خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
Menciptakan kalian dari satu jiwa, kemudian, darinya Dia menjadikan pasangannya, dan Dia menurunkan untuk kalian delapan ekor hewan ternak yang berpasangan. Dia menciptakan kalian dalam perut ibu kalian, ciptaan sesudah ciptaan, dalam tiga kegelapan. Itu Allah, Tuhan kalian; milik-Nyalah kerajaan; tidak ada tuhan kecuali Dia; maka, bagaimana kalian dipalingkan?
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍkhalaqakum min nafsin waahidatinmenciptakan kalian dari satu jiwa
- ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَاtsumma ja'ala minhaa zawjahaakemudian, darinya Dia menjadikan pasangannya
- وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍwa-anzala lakum mina l-an'aami tsamaaniyata azwaajindan Dia menurunkan untuk kalian delapan ekor hewan ternak yang berpasangan
- يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍyakhluqukum fii buthuuni ummahaatikum khalqan min ba'di khalqin fii zhulumaatin tsalaatsinDia menciptakan kalian dalam perut ibu kalian, ciptaan sesudah ciptaan, dalam tiga kegelapan
- ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُdzaalikumu llaahu rabbukum lahu l-mulkuitu Allah, Tuhan kalian; milik-Nyalah kerajaan
- لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan kecuali Dia
- فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَfa-annaa tushrafuunamaka, bagaimana kalian dipalingkan
Terjemahan per kata (36 kata)
- خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
- مِنْmindari
- نَفْسٍnafsinjiwa
- وَاحِدَةٍwaahidatinsatu
- ثُمَّtsummakemudian
- جَعَلَja'alamenjadikan
- مِنْهَاminhaadarinya
- زَوْجَهَاzawjahaapasangannya
- وَأَنْزَلَwa-anzaladan menurunkan
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنَminadari
- الْأَنْعَامِl-an'aamibinatang ternak
- ثَمَانِيَةَtsamaaniyatadelapan
- أَزْوَاجٍazwaajinpasangan
- يَخْلُقُكُمْyakhluqukummenciptakan kalian
- فِيfiidalam
- بُطُونِbuthuuniperut
- أُمَّهَاتِكُمْummahaatikumibu-ibu kalian
- خَلْقًاkhalqanciptaan
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- خَلْقٍkhalqinciptaan
- فِيfiidalam
- ظُلُمَاتٍzhulumaatinkegelapan
- ثَلَاثٍtsalaatsintiga
- ذَٰلِكُمُdzaalikumudemikian itu
- اللَّهُllaahuAllah
- رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
- لَهُlahubaginya
- الْمُلْكُl-mulkukerajaan
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
- تُصْرَفُونَtushrafuunakalian dipalingkan
Inti bacaan
Susunan (ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ, tsamaaniyata azwaajin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:143 dan 39:6, dan hanya 6:143 dan 6:144 yang merinci jenis hewan ternaknya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ, khalaqakum min nafsin waahidatin) yang berarti "menciptakan kalian dari satu jiwa". Bentuk (نَفْسٍ وَاحِدَةٍ, nafsin waahidatin) muncul lima kali di lima surah, yaitu di 4:1, 6:98, 7:189, 31:28, dan 39:6. Kata kerja (خَلَقَكُمْ, khalaqakum) yang mendahuluinya sama dengan yang ada di 4:1 dan 7:189, sedangkan 6:98 memakai (أَنْشَأَكُمْ, ansya'akum) yang berarti "menumbuhkan kalian", dan 31:28 memakai (كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ, ka-nafsin waahidatin) yang berarti "seperti satu jiwa" dalam kalimat tentang penciptaan dan kebangkitan. Kalimat sesudahnya, (ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا, tsumma ja'ala minhaa zawjahaa) yang berarti "kemudian, darinya Dia menjadikan pasangannya", muncul sekali di Al-Qur'an. Ayat 7:189 memakai (وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا, wa-ja'ala minhaa zawjahaa) tanpa kata tsumma, dan 4:1 memakai (وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا, wa-khalaqa minhaa zawjahaa) dengan kata kerja lain. Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" menyusun dua peristiwa itu berurutan, dan cara pasangan itu dijadikan "darinya" tidak diuraikan di sini. Ayat 7:189 menambahkan tujuan, (لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا, li-yaskuna ilayhaa) yang berarti "agar ia tenteram kepadanya", dan 39:6 tidak memuat tujuan itu.
