أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu, Dia mengalirkannya menjadi mata air di bumi, kemudian, dengannya Dia mengeluarkan tanaman yang beraneka warnanya, kemudian, ia mengering, lalu, engkau melihatnya menguning, kemudian, Dia menjadikannya hancur berderai? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءًa-lam tara anna llaaha anzala mina s-samaa'i maa'antidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit
- فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِfa-salakahu yanaabii'a fii l-ardhilalu, Dia mengalirkannya menjadi mata air di bumi
- ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُtsumma yukhriju bihi zar'an mukhtalifan alwaanuhukemudian, dengannya Dia mengeluarkan tanaman yang beraneka warnanya
- ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّاtsumma yahiiju fa-taraahu mushfarrankemudian, ia mengering, lalu engkau melihatnya menguning
- ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًاtsumma yaj'aluhu huthaamankemudian, Dia menjadikannya hancur berderai
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِinna fii dzaalika la-dzikraa li-ulii l-albaabisesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat
Terjemahan per kata (31 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- تَرَtaraengkau memperhatikan
- أَنَّannabahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- أَنْزَلَanzalamenurunkan
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- مَاءًmaa'anair
- فَسَلَكَهُfa-salakahumaka Dia mengalirkannya
- يَنَابِيعَyanaabii'amata air
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- ثُمَّtsummakemudian
- يُخْرِجُyukhrijumengeluarkan
- بِهِbihidengannya
- زَرْعًاzar'antanaman
- مُخْتَلِفًاmukhtalifanyang berbeda
- أَلْوَانُهُalwaanuhuwarnanya
- ثُمَّtsummakemudian
- يَهِيجُyahiijumengering
- فَتَرَاهُfa-taraahumaka engkau melihatnya
- مُصْفَرًّاmushfarranmenguning
- ثُمَّtsummakemudian
- يَجْعَلُهُyaj'aluhumenjadikannya
- حُطَامًاhuthaamanhancur
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiipada
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَذِكْرَىٰla-dzikraabenar-benar peringatan
- لِأُولِيli-uliibagi orang-orang yang memiliki
- الْأَلْبَابِl-albaabiakal
Inti bacaan
Siklus air-tanaman-layu-hancur dijadikan 'pelajaran bagi orang-orang yang berakal', fenomena alam yang bisa disaksikan setiap musim mengajarkan kefanaan lewat pengamatan langsung, bukan abstraksi filosofis.
Penjelasan pilihan kata
'Ulii l-albaabi' diselaraskan jadi 'orang-orang yang berpikiran sehat' (draf awal memakai 'orang-orang yang berakal'), konsisten dengan terjemahan yang sama di 38:43, 39:9, dan 39:18.
Tafsiran
Ayat ini membuka perumpamaan siklus air dan tanaman sebagai pelajaran: kesuburan yang subur lalu layu mencerminkan sifat fana kehidupan dunia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menelusuri airnya dari langit sampai menjadi mata air di bumi. Bertahap. Yang biasanya dilihat sepotong ditelusuri seluruh jalannya.
- Yang tumbuh disebut beraneka warnanya. Dari air yang satu. Yang sama menghasilkan yang berbeda-beda.
- Allah menyebut penerimanya orang-orang yang berpikiran sehat. Bukan yang berilmu. Yang menangkap pelajarannya bukan yang banyak tahu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, a-l-h, n-z-l, s-m-w, m-w-h, s-l-k, n-b-', a-r-d, kh-r-j, z-r-', kh-l-f, l-w-n, h-y-j, s-f-r, j-'-l, h-t-m, dz-k-r, a-w-l, l-b-b): anzala maa'an diterjemahkan 'menurunkan air' (akar n-z-l + akar m-w-h); salakahu yanaabii' diterjemahkan 'mengalirkannya menjadi mata air' (akar s-l-k + akar n-b-'); zar'an mukhtalifan alwaanuhu diterjemahkan 'tanaman beraneka warna' (akar z-r-' + akar kh-l-f + akar l-w-n); yahiiju diterjemahkan 'mengering (layu)' (akar h-y-j); hutaam diterjemahkan 'hancur' (akar h-t-m); dhikraa li-ulii l-albaab diterjemahkan 'pelajaran bagi orang berakal' (akar dz-k-r + akar l-b-b). Selaras.