الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ
yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang berpikiran sehat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُalladziina yastami'uuna l-qawla fa-yattabi'uuna ahsanahuyang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya
- أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُulaa'ika lladziina hadaahumu llaahumereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah
- وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِwa-ulaa'ika humu uluu l-albaabidan mereka itulah orang-orang yang berpikiran sehat
Terjemahan per kata (13 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يَسْتَمِعُونَyastami'uunamereka mendengarkan
- الْقَوْلَl-qawlaperkataan
- فَيَتَّبِعُونَfa-yattabi'uunamaka mereka mengikuti
- أَحْسَنَهُahsanahuyang terbaik darinya
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- هَدَاهُمُhadaahumumemberi mereka petunjuk
- اللَّهُllaahuAllah
- وَأُولَٰئِكَwa-ulaa'ikadan mereka itu
- هُمْhumumereka
- أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
- الْأَلْبَابِl-albaabiakal
Inti bacaan
Kriteria akal sehat sejati: 'mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya', kemampuan diskresi aktif memilih yang terbaik dari berbagai pendapat yang didengar, bukan menerima mentah-mentah atau menolak semuanya secara membabi buta.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memuji sebuah kebiasaan, dan kebiasaan itu terdiri dari dua langkah yang tak boleh dipisah.
Langkah pertama mendengarkan, langkah kedua mengikuti “apa yang paling baik di antaranya”. Yang dipuji bukan mendengarnya, sebab mendengar saja tak menuntut apa-apa. Yang dipuji adalah memilih sesudah mendengar, dan memilih menuntut penilaian.
Yang perlu diperhatikan, kata yang dipakai hanya “perkataan”, tanpa keterangan dari siapa. Tidak disebut perkataan orang beriman atau perkataan yang benar. Yang diminta memeriksa apa yang terdengar, bukan menyaring lebih dahulu siapa yang boleh didengar. Sikap semacam ini menuntut keberanian, sebab ia mengandaikan orang bersedia mendengar hal yang belum tentu disetujuinya.
Penutupnya menyebut dua hal tentang mereka: telah diberi petunjuk oleh Allah, dan berpikiran sehat. Keduanya disebut sekaligus. Kemampuan memilih yang terbaik tidak digambarkan sebagai kepandaian yang berdiri sendiri, melainkan sebagai tanda bahwa petunjuk sudah bekerja pada orangnya.
Rangkaian yang menyebut kebiasaan mereka tak terulang. Bentuk “yang mendengarkan perkataan” (يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ, yastami'uuna l-qawla) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Kata kerjanya bukan sekadar mendengar, melainkan bentuk yang menyatakan menyimak dengan sengaja. Yang digambarkan bukan orang yang kebetulan mendengar, melainkan orang yang memasang telinga.
Yang disimak pun disebut tanpa keterangan asal. Bukan perkataan yang benar, bukan perkataan orang beriman, dan bukan pula wahyu. Hanya perkataan. Ketiadaan batasan itu menuntut keberanian tertentu: seseorang harus bersedia menyimak sesuatu yang belum tentu ia setujui, sebab penyaringan baru dilakukan pada langkah kedua, bukan sebelum mendengar.
Langkah kedua itulah yang dipuji. Mengikuti “yang paling baik” (أَحْسَنَهُ, ahsanahu) menuntut perbandingan, dan perbandingan menuntut lebih dari satu bahan. Orang yang hanya mendengar satu suara tidak punya apa-apa untuk dibandingkan, sehingga ia tidak bisa menjalankan ayat ini meskipun ia patuh.
Dua sebutan penutupnya diletakkan berdampingan, yaitu telah diberi petunjuk dan berakal sehat. Yang pertama pemberian, yang kedua keadaan. Menyebut keduanya sekaligus menutup dua pembacaan yang sama-sama keliru: bahwa kemampuan memilih adalah kepandaian yang berdiri sendiri, dan bahwa petunjuk datang tanpa menuntut kerja akal. Sebutan kedua itu muncul tujuh kali di dalam Al-Qur'an (2:269, 3:7, 13:19, 14:52, 38:29, 39:9, 39:18). Dua di antaranya berada di surah ini.
Tafsiran
Ayat ini merinci ciri hamba yang dimaksud: kemampuan mendengar dan memilih yang terbaik, dianugerahi petunjuk dan akal sehat. Dua langkah yang disebutnya harus dibaca sebagai satu kesatuan, sebab masing-masing sendirian tidak cukup.
