemahkan "imbalan" ketika menamai sesuatu yang bisa diminta dari pendengar. Terjemahan yang sama dipakai di 6:90, 10:72, 12:104, 25:57, 34:47, dan 42:23. Ayat 34:47 memuat (مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ, maa sa'altukum min ajrin) yang berarti "imbalan apa pun yang aku minta dari kalian", lalu menyatakan bahwa imbalan itu untuk pendengar. Terjemahan 38:86 menulis "imbalan apa pun" untuk (مِنْ أَجْرٍ, min ajrin), dan rangkaian min ajrin muncul sepuluh kali di enam surah, yaitu 10:72, 12:104, 25:57, 26:109, 26:127, 26:145, 26:164, 26:180, 34:47, dan 38:86.
Kata (الْمُتَكَلِّفِينَ, l-mutakallifiina) berakar ك-ل-ف dan muncul satu kali, di 38:86. Akar ini muncul delapan kali di delapan ayat; tujuh lainnya adalah kata kerja yang berarti "membebani" atau "dibebani", yaitu 2:233, 2:286, 4:84, 6:152, 7:42, 23:62, dan 65:7. Pada ketujuhnya, kata (نَفْس, nafs) yang berarti "jiwa" atau "diri" menjadi pihak yang dibebani. Contohnya (لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ, laa tukallafu illaa nafsaka) di 4:84 yang berarti "engkau tidak dibebani kecuali dirimu sendiri", dan (لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا, laa yukallifu llaahu nafsan illaa wus'ahaa) di 2:286 yang berarti "Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya". Bentuk di 38:86 berbeda dari ketujuhnya karena berupa kata benda pelaku dengan awalan muta-, sehingga dapat dibaca "orang-orang yang membebani diri".
Terjemahan "mengada-ada" mengambil satu arah dari pembacaan itu, yaitu beban berupa klaim yang melampaui apa yang diterima. Ayat 38:69 dan 38:70 menyatakan batas pengetahuan penutur: (مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ, maa kaana liya min 'ilmin) di 38:69 yang berarti "aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun", dan (إِنْ يُوحَىٰ إِلَيَّ, in yuuhaa ilayya) di 38:70 yang berarti "tidaklah diwahyukan kepadaku". Dengan batas itu, tambahan di luar yang diwahyukan terbaca sebagai sesuatu yang diadakan sendiri. Bentuk ini tidak muncul di ayat lain, sehingga arti "mengada-ada" tidak bisa diuji dengan pemakaian ulang dan bersandar pada pola akar serta konteks 38:69 sampai 38:70.
Rangkaian (وَمَا أَنَا مِنَ, wa-maa anaa mina) yang berarti "dan aku bukan termasuk" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 6:56, 6:79, 12:108, dan 38:86. Tiga lainnya menyangkal golongan (الْمُهْتَدِينَ, l-muhtadiina) di 6:56 dan (الْمُشْرِكِينَ, l-musyrikiina) di 6:79 dan 12:108, sedangkan 38:86 menyangkal golongan (الْمُتَكَلِّفِينَ, l-mutakallifiina).
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah 38:71 sampai 38:85 dari sisi penuturnya. Kisah itu didahului pernyataan di 38:69 dan 38:70 bahwa penutur tidak memiliki pengetahuan sendiri tentang majelis yang tertinggi dan bahwa yang diwahyukan kepadanya menyangkut peringatan. Dua penyangkalan di 38:86 menyangkal dua hal tentang penutur itu sendiri, yaitu meminta imbalan dan termasuk yang membebani diri, dan keduanya diucapkan atas perintah katakanlah.
Dapat dibaca bahwa dua penyangkalan itu menyentuh dua arah beban. Ayat 52:40 dan 68:46 memuat (أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ, am tas'aluhum ajran fa-hum min maghramin mutsqaluuna) yang berarti "ataukah engkau meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani utang?". Ayat itu menanyakan apakah permintaan imbalan membuat pendengar terbebani, dan 38:86 menyangkal arah itu. Arah satunya ada pada penutur sendiri, yang menyangkal termasuk orang yang membebani diri. Pembacaan ini bergantung pada arti akar ك-ل-ف yang dibahas di penjelasan, dan teks tidak menyatakan pasangan itu secara langsung.
