أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ

Maka, apakah orang yang dengan wajahnya menjaga diri dari azab yang buruk pada hari kiamat? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, “Rasakanlah apa yang kalian usahakan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِa-fa-man yattaqii bi-wajhihi suu'a l-'adzaabi yawma l-qiyaamatimaka, apakah orang yang dengan wajahnya menjaga diri dari azab yang buruk pada hari kiamat
  2. وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَwa-qiila li-zh-zhaalimiina dzuuquu maa kuntum taksibuunadan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, rasakanlah apa yang kalian usahakan

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. يَتَّقِيyattaqiimenjaga diri dari
  3. بِوَجْهِهِbi-wajhihidengan wajahnya
  4. سُوءَsuu'akeburukan
  5. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  6. يَوْمَyawmahari
  7. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  8. وَقِيلَwa-qiiladan dikatakan
  9. لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim
  10. ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
  11. مَاmaaapa yang
  12. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  13. تَكْسِبُونَtaksibuunakalian usahakan

Inti bacaan

Susunan (كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ, kuntum taksibuuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:39, 10:52, dan 39:24.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يَتَّقِي, yattaqii) berakar و-ق-ي dan bentuk ini hanya tertulis di ayat ini. Terjemahan memakai "menjaga diri dari" karena objek kata kerjanya azab, yaitu sesuatu yang berbahaya, dan Allah atau Tuhan tidak menjadi tujuannya. Pembagian itu mengikuti terjemahan di tempat lain: bila Tuhan menjadi tujuannya, kata kerja dari akar ini diterjemahkan "bertakwa", seperti (اتَّقُوا رَبَّكُمْ, ttaquu rabbakum) di 39:10 dan (فَاتَّقُونِ, fa-