وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ
Dan orang-orang yang menjauhi tagut agar tidak mengabdi kepadanya, dan kembali kepada Allah, bagi mereka kabar gembira; maka, sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَاwa-lladziina jtanabuu th-thaaghuuta an ya'buduuhaadan orang-orang yang menjauhi tagut agar tidak mengabdi kepadanya
- وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰwa-anaabuu ilaa llaahi lahumu l-busyraadan kembali kepada Allah, bagi mereka kabar gembira
- فَبَشِّرْ عِبَادِfa-basysyir 'ibaadimaka, sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- اجْتَنَبُواjtanabuumereka menjauhi
- الطَّاغُوتَth-thaaghuutatagut
- أَنْanagar tidak
- يَعْبُدُوهَاya'buduuhaamereka mengabdi kepadanya
- وَأَنَابُواwa-anaabuudan mereka kembali
- إِلَىilaakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْبُشْرَىٰl-busyraakabar gembira
- فَبَشِّرْfa-basysyirmaka berilah kabar gembira
- عِبَادِ'ibaadihamba-hamba-Ku
Inti bacaan
Perintah (فَبَشِّرْ, fa-basysyir) muncul tujuh kali di Al-Qur'an (3:21, 9:34, 31:7, 36:11, 39:17, 45:8, 84:24), dan di 39:17 objeknya hamba-hamba tanpa kata depan bi- yang menyebut isi kabarnya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ, wa-lladziina) yang berarti "dan orang-orang yang", lalu kata kerja (اجْتَنَبُوا, jtanabuu) yang berarti "mereka menjauhi". Akarnya ج-ن-ب, dan bentuk lampau jamak persis ini hanya terdapat di 39:17. Objeknya (الطَّاغُوتَ, th-thaaghuuta), kata yang terjemahannya dipertahankan sebagai "tagut". Kata ini berakar ط-غ-ي, akar yang sama dengan kata kerja (طَغَىٰ, thaghaa) yang diterjemahkan "melampaui batas". Kata thaaghuut terdapat di delapan ayat pada lima surah, yaitu 2:256, 2:257, 4:51, 4:60, 4:76, 5:60, 16:36, dan 39:17. Di dua ayat lain di antaranya kata itu bersambung dengan kata kerja menjauhi atau mengabdi pada ayat yang sama: (وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ, wa-jtanibuu th-thaaghuuta) di 16:36 yang berarti "dan jauhilah tagut", dan (وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ, wa-'abada th-thaaghuuta) di 5:60 yang berarti "dan mengabdi kepada tagut".
Anak kalimat berikutnya (أَنْ يَعْبُدُوهَا, an ya'buduuhaa) berarti "agar tidak mengabdi kepadanya". Kata kerja (يَعْبُدُوهَا, ya'buduuhaa) berakar ع-ب-د, sama dengan a'budu di 39:14 dan fa-'buduu di 39:15, sehingga terjemahan memakai "mengabdi". Bentuk persis ya'buduuhaa hanya terdapat di 39:17, dengan kata ganti -haa yang kembali kepada tagut. Teks Arabnya tidak memuat kata penolak di anak kalimat ini. Kata "tidak" dalam terjemahan datang dari kata kerja menjauhi, yang menyebut tagut sebagai sesuatu yang dijauhi dari pengabdian kepadanya.
Kata (أَنَابُوا, anaabuu) dalam (وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ, wa-anaabuu ilaa llaahi) berarti "dan mereka kembali kepada Allah". Akarnya ن-و-ب, dan bentuk persis anaabuu hanya terdapat di 39:17. Akar ini terdapat di delapan belas ayat pada sebelas surah, dan tiga di antaranya berada dalam surah ini, yaitu 39:8, 39:17, dan 39:54. Di 39:8, (مُنِيبًا إِلَيْهِ, muniiban ilayhi) yang berarti "dengan kembali kepada-Nya" menyifati manusia yang menyeru Tuhannya ketika mudarat menimpa; di 39:54, (وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ, wa-aniibuu ilaa rabbikum) yang berarti "dan kembalilah kepada Tuhan kalian" berupa perintah. Terjemahan memakai "kembali" di ketiganya.
