خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ
Menciptakan langit dan bumi dengan hak. Menggulungkan malam atas siang, menggulungkan siang atas malam, serta menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar sampai waktu yang ditentukan. Ketahuilah, Dialah Sang Digdaya, Sang Pengampun.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّkhalaqa s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqimenciptakan langit dan bumi dengan hak
- يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِyukawwiru l-layla 'alaa n-nahaari wa-yukawwiru n-nahaara 'alaa l-laylimenggulungkan malam atas siang, menggulungkan siang atas malam
- وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَwa-sakhkhara sy-syamsa wa-l-qamaraserta menundukkan matahari dan bulan
- كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّىkullun yajrii li-ajalin musammanmasing-masing beredar sampai waktu yang ditentukan
- أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُalaa huwa l-'aziizu l-ghaffaaruketahuilah, Dialah Sang Digdaya, Sang Pengampun
Terjemahan per kata (23 kata)
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- يُكَوِّرُyukawwirumenggulung
- اللَّيْلَl-laylamalam
- عَلَى'alaaatas
- النَّهَارِn-nahaarisiang
- وَيُكَوِّرُwa-yukawwirudan Dia menggulung
- النَّهَارَn-nahaarasiang
- عَلَى'alaaatas
- اللَّيْلِl-laylimalam
- وَسَخَّرَwa-sakhkharadan Dia menundukkan
- الشَّمْسَsy-syamsamatahari
- وَالْقَمَرَwa-l-qamaradan bulan
- كُلٌّkullunmasing-masing
- يَجْرِيyajriimengalir
- لِأَجَلٍli-ajalinsampai waktu
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- أَلَاalaaketahuilah
- هُوَhuwaDialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْغَفَّارُl-ghaffaaruMaha Pengampun
Inti bacaan
Akar ك-و-ر muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu dua kali di 39:5, (يُكَوِّرُ, yukawwiru), dan sekali di 81:1.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi) yang berarti "menciptakan langit dan bumi dengan hak". Susunan itu dengan harakat persis begini muncul lima kali, yaitu di 6:73, 14:19, 16:3, 39:5, dan 64:3. Kata (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) juga menyertai penciptaan dalam bentuk penyangkalan, (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) yang berarti "kecuali dengan hak", di 10:5, 15:85, 30:8, 44:39, dan 46:3. Di surah ini kata (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) muncul lima kali dengan tiga kegunaan: menyertai penurunan Kitab di 39:2 dan 39:41, menyertai penciptaan langit dan bumi di 39:5, dan menyertai putusan di 39:69 dan 39:75, yang bunyinya (وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ, wa-qudhiya baynahum bi-l-haqqi) yang berarti "dan diputuskan di antara mereka dengan hak". Terjemahan tidak menambahkan "Allah" sebagai pelaku, karena kata kerjanya tidak disertai nama dan pelakunya terbaca dari ayat sebelumnya.
Kata kerja (يُكَوِّرُ, yukawwiru) muncul dua kali dalam ayat ini, (يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ, yukawwiru l-layla 'alaa n-nahaari) dan (وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ, wa-yukawwiru n-nahaara 'alaa l-layli), yang berarti "menggulungkan malam atas siang" dan "menggulungkan siang atas malam". Akarnya ك-و-ر hanya muncul tiga kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu dua kali di 39:5 dan sekali di 81:1. Di 81:1 bentuknya (كُوِّرَتْ, kuwwirat) yang berarti "digulung" untuk matahari. Terjemahan memakai satu padanan untuk ketiganya. Kata kerja lain untuk malam dan siang tidak memakai padanan itu: (يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ, yuuliju l-layla fii n-nahaari) yang berarti "memasukkan malam ke dalam siang" muncul di 22:61, 31:29, 35:13, dan 57:6, sedangkan (يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ, yughsyii l-layla n-nahaara) yang berarti "menutupkan malam pada siang" muncul di 7:54 dan 13:3. Karena dua ayat terakhir sudah memakai "menutupkan" untuk kata kerja yang lain, terjemahan 39:5 tidak ikut memakainya, supaya dua kata kerja Arab tidak berbagi satu kata Indonesia. Kata (عَلَى, 'alaa) yang berarti "atas" mengikuti kedua objek, sehingga malam diletakkan di atas siang dan siang di atas malam.
