فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ ۗ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
Maka, sembahlah apa yang kalian kehendaki selain Dia.” Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka pada hari kiamat.” Ingatlah, itulah kerugian yang nyata.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِfa-'buduu maa syi'tum min duunihimaka, sembahlah apa yang kalian kehendaki selain Dia
- قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْqul inna l-khaasiriina lladziina khasiruu anfusahum wa-ahliihimkatakanlah, sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka
- يَوْمَ الْقِيَامَةِyawma l-qiyaamatipada hari kiamat
- أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُalaa dzaalika huwa l-khusraanu l-mubiinuingatlah, itulah kerugian yang nyata
Terjemahan per kata (19 kata)
- فَاعْبُدُواfa-'buduumaka sembahlah kalian
- مَاmaaapa yang
- شِئْتُمْsyi'tumkalian kehendaki
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- خَسِرُواkhasiruumerugikan
- أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
- وَأَهْلِيهِمْwa-ahliihimdan keluarga mereka
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- أَلَاalaaingatlah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- هُوَhuwaitulah
- الْخُسْرَانُl-khusraanukerugian
- الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas
Inti bacaan
Kebebasan memilih yang tegas diikuti definisi kerugian sejati: 'merugikan diri mereka dan keluarga mereka', kerugian dipahami bukan sebagai kehilangan materi melainkan kehilangan diri dan orang terkasih secara permanen.
Penjelasan pilihan kata
'Hari Kiamat' (kapital, draf awal) dinormalisasi jadi 'hari kiamat', konsisten dengan pola huruf kecil untuk frasa 'hari X' di seluruh proyek (mis. 'hari perhitungan', 'hari pembalasan'). 'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar diterjemahkan 'itulah'. Ayat ini menutup kutipan 39:11-14 (Nabi), lalu membuka kutipan baru pendek, lalu kembali ke narator.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian penegasan Nabi dengan peringatan tegas: kerugian sejati bukan soal harta, melainkan kehilangan diri sendiri dan keluarga pada hari kiamat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh mengatakan sembahlah apa yang kalian kehendaki selain Dia. Bentuknya mempersilakan. Kalimat yang membiarkan seseorang memilih bebas kadang lebih menekan daripada larangan.
- Yang Allah sebut rugi bukan hanya dirinya, melainkan juga keluarganya. Dua-duanya. Pilihan seseorang ternyata tidak berhenti di batas dirinya.
- Allah menutup dengan menyebut itulah kerugian yang nyata. Kata nyata dipakai untuk sesuatu yang belum terjadi. Yang belum kelihatan disebut paling jelas justru karena sudah pasti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-b-d, sh-y-a, d-w-n, q-w-l, kh-s-r, n-f-s, a-h-l, y-w-m, q-w-m, b-y-n): fa-'buduu maa shi'tum min duunihi diterjemahkan 'sembahlah apa yang kalian kehendaki selain Dia' (akar '-b-d, ultimatum ironis: silakan sembah apa pun, kerugian tetap milik kalian); khasiruu anfusahum diterjemahkan 'merugikan diri mereka' (akar kh-s-r + akar n-f-s); khusraan mubiin diterjemahkan 'kerugian yang nyata' (akar kh-s-r + akar b-y-n). gloss '(wahai orang-orang musyrik!)' + footnote dibuang.