Pokok ayat ada pada (لَهُمُ الْبُشْرَىٰ, lahumu l-busyraa) yang berarti "bagi mereka kabar gembira". Rangkaian ini terdapat di dua ayat, yaitu 10:64 dan 39:17. Di 10:64 kalimatnya berlanjut dengan (فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, fii l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "dalam kehidupan dunia" dan disusul akhirat, sedangkan di 39:17 kalimatnya langsung menyambung ke perintah, tanpa keterangan tempat atau isi.
Perintah itu berbunyi (فَبَشِّرْ عِبَادِ, fa-basysyir 'ibaadi) yang berarti "maka sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku". Kata (فَبَشِّرْ, fa-basysyir) berakar ب-ش-ر, sama dengan busyraa dalam anak kalimat sebelumnya, sehingga kata benda dan kata perintah dari satu akar berdiri dalam satu ayat. Bentuk fa-basysyir, dengan atau tanpa kata ganti di ujungnya, terdapat di tujuh ayat, yaitu 3:21, 9:34, 31:7, 36:11, 39:17, 45:8, dan 84:24. Di enam ayat di antaranya isi kabarnya disebut dengan kata depan bi-, yaitu azab yang pedih di 3:21, 9:34, 31:7, 45:8, dan 84:24, serta ampunan dan pahala yang mulia di 36:11. Di 39:17 tidak ada kata depan itu, karena isinya sudah disebut sebagai busyraa. Kata (عِبَادِ, 'ibaadi) di ujung ayat berakar ع-ب-د dan kehilangan huruf ya pada kata ganti Ku di ujung kata, seperti di 39:10 dan 39:16.
Tafsiran
Ayat ini membalik arah dari gambaran api di 39:16 menuju kabar gembira, dan balikan itu memakai sapaan yang sama. Ayat 39:16 berakhir dengan seruan kepada hamba-hamba-Ku untuk bertakwa, dan 39:17 berakhir dengan perintah menyampaikan kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku. Kata hamba itu satu akar dengan kata kerja mengabdi: dari 39:14 sampai 39:17 akar ع-ب-د muncul enam kali dalam empat ayat berturutan, yaitu a'budu di 39:14, fa-'buduu di 39:15, 'ibaadahu dan 'ibaadi di 39:16, serta ya'buduuhaa dan 'ibaadi di 39:17. Objek pengabdiannya berganti dari Allah, ke apa yang dikehendaki para pendengar, ke tagut, sedangkan sapaan hamba-hamba-Ku tetap dipakai di dua ayat berturutan untuk takut dan untuk kabar gembira.
Dua gerakan disebut dalam satu anak kalimat, menjauhi tagut dan kembali kepada Allah, dihubungkan dengan huruf dan. Huruf itu tidak menyatakan urutan, sehingga ayat tidak menetapkan mana yang lebih dulu. Ayat tidak menyebut keadaan mereka sesudah kembali selain kabar gembira, dan di surah ini akar ن-و-ب dipakai juga untuk manusia yang menyeru Tuhannya ketika mudarat lalu melupakan-Nya ketika nikmat datang, yaitu di 39:8.
Susunan 39:17 sampai 39:19 mengingatkan pada 16:36. Di 16:36 perintah mengabdi kepada Allah dan wa-jtanibuu th-thaaghuuta disusul dua golongan: (مَنْ هَدَى اللَّهُ, man hadaa llaahu) yang berarti "yang Allah beri petunjuk" dan (مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ, man haqqat 'alayhi dh-dhalaalatu) yang berarti "yang telah pasti atasnya kesesatan". Di 39:17 sampai 39:19 menjauhi tagut disusul 39:18, yang memuat (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ, ulaa'ika lladziina hadaahumu llaahu) yang berarti "mereka adalah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah", lalu 39:19, yang memuat (حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ, haqqa 'alayhi kalimatu l-'adzaabi) yang berarti "telah pasti baginya perkataan azab". Tiga unsur berulang di keduanya, yaitu menjauhi tagut, petunjuk dari Allah, dan sesuatu yang telah pasti atas pihak tertentu. Kedua rangkaian itu berbeda: 16:36 berupa pembagian umat-umat, sedangkan 39:17 sampai 39:19 berupa kabar gembira, pujian, dan pertanyaan.