Kalimat berikutnya, (وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ, wa-anzala lakum mina l-an'aami tsamaaniyata azwaajin), memakai kata kerja (أَنْزَلَ, anzala) yang berarti "menurunkan". Rangkaian (وَأَنْزَلَ لَكُمْ, wa-anzala lakum) yang berarti "dan Dia menurunkan untuk kalian" muncul dua kali, yaitu di 27:60 untuk air dari langit dan di 39:6 untuk hewan ternak. Kata kerja yang sama dipakai pula untuk benda lain, yaitu (أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا, anzalnaa 'alaykum libaasan) yang berarti "Kami menurunkan kepada kalian pakaian" di 7:26 dan (وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ, wa-anzalnaa l-hadiida) yang berarti "dan Kami menurunkan besi" di 57:25. Kata (الْأَنْعَامِ, l-an'aami) yang berarti "hewan ternak" muncul tujuh belas kali di tiga belas surah, yaitu di 3:14, 4:119, 5:1, 6:136, 6:139, 6:142, 7:179, 16:66, 16:80, 22:28, 22:34, 23:21, 25:44, 35:28, 39:6, 42:11, dan 43:12.
Susunan (ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ, tsamaaniyata azwaajin) yang berarti "delapan ekor yang berpasangan" muncul dua kali, yaitu di 6:143 dan 39:6. Di 6:143 dan 6:144 delapan itu dirinci: sepasang dari domba, sepasang dari kambing, sepasang dari unta, dan sepasang dari sapi, masing-masing jantan dan betina. Di 39:6 rincian itu tidak ada. Akar kata ini, ز-و-ج, dalam (زَوْجَهَا, zawjahaa) di ayat yang sama berarti satu dari dua yang berpasangan, sehingga terjemahan memakai "ekor yang berpasangan" dan tidak memakai "pasang", yang akan terbaca sebagai enam belas ekor. Bentuk dual (زَوْجَيْنِ, zawjayni) di 11:40 dan 13:3 diterjemahkan "sepasang".
Kata kerja (يَخْلُقُكُمْ, yakhluqukum) yang berarti "Dia menciptakan kalian" berbentuk sedang berlangsung, sedangkan (خَلَقَكُمْ, khalaqakum) di awal ayat berbentuk selesai. Bentuk sedang berlangsung dengan akhiran "kalian" ini muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 39:6. Rangkaian (فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ, fii buthuuni ummahaatikum) yang berarti "dalam perut ibu kalian" muncul dua kali, yaitu di 39:6 dan 53:32, sedangkan 16:78 memakai (مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ, min buthuuni ummahaatikum) yang berarti "dari perut ibu kalian". Rangkaian (خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ, khalqan min ba'di khalqin) yang berarti "ciptaan sesudah ciptaan" muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 39:6, dan (فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ, fii zhulumaatin tsalaatsin) yang berarti "dalam tiga kegelapan" juga muncul sekali di sana. Ketiga kegelapan itu tidak dirinci. Ayat 23:14 menyebut tahap-tahap penciptaan dengan kata lain, (خَلْقًا آخَرَ, khalqan aakhara) yang berarti "ciptaan yang lain", dan tidak menyebut tiga kegelapan. Terjemahan memakai "ciptaan" untuk khalqun di kedua tempat, karena "kejadian" sudah dipakai untuk akar ن-ش-أ.
