إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ

Ia tidak lain, kecuali peringatan bagi seisi alam.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَin huwa illaa dzikrun li-l-'aalamiinaia tidak lain, kecuali peringatan bagi seisi alam

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِنْintidaklah
  2. هُوَhuwaia
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. ذِكْرٌdzikrunperingatan
  5. لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seluruh alam

Inti bacaan

Rangkaian (ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, dzikrun li-l-'aalamiina) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:104, 38:87, 68:52, dan 81:27.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) yang berarti "ia tidak lain kecuali". Rangkaian ini tersusun dari (إِنْ, in) yang berarti "tidaklah", (هُوَ, huwa) yang berarti "ia", dan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali". Korpus menandai in di sini sebagai penyangkal. Tulisan yang sama dipakai sebagai kata syarat yang berarti "jika" di tempat lain, misalnya (وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ, wa-in kuntum fii raybin) di 2:23 yang berarti "dan jika kalian ragu", sehingga arti ditentukan oleh susunan di sekelilingnya. Rangkaian ini muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu di 6:90, 7:184, 12:104, 23:25, 23:38, 34:46, 36:69, 38:87, 43:59, 53:4, dan 81:27; surah 23 memuatnya dua kali, sehingga jumlah surahnya lebih kecil. Dari sebelas itu, lima disusul kata peringatan: 6:90, 12:104, 36:69, 38:87, dan 81:27.

Kata (ذِكْرٌ, dzikrun) yang berarti "peringatan" berakar ذ-ك-ر. Di Surah Sad kata benda dengan bentuk dasar yang sama muncul enam kali di lima ayat, yaitu di 38:1, dua kali di 38:8, di 38:32, 38:49, dan 38:87. Terjemahan memakai "peringatan" ketika kata itu menamai sesuatu yang disampaikan kepada pendengar, misalnya (ذِي الذِّكْرِ, dzii dz-dzikri) di 38:1, (أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا, a-unzila 'alayhi dz-dzikru min bayninaa) di 38:8, dan (هَٰذَا ذِكْرٌ, haadzaa dzikrun) di 38:49. Di 38:32 akar yang sama menamai perbuatan penutur, yaitu (عَنْ ذِكْرِ رَبِّي, 'an dzikri rabbii) yang berarti "dari mengingat Tuhanku". Bentuk (ذِكْرَىٰ, dzikraa) di 38:43 dan 38:46 berbeda dan tidak dihitung di sini.

Rangkaian (ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, dzikrun li-l-'aalamiina) yang berarti "peringatan bagi seisi alam" muncul empat kali di empat surah, yaitu di 12:104, 38:87, 68:52, dan 81:27. Ayat 6:90 memuat padanannya dengan bentuk lain, yaitu (ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ, dzikraa li-l-'aalamiina). Di 36:69 kata peringatan diikuti (وَقُرْآنٌ مُبِينٌ, wa-qur'aanun mubiinun) yang berarti "dan Al-Qur'an yang jelas", tanpa kata seisi alam.

Kata (لِلْعَالَمِينَ, li-l-'aalamiina) tersusun dari (لِ, li-) yang berarti "bagi" dan (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) yang berarti "seisi alam", jamak dari akar ع-ل-م. Rangkaian ini muncul dua belas kali di sembilan surah, yaitu di 3:96, 3:108, 6:90, 12:104, 21:71, 21:91, 21:107, 25:1, 29:15, 38:87, 68:52, dan 81:27. Pada semuanya kata sesudah li- menamai pihak yang dituju oleh sesuatu, dan sesuatu itu berbeda-beda: petunjuk di 3:96, kezaliman yang tidak dikehendaki Allah di 3:108, tanah yang diberkahi di 21:71, tanda di 21:91 dan 29:15, rahmat di 21:107, pemberi peringatan di 25:1, dan peringatan di lima ayat yang telah disebut. Terjemahan memakai "seisi alam" pada kedua belasnya.

Kata ganti (هُوَ, huwa) yang berarti "ia" tidak diberi nama di ayat ini. Di 38:67, (قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيمٌ, qul huwa naba'un 'azhiimun) memakai kata yang sama, dan terjemahan memakai "ia" di kedua tempat tanpa menambahkan nama, karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini menutup Surah Sad dengan sebutan yang sama dengan pembukanya. Surah ini dimulai dengan (وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ, wa-l-qur'aani dzii dz-dzikri) di 38:1, dan 38:87 menamai apa yang disampaikan sebagai (ذِكْرٌ, dzikrun). Di antara keduanya, 38:8 mencatat keberatan dalam kutipan: (أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا, a-unzila 'alayhi dz-dzikru min bayninaa) yang berarti "apakah peringatan diturunkan kepadanya, di antara kita?". Keberatan itu menyoal siapa yang menerima, dan 38:87 menyebut penerimanya seisi alam. Dua ayat itu tidak saling menyebut, sehingga hubungannya adalah pembacaan.

