أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ataukah orang yang taat pada waktu-waktu malam dalam keadaan tunduk dan berdiri, takut pada akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya hanya orang-orang yang berpikiran sehat yang mengambil pelajaran.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًاam-man huwa qaanitun aanaa'a l-layli saajidan wa-qaa'imanataukah orang yang taat pada waktu-waktu malam dalam keadaan tunduk dan berdiri
  2. يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِyahdzaru l-aakhirata wa-yarjuu rahmata rabbihitakut pada akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya
  3. قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَqul hal yastawii lladziina ya'lamuuna wa-lladziina laa ya'lamuunakatakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui
  4. إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِinnamaa yatadzakkaru uluu l-albaabisesungguhnya hanya orang-orang yang berpikiran sehat yang mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. أَمَّنْammanataukah siapa
  2. هُوَhuwaia
  3. قَانِتٌqaanitunyang taat
  4. آنَاءَaanaa'awaktu-waktu
  5. اللَّيْلِl-laylimalam
  6. سَاجِدًاsaajidantunduk
  7. وَقَائِمًاwa-qaa'imandan berdiri
  8. يَحْذَرُyahdzaruwaspada
  9. الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
  10. وَيَرْجُوwa-yarjuudan mengharapkan
  11. رَحْمَةَrahmatarahmat
  12. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  13. قُلْqulkatakanlah
  14. هَلْhalapakah
  15. يَسْتَوِيyastawiisama
  16. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  17. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
  18. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  19. لَاlaatidak
  20. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
  21. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  22. يَتَذَكَّرُyatadzakkarumengambil pelajaran
  23. أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
  24. الْأَلْبَابِl-albaabiakal

Inti bacaan

Susunan (إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ, innamaa yatadzakkaru uluu l-albaabi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:19 dan 39:9, dan di 13:19 orang yang mengetahui dibandingkan dengan orang yang buta.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ, am-man huwa qaanitun) yang berarti "ataukah orang yang taat". Kata am-man tersusun dari am, "ataukah", dan man, "siapa". Bentuk am-man muncul sebelas kali di empat surah, yaitu 10:31, 10:35, 27:60, 27:61, 27:62, 27:63, 27:64, 39:9, 67:20, 67:21, dan 67:22. Susunan am-man huwa dengan kata ganti huwa sesudahnya hanya muncul di 39:9. Kata (قَانِتٌ, qaanitun) yang berarti "yang taat" berakar ق-ن-ت. Bentuk pelaku jantan ini, termasuk jamaknya, muncul delapan kali, yaitu di 2:116, 2:238, 3:17, 16:120, 30:26, 33:35, 39:9, dan 66:12. Terjemahan memakai "taat" di 2:238 ("dengan taat"), 3:17, 16:120, 33:35, 39:9, dan 66:12. Di 2:116 dan 30:26 segala yang di langit dan di bumi disebut qaanit, dan terjemahannya "tunduk" atau "tunduk patuh". Di 39:9 kata "tunduk" dipakai untuk saajidan, sehingga qaanitun memakai "taat" agar dua kata Arab dalam satu ayat tidak jatuh pada satu kata Indonesia.

Kata (آنَاءَ اللَّيْلِ, aanaa'a l-layli) yang berarti "waktu-waktu malam" memuat aanaa'a, bentuk jamak dari akar أ-ن-ي. Kata aanaa' sebagai kata benda muncul tiga kali, yaitu di 3:113, 20:130, dan 39:9, dan terjemahan di ketiganya "waktu-waktu malam". Ayat 3:113 memuat (آنَاءَ اللَّيْلِ, aanaa'a l-layli) yang sama persis dengan 39:9, disusul (وَهُمْ يَسْجُدُونَ, wa-hum yasjuduuna) yang berarti "sedang mereka tunduk". Akar ق-و-م, ل-ي-ل, dan س-ج-د berada dalam satu ayat hanya di 3:113 dan 39:9. Jamak aanaa' berarti ayat ini menyebut beberapa saat dalam malam, tidak satu saat.

Kata (سَاجِدًا وَقَائِمًا, saajidan wa-qaa'iman) yang berarti "dalam keadaan tunduk dan berdiri" memuat dua kata yang menerangkan keadaan orang tadi. Kata saajidan berakar س-ج-د dan diterjemahkan "tunduk" sesuai padanan akar itu, seperti di 3:113. Bentuk saajidan hanya muncul di 39:9. Kata qaa'iman, termasuk yang diawali wa, muncul lima kali, yaitu di 3:18, 3:75, 10:12, 39:9, dan 62:11. Terjemahan memakai "berdiri" seperti di 62:11 dan di 10:12, (قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا, qaa'idan aw qaa'iman) yang berarti "duduk, atau berdiri". Di 3:18 kata itu disusul bi-l-qisthi dan terjemahannya "yang menegakkan keadilan", sehingga susunannya lain.

