وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ

Sungguh, kalian akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu lagi.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍwa-la-ta'lamunna naba'ahu ba'da hiininsungguh, kalian akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu lagi

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَلَتَعْلَمُنَّwa-la-ta'lamunnadan sungguh kalian akan mengetahui
  2. نَبَأَهُnaba'ahuberitanya
  3. بَعْدَba'dasesudah
  4. حِينٍhiininwaktu tertentu

Inti bacaan

Susunan (بَعْدَ حِينٍ, ba'da hiinin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 38:88.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَتَعْلَمُنَّ, wa-la-ta'lamunna) yang berarti "dan sungguh kalian akan mengetahui". Bentuk ini tersusun dari (وَ, wa-) yang berarti "dan", (لَ, la-) yang berarti "sungguh", kata kerja ta'lamu yang berarti "kalian mengetahui" dari akar ع-ل-م, dan akhiran penegas -nna. Rangkaian (لَتَعْلَمُنَّ, la-ta'lamunna) muncul dua kali, yaitu di 20:71 dan 38:88. Di 20:71 bunyinya (وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا, wa-la-ta'lamunna ayyunaa asyaddu 'adzaaban) yang berarti "dan kalian pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih keras azabnya". Ucapan itu ditujukan kepada para penyihir yang pada 20:70 menyatakan iman, dan menyusul ancaman pemotongan dan penyaliban. Di 38:88 pengetahuan yang disebut menyangkut berita, dan tidak ada ancaman yang disebut bersamanya.

Kata (نَبَأَهُ, naba'ahu) yang berarti "beritanya" tersusun dari naba' yang berarti "berita", dari akar ن-ب-أ, dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Di Surah Sad kata naba' dalam bentuk tunggal muncul tiga kali: (نَبَأُ الْخَصْمِ, naba'u l-khashmi) di 38:21 yang berarti "berita orang-orang yang berselisih", (نَبَأٌ عَظِيمٌ, naba'un 'azhiimun) di 38:67 yang berarti "berita yang agung", dan (نَبَأَهُ, naba'ahu) di 38:88. Bentuk dengan akhiran -hu hanya ada di 38:88; ayat 18:13 memuat (نَبَأَهُمْ, naba'ahum) dengan akhiran -hum yang berarti "berita mereka". Akhiran -hu di 38:88 tidak diberi nama, dan terjemahan membiarkan "beritanya" tanpa tambahan.

Berita dan pengetahuan hadir bersama dalam dua ayat saja. Dari semua ayat yang memuat kata naba' dalam bentuk tunggal atau jamak dan kata kerja mengetahui untuk kalian dalam bentuk akan atau sedang, dua ayat memuat keduanya, yaitu 6:67 dan 38:88, dan tidak ada ayat lain. Ayat 6:67 berbunyi (لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ, li-kulli naba'in mustaqarrun) yang berarti "bagi setiap berita ada ketetapannya", lalu (وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ, wa-sawfa ta'lamuuna) yang berarti "dan kelak kalian akan mengetahui". Ayat 38:88 memakai urutan yang sama, yaitu berita lalu pengetahuan kalian, tetapi memakai tanda waktu yang berbeda.

Tanda waktu di 38:88 adalah (بَعْدَ حِينٍ, ba'da hiinin) yang berarti "setelah beberapa waktu", tersusun dari (بَعْدَ, ba'da) yang berarti "setelah", dari akar ب-ع-د, dan (حِينٍ, hiinin) yang berarti "waktu", dari akar ح-ي-ن, tanpa kata sandang. Bentuk (حِينٍ, hiinin) muncul 15 kali di 12 surah, yaitu di 2:36, 7:24, 10:98, 12:35, 14:25, 16:80, 21:111, 23:25, 23:54, 36:44, 37:148, 37:174, 37:178, 38:88, dan 51:43. Empat belas di antaranya didahului kata lain: (حَتَّىٰ, hattaa) yang berarti "sampai" enam kali, yaitu di 12:35, 23:25, 23:54, 37:174, 37:178, dan 51:43; (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "hingga" tujuh kali, yaitu di 2:36, 7:24, 10:98, 16:80, 21:111, 36:44, dan 37:148; serta (كُلَّ, kulla) yang berarti "setiap" sekali, di 14:25. Pemakaian ba'da hanya terdapat di 38:88. Contohnya (حَتَّىٰ حِينٍ, hattaa hiinin) di 12:35 yang berarti "sampai waktu tertentu". Ayat ini tidak memberi ukuran lamanya hiin, dan kata "lagi" di terjemahan menandai bahwa waktunya masih di depan; tidak ada kata Arab yang melahirkannya, dan kata itu tidak menambah ukuran apa pun.

Tanda kutip penutup di ujung terjemahan menutup ucapan yang dibuka di 38:86 dengan (قُلْ, qul).

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan yang dibuka di 38:86 dan sekaligus menutup surah, dengan pernyataan bahwa kalian akan mengetahui beritanya. Di 38:67 penutur diperintah menyebut sesuatu sebagai berita yang agung, dan 38:68 menyebut pendengarnya berpaling darinya. Ayat 38:88 memakai kata berita lagi dengan akhiran -hu dan menyebut bahwa kalian akan mengetahuinya. Dapat dibaca bahwa berita yang dipalingi di 38:68 adalah berita yang akan diketahui di 38:88. Pembacaan itu bersandar pada kata naba' dan pada bentuk jamak kalian yang sama, karena kata ganti di 38:67 dan di 38:88 sama-sama tidak diberi nama.

