قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan kalian.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini ada kebaikan; dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْqul yaa 'ibaadi lladziina aamanuu ttaquu rabbakumkatakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan kalian
  2. لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌli-lladziina ahsanuu fii haadzihi d-dunyaa hasanatunbagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini ada kebaikan
  3. وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌwa-ardhu llaahi waasi'atundan bumi Allah itu luas
  4. إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍinnamaa yuwaffaa sh-shaabiruuna ajrahum bi-ghayri hisaabinsesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. يَاyaawahai
  3. عِبَادِ'ibaadihamba-hamba-Ku
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. آمَنُواaamanuuberiman
  6. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  7. رَبَّكُمْrabbakumTuhan kalian
  8. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  9. أَحْسَنُواahsanuumereka berbuat baik
  10. فِيfiidi
  11. هَٰذِهِhaadzihiini
  12. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  13. حَسَنَةٌhasanatunkebaikan
  14. وَأَرْضُwa-ardhudan bumi
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. وَاسِعَةٌwaasi'atunyang luas
  17. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  18. يُوَفَّىyuwaffaadisempurnakan
  19. الصَّابِرُونَsh-shaabiruunaorang-orang yang sabar
  20. أَجْرَهُمْajrahumpahala mereka
  21. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  22. حِسَابٍhisaabinperhitungan

Inti bacaan

Frasa (أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ, ajrahum bi-ghayri hisaabin) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 39:10, dan bi-ghayri hisaabin sendiri muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 2:212, 3:27, 3:37, 24:38, 38:39, 39:10, dan 40:40.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا, qul yaa 'ibaadi lladziina aamanuu) yang berarti "katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang beriman". Kata 'ibaadi adalah jamak dari 'abd, "hamba", berakar ع-ب-د, dengan akhiran -i yang berarti "-Ku". Bentuk yaa 'ibaadi muncul tiga kali di dua surah, yaitu 39:10, 39:16, dan 43:68, sedangkan bentuk yaa 'ibaadiya dengan huruf ya di ujungnya ada di 29:56 dan 39:53. Pemilik hamba-hamba itu dapat dikenali dari 39:16, (ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ, dzaalika yukhawwifu llaahu bihi 'ibaadahu) yang berarti "demikianlah Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengannya", disusul (يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ, yaa 'ibaadi fa-ttaquuni) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku, bertakwalah kepada-Ku". Kalimat pertama di sana menyebut hamba-hamba milik Allah, dan seruan yaa 'ibaadi menyusul tanpa pergantian pembicara. Kata (اتَّقُوا رَبَّكُمْ, ttaquu rabbakum) yang berarti "bertakwalah kepada Tuhan kalian" berakar و-ق-ي, dan bentuk ittaquu rabbakum, dengan harakat akhir kata diabaikan, muncul empat kali, yaitu di 4:1, 22:1, 31:33, dan 39:10. Di 4:1, 22:1, dan 31:33 perintah itu ditujukan kepada manusia secara umum, sedangkan di 39:10 kepada orang-orang yang beriman.

Kalimat (لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ, li-lladziina ahsanuu fii haadzihi d-dunyaa hasanatun) yang berarti "bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini ada kebaikan" muncul dua kali dengan susunan yang sama persis, yaitu di 16:30 dan 39:10. Bentuk li-lladziina ahsanuu, "bagi orang-orang yang berbuat baik", muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:172, 10:26, 16:30, dan 39:10. Kata ahsanuu berakar ح-س-ن. Bentuk hasanatun muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 3:120, 4:78, 9:50, 16:30, 33:21, 39:10, 60:4, dan 60:6. Di 33:21, 60:4, dan 60:6 kata itu menerangkan uswatun, "teladan", sedangkan di 3:120, 4:78, 9:50, 16:30, dan 39:10 kata itu berdiri sendiri sebagai kata benda tanpa kata sandang, "kebaikan". Frasa fii haadzihi d-dunyaa, "di dunia ini", muncul lima kali di lima surah, yaitu 7:156, 11:60, 16:30, 28:42, dan 39:10. Terjemahan menulis "ada" karena kalimat ini tidak memuat kata kerja. Di 16:30 kalimat itu disusul (وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ, wa-la-daaru l-aakhirati khayrun) yang berarti "dan sungguh negeri akhirat lebih baik", sedangkan di 39:10 disusul kalimat tentang bumi.