Kata (يَحْذَرُ الْآخِرَةَ, yahdzaru l-aakhirata) yang berarti "takut pada akhirat" berakar ح-ذ-ر. Bentuk yahdzaru muncul dua kali, yaitu di 9:64 dan 39:9. Di 9:64 sesudahnya ada anak kalimat tentang surah yang diturunkan, sedangkan di 39:9 sasarannya kata benda langsung, al-aakhirata. Susunan serupa ada di 2:19 dan 2:243, (حَذَرَ الْمَوْتِ, hadzara l-mawti) yang berarti "takut akan kematian", dan terjemahan memakai "takut" di tiga tempat itu. Kata (وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ, wa-yarjuu rahmata rabbihi) yang berarti "dan mengharapkan rahmat Tuhannya" berakar ر-ج-و, dan akar itu bersama ر-ح-م dalam satu ayat di 2:218, 17:28, 17:57, 28:86, dan 39:9. Akar ر-ج-و dan ح-ذ-ر berada dalam satu ayat hanya di 17:57 dan 39:9. Di 17:57, (وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ, wa-yarjuuna rahmatahu wa-yakhaafuuna 'adzaabahu) yang berarti "dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya", azab menjadi sasaran rasa takut, sedangkan di 39:9 sasarannya akhirat sendiri.

Kata (قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ, qul hal yastawii lladziina ya'lamuuna wa-lladziina laa ya'lamuuna) yang berarti "katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui" memuat pertanyaan hal yastawii. Bentuk hal yastawii muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:50, 13:16, 16:76, dan 39:9, dan bentuk dualnya hal yastawiyaani muncul di 11:24 dan 39:29. Susunan qul hal yastawii ada di 6:50, 13:16, dan 39:9. Di 6:50 dan 13:16 orang yang buta dibandingkan dengan orang yang melihat, sedangkan di 39:9 yang mengetahui dibandingkan dengan yang tidak mengetahui. Kata ya'lamuuna di ayat ini tidak memiliki objek. Di 13:19, (أَفَمَنْ يَعْلَمُ, a-fa-man ya'lamu) yang berarti "apakah orang yang mengetahui" disusul objeknya, yaitu bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu kebenaran.

Ayat ini ditutup dengan (إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ, innamaa yatadzakkaru uluu l-albaabi) yang berarti "sesungguhnya hanya orang-orang yang berpikiran sehat yang mengambil pelajaran". Susunan lengkap ini muncul dua kali, yaitu di 13:19 dan 39:9, dan bentuk pelaku yatadzakkaru sendiri muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 13:19, 20:44, 35:37, 39:9, 40:13, 79:35, dan 89:23. Kalimat dengan pola yang sama tetapi memakai maa yadzdzakkaru illaa uluu l-albaabi ada di 2:269 dan 3:7. Terjemahan memakai "mengambil pelajaran" di keempat ayat itu. Kata al-albaabi berakar ل-ب-ب dan berbentuk jamak, dan muncul 16 kali di 10 surah, yaitu 2:179, 2:197, 2:269, 3:7, 3:190, 5:100, 12:111, 13:19, 14:52, 38:29, 38:43, 39:9, 39:18, 39:21, 40:54, dan 65:10. Terjemahan memakai "berpikiran sehat" di 38:43, 39:9, 39:18, dan 39:21, dan "berakal" atau "berakal sehat" di ayat lainnya.

Tafsiran

Ayat ini menaruh satu gambaran orang di samping satu pertanyaan dan satu pernyataan. Gambarannya adalah orang yang taat pada waktu-waktu malam, tunduk dan berdiri, takut pada akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya. Pertanyaannya apakah orang yang mengetahui sama dengan yang tidak mengetahui. Pernyataannya, hanya orang berpikiran sehat yang mengambil pelajaran. Kalimat pertama dibuka dengan am-man tanpa pembanding yang ditulis, dan pertanyaan sesudahnya menaruh dua golongan berhadapan tanpa menyebut siapa yang dimaksud.

Ayat 39:8 menggambarkan manusia lewat peristiwa yang bergantian, yaitu mudarat, nikmat, lalu lupa. Ayat 39:9 menggambarkan orang yang taat lewat keadaan yang menetap, karena qaanitun berbentuk pelaku dan diikuti keterangan waktu dan keadaan. Ayat 39:9 tidak menyebut mudarat ataupun nikmat. Dua gambaran itu bersebelahan, dan ayat tidak menyatakan bahwa orang di 39:9 adalah lawan orang di 39:8, walaupun dibuka dengan am.

Kalimat tentang takut dan harap menaruh dua arah batin dalam satu orang. Ayat 17:57 memuat pasangan yang sama, harap dan takut, tetapi sasaran takutnya azab, sedangkan di 39:9 sasarannya akhirat. Dalam satu ayat, orang yang taat itu diperlihatkan menghadap ke dua sisi sekaligus, ke akhirat yang ditakuti dan ke rahmat yang diharapkan, dan tidak ada kalimat yang memilih salah satu.