Pernyataan tentang peringatan bagi seisi alam menyusul di 38:87, sesudah dua penyangkalan ini. Kata kalian di 38:86 berbentuk jamak seperti (أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ, antum 'anhu mu'ridhuuna) di 38:68 yang berarti "kalian berpaling darinya", dan 38:88 memakai bentuk jamak itu lagi. Ayat-ayat itu tidak menamai pendengarnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 52:40 dan 68:46 bertanya apakah imbalan diminta dari pendengar sehingga mereka dibebani utang. Ayat 38:86 menjawab dari sisi penutur: tidak ada imbalan yang diminta, jadi pendengar tidak menanggung tagihan atas apa yang didengarnya. Pembaca yang pernah menerima nasihat disertai tagihan, entah berupa uang, waktu, atau kesetiaan, dapat membandingkannya dengan nasihat yang datang tanpa tagihan. Dari semua yang didengarnya hari ini, adakah yang harganya baru disadari belakangan?
- Di 26:109 pembicara yang menyangkal meminta imbalan menyebut bahwa imbalannya berasal dari Tuhan seisi alam. Ayat 38:86 tidak memuat kalimat tentang asal imbalan itu, sehingga kedua ayat tidak disamakan. Pembaca dapat melihat bahwa penolakan terhadap bayaran dari manusia bisa berdampingan dengan pernyataan bahwa balasan dialamatkan kepada Tuhan. Orang yang bekerja tanpa dibayar dapat menanyai dirinya sendiri ke mana harapan akan balasan diarahkan, dan apakah arah itu pernah disebutkan dengan jelas.
- Di 34:47 pembicara berkata bahwa imbalan apa pun yang diminta menjadi milik pendengarnya, sedangkan imbalannya sendiri datang dari Allah. Ayat 38:86 tidak memuat pernyataan itu. Kedua ayat berdampingan memperlihatkan dua cara menolak bayaran: menyangkal sama sekali, atau mengembalikannya kepada pemilik asalnya. Orang yang pernah menolak sebuah pemberian karena sungkan dapat menimbang cara mana yang dipakainya. Ketika menolak, apakah pemberian itu hanya ditutup pintunya, atau dikembalikan kepada pihak yang berhak?
- Ayat 38:70 menyebut bahwa yang diwahyukan kepada penutur adalah pernyataan bahwa penutur seorang pemberi peringatan yang nyata, dan 38:86 menutup dengan penyangkalan bahwa penutur termasuk yang membebani diri. Ayat 10:68 menegur orang yang mengatakan tentang Allah apa yang tidak mereka ketahui dalam bentuk pertanyaan. Seseorang yang sering ditanya tentang hal di luar pengetahuannya dapat memperhatikan beban yang terasa ketika jawabannya diperpanjang melampaui yang diterima. Seberapa sering jawaban diperpanjang untuk mengisi ruang kosong, sementara si penjawab sendiri belum tahu?
- Ayat 25:57 menyangkal imbalan lalu memberi satu pengecualian, yaitu orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya. Ayat 38:86 tidak memuat pengecualian itu. Dengan 25:57 di sampingnya, pembaca dapat melihat bahwa pengecualian di sana berada dalam tangan pendengar, karena kata kerja mengambil jalan dikenakan pada orang yang mau, tidak pada penutur. Seseorang yang memberi nasihat tanpa bayaran dapat memikirkan apa yang diharapkannya dari pendengarnya, dan siapa yang memegang keputusan itu. Apakah harapannya sampai pada tahap menunggu pendengar menempuh jalannya sendiri?
- Penyangkalan golongan diucapkan di empat ayat, dan di tiga di antaranya penyangkalan itu didahului perbuatan pembicara. Di 6:79 pembicara menghadapkan wajah kepada Yang menciptakan langit dan bumi lalu menyangkal termasuk golongan musyrik, di 12:108 pembicara mengajak kepada Allah dengan pandangan yang jelas lalu menyangkal hal yang sama, dan di 38:86 ia menyebut tidak meminta imbalan lalu menyangkal termasuk golongan yang membebani diri. Pembaca dapat melihat bahwa penyangkalan golongan berdiri di atas perbuatan yang sudah disebut. Golongan apa yang pernah disangkalnya dari dirinya sendiri tanpa menyebut perbuatan lebih dulu?