فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ ۗ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Maka, mengabdilah kepada apa yang kalian kehendaki selain Dia.” Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka pada hari kiamat.” Ingatlah, itu kerugian yang nyata.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِfa-'buduu maa syi'tum min duunihimaka, mengabdilah kepada apa yang kalian kehendaki selain Dia
  2. قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْqul inna l-khaasiriina lladziina khasiruu anfusahum wa-ahliihimkatakanlah, sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka
  3. يَوْمَ الْقِيَامَةِyawma l-qiyaamatipada hari kiamat
  4. أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُalaa dzaalika huwa l-khusraanu l-mubiinuingatlah, itu kerugian yang nyata

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. فَاعْبُدُواfa-'buduumaka mengabdilah kalian
  2. مَاmaaapa yang
  3. شِئْتُمْsyi'tumkalian kehendaki
  4. مِنْmindari
  5. دُونِهِduunihiselain-Nya
  6. قُلْqulkatakanlah
  7. إِنَّinnasesungguhnya
  8. الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. خَسِرُواkhasiruumerugikan
  11. أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
  12. وَأَهْلِيهِمْwa-ahliihimdan keluarga mereka
  13. يَوْمَyawmahari
  14. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  15. أَلَاalaaingatlah
  16. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  17. هُوَhuwaitulah
  18. الْخُسْرَانُl-khusraanukerugian
  19. الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas

Inti bacaan

Tambahan (وَأَهْلِيهِمْ, wa-ahliihim) sesudah khasiruu anfusahum muncul dua kali di Al-Qur'an (39:15, 42:45), dari delapan ayat yang memuat khasiruu anfusahum.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَاعْبُدُوا, fa-'buduu) yang berarti "maka mengabdilah", perintah jamak dari akar ع-ب-د yang sama dengan kata kerja di 39:14. Huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambungnya dengan pernyataan pembicara di ayat sebelumnya. Bentuk fa-'buduu dengan fa di depannya terdapat sekali dalam Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Perintah itu disusul (مَا شِئْتُمْ, maa syi'tum) yang berarti "apa yang kalian kehendaki", dari akar ش-ي-ء, dan (مِنْ دُونِهِ, min duunihi) yang berarti "selain Dia", dengan kata ganti -hi yang mengikuti Allah di 39:14. Rangkaian maa syi'tum terdapat di dua ayat, yaitu 39:15 dan 41:40. Di 41:40, (اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ, i'maluu maa syi'tum) yang berarti "lakukanlah apa yang kalian kehendaki" disusul kalimat bahwa Dia melihat apa yang dikerjakan para pendengar, sedangkan di 39:15 perintah itu disusul kalimat tentang orang-orang yang rugi.

Kalimat kedua dibuka dengan (قُلْ, qul) lagi, lalu (الْخَاسِرِينَ, l-khaasiriina) yang berarti "orang-orang yang rugi", dari akar خ-س-ر. Kata ini diperinci oleh anak kalimat (الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ, lladziina khasiruu anfusahum) yang berarti "orang-orang yang merugikan diri mereka". Rangkaian khasiruu anfusahum terdapat di delapan ayat pada enam surah, yaitu 6:12, 6:20, 7:9, 7:53, 11:21, 23:103, 39:15, dan 42:45. Enam ayat di antaranya tidak menyebut keluarga: 6:12 dan 6:20 melanjutkan dengan orang-orang itu tidak beriman, 7:9 dengan sebabnya, yaitu menzalimi tanda-tanda, 7:53 dan 11:21 dengan lenyapnya apa yang mereka ada-adakan, dan 23:103 dengan kekal di Jahanam. Dua ayat saja, 39:15 dan 42:45, menambahkan (وَأَهْلِيهِمْ, wa-ahliihim) yang berarti "dan keluarga mereka", lalu menutup dengan (يَوْمَ الْقِيَامَةِ, yawma l-qiyaamati) yang berarti "pada hari kiamat". Terjemahan memakai "keluarga" tanpa merinci siapa saja, sebab ayat tidak merinci.