Pertanyaan hal yastawii memakai bentuk yang sama dengan 6:50 dan 13:16, tempat orang buta dibandingkan dengan orang yang melihat. Di 39:9 orang yang mengetahui dibandingkan dengan yang tidak mengetahui, tanpa objek bagi pengetahuan itu. Ayat 13:19 memuat pertanyaan yang sama dengan objek pengetahuan yang disebut dan berakhir dengan kalimat penutup yang sama dengan 39:9. Perbedaan itu dapat dibaca sebagai berikut: di 39:9 pengetahuan digambarkan lewat orang yang memilikinya, dengan tunduk, berdiri, takut, dan harap sebagai tandanya.

Kalimat penutup menjawab pertanyaan itu secara tidak langsung: yang mengambil pelajaran hanya orang berpikiran sehat. Ayat 39:18 menjelaskan siapa mereka, yaitu yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik di antaranya. Ayat 39:10 kemudian memanggil hamba-hamba yang beriman dengan perintah bertakwa kepada Tuhan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut orang yang taat pada waktu-waktu malam, dengan kata jamak, sehingga ayat menggambarkan beberapa saat dalam malam, tidak satu peristiwa. Orang itu tunduk dan berdiri, dua gerak yang tidak memerlukan penonton. Pembaca yang menilai ketaatan dari yang tampak di siang hari dapat memeriksa apa yang tetap dilakukannya ketika tidak ada yang melihat. Ayat ini tidak menyebut orang di sekitarnya dan tidak menyebut apa pun yang diperolehnya dari malam itu. Pada waktu-waktu malam miliknya, apa yang dikerjakan pembaca di hadapan Tuhannya, dan siapa yang tahu?
  • Orang dalam ayat ini takut pada akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya dalam satu kalimat, tanpa kata yang memilih salah satu. Pembaca dapat memeriksa mana yang lebih sering hadir dalam dirinya. Rasa takut tanpa harap dapat membuat seseorang menjauh dari apa yang ditakutinya, dan harap tanpa takut dapat membuat urusan menjadi terlalu ringan. Ayat tidak menjelaskan akibat masing-masing, tetapi susunannya menaruh keduanya berdampingan. Apakah dalam doa terakhir pembaca kepada Tuhannya, takut dan harap hadir bersama, atau salah satu sudah lama tidak terdengar?
  • Pertanyaan tentang orang yang mengetahui dan yang tidak mengetahui tidak menyebut apa yang diketahui. Di 13:19 pengetahuan itu bermuatan, yaitu bahwa apa yang diturunkan dari Tuhan itu kebenaran. Di 39:9 pembaca tidak diberi muatan itu, tetapi diberi gambaran orang yang punya pengetahuan, yaitu orang yang tunduk, berdiri, takut, dan berharap. Pembaca yang mengumpulkan banyak pengetahuan dapat bertanya kepada dirinya, apakah pengetahuan itu sudah menggerakkan tubuhnya seperti yang digerakkan pada orang di ayat ini? Pengetahuan mana yang paling banyak dimiliki pembaca, dan apa yang berubah pada cara pembaca berdiri setelah mengetahuinya?
  • Ayat ini menutup pertanyaan apakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui tanpa menulis jawaban. Jawabannya tidak disebut, dan kalimat berikutnya menyatakan siapa yang mengambil pelajaran. Pertanyaan itu menaruh dua golongan berhadapan, dan pembaca dibiarkan menempatkan dirinya. Pertanyaan itu dapat dibaca sebagai undangan untuk menimbang. Bila pertanyaan itu diajukan kepada pembaca hari ini, di pihak mana pembaca merasa paling lama berada belakangan ini, dan mengapa jawabannya sulit diucapkan keras-keras?
  • Kata mengambil pelajaran dalam ayat ini bersifat kerja: pelajaran harus diambil oleh orang yang berpikiran sehat, dan tidak jatuh dengan sendirinya. Ayat 39:18 menggambarkan pekerjaan itu sebagai mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik di antaranya, dan menyebut mereka orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Orang bisa mendengar banyak perkataan dalam sehari tanpa mengikuti satu pun. Perkataan terakhir yang pembaca dengar dan ia ikuti, sampai kepada tindakan, perkataan apa?
  • Yang diharapkan orang dalam ayat ini adalah rahmat Tuhannya. Kata yang dipakai ayat itu berbeda dari kata pahala, yang muncul di ayat berikutnya untuk orang-orang yang sabar. Pembaca yang menghitung ibadahnya sebagai tabungan pahala dapat memeriksa apakah dalam harapannya ada tempat untuk rahmat, yaitu sesuatu yang tidak ditentukan oleh jumlah. Ayat ini juga menyebut Tuhan sebagai Tuhan orang itu sendiri, dengan akhiran yang menunjuk kepadanya. Hubungan seperti apa yang ditanamkan oleh akhiran itu pada orang yang berdiri di waktu-waktu malam?