أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِي النَّارِ

Maka, apakah orang yang telah pasti baginya perkataan azab , apakah engkau akan menyelamatkan orang yang berada di dalam api?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِa-fa-man haqqa 'alayhi kalimatu l-'adzaabimaka, apakah orang yang telah pasti baginya perkataan azab
  2. أَفَأَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِي النَّارِa-fa-anta tunqidzu man fii n-naariapakah engkau akan menyelamatkan orang yang berada di dalam api

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. حَقَّhaqqabenar
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. كَلِمَةُkalimatukalimat
  5. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  6. أَفَأَنْتَa-fa-antamaka apakah engkau
  7. تُنْقِذُtunqidzuengkau menyelamatkan
  8. مَنْmanorang yang
  9. فِيfiidi
  10. النَّارِn-naariapi

Inti bacaan

Pertanyaan retoris tajam tentang batas kemampuan menyelamatkan 'orang yang berada di dalam neraka', pengakuan realistis bahwa ada titik di mana intervensi eksternal tidak lagi bisa mengubah konsekuensi dari komitmen penuh terhadap jalan yang salah.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(dapat engkau ubah)' tidak dipakai: bagian pertama dibiarkan sebagai fragmen retoris tanpa lanjutan yang dikarang, sesuai struktur elipsis dalam teks Arab; tanda pisah dipakai untuk menghubungkan dua bagian pertanyaan tanpa menyisipkan kata baru.

Tafsiran

Ayat ini mempertanyakan batas kemampuan Nabi: ketetapan azab bagi yang telah pasti menerimanya berada di luar jangkauan usaha penyelamatan siapa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membuka dengan menyebut orang yang telah pasti baginya perkataan azab, lalu berhenti. Kalimatnya tak diselesaikan. Yang tak diucapkan menekan lebih daripada yang diucapkan.
  • Pertanyaan keduanya: apakah engkau akan menyelamatkan orang yang berada di dalam api. Ditujukan kepada yang menyampaikan. Batas kemampuannya diletakkan dengan lembut, dalam bentuk pertanyaan.
  • Allah menyebut perkataan azab itu telah pasti baginya. Keputusannya sudah jatuh. Yang tersisa bukan lagi usaha meyakinkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-q-q, k-l-m, '-dz-b, n-q-dz, n-w-r): haqqa alayhi kalimat al-'adhaab diterjemahkan 'pasti perkataan azab atasnya' (akar h-q-q + akar k-l-m); tunqidhu diterjemahkan 'menyelamatkan' (akar n-q-dz, Nabi tak dapat menyelamatkan yang telah dipastikan; peran-disangkal). gloss '(engkau, Nabi Muhammad, hendak mengubah nasib)' dibuang.