وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ

dan aku diperintahkan untuk menjadi orang pertama yang berserah diri.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَwa-umirtu li-an akuuna awwala l-muslimiinadan aku diperintahkan untuk menjadi orang pertama yang berserah diri

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَأُمِرْتُwa-umirtudan aku diperintahkan
  2. لِأَنْli-ankarena
  3. أَكُونَakuunaaku menjadi
  4. أَوَّلَawwalaorang pertama
  5. الْمُسْلِمِينَl-muslimiinaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Susunan (أَكُونَ أَوَّلَ, akuuna awwala) muncul 2 kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:14 dan 39:12.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَأُمِرْتُ, wa-umirtu) yang berarti "dan aku diperintahkan". Huruf wa di depannya menyambung ucapan ini dengan 39:11, jadi kedua ayat membentuk satu rangkaian kalimat yang sama. Bentuk wa-umirtu muncul 6 kali, yaitu di 10:72, 10:104, 27:91, 39:12, 40:66, dan 42:15. Di 10:72, 10:104, 27:91, dan 40:66 kata umirtu disusul an, sedangkan di 39:12 dan 42:15 umirtu disusul huruf li-. Ayat 42:15 memuat (وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ, wa-umirtu li-a'dila) yang berarti "dan aku diperintahkan agar berlaku adil", sehingga hanya dua ayat yang menaruh tujuan di depan isi perintah dengan huruf li-.

Kata (لِأَنْ, li-an) yang berarti "untuk" tersusun dari li-, "untuk" atau "agar", dan an, yang membuka kata kerja berikutnya. Susunan li-an muncul 1 kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:12. Di 39:11 perintah yang mendahuluinya memakai an saja, sehingga terjemahan menulis "untuk menyembah" di 39:11 dan "untuk menjadi" di 39:12. Terjemahan memakai kata "untuk" di kedua ayat, jadi tambahan huruf li- di 39:12 tidak tampak sebagai kata terpisah dalam bahasa Indonesia.

Kata (أَكُونَ, akuuna) yang berarti "aku menjadi" berakar ك-و-ن dan menyatakan keadaan yang diperintahkan untuk dicapai. Susunan an akuuna muncul 7 kali di 6 surah, yaitu 2:67, 5:31, 6:14, 10:72, 10:104, 27:91, dan 39:12. Di 10:72, 10:104, dan 27:91 kata itu disusul mina, "termasuk golongan", sehingga isinya menjadi bagian dari sebuah kelompok. Di 39:12 kata itu disusul awwala, "pertama", sehingga isinya menjadi yang terdepan dalam kelompok itu. Susunan (أَكُونَ أَوَّلَ, akuuna awwala) yang berarti "aku menjadi yang pertama" muncul 2 kali, yaitu di 6:14 dan 39:12.

Kata (أَوَّلَ, awwala) yang berarti "pertama" berakar أ-و-ل. Kata ini muncul di depan nama sebuah kelompok pelaku sebanyak 5 kali di 5 surah, yaitu 6:163, 7:143, 26:51, 39:12, dan 43:81. Di 6:163 bunyinya (أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ, awwalu l-muslimiina) yang berarti "aku adalah orang pertama yang berserah diri", di 7:143 (أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ, awwalu l-mu'miniina) yang berarti "orang pertama yang beriman", dan di 43:81 (أَوَّلُ الْعَابِدِينَ, awwalu l-'aabidiina) yang berarti "orang pertama yang mengabdi". Di 26:51 bentuknya (أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ, awwala l-mu'miniina) yang berarti "orang-orang yang pertama menjadi mukmin". Di 6:163, 7:143, dan 43:81 pembicara menyatakan bahwa dirinya sudah menjadi yang pertama itu. Di 26:51 sekelompok pembicara menyebut diri sebagai yang pertama, dan di 39:12 serta 6:14 pembicara melaporkan perintah untuk menjadi yang pertama.

Kata (الْمُسْلِمِينَ, l-muslimiina) yang berarti "orang-orang yang berserah diri" berakar س-ل-م dan berbentuk jamak. Bentuk l-muslimiina muncul 11 kali di 10 surah, yaitu 6:163, 10:72, 10:90, 22:78, 27:91, 33:35, 39:12, 41:33, 46:15, 51:36, dan 68:35. Di 22:78 (هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ, huwa sammaakumu l-muslimiina min qablu) yang berarti "Dia telah menamakan kalian orang-orang yang berserah diri sejak dahulu" memuat nama kelompok itu dengan batas waktu yang disebut. Ayat 39:12 tidak menyebut orang pertama itu dibandingkan dengan siapa, dan tidak menyebut sejak kapan urutan itu dihitung.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan perintah kedua pada ucapan yang dimulai di 39:11. Perintah pertama menyangkut cara beribadah, yaitu memurnikan pertanggungjawaban kepada Allah. Perintah kedua menyangkut kedudukan penyampainya sendiri, yaitu menjadi orang pertama yang berserah diri. Keduanya bersambung dengan huruf wa dan sama-sama berbentuk laporan: aku diperintahkan.

Kalimat yang serupa ada di 6:14, tempat perintah menjadi yang pertama berserah diri disusul larangan menjadi golongan orang musyrik. Di 39:12 tidak ada larangan sesudahnya, dan kalimat berhenti pada kata berserah diri. Ayat 6:163 memuat bentuk lain yang tidak berupa laporan perintah, yaitu pernyataan bahwa penyampai adalah orang pertama yang berserah diri. Dalam laporan perintah, keadaan itu belum dicapai dan sedang dituju. Dalam pernyataan, keadaan itu sudah dinyatakan sebagai milik pembicara.

Letak ayat ini dalam surah juga penting. Ayat 39:10 menyeru hamba-hamba yang beriman agar bertakwa, dan 39:11 sampai 39:12 beralih ke pembicara tunggal yang menyebut dirinya diperintahkan untuk menyembah dan menjadi yang terdepan. Penyeru tidak berdiri di luar kelompok yang diseru. Penyeru menyebut dirinya berada di bawah perintah yang sama dengan kelompok itu, dan di depan mereka dalam hal berserah diri.

Kata pertama di sini tidak diberi pembanding. Ayat tidak menyebut pertama dibanding siapa, dan 22:78 menyebut bahwa nama berserah diri sudah dipakai untuk sebuah kelompok sejak dahulu. Dua keterangan itu dapat dibaca bersama bila pertama dimengerti sebagai kesiapan yang diperintahkan kepada penyampai. Ayat tidak memilih salah satu dari pembacaan itu, dan pembaca tidak perlu memaksa salah satunya.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ayat ini berbunyi aku diperintahkan untuk menjadi. Keadaan yang disebut masih berada di depan penyampainya, dan belum dinyatakan sebagai milik. Di 6:163 bentuk yang sudah dinyatakan memakai kata aku adalah, sedangkan 39:12 dan 6:14 memakai bentuk perintah. Pembaca yang mudah menyebut dirinya sudah berserah dapat memeriksa dalam hal apa pun kalimat itu masih berupa perintah baginya. Di mana Allah masih memerintahkan sesuatu kepada pembaca yang belum tercapai, dan apa yang membuat pembaca menyebutnya sudah selesai?
  • Penyampai ayat ini tidak berdiri di luar orang yang diseru. Penyampai menyebut dirinya diperintahkan, dan perintah itu mengenai dirinya lebih dulu. Pembaca yang menasihati orang lain bisa menimbang urutan itu, sebab ayat ini menaruh pengakuan sebelum ajakan: nasihat yang disampaikan pembaca pernah dialamatkan ke diri sendiri lebih dulu atau tidak? Kalau pembaca mengajak orang lain berserah kepada Tuhan, apa yang pembaca sendiri lakukan hari ini supaya ajakan itu tidak kosong?
  • Ayat ini menyebut kata pertama tanpa menyebut pertama dibanding siapa. Pembaca yang membaca ayat ini cenderung mengisi pembandingnya sendiri, dengan orang yang dianggap pembaca kurang taat atau kurang serius. Susunan ayat tidak memuat pembanding itu. Kata pertama dengan demikian dapat berarti kesediaan untuk berangkat lebih dulu dalam urusan yang dianggap benar oleh pembaca. Siapa yang selama ini pembaca bayangkan berada di belakangnya, dan dari mana pembaca tahu urutannya? Ayat tidak memberi daftar nama. Bila pembaca mengisi daftar itu sendiri, Tuhan pembaca sedang menilai daftar yang mana?
  • Orang pertama dalam sebuah kelompok tetap berada di dalam kelompok itu, letaknya saja yang di depan. Ayat ini tidak menyuruh penyampainya memisahkan diri dari orang yang berserah diri. Pembaca yang merasa sendirian dalam kesungguhannya dapat memeriksa apakah pembaca menaruh dirinya di dalam atau di luar barisan. Barisan siapa yang diikuti pembaca, dan sedekat apa pembaca berjalan dengan orang yang berserah diri kepada Tuhannya? Ayat ini juga tidak menyuruh penyampainya menunggu barisan itu terbentuk lebih dulu. Penyampai diperintahkan menjadi yang pertama, dan barisan baru terbaca kemudian.
  • Ayat ini dimulai dengan huruf wa, dan isinya menyusul perintah di ayat sebelumnya. Perintah memurnikan pertanggungjawaban di 39:11 belum dibiarkan berdiri sendiri. Perintah berserah diri di 39:12 menyusulnya dalam satu napas. Orang yang puas dengan satu perintah sering merasa urusannya selesai, padahal ucapan yang sama belum berhenti. Perintah berikutnya apa yang menunggu pembaca, dan hal apa yang sudah dianggap pembaca cukup dikerjakan tanpa bertanya kepada Tuhannya?
  • Orang-orang yang berserah diri disebut sebagai nama sebuah kelompok di 22:78, dengan Dia sebagai yang memberi nama. Di 39:12 nama itu dipakai untuk menyebut kedudukan yang dituju penyampainya. Pembaca yang menyebut dirinya muslim dapat bertanya siapa yang memberinya nama itu dan apa yang dikerjakan nama itu dalam keputusannya sehari-hari. Nama yang diberikan Tuhan kepada pembaca, kalau dibaca sebagai pekerjaan, menyuruh pembaca melakukan apa hari ini?