Bagian penutup memuat tiga kalimat yang beruntun. Kalimat (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ, dzaalikumu llaahu rabbukum) yang berarti "demikianlah Allah, Tuhan kalian" muncul enam kali di lima surah, yaitu di 6:102, 10:3, 35:13, 39:6, 40:62, dan 40:64. Di antara keenamnya, dua ayat langsung melanjutkan dengan (لَهُ الْمُلْكُ, lahu l-mulku) yang berarti "milik-Nyalah kerajaan", yaitu 35:13 dan 39:6. Rangkaian (لَهُ الْمُلْكُ, lahu l-mulku) muncul lima kali, yaitu di 2:247, 6:73, 35:13, 39:6, dan 64:1. Sesudah itu 35:13 melanjutkan dengan (وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ, wa-lladziina tad'uuna min duunihi) yang berarti "dan orang-orang yang kalian seru selain Dia", sedangkan 39:6 melanjutkan dengan (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "tidak ada tuhan kecuali Dia".
Pertanyaan terakhir, (فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ, fa-annaa tushrafuuna) yang berarti "maka, bagaimana kalian dipalingkan", muncul dua kali, yaitu di 10:32 dan 39:6. Pertanyaan serupa dengan kata kerja lain, (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna), muncul empat kali, yaitu di 6:95, 10:34, 35:3, dan 40:62. Di 35:3 dan 40:62 kalimat itu datang tepat sesudah (لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, laa ilaaha illaa huwa), seperti di 39:6. Rangkaian dua kalimat itu, tiada tuhan kecuali Dia lalu pertanyaan tentang dipalingkan, muncul tiga kali, yaitu di 35:3, 39:6, dan 40:62. Terjemahan memakai "dipalingkan" untuk kedua kata kerja, yaitu tushrafuuna dan tu'fakuuna, karena kedua-duanya menempati kedudukan yang sama setelah pernyataan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini bergerak dari asal yang paling jauh menuju pertanyaan yang paling dekat. Urutannya dari satu jiwa, turun ke pasangannya, ke hewan ternak, ke perut ibu, lalu berhenti pada sebuah nama dan sebuah pertanyaan. Penciptaan dari satu jiwa, penurunan hewan ternak, dan penciptaan dalam perut ibu memakai kata "kalian" atau "untuk kalian", sehingga pembaca sendiri berada di tahap-tahap itu. Ayat-ayat sebelumnya di surah ini berbicara tentang Kitab, tentang orang-orang yang mengambil pelindung, dan tentang langit dan bumi. Ayat ini adalah tempat surah pertama kali memakai "kalian" dan menyapa pembacanya secara jamak, sesudah 39:2 menyapa satu orang dengan "kepadamu".
Ayat 39:5 menyebut ciptaan yang besar dan jauh, yaitu langit, bumi, matahari, dan bulan. Ayat 39:6 menyebut ciptaan yang dekat, yaitu manusia sendiri dan hewan ternak yang bersamanya. Sebutan di ujung 39:5 adalah Sang Digdaya dan Sang Pengampun, sedangkan di ujung 39:6 adalah "Allah, Tuhan kalian", disusul pernyataan bahwa kerajaan milik-Nya.
Rangkaian terakhir, nama, kepemilikan, penafian tuhan lain, dan pertanyaan, memiliki padanan di 35:13 dan 35:3 serta 40:62. Ayat 35:13 mengantar nama dan kerajaan itu kepada orang-orang yang diseru selain Dia, sedangkan 39:6 mengantarnya kepada pernyataan tiada tuhan kecuali Dia. Ayat 35:3 dan 40:62 menempatkan pernyataan itu persis sebelum pertanyaan tentang dipalingkan, dan 39:6 mengikuti susunan yang sama. Pertanyaan itu menanyakan bagaimana dan tidak menanyakan apakah, sehingga pertanyaan itu berlaku bagi pembaca yang sudah memegang semua pernyataan sebelumnya. Ayat tidak mengatakan ke arah mana kalian dipalingkan dan tidak mengatakan oleh siapa.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut bahwa kalian, yaitu semua orang yang disapa, diciptakan dari satu jiwa. Ayat 4:1 dan 7:189 memakai rumusan yang sama untuk menyapa manusia. Pembaca yang menghitung perbedaan antara dirinya dan orang yang paling berbeda darinya mendapati ayat ini menaruh keduanya pada satu titik awal. Ayat tidak menyebut siapa jiwa itu dan tidak merinci lebih jauh. Perbedaan yang selama ini dirasa besar dapat ditimbang ulang dengan ukuran asal yang satu itu, dan dengan Dia yang disebut sebagai penciptanya.