Mendengar saja tidak menuntut apa-apa. Memilih tanpa mendengar tidak mungkin. Yang dipuji justru urutan keduanya, dan urutan itu menuntut sesuatu yang tidak nyaman: seseorang harus bersedia menyimak lebih dahulu, sebelum ia tahu apakah yang disimaknya akan ia setujui.
Yang paling menuntut adalah ketiadaan batasan pada apa yang disimak. Tidak dikatakan perkataan yang benar, tidak dikatakan perkataan orang beriman. Hanya perkataan. Kalau penyaringan dilakukan sebelum mendengar, maka yang terjadi bukan memilih melainkan menghindar, dan kemampuan yang dipuji ayat ini tidak akan pernah terpakai. Orang yang hanya mendengar satu suara tidak punya bahan untuk dibandingkan.
Penutupnya menutup dua kesalahpahaman sekaligus. Kalau hanya disebut berakal sehat, kemampuan memilih akan terbaca sebagai kepandaian yang berdiri sendiri. Kalau hanya disebut diberi petunjuk, ia akan terbaca sebagai pemberian yang tidak menuntut kerja. Keduanya disebut sekaligus dan tanpa kata yang mempertentangkan, sehingga petunjuk dan akal digambarkan bekerja pada arah yang sama, bukan bergantian.
Renungan dan Hikmah
- Allah memuji orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik. Dua langkah. Yang dipuji bukan mendengarnya, melainkan memilih sesudah mendengar. Langkah kedua itu yang berat. Mendengar bisa dilakukan tanpa risiko apa pun, sedangkan memilih yang paling baik menuntut kesediaan meninggalkan yang sudah dipegang. Pujian di ayat ini jatuh pada bagian yang jarang dilakukan orang, bukan pada bagian yang mudah.
- Kata yang Allah pakai perkataan, tanpa membatasi dari siapa. Semua yang terdengar. Yang diminta memeriksa, bukan menyaring lebih dahulu siapa yang boleh didengar. Membuka pendengaran seluas itu justru menuntut ukuran yang lebih tegas di dalam diri. Orang yang menyaring di pintu masuk tidak perlu ukuran, sebab pilihannya sudah dibuat sebelum ia mendengar. Orang yang membuka pintu harus punya ukuran, dan ukuran itu diuji setiap kali sesuatu masuk.
- Mereka Allah sebut telah diberi petunjuk dan berpikiran sehat. Dua-duanya. Kemampuan memilih yang terbaik disebut sebagai pemberian sekaligus tanda akal yang bekerja. Menyebutnya pemberian sekaligus tanda akal yang bekerja meniadakan dua kesimpulan yang berlawanan. Yang satu menganggap semuanya usaha sendiri, yang lain menganggap semuanya di luar tangan kita. Ayat ini menaruh keduanya dalam satu kalimat tanpa menjelaskan batasnya.
- Allah memuji orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik, dan Dia tidak membatasi perkataan itu dari siapa. Kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan sesuatu yang belum tentu kita setujui sebelum menilainya? Yang paling sulit didengar bukan yang berlawanan dengan kita, melainkan yang hampir sama tetapi lebih baik, sebab jaraknya terlalu kecil untuk membuat kita merasa perlu berpindah.
- Sebutan أُولُو الْأَلْبَابِ dipakai dua kali dalam surah ini, di 39:9 dan 39:18. Di 39:9 ia menutup pertanyaan apakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui, dan di sini ia menutup pujian bagi orang yang mendengar lalu mengikuti yang terbaik. Dua kali dalam satu surah, dan dua-duanya dilekatkan pada pekerjaan menimbang, bukan pada hasil timbangannya. Yang disebut berakal sehat bukan orang yang sudah sampai pada kesimpulan yang benar, melainkan orang yang masih bersedia menimbang.
- Allah menyebut mereka telah diberi petunjuk sesudah menyebut apa yang mereka kerjakan, bukan sebelumnya. Urutan itu tidak berarti petunjuk dibeli dengan pekerjaan, sebab kalimatnya tetap menyandarkan petunjuk itu kepada-Nya. Yang ditunjukkan urutan tersebut adalah tempat kita bisa mengenalinya. Orang tidak bisa memastikan dirinya sedang diberi petunjuk dengan cara memeriksa perasaannya; yang bisa diperiksa cuma apakah ia masih bersedia mendengar dan masih bersedia berpindah ketika menemukan yang lebih baik. Tanda itu ada di kelakuannya, bukan di dadanya, dan kelakuan bisa diperiksa hari ini juga.