Kata (وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ, wa-ardhu llaahi waasi'atun) yang berarti "dan bumi Allah itu luas" memuat waasi'atun, sifat dari akar و-س-ع yang berarti luas. Bentuk waasi'atun muncul dua kali, yaitu di 29:56 dan 39:10, dan bentuk waasi'atan di 4:97. Susunan ardhu llaahi, "bumi Allah", ada dua kali, yaitu di 4:97 dan 39:10. Ayat 4:97 memuat pertanyaan para malaikat kepada orang-orang yang menyebut diri tertindas di bumi, dan pertanyaan itu menyebut bumi Allah luas, lalu disusul fa- dengan kata kerja lain. Ayat 29:56 memuat (يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ, yaa 'ibaadiya lladziina aamanuu inna ardhii waasi'atun) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas", lalu disusul perintah mengabdi. Di 39:10 kalimat tentang luasnya bumi tidak disusul kata kerja ataupun perintah, dan langsung disambung kalimat penutup.

Kalimat penutup, (إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ, innamaa yuwaffaa sh-shaabiruuna ajrahum bi-ghayri hisaabin) yang berarti "sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan", memuat kata kerja yuwaffaa dalam bentuk pasif, sehingga pelaku penyempurnaan tidak disebut. Terjemahan memakai "disempurnakan" seperti tuwaffaa di 2:281 dan 16:111, dan seperti tuwaffawna di 3:185. Di 35:30 bentuk aktif li-yuwaffiyahum diterjemahkan "menyempurnakan" dengan Allah sebagai pelaku. Kata sh-shaabiruuna, "orang-orang yang sabar", muncul dua kali dengan akhiran itu, yaitu di 28:80 dan 39:10. Di 28:80, (وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ, wa-laa yulaqqaahaa illaa sh-shaabiruuna) yang berarti "dan tidak akan memperolehnya kecuali orang-orang yang sabar", pembatasnya illaa, sedangkan di 39:10 pembatasnya innamaa. Kata ajrahum, "pahala mereka", muncul enam kali di empat surah, yaitu 16:96, 16:97, 28:54, 39:10, 39:35, dan 57:27. Frasa bi-ghayri hisaabin, "tanpa perhitungan", muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 2:212, 3:27, 3:37, 24:38, 38:39, 39:10, dan 40:40. Di 2:212, 3:27, 3:37, dan 24:38 frasa itu menyertai kata kerja memberi rezeki dengan Allah sebagai pelaku, dan gabungan ajrahum bi-ghayri hisaabin hanya muncul di 39:10.

Tafsiran

Ayat ini terdiri dari empat bagian yang berurutan. Gerakan pertama adalah panggilan dan perintah bertakwa. Gerakan kedua adalah kebaikan di dunia ini bagi orang yang berbuat baik. Gerakan ketiga adalah luasnya bumi Allah. Gerakan keempat adalah pahala yang disempurnakan tanpa perhitungan bagi orang yang sabar. Keempatnya tidak dihubungkan dengan kata yang menyatakan sebab atau akibat. Pembaca diberi empat pernyataan berurutan dan harus menimbang sendiri bagaimana letaknya satu terhadap yang lain.

Gerakan pertama dan ketiga sama-sama ada di 29:56, tempat 'ibaadiya lladziina aamanuu disusul bumi yang luas, lalu perintah mengabdi. Di 39:10 urutannya diganti. Setelah panggilan, perintahnya bertakwa, lalu disambung janji kebaikan dan sabar, dan luasnya bumi diselipkan di tengah. Gerakan kedua ada di 16:30 dalam susunan yang persis sama, tetapi di sana kalimat itu dikutip sebagai jawaban orang-orang yang bertakwa atas pertanyaan tentang apa yang diturunkan Tuhan mereka. Di 39:10 kalimat yang sama menjadi bagian dari ucapan yang diperintahkan kepada penerima ayat untuk disampaikan.

Luasnya bumi di 4:97 dipakai malaikat untuk bertanya kepada orang-orang yang menyebut dirinya tertindas, dan di 29:56 dipakai sebagai alasan bagi perintah mengabdi. Di 39:10 kalimat itu tidak disertai pertanyaan dan tidak disertai perintah. Letaknya di antara kebaikan di dunia dan pahala orang yang sabar membuka dua pembacaan. Pembacaan pertama menaruhnya sebagai kabar tentang ruang yang tersedia. Pembacaan kedua menaruhnya sebagai latar bagi orang yang sabar, yaitu orang yang berada di tempat yang sempit. Ayat tidak memilih salah satunya.