Penutupnya berbunyi (أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ, alaa dzaalika huwa l-khusraanu l-mubiinu). Kata (أَلَا, alaa) berarti "ingatlah", dan terjemahan menggabungkan dzaalika huwa menjadi satu penunjuk di depan kerugian. Kata (الْخُسْرَانُ, l-khusraanu) berakar sama dengan l-khaasiriina dan terdapat di tiga ayat, yaitu 4:119, 22:11, dan 39:15, ketiganya dengan sifat (مُبِينًا, mubiinan) atau (الْمُبِينُ, l-mubiinu) yang berarti "yang nyata". Susunan dzaalika huwa l-khusraanu l-mubiinu terdapat di dua ayat, yaitu 22:11 dan 39:15. Di 22:11 kerugian itu didahului oleh orang yang berbalik ke wajahnya ketika cobaan menimpa dan merugi di dunia dan akhirat, di 4:119 oleh orang yang menjadikan setan pelindung selain Allah, dan di 39:15 oleh kerugian diri dan keluarga pada hari kiamat. Label yang sama dengan demikian menempel pada tiga uraian yang berbeda.

Teks Arab ayat ini tidak memuat tanda kutip. Terjemahan menutup ucapan yang dibuka di 39:14 sesudah "selain Dia", membuka ucapan baru dengan qul, menutupnya sesudah "hari kiamat", dan menaruh kalimat penutup di luar ucapan. Pembagian itu mengikuti kata qul yang berada di tengah ayat.

Tafsiran

Ayat ini menyambung pernyataan pembicara di 39:14 dengan perintah kepada para pendengar, lalu memindahkan pokok pembicaraan dari pengabdian kepada kerugian. Perintah di bagian pertama tidak disertai kalimat yang menyetujui atau melarang pilihan para pendengar; susulannya adalah kalimat tentang siapa yang rugi. Di 41:40 perintah dengan maa syi'tum disusul pernyataan bahwa Dia melihat apa yang dikerjakan, sedangkan di 39:15 susulannya berupa uraian kerugian. Karena itu perintah dan uraian itu terbaca sebagai satu rangkaian, dan sikap pembicara terhadap pilihan para pendengar hanya tampak lewat uraian tersebut.

Kalimat tentang orang-orang yang rugi di 39:15 berbunyi sama dengan 42:45, tetapi hadir dalam keadaan lain. Di 42:45 kalimat itu diucapkan oleh (الَّذِينَ آمَنُوا, lladziina aamanuu) yang berarti "orang-orang yang beriman", dalam adegan ketika orang-orang zalim dihadapkan dalam keadaan tertunduk. Di 39:15 kalimat itu dibawakan pembicara atas perintah qul kepada para pendengar yang baru saja diminta mengabdi kepada apa yang mereka kehendaki. Dapat dibaca bahwa kalimat yang sama muncul sekali sebagai ucapan orang yang melihat keadaan itu, dan sekali sebagai ucapan sebelum keadaan itu terlihat.

Ayat 39:16 dibuka dengan (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", tanpa menyebut siapa. Kelompok orang ketiga jamak yang terakhir disebut sebelumnya adalah orang-orang yang rugi di ayat ini. Dapat dibaca bahwa lapisan api di 39:16 menggambarkan kerugian yang baru disebut, tetapi 39:16 tidak mengikat lahum pada kelompok tertentu.

Di dalam surah ini kata alaa terdapat di tiga ayat, yaitu 39:3, 39:5, dan 39:15. Dua yang pertama menyatakan hal tentang Allah, yaitu bahwa pertanggungjawaban yang murni milik-Nya di 39:3 dan bahwa Dialah Sang Digdaya, Sang Pengampun di 39:5. Ayat ketiga, 39:15, menyatakan hal tentang kerugian manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Perintah di ayat ini menamai semua pilihan para pendengar dengan satu patokan, yaitu selain Dia, dan patokan itu mengacu pada Allah yang baru disebut di ayat sebelumnya. Dengan susunan seperti itu, segala yang dikehendaki pendengar masuk dalam satu kelompok yang sama, tanpa dipilah mana yang besar dan mana yang kecil. Ayat tidak mengatakan pilihan itu dilarang atau dibolehkan; di belakangnya langsung terpasang uraian tentang kerugian. Pembaca yang sedang menimbang banyak pilihan dapat bertanya, bila semuanya diukur dengan patokan yang sama, berapa banyak pilihan yang sebenarnya satu golongan dan hanya tampak berbeda?
  • Dari delapan ayat yang memuat kerugian diri sendiri, dua menyebut keluarga ikut dalam hitungan, yaitu 39:15 dan 42:45. Ayat ini tidak menjelaskan bagaimana keluarga ikut rugi, sehingga caranya tetap terbuka. Teks mencatat bahwa daftar pihak yang rugi tidak berhenti pada orang yang memilih. Pilihan yang tampak pribadi dengan demikian digambarkan punya alamat lain di rumahnya. Pembaca dapat bertanya, dalam daftar orang yang ikut terhitung bila sebuah pilihan keliru, siapa yang belum pernah ia sebutkan, dan apakah mereka tahu pilihan itu sedang dibuat?
  • Kerugian di ayat ini diukur dengan diri dan keluarga, tidak dengan harta atau kedudukan, karena kedua hal itu tidak disebut. Di 4:119 label yang sama menempel pada orang yang menjadikan setan pelindung selain Allah, dan di 22:11 pada orang yang berbalik ketika cobaan datang, sehingga ukuran kerugiannya berbeda di tiap ayat. Pembaca yang sering menghitung untung dan rugi dapat memperhatikan satuan apa yang dipakai ayat ini. Bila neraca pribadinya ditulis dengan satuan yang sama, diri dan keluarga, baris mana yang selama ini tidak pernah diisi?
  • Kalimat tentang orang-orang yang rugi di 42:45 diucapkan oleh orang beriman sesudah melihat orang-orang zalim dihadapkan, sedangkan di 39:15 kalimat itu diucapkan sebelum adegan tersebut dan kepada orang-orang yang masih diminta memilih. Isi kalimatnya sama, dan posisi pembicaranya terhadap peristiwa itu berbeda. Dapat dibaca bahwa sebuah pernyataan memiliki bobot lain ketika diucapkan sebelum hasilnya terlihat. Pembaca dapat bertanya, kalimat apa dalam hidupnya yang baru bisa diucapkan setelah melihat akibatnya, dan apa yang berbeda bila kalimat itu diucapkan lebih awal?
  • Kata kerja mengabdi di 39:14 menunjuk pengabdian pembicara kepada Allah, dan kata kerja yang berakar sama di 39:15 menunjuk pengabdian pendengar kepada apa yang mereka kehendaki. Ayat tidak memakai kata kerja lain untuk pilihan yang berbeda, sehingga yang membedakan kedua pengabdian itu adalah sasarannya. Bila kata kerjanya sama, perbedaan antara Allah dan segala sesuatu selain Dia terletak pada ke mana pengabdian itu tertuju. Pembaca dapat bertanya, dalam kegiatan sehari-harinya, apa yang menentukan ke mana sebuah pekerjaan tertuju, dan siapa yang bisa melihat arahnya?
  • Ayat ini menyebut kerugian itu nyata, sementara waktunya diletakkan pada hari kiamat, yang tidak digambarkan sebagai sesuatu yang sedang disaksikan para pendengar. Kata nyata dengan demikian dipakai untuk sesuatu yang kejelasannya ditegaskan sebelum dilihat. Ayat tidak merinci apa yang membuatnya nyata selain bahwa kerugian itu menimpa diri dan keluarga. Pembaca dapat bertanya, apa yang membuat sebuah kerugian terasa nyata sebelum terjadi, dan apakah kejelasan seperti itu cukup untuk memengaruhi pilihan yang dibuat hari ini di hadapan Tuhan?