Dua ayat di Surah 37 memuat urutan waktu lalu penglihatan. Ayat 37:174 berbunyi (فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ, fa-tawalla 'anhum hattaa hiinin) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka sampai suatu waktu", dan ayat 37:175 menyusulnya dengan (فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ, fa-sawfa yubshiruuna) yang berarti "maka kelak mereka akan melihat". Ayat 37:178 dan 37:179 mengulang urutan itu. Di 38:88 urutannya sama, yaitu waktu lalu pengetahuan, tetapi tidak ada perintah berpaling di depannya, dan kata kerjanya mengetahui, tidak melihat. Ayat 6:67 yang menaruh berita dan pengetahuan dalam satu ayat menyebut ketetapan bagi setiap berita, sedangkan 38:88 menyebut waktu yang tidak diukur.

Kata hiin hanya muncul dua kali di Surah Sad, yaitu di 38:3 dan 38:88. Di 38:3, (وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ, wa-laata hiina manaashin) yang berarti "padahal bukanlah saat untuk melepaskan diri" berbicara tentang generasi yang telah dibinasakan sebelum mereka dan yang berteriak. Surah ini juga memuat kata peringatan di 38:1 dan 38:87. Urutan di awal surah, peringatan di 38:1 lalu waktu di 38:3, berulang di akhir surah, peringatan di 38:87 lalu waktu di 38:88. Pada dua waktu itu, 38:3 menyebut saat yang tidak memberi jalan keluar bagi mereka yang berteriak, dan 38:88 menyebut saat yang masih di depan bagi mereka yang diajak bicara.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 27:93 menyebut bahwa Dia akan memperlihatkan tanda-tanda-Nya lalu kalian akan mengenalinya, dengan Allah sebagai pihak yang memperlihatkan. Ayat 38:88 menyebut bahwa kalian akan mengetahui beritanya setelah beberapa waktu, dan tidak menyebut siapa yang membuat tahu. Kata kerja di dua ayat itu berbeda, yaitu mengenali dan mengetahui, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat melihat bahwa pengetahuan yang dijanjikan di dua ayat itu tiba lewat berjalannya waktu dan lewat sesuatu di luar pendengar. Hal apa yang baru sampai kepadanya setelah waktu berjalan, dan siapa yang membuatnya sampai?
  • Ayat 38:68 menyebut pendengar berpaling dari berita yang agung, dan ucapan di 38:65 sampai 38:66 menyebut Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Berpaling di 38:68 dan mengetahui di 38:88 berada di dua ujung ucapan yang berurutan, dan ayat penutup menyebut bahwa pengetahuan akan datang tanpa memuat bantahan bagi yang berpaling. Orang yang pernah memalingkan perhatian dari sesuatu yang penting dapat menimbang apakah waktu yang diberikan sedang dipakai untuk mendekat atau untuk menjauh. Ke arah mana waktunya terpakai sejauh ini?
  • Di 7:187 orang bertanya kapan kiamat terjadi, dan jawabannya menyatakan bahwa pengetahuan tentangnya ada pada Tuhanku. Ayat 38:88 menyebut waktu tanpa ukuran, dan tidak memuat kalimat tentang kepada siapa pengetahuan tentang ukuran itu disandarkan. Kedua ayat berbeda topik, sebab 7:187 tentang kiamat dan 38:88 tentang berita, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membedakan dua kalimat: menyebut waktu tanpa ukuran, dan mengaitkan ukuran itu kepada Tuhan, dan hanya yang pertama tertulis di 38:88. Orang yang diminta menunggu tanpa tanggal dapat menanyai dirinya apa yang dikerjakannya sementara itu.
  • Rumus yang sama dipakai di 20:71 untuk ancaman pemotongan dan penyaliban dari penguasa kepada orang yang baru beriman, dan di 38:88 tanpa ancaman yang disebut. Rumus itu membawa ancaman di satu tempat dan kabar tentang pengetahuan di tempat lain, sehingga bobot kalimatnya ditentukan oleh siapa yang berbicara dan kepada siapa. Pembaca yang pernah mendengar kalimat berbunyi nanti kau akan tahu dapat mengingat dari siapa kalimat itu datang dan apa isinya: ancaman atau kebenaran yang menunggu waktu. Dari kalimat serupa yang pernah diterimanya, mana yang ternyata gertakan belaka dan mana yang menunggu terbukti?
  • Ayat 6:67 menyebut bahwa setiap berita ada ketetapannya, lalu menyebut bahwa kalian kelak akan mengetahui. Ayat 38:88 tidak memakai kata ketetapan, tetapi memakai urutan berita lalu pengetahuan kalian. Dapat dibaca bahwa berita yang belum terbukti tidak otomatis keliru, dan tidak otomatis benar, karena kedua ayat menaruh pembuktiannya pada waktu. Orang yang cepat memutuskan benar atau salah sebuah kabar sebelum waktunya dapat memeriksa kabar mana dari tahun lalu yang keputusannya ternyata berbalik. Berapa banyak dari keputusan cepat itu yang masih dipegangnya?
  • Dua kali di Surah 37 perintah berpaling sampai suatu waktu disusul kabar bahwa mereka akan melihat. Perintah di sana ditujukan kepada penerima ucapan, dan perintah itu tidak ada di 38:88; ayat ini menyebut apa yang akan terjadi pada pendengar saja. Pembaca dapat membedakan menunggu karena disuruh berpaling dan menunggu tanpa perintah apa pun. Orang yang sedang menunggu hasil dari sesuatu yang telah disampaikannya dapat memeriksa apakah penantian itu diisi dengan pekerjaan atau dengan desakan. Apakah menunggu itu sendiri pernah dianggap sebagai pekerjaan?