Dari sisi alur surah, 39:9 menggambarkan satu orang yang taat, dan 39:10 beralih ke seruan jamak kepada hamba-hamba yang beriman. Ayat 39:11 kemudian memakai perintah qul lagi, dan 39:12 melanjutkannya. Isinya ucapan tentang diri sendiri, yaitu perintah untuk menyembah dan menjadi orang pertama yang berserah diri. Dengan begitu 39:10 menaruh perintah bertakwa kepada orang lain sebelum ucapan yang menyangkut diri penyampainya.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah bertakwa di ayat ini didahului sebutan hamba-hamba-Ku yang beriman. Susunan itu menaruh hubungan lebih dulu, dan perintah menyusul sesudahnya. Di 43:68 panggilan yang sama dipakai untuk menyampaikan bahwa tidak ada ketakutan atas mereka. Pembaca dapat memeriksa urutan itu dalam ingatannya sendiri: siapa yang memanggilnya lebih dulu, dan siapa yang langsung memerintah? Dalam hubungannya dengan Tuhan, pembaca memegang urutan yang mana?
  • Perintah bertakwa kepada Tuhan kalian di ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang sudah beriman, dan bentuk yang sama di 22:1 dan 31:33 ditujukan kepada manusia secara umum. Orang yang beriman tidak dibebaskan dari perintah itu. Pembaca yang menganggap iman sebagai status yang selesai dapat melihat bahwa ayat ini terus berbicara kepada orang-orang beriman dengan kata kerja perintah. Kalau perintah itu masih dialamatkan kepada pembaca, perintah apa yang selama ini dianggap pembaca sudah lewat?
  • Kebaikan dalam ayat ini disebut berada di dunia ini, dengan kata penunjuk dekat, bagi orang yang berbuat baik, dan kalimat itu tidak menyebut tempat lain. Kalimat yang sama di 16:30 disusul pernyataan bahwa negeri akhirat lebih baik, sedangkan di 39:10 disusul kalimat tentang bumi. Ayat tidak merinci kebaikan apa yang dimaksud. Pembaca dapat menengok hari-harinya sendiri dan bertanya kebaikan mana yang sudah datang tanpa pernah dihubungkan dengan perbuatannya. Kebaikan apa yang kemarin diterima pembaca, dan perbuatan apa yang berada di baliknya?
  • Bumi disebut milik Allah dan luas, tanpa perintah atau pertanyaan di dekatnya. Di 4:97 kalimat tentang bumi luas ditanyakan kepada orang-orang yang menyebut diri tertindas, dan di 29:56 kalimat itu mendahului perintah mengabdi. Pembaca yang merasa terkurung oleh pekerjaan, rumah, atau keadaan dapat menimbang apakah kata sempit yang dipakainya berasal dari ruang yang benar-benar tertutup. Ayat tidak mengatakan bahwa pembaca harus pergi. Ayat hanya menyebut luasnya bumi, dan pembaca tetap perlu memeriksa ukuran ruang di sekelilingnya. Tempat mana yang selama ini disebut pembaca tidak memberi pilihan, dan sudah seberapa jauh pembaca mencari?
  • Pahala orang yang sabar di ayat ini disebut tanpa perhitungan, dan frasa yang sama di 2:212, 3:27, 3:37, dan 24:38 dipakai untuk rezeki yang diberikan Allah. Pembaca dapat saja menghitung berapa lama bersabar, berapa kali menahan diri, dan berapa banyak yang sudah dikorbankan. Ayat ini menaruh hitungan itu di luar. Kalau pahalanya tidak dihitung, apa yang tersisa dari catatan yang selama ini dipegang pembaca sebagai bukti kesabarannya, dan buat siapa catatan itu ditulis?
  • Kata kerja disempurnakan dalam ayat ini berbentuk pasif, sehingga pelakunya tidak disebut. Di 35:30 bentuk aktif dari kata yang sama menyebut Allah sebagai pelaku, dan itu memberi dasar untuk membaca 39:10 dengan pelaku yang sama, walaupun 39:10 sendiri tidak menyebutnya. Pembaca yang sedang bersabar dapat berharap ada yang melihat dan membalas. Ayat ini menyebut hasilnya dan membiarkan pelakunya tidak tertulis. Bagaimana cara pembaca bersabar bila tidak ada nama yang tertulis di ujung kesabarannya, dan siapa yang ia bayangkan membaca catatannya?
  • Kata innamaa membatasi pahala yang disempurnakan itu pada orang-orang yang sabar. Di 28:80 pembatasnya illaa, dan yang memperoleh juga orang-orang yang sabar saja. Dua ayat itu tidak menyebut jalan lain menuju pahala tersebut. Pembaca yang berharap mendapat hasil tanpa melalui sabar dapat memeriksa apa yang diharapkannya dan apakah ayat ini menyebutnya. Bila ayat menyebut sabar saja, apa lagi yang selama ini ditambahkan pembaca ke dalam daftar syarat itu?