أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu, Dia mengalirkannya menjadi mata air di bumi, kemudian, dengannya Dia mengeluarkan tanaman yang beraneka warnanya, kemudian, ia mengering, lalu, engkau melihatnya menguning, kemudian, Dia menjadikannya hancur berderai? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءًa-lam tara anna llaaha anzala mina s-samaa'i maa'antidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit
  2. فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِfa-salakahu yanaabii'a fii l-ardilalu, Dia mengalirkannya menjadi mata air di bumi
  3. ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُtsumma yukhriju bihi zar'an mukhtalifan alwaanuhukemudian, dengannya Dia mengeluarkan tanaman yang beraneka warnanya
  4. ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّاtsumma yahiiju fa-taraahu musfarrankemudian, ia mengering, lalu engkau melihatnya menguning
  5. ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًاtsumma yaj'aluhu hutaamankemudian, Dia menjadikannya hancur berderai
  6. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِinna fii dzaalika la-dzikraa li-ulii l-albaabisesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-a-y, a-l-h, n-z-l, s-m-w, m-w-h, s-l-k, n-b-', a-r-d, kh-r-j, z-r-', kh-l-f, l-w-n, h-y-j, s-f-r, j-'-l, h-t-m, dz-k-r, a-w-l, l-b-b): anzala maa'an diterjemahkan 'menurunkan air' (akar n-z-l + akar m-w-h); salakahu yanaabii' diterjemahkan 'mengalirkannya menjadi mata air' (akar s-l-k + akar n-b-'); zar'an mukhtalifan alwaanuhu diterjemahkan 'tanaman beraneka warna' (akar z-r-' + akar kh-l-f + akar l-w-n); yahiiju diterjemahkan 'mengering (layu)' (akar h-y-j); hutaam diterjemahkan 'hancur' (akar h-t-m); dhikraa li-ulii l-albaab diterjemahkan 'pelajaran bagi orang berakal' (akar dz-k-r + akar l-b-b). Selaras.

Aplikasi

Siklus air-tanaman-layu-hancur dijadikan 'pelajaran bagi orang-orang yang berakal', fenomena alam yang bisa disaksikan setiap musim mengajarkan kefanaan lewat pengamatan langsung, bukan abstraksi filosofis.