Renungan dan Hikmah
- Dua gerakan, menjauhi tagut dan kembali kepada Allah, dihubungkan dengan huruf dan, bukan dengan kata maka atau kemudian. Ayat tidak menyatakan mana yang lebih dulu, sehingga keduanya terbaca sebagai satu keadaan yang memiliki dua sisi. Pembaca yang sedang meninggalkan sesuatu dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut arah kembali dalam kalimat yang sama dengan hal yang ditinggalkan. Bila pembaca menyebut apa yang ditinggalkannya, dapatkah dalam napas yang sama disebut ke mana kembalinya?
- Tagut dijauhi dari pengabdian kepadanya, sebab kata kerja yang menyertainya berakar sama dengan mengabdi di 39:14 dan 39:15. Dengan rumusan itu, yang dilepaskan adalah hubungan pengabdian, dan ayat tidak mengatakan bahwa tagut harus tidak pernah terlihat atau tidak pernah terdengar. Pengabdian di sini disebut sebagai hubungan, dan ayat tidak membatasi bentuknya. Pembaca dapat bertanya, kepada apa saja dalam sehari-hari waktu, tenaga, dan keputusannya diberikan tanpa pernah disebut pengabdian, dan apakah ayat ini menyentuh hal itu ketika menyebut kembali kepada Allah?
- Kata hamba-hamba-Ku menutup 39:16, ayat tentang lapisan api, dan menutup 39:17, ayat tentang kabar gembira. Sapaan yang sama dipakai untuk menakuti dan untuk menggembirakan, sehingga pendengar yang sama berdiri di dua sisi dalam dua ayat berturutan. Ayat tidak mengurai bagaimana pendengar berpindah dari satu sisi ke sisi lain. Pembaca yang pernah merasa takut dan lega oleh nasihat yang sama dapat bertanya, apakah ketakutan dan kelegaan itu datang dari pihak yang sama, dan apakah sapaan Allah kepada hamba-hamba-Nya sama di kedua keadaan itu?
- Ayat ini menyatakan bahwa bagi mereka ada kabar gembira dan tidak menguraikan isinya, tidak pula waktu atau tempatnya. Di 10:64 rangkaian yang sama disusul keterangan tempat berupa kehidupan dunia dan akhirat, tetapi 39:17 langsung menyambung ke perintah menyampaikan. Kekosongan itu menyerahkan kepada pembaca keputusan tentang apa yang dibayangkan sebagai kabar gembira dari Allah ketika ayat tidak menjelaskannya. Pembaca dapat bertanya, bila isi kabar gembira itu dibiarkan kosong oleh ayat, apa yang cenderung diisikannya, dan dari mana isian itu berasal?
- Dalam 39:17 kata mengabdi muncul pada anak kalimat tentang tagut, dan kata hamba muncul pada perintah menyampaikan kabar gembira, padahal keduanya satu akar. Orang yang disebut hamba-hamba-Ku adalah orang-orang yang dibicarakan sebagai tidak mengabdi kepada tagut. Dengan begitu sebutan hamba tidak berdiri sendiri, dan terkait dengan kepada siapa pengabdian itu diberikan. Pembaca dapat bertanya, bila kata hamba dan kata mengabdi ditaruh berdampingan seperti di ayat ini, kata hamba yang dimilikinya berasal dari pengabdian kepada siapa, dan apakah itu pernah diperiksanya?
- Akar ن-و-ب dalam surah ini dipakai untuk manusia yang menyeru Tuhannya ketika mudarat lalu melupakannya ketika nikmat datang, di 39:8, dan untuk orang-orang yang kembali lalu diberi kabar gembira, di 39:17. Ayat tidak menyebut ujian sesudah kembali itu, dan hanya menyebut kabar gembira sebagai susulannya. Perbedaan kedua pemakaian terletak pada apa yang ditulis sesudahnya: lupa pada yang satu, kabar gembira pada yang lain. Pembaca dapat bertanya, kembalinya kepada Allah selama ini lebih menyerupai kembali di waktu sempit atau kembali yang diikuti kabar gembira, dan tanda apa yang membedakannya?