لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka, bagi mereka kamar-kamar, yang di atasnya ada kamar-kamar lain yang dibangun, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Janji Allah. Allah tidak menyalahi janji.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌlaakini lladziina ttaqaw rabbahum lahum ghurafuntetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka, bagi mereka kamar-kamar
  2. مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌmin fawqihaa ghurafun mabniyyatunyang di atasnya ada kamar-kamar lain yang dibangun
  3. تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُtajrii min tahtihaa l-anhaaruyang mengalir di bawahnya sungai-sungai
  4. وَعْدَ اللَّهِwa'da llaahijanji Allah
  5. لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَlaa yukhlifu llaahu l-mii'aadaAllah tidak menyalahi janji

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. لَٰكِنِlaakinitetapi
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اتَّقَوْاttaqawbertakwa
  4. رَبَّهُمْrabbahumTuhan mereka
  5. لَهُمْlahumbagi mereka
  6. غُرَفٌghurafunkamar-kamar
  7. مِنْmindari
  8. فَوْقِهَاfawqihaaatasnya
  9. غُرَفٌghurafunkamar-kamar
  10. مَبْنِيَّةٌmabniyyatunyang dibangun
  11. تَجْرِيtajriimengalir
  12. مِنْmindari
  13. تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
  14. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  15. وَعْدَwa'dajanji
  16. اللَّهِllaahiAllah
  17. لَاlaatidak
  18. يُخْلِفُyukhlifumenyalahi
  19. اللَّهُllaahuAllah
  20. الْمِيعَادَl-mii'aadajanji

Inti bacaan

Kata (الْمِيعَادَ, l-mii'aada) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:9, 3:194, 13:31, dan 39:20, dan di keempatnya didahului kata kerja akar خ-ل-ف yang dinegasikan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَٰكِنِ, laakini) yang berarti "tetapi", kata yang membandingkan dua pihak. Terjemahan memakai "tetapi" juga di 3:198, ayat yang pembukanya sama sampai kata Tuhan mereka, yaitu (لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ, laakini lladziina ttaqaw rabbahum). Susunan ini muncul dua kali, di 3:198 dan 39:20. Potongan (اتَّقَوْا رَبَّهُمْ, ttaqaw rabbahum) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 3:198, 39:20, dan 39:73, dan di ketiganya potongan itu disusul gambaran tempat yang menanti orang-orang tersebut. Kata kerja ittaqaw berakar و-ق-ي, dan terjemahan memakai "bertakwa" dengan Tuhan mereka sebagai pihak yang dituju.

Kata (غُرَفٌ, ghurafun) yang berarti "kamar-kamar" berakar غ-ر-ف dan tertulis dua kali di ayat ini. Bentuk persis ghurafun hanya ada di 39:20. Akar yang sama muncul di empat ayat lain: (غُرَفًا, ghurafan) di 29:58, (الْغُرْفَةَ, l-ghurfata) di 25:75, (الْغُرُفَاتِ, l-ghurufaati) di 34:37, dan (غُرْفَةً, ghurfatan) di 2:249, yaitu seciduk air dengan tangan, jadi perbuatan dan bukan bangunan. Di 29:58 kata ghurafan diikuti persis oleh (تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ, tajrii min tahtihaa l-anhaaru) yang berarti "mengalir di bawahnya sungai-sungai", sehingga terjemahan memakai "kamar-kamar" di kedua ayat itu. Untuk tempat tinggal di taman Al-Qur'an memakai kata lain, yaitu (مَسَاكِنَ, masaakina) yang berarti "tempat-tempat tinggal", di 9:72 dan 61:12, tanpa menyebut tingkat. Karena kata itu sudah ada tersendiri, terjemahan 39:20 tidak memakai "tempat tinggal" untuk ghurafun.

Kata (مَبْنِيَّةٌ, mabniyyatun) yang berarti "yang dibangun" berakar ب-ن-ي, dan bentuk ini hanya tertulis di 39:20. Bentuknya menyatakan sesuatu yang telah dikenai pembangunan, dan pembangunnya tidak disebut. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "oleh Allah" atau "untuk mereka". Susunan (مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ, min fawqihaa ghurafun) yang berarti "di atasnya kamar-kamar" memuat (مِنْ فَوْقِهَا, min fawqihaa) yang muncul dua kali, di 39:20 dan 41:10. Di 41:10 kata ganti -haa menunjuk bumi dan benda di atasnya gunung-gunung yang kokoh, sedangkan di 39:20 benda di atas kamar-kamar itu kamar-kamar lain. Terjemahan memakai "di atasnya" di keduanya.

Frasa (وَعْدَ اللَّهِ, wa'da llaahi) yang berarti "janji Allah" muncul 15 kali di 11 surah, yaitu 4:122, 10:4, 10:55, 18:21, 28:13, 30:6, 30:60, 31:9, 31:33, 35:5, 39:20, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Surah 10, 30, 31, dan 40 memuatnya masing-masing dua kali. Di 39:20 frasa itu berdiri sebagai kalimat sendiri tanpa kata kerja, dan terjemahan menulisnya "Janji Allah." tanpa penunjuk di depannya. Di 30:6 frasa yang sama disusul (لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ, laa yukhlifu llaahu wa'dahu) yang berarti "Allah tidak menyalahi janji-Nya", jadi pasangan pernyataan dan penegasan itu ada di dua ayat.