- Pasangan di ayat ini dijadikan darinya, dari jiwa yang satu itu. Ayat 7:189 menambahkan tujuan bagi pasangan itu, yaitu agar yang satu tenteram kepada yang lain. Pembaca yang hidup dengan pasangan, atau yang pernah mencari pasangan, dapat membaca keterkaitan itu sebagai asal bersama. Cara hal itu terjadi tidak diuraikan di 39:6. Kedekatan yang terasa di antara dua orang dengan begitu dapat ditimbang sebagai bagian dari ciptaan Allah.
- Hewan ternak di ayat ini digambarkan diturunkan untuk kalian, dengan kata kerja yang sama dengan air dari langit di 27:60. Pembaca yang menyebut makanan di mejanya sebagai hasil kerja sendiri mendapati ayat ini memakai kata "diturunkan" untuk sesuatu yang biasanya terasa hasil tangan manusia. Ayat ini menyebut bahan yang dikerjakan sebagai sesuatu yang diturunkan untuk kalian. Apakah ucapan terima kasih dalam hidup pembaca lebih sering tertuju kepada yang mengerjakan atau kepada yang menurunkan bahannya?
- Pembaca tidak dapat mengingat masa dalam perut ibu, dan ayat ini menyebutnya sebagai ciptaan sesudah ciptaan dalam tiga kegelapan tanpa merinci apa pun. Ada fase dalam hidup pembaca yang berlangsung tanpa disadari dan tanpa keikutsertaannya, dan Dia yang disebut di ujung ayat adalah pelaku yang menciptakannya. Kesadaran pembaca yang terasa sebagai pusat hidupnya dengan begitu baru dimulai jauh sesudah penciptaan dimulai. Syukur atas fase yang tak diingat itu bersandar pada keterangan ayat.
- Kata kerja "menciptakan kalian dalam perut ibu" memakai bentuk sedang berlangsung, sedangkan "menciptakan kalian dari satu jiwa" di awal ayat memakai bentuk selesai. Dalam satu ayat, penciptaan manusia pertama disebut telah selesai, dan penciptaan tiap orang di dalam perut ibunya disebut berlangsung. Pembaca yang menganggap asalnya sebagai peristiwa yang jauh dapat membaca bahwa ayat ini memasukkan dirinya ke dalam peristiwa yang terus terjadi, dan penciptanya adalah Allah yang sama. Apa yang berubah pada cara pembaca memandang hari ini bila ia ikut dalam proses yang belum rampung itu?
- Setelah rangkaian asal yang panjang, ayat ini berhenti pada sebutan "Allah, Tuhan kalian", lalu kerajaan, lalu penafian tuhan lain. Pembaca yang mengikuti urutan itu dari jiwa yang satu sampai perut ibu mendapati bahwa semua asal yang tadi disebut ditujukan pada satu nama. Dalam hidup sehari-hari pembaca bisa menghitung asal-asal yang ia hargai, dan mencatat apakah rangkaian itu berakhir pada nama ini atau pada nama lain. Ayat mengarahkan penghitungan itu kepada Tuhan.
- Ayat ini ditutup dengan pertanyaan, "bagaimana kalian dipalingkan?", dan tidak ditutup dengan perintah. Pertanyaan itu menanyakan caranya, tidak menanyakan kemungkinannya, sehingga pertanyaan itu mengandaikan bahwa pembaca mungkin sedang berada dalam keadaan dipalingkan tanpa menyadarinya. Ayat tidak mengatakan ke arah mana pembaca dipalingkan atau oleh siapa. Pembaca dapat menandai sesuatu dalam hidupnya yang menahan perhatiannya dari Allah, lalu bertanya bagaimana hal itu bisa menjadi sedemikian kuat?