Ayat 38:49 memakai (هَٰذَا ذِكْرٌ, haadzaa dzikrun) untuk menutup rangkaian penuturan sebelum bagian tentang orang bertakwa, dan 38:87 memakai kata yang sama untuk menutup seluruh surah. Penuturan panjang di 38:21 sampai 38:85 tidak diulang di ayat penutup, dan ayat itu menyebut apa yang disampaikan dan untuk siapa.

Rumus in huwa illaa dzikrun menyusul ucapan yang berbeda-beda di tempat lain. Di 6:90 dan 12:104 rumus itu menyusul penyangkalan imbalan, dan di 81:27 menyusul pertanyaan (فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ, fa-ayna tadzhabuuna) di 81:26 yang berarti "maka ke manakah kalian hendak pergi?". Di 38:87 rumus itu menyusul penyangkalan imbalan dan penyangkalan mengada-ada di 38:86. Di 38:87 pernyataan itu menyusul dua penyangkalan tentang diri penutur, sehingga isinya beralih dari diri penutur kepada apa yang disampaikan dan untuk siapa.

Ayat 81:28 mempersempit penerima menjadi (لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ, li-man syaa'a minkum an yastaqiima) yang berarti "bagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan lurus". Ayat 38:87 tidak memuat penyempitan itu, sehingga di sini yang tertulis hanya jangkauan, yaitu seisi alam.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 3:108 menyebut bahwa Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam, dengan kata yang sama untuk penerima yang dipakai di 38:87. Dua ayat itu menaruh seisi alam sebagai pihak yang dituju, sekali oleh peringatan dan sekali oleh pernyataan tentang kehendak Allah. Pembaca yang sering merasa pesan semacam ini ditujukan kepada orang lain dapat memperhatikan bahwa sebutan penerima di sini tidak menyisakan kelompok yang berdiri di luarnya. Di dalam sebutan seisi alam, di mana pembaca menaruh dirinya?
  • Pada 38:8 pendengar bertanya mengapa peringatan diturunkan kepada seseorang di antara mereka, dan Allah menyebutnya peringatan-Ku dalam ayat yang sama. Ayat 38:87 menyebut penerimanya seisi alam, sehingga pertanyaan tentang siapa berhadapan dengan pernyataan tentang jangkauan. Kedua ayat tidak saling menyebut, dan hubungannya adalah pembacaan. Pembaca yang pernah menolak sebuah pesan karena pembawanya dapat memeriksa apakah keberatannya sedang menyoal isi pesan atau menyoal siapa yang membawanya. Keberatan itu sebenarnya mengenai apa?
  • Ayat 38:29 memberi dua tujuan bagi kitab yang diturunkan: tanda-tandanya dihayati, dan orang yang berakal sehat mengambil pelajaran. Kata terakhir itu, (وَلِيَتَذَكَّرَ, wa-li-yatadzakkara), memakai akar yang sama dengan peringatan di 38:87. Dari sini peringatan bagi seisi alam terbaca sebagai sesuatu yang menunggu pendengarnya mengambil pelajaran. Berapa banyak dari yang pernah didengar seseorang sudah diambilnya sebagai pelajaran, dan berapa banyak yang berhenti sebagai bunyi?
  • Ayat 68:51 memuat tuduhan gila kepada pembawa pesan, dan 68:52 menyusulnya dengan pernyataan bahwa itu peringatan bagi seisi alam, tanpa kalimat yang membantah tuduhan secara langsung. Dari susunan itu pembaca dapat mencatat bahwa jawaban atas tuduhan terhadap pembawa bisa berupa penjelasan tentang isi dan penerimanya. Orang yang pernah dituduh karena membawa pesan yang tidak disukai dapat menimbang apakah pembelaannya selama ini lebih banyak mengenai dirinya atau mengenai pesan itu. Apa yang berubah dalam percakapan bila jawabannya dialihkan kepada isi?
  • Ayat 81:27 menyebut peringatan bagi seisi alam, 81:28 menyempitkannya menjadi bagi siapa yang menghendaki menempuh jalan lurus, dan 81:29 menyebut bahwa kalian tidak menghendaki kecuali jika Allah, Tuhan seisi alam, menghendaki. Ayat 38:87 hanya memuat bagian pertama dari urutan itu. Pembaca dapat membedakan dua keadaan yang diurutkan ayat-ayat tersebut: disapa oleh sebuah peringatan, dan menghendaki jalannya. Orang yang merasa sudah menerima peringatan karena pernah mendengarnya dapat bertanya, di bagian mana dari tiga ayat itu ia sebenarnya berdiri sekarang?
  • Di 38:32 akar kata peringatan dipakai untuk perbuatan penutur, yaitu lalai dari mengingat Tuhannya, dalam ucapan tentang kecintaan pada kesenangan. Akar yang sama di 38:87 menamai apa yang disampaikan kepada seisi alam. Dapat dibaca bahwa peringatan bersinggungan dengan keadaan lalai, karena kata mengingat dan kata peringatan datang dari akar yang satu. Ayat 38:32 memuat pengakuan seseorang yang kesenangannya menghalangi ingatannya kepada Tuhan. Hal apa dalam hari-hari pembaca yang pelan-pelan menggeser ingatan itu tanpa disadari?