Kata kerja (يُخْلِفُ, yukhlifu) berakar خ-ل-ف dan muncul lima kali, yaitu di 3:9, 13:31, 30:6, 34:39, dan 39:20. Di 3:9, 13:31, dan 30:6 kata itu dinegasikan dan bermakna menyalahi janji, dan terjemahan memakai "menyalahi". Di 34:39, (فَهُوَ يُخْلِفُهُ, fa-huwa yukhlifuhu) yang berarti "maka Dia akan menggantinya", objeknya apa yang diinfakkan sehingga maknanya mengganti. Karena empat ayat itu, ditambah 3:194 yang memakai bentuk (تُخْلِفُ, tukhlifu), sudah diterjemahkan "menyalahi", terjemahan 39:20 memakai kata yang sama dan tidak memakai "mengingkari". Kata (الْمِيعَادَ, l-mii'aada) yang berarti "janji" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 3:9, 3:194, 13:31, dan 39:20, dan surah 3 memuatnya dua kali. Di keempatnya kata itu mengikuti kata kerja akar خ-ل-ف yang dinegasikan, dengan pelaku Allah di 3:9, 13:31, dan 39:20 serta Engkau di 3:194. Kata wa'd dan mii'aad sama-sama diterjemahkan "janji" di ayat ini, dan perbedaan makna di antara keduanya tidak dapat dibuktikan dari ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 39:19, yang meninggalkan pembaca di depan orang yang berada di dalam api, dengan kata "tetapi" lalu menggambarkan orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka. Pembalikan itu memakai dua arah yang sama dengan 39:16. Di 39:16 orang-orang yang diancam memiliki (مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ, min fawqihim zhulalun mina n-naari) yang berarti "dari atas mereka ada lapisan-lapisan api", dan (وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ, wa-min tahtihim zhulalun) yang berarti "dan dari bawah mereka ada lapisan-lapisan pula". Di 39:20 arah atas diisi kamar-kamar dan arah bawah diisi sungai-sungai. Kedua ayat itu tidak saling menunjuk, tetapi bentuknya sejajar dalam satu surah: orang diliputi dari atas dan bawah, di satu tempat oleh api dan di tempat lain oleh kamar dan air.

Orang yang bertakwa di sini disebut dengan kata ganti ketiga, (رَبَّهُمْ, rabbahum) yang berarti "Tuhan mereka". Di 39:10 perintahnya berbentuk (اتَّقُوا رَبَّكُمْ, ttaquu rabbakum) yang berarti "bertakwalah kepada Tuhan kalian", dan di 39:16 berbentuk (فَاتَّقُونِ, fa-ttaquuni) yang berarti "maka bertakwalah kepada-Ku". Ayat 39:20 memuat bentuk laporan dari perintah yang sama, yaitu gambaran orang yang telah mengerjakannya. Ayat 39:17 dan 39:18 menggambarkan orang lain dengan ciri lain, yaitu menjauhi tagut dan mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa ketiganya adalah kelompok yang sama atau berbeda.

Bagian kedua ayat ini hanya terdiri dari dua kalimat pendek. Kalimat pertama menyebut semua gambaran di depannya sebagai janji, dan kalimat kedua menyatakan sesuatu tentang pemberi janji, bukan tentang kamar atau sungai. Pembuka yang sama ada di 3:198, tetapi di sana yang menyusul adalah taman dan (نُزُلًا, nuzulan) yang berarti "jamuan" dari sisi Allah. Kamar bertingkat dan penutup tentang janji tidak ada di 3:198, sehingga dua ayat itu tidak disamakan.

Janji ini muncul lagi menjelang akhir surah. Ayat 39:73 mengantar orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka ke taman secara berombongan, dan 39:74 memuat ucapan mereka, (صَدَقَنَا وَعْدَهُ, shadaqanaa wa'dahu) yang berarti "memenuhi janji-Nya bagi kami". Janji yang di 39:20 diumumkan kepada pembaca, di 39:74 diucapkan sebagai sesuatu yang telah terpenuhi, dan pengucapnya adalah orang-orang yang sampai ke taman itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Pembaca surah ini sudah bertemu arah atas dan bawah di 39:16, ketika api memenuhi keduanya, dan 39:20 memakai arah yang sama untuk isi yang lain, yaitu kamar di atas dan sungai di bawah. Orang yang membaca ancaman itu mungkin menahan napas sebelum sampai ke ayat ini, dan kata "tetapi" di awalnya menaruh pandangan pembaca di tempat lain tanpa menghapus apa yang baru dibacanya. Kabar buruk yang dibaca seseorang biasanya menutup arah atas dan bawah sekaligus, sehingga yang terlihat tinggal satu kemungkinan. Ayat ini memperlihatkan bahwa Allah menyebut dua pihak dengan dua susunan yang berkaca satu sama lain. Ketika sebuah kabar menutup pandangan dari segala arah, ke mana mata pembaca biasa bergerak lebih dulu, ke sisi yang mengancam atau ke sisi yang dijanjikan?
  • Orang yang bertakwa disebut dengan kata "Tuhan mereka", bukan dengan nama lain, dan kata ganti itu menaruh ketakwaan di dalam sebuah hubungan antara dua pihak. Di 39:10 perintah bertakwa ditujukan kepada hamba-hamba yang beriman dengan kata "Tuhan kalian", dan di 39:20 kata yang sama dipakai untuk mereka yang sudah melaksanakannya, dengan "mereka" menggantikan "kalian". Orang yang membaca perintah itu pada 39:10 lalu bertemu gambaran ini pada 39:20 berpindah dari kedudukan yang diperintah ke kedudukan yang dilaporkan. Ayat tidak menyebut bagaimana perpindahan itu terjadi, dan tidak merinci kerja apa yang ditempuh. Seseorang yang menyebut Tuhan sebagai Tuhannya dapat bertanya, kapan terakhir kata "-nya" pada kalimat itu terasa menyangkut dirinya dan tidak hanya mengisi tata bahasa doanya?
  • Kamar-kamar itu disebut "yang dibangun", dan ayat tidak menyebut siapa yang membangunnya, berapa lama, atau dari bahan apa. Pembaca hanya diberi kenyataan bahwa kamar itu sudah berdiri, bertingkat, dengan sungai mengalir di bawahnya. Ini dekat dengan pengalaman orang yang tinggal di sebuah rumah, berjalan di sebuah jalan, atau minum dari sebuah saluran, yang semuanya dibangun jauh sebelum pemakainya lahir oleh orang yang tidak pernah dikenalnya. Gambaran di ayat ini tidak membantu menebak tangan siapa yang bekerja, dan pembaca tidak perlu menebaknya untuk menerima gambaran itu. Pemberi janji yang disebut di akhir ayat adalah Allah. Apa yang berubah pada cara seseorang menempati sesuatu ketika pemakainya ingat bahwa bukan dia yang membangunnya?
  • Dua kata "Janji Allah" berdiri sebagai kalimat sendiri di antara gambaran kamar dan penegasan bahwa Allah tidak menyalahi janji. Sebelum kalimat itu pembaca membaca sesuatu yang bisa dibayangkan, sesudahnya pembaca menemukan sesuatu yang harus dipercaya, dan jeda di antara keduanya memisahkan dua pekerjaan: membayangkan dan mempercayai. Orang yang pernah menerima janji dari sesama manusia tahu bahwa janji ditimbang dari siapa yang mengucapkannya, dan sebagian janji itu dilupakan oleh yang mengucapkannya sendiri. Kalimat penutup ayat ini mengalihkan timbangan itu dari isi janji kepada Pemberi janji, dengan memakai kata kerja yang sama seperti di 3:9, 13:31, dan 30:6. Kalau ukuran sebuah janji adalah orang yang mengucapkannya, janji siapa yang paling lama dipegang pembaca dan apa yang membuatnya bertahan?
  • Kata "tetapi" di awal ayat bekerja pada pembaca sekaligus pada kalimat. Ayat 39:19 meninggalkan pembaca di depan api, dan jika pembaca masih tinggal di adegan itu ketika 39:20 dimulai, kalimat pertama ayat ini memaksanya menoleh. Orang sering terus memikirkan kemungkinan terburuk sesudah kabar buruk selesai dibaca, sementara teks sudah pindah ke pihak lain. Ayat ini tidak meminta pembaca melupakan api, sebab 39:19 tetap ada di atasnya. Ayat ini hanya menaruh kelompok kedua tepat di sebelah kelompok pertama, dengan Tuhan yang sama sebagai pihak yang dituju dalam kata "Tuhan mereka". Bila 39:19 dibaca sebagai satu ruangan dan 39:20 sebagai ruangan di sebelahnya, di mana mata pembaca paling lama berdiam sesudah kata "tetapi" selesai dibaca?
  • Di 25:75 tempat itu disebut sebagai balasan atas kesabaran, di 29:58 dijanjikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh, dan di 39:20 hanya disebut bahwa penerimanya bertakwa kepada Tuhan mereka. Tiga ayat itu tidak digabung menjadi satu daftar syarat, dan 39:20 tidak mencantumkan kata "karena" yang menghubungkan kamar dengan sebuah perbuatan tertentu. Pembaca yang terbiasa menghitung amalnya mungkin ingin menaruh angka di sebelah tiap kamar, tetapi ayat ini menyerahkan hubungan itu kepada janji, bukan kepada hitungan. Ayat ini menaruh dua hal berdampingan: ketakwaan penerimanya di satu sisi dan janji Allah di sisi lain. Seseorang yang membaca ayat ini dapat bertanya, bila berhenti menghitung dan hanya menimbang siapa yang berjanji, apa yang terasa lebih ringan pada pengabdiannya sendiri?