Kata (وَسَخَّرَ, wa-sakhkhara) yang berarti "serta menundukkan" dengan objek (الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ, sy-syamsa wa-l-qamara) yang berarti "matahari dan bulan" muncul lima kali, yaitu di 13:2, 29:61, 31:29, 35:13, dan 39:5. Kalimat sesudahnya, (كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى, kullun yajrii li-ajalin musamman) yang berarti "masing-masing beredar sampai waktu yang ditentukan", persis sama di 13:2, 35:13, dan 39:5, dan 31:29 memakai (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "sampai" sebagai gantinya. Terjemahan memakai "sampai" seperti pada tiga ayat itu. Kata (كُلٌّ, kullun) yang berarti "masing-masing" menunjuk dua benda yang baru disebut, matahari dan bulan. Kata (مُسَمًّى, musamman) yang berarti "yang ditentukan" tidak disertai nama penentunya, dan lamanya waktu itu tidak diberikan angka. Ungkapan (أَجَلٍ مُسَمًّى, ajalin musamman) dipakai lagi di surah yang sama pada 39:42, (إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى, ilaa ajalin musamman) yang berarti "sampai waktu yang ditentukan", untuk jiwa yang dilepaskan kembali.
Penutup ayat, (أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ, alaa huwa l-'aziizu l-ghaffaaru) yang berarti "ketahuilah, Dialah Sang Digdaya, Sang Pengampun", memuat pasangan (الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ, l-'aziizu l-ghaffaaru) yang muncul dua kali, yaitu di 38:66 dan 39:5. Satu kali lagi pasangan itu muncul dalam kedudukan lain di 40:42, (إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ, ilaa l-'aziizi l-ghaffaari) yang berarti "kepada Sang Digdaya, Sang Pengampun". Kata (الْغَفَّارُ, l-ghaffaaru) berakar غ-ف-ر dan muncul dalam bentuk yang sama atau berdekatan di lima ayat, yaitu 20:82, 38:66, 39:5, 40:42, dan 71:10. Di 20:82 dan 71:10 kata itu tanpa kata sandang, (لَغَفَّارٌ, la-ghaffaarun) dan (غَفَّارًا, ghaffaaran) yang berarti "pengampun", sedangkan di tiga ayat lain kata sandang membuatnya terbaca sebagai sebutan, sehingga terjemahan memakai "Sang Pengampun".
Tafsiran
Ayat ini memindahkan surah dari bantahan ke tanda-tanda. Sesudah pengandaian tentang anak di 39:4, ayat ini menyebut apa yang terjadi pada langit dan bumi, malam dan siang, serta matahari dan bulan. Semua kata kerjanya tidak disertai nama pelaku di dalam ayat, dan nama itu baru terbaca lewat dua sebutan di ujung, Sang Digdaya dan Sang Pengampun. Pembaca dengan demikian menempuh daftar yang luas lebih dulu sebelum bertemu sebutan yang menjawab siapa pelakunya.
Matahari dan bulan mendapat tempat khusus di ayat ini, sebab keduanya yang ditundukkan dan keduanya yang disebut beredar sampai waktu yang ditentukan. Ayat 41:37 menyebut dua benda yang sama dalam larangan, (لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ, laa tasjuduu li-sy-syamsi wa-laa li-l-qamari) yang berarti "janganlah tunduk kepada matahari dan jangan kepada bulan", lalu menyuruh tunduk kepada Allah yang menciptakannya. Dua ayat itu berbicara dari sisi berbeda dan tidak saling menafsirkan, tetapi keduanya menaruh matahari dan bulan di bawah penciptaan.
Urutan "ditundukkan, beredar sampai waktu yang ditentukan, lalu nama" muncul pula di 35:13, tetapi di sana nama yang menyusul adalah (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ, dzaalikumu llaahu rabbukum lahu l-mulku) yang berarti "demikianlah Allah, Tuhan kalian, milik-Nyalah kerajaan", langsung tanpa sela. Di surah ini kalimat itu baru datang di 39:6, sesudah sebutan Sang Digdaya dan Sang Pengampun di 39:5 dan rincian penciptaan manusia di awal ayat itu. Jadi 39:5 memasang dua sebutan di tempat yang di 35:13 langsung ditempati kalimat tentang Tuhan dan kerajaan.
Pola dari daftar ciptaan ke pasangan Sang Digdaya dan Sang Pengampun juga ada di 38:66, yang menyebut Tuhan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, lalu pasangan nama itu. Ayat 40:42 memakai pasangan yang sama sebagai tujuan seruan. Di 39:5 ampunan tidak dihubungkan dengan isi daftar ciptaan lewat kata apa pun, dan sambungan itu dibiarkan terbuka.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut langit dan bumi diciptakan dengan hak, dan ayat-ayat lain menyatakannya dalam bentuk penyangkalan, yaitu bahwa Allah tidak menciptakan langit dan bumi kecuali dengan hak (46:3, 30:8). Ruang yang ditempati pembaca, langit di atasnya dan bumi di bawahnya, dengan begitu disebut ciptaan yang ada dasarnya. Dasar itu tidak dirinci di 39:5, dan rincian tidak dikarang di sini. Pembaca dapat bertanya apa yang berubah pada cara memakai hari-hari bila tempat berdirinya disebut diciptakan dengan hak, dan tidak disebut hanya tersedia untuk dipakai?
- Pergantian malam dan siang disebut dengan kata kerja yang berlangsung, dan terjadi dalam dua arah: malam atas siang, lalu siang atas malam. Pembaca yang menutup hari dengan tidur dan membukanya dengan bangun berada di dalam peristiwa yang digambarkan ayat itu. Tiap petang dan tiap pagi dapat dibaca sebagai salah satu dari dua gerakan tersebut. Pembaca dapat memperhatikan apakah pergantian itu pernah terasa sebagai perbuatan Dia yang disebut di ujung ayat, atau terasa sebagai jadwal yang berjalan dengan sendirinya sejak bangun pagi.
- Matahari dan bulan di ayat ini ditundukkan dan beredar sampai waktu yang ditentukan. Ayat 41:37 melarang tunduk kepada keduanya dan menyuruh tunduk kepada Allah yang menciptakannya. Dua ayat itu menyebut benda yang sama dari dua sisi dan tidak saling menafsirkan. Pembaca yang pernah mengagumi sesuatu yang besar dan tampak kekal dapat mendengar di sini bahwa benda sebesar itu ditundukkan dan berbatas waktu. Apakah kekaguman itu bergeser ketika batasnya ikut disebut?
- Ungkapan waktu yang ditentukan dipakai di 39:5 untuk matahari dan bulan, dan di 39:42 untuk jiwa yang dilepaskan kembali sampai waktu yang ditentukan. Pembaca disebut dengan ungkapan yang sama seperti matahari dan bulan: baginya pun ada waktu yang ditentukan. Kapan waktu itu tiba tidak dinyatakan. Pembaca dapat menimbang urusan apa yang ditundanya seolah-olah waktunya milik sendiri, padahal waktu itu disebut sudah ditentukan.
- Ayat yang baru menyebut langit, bumi, malam, siang, matahari, dan bulan ditutup dengan dua nama, Sang Digdaya dan Sang Pengampun. Pembaca yang menempuh daftar seluas itu dapat membayangkan akan bertemu nama yang menunjuk kebesaran saja, dan nama kedua menyangkut kesalahan manusia. Ayat 38:66 dan 40:42 juga memasangkan kedua nama itu, dan 40:42 memakainya sebagai tujuan seruan kepada Allah. Apa yang diubah oleh nama kedua pada cara pembaca memandang nama pertama?
- Dalam surah ini kata ketahuilah berdiri tiga kali di depan pernyataan yang diberi tekanan: kemurnian bagi Allah di 39:3, dua nama di ayat ini, dan kerugian yang nyata di 39:15. Tiga tempat itu menandai apa yang bagi surah ini patut dipandang lebih dulu. Pembaca dapat menandai tempat-tempat itu di halamannya sendiri, lalu menimbang apakah perhatiannya biasa singgah di tempat yang sama dengan tanda-tanda tersebut, atau lebih sering berhenti pada hal lain di sekitarnya.