اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Allah menurunkan sebaik-baik tuturan, sebuah Kitab yang serupa, berulang-ulang; kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar karenanya, kemudian, kulit dan hati mereka menjadi tenang saat mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah; Dia membimbing dengannya siapa yang Dia kehendaki. Dan siapa yang Allah sesatkan, baginya tidak ada pembimbing.

Terjemahan bertahap (7 jeda)
  1. اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِallaahu nazzala ahsana l-hadiitsiAllah menurunkan sebaik-baik tuturan
  2. كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَkitaaban mutashaabihan matsaaniyasebuah Kitab yang serupa, berulang-ulang
  3. تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْtaqsha'irru minhu juluudu lladziina yakhshawna rabbahumkulit orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar karenanya
  4. ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِtsumma taliinu juluuduhum wa-quluubuhum ilaa dzikri llaahikemudian, kulit dan hati mereka menjadi tenang saat mengingat Allah
  5. ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِdzaalika hudaa llaahiitulah petunjuk Allah
  6. يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُyahdii bihi man yashaa'uDia membimbing dengannya siapa yang Dia kehendaki
  7. وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍwa-man yudlili llaahu fa-maa lahu min haadindan siapa yang Allah sesatkan, baginya tidak ada pembimbing
Aplikasi

Deskripsi mendalam respons spiritual autentik: kulit menggigil karena takut, lalu kulit dan hati menjadi tenang saat mengingat Allah, perjalanan emosional dua tahap (kegentaran lalu ketenangan) yang nyata secara psikologis, bukan reaksi yang dibuat-buat atau instan tanpa proses.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Allah telah menurunkan perkataan yang terbaik, (yaitu) Kitab (Al-Qur’an) yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Oleh karena itu, kulit orang yang takut kepada Tuhannya gemetar. Kemudian, kulit dan hati mereka menjadi lunak ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah tidak ada yang dapat memberi petunjuk. God has sent down the best narration: a Writ of paired comparison whereat shiver the skins of those who fear their Lord; then their skins and their hearts soften to the remembrance of God, that is the guidance of God wherewith He guides whom He wills; and whom God sends astray, for him there is no guide. terjemahan lain/sebagian penerjemah menerjemahkan *hadiith* di sini sbg 'kisah/berita/pemberitaan/narasi', terjemahan ini mempertahankan transliterasi scr sengaja. Mempertahankan 'hadits' (bukan menerjemahkannya jadi 'kisah/berita') sengaja membuat pembaca berhenti sejenak, sebab kata yg sama, dipakai Qur'an utk DIRINYA SENDIRI, kini lazim dipahami sbg korpus TERPISAH dari Qur'an. ayat semacam ini TIDAK bisa dibaca sbg putusan hukum atas kewenangan riwayat Nabi, ia hanya mencatat bahwa PENAMAAN korpus itu 'hadiith' bukan berasal dari pemakaian Qur'ani sendiri. Kewenangan riwayat itu sendiri di luar cakupan pilihan-kata ini., 'Allah menurunkan hadiith TERBAIK: sebuah Kitab', satu-satunya ayat di mana Qur'an EKSPLISIT menamai dirinya *ahsan al-hadiith*. terjemahan lain sendiri melunakkannya jd 'perkataan yang terbaik' (menghindari kata 'hadits' krn muatan-teknisnya di telinga modern), terjemahan ini justru mempertahankan 'hadits' PERSIS di titik paling krusial ini, sebab menghindarinya di sinilah yg akan menyembunyikan temuan dossier. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan, lih. 22 Jul), memakai 'Tuhan' utk *Allaah* (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua rendering valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan. Status penyaringan = dilindungi dari perubahan sepihak; harmonisasi (bila diinginkan) menunggu otorisasi eksplisit Pak FD, sejalan contoh serupa 33:52/50:40 pekerjaan ini 22 Jul.