قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut azab pada hari yang agung, jika aku durhaka kepada Tuhanku.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. قُلْ إِنِّي أَخَافُqul innii akhaafukatakanlah, sesungguhnya aku takut
  2. إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍin asaytu rabbii adzaaba yawmin azhiiminjika aku durhaka kepada Tuhanku, azab pada hari yang agung
Catatan pilihan kata (ringkas)

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'Say thou: “I fear, if I should disobey my Lord, the punishment of a tremendous day.”' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Aplikasi

Kejujuran emosional 'aku takut azab pada hari yang agung jika aku durhaka', pengakuan rasa takut yang sehat sebagai motivasi ketaatan, bukan kesombongan mengklaim kekebalan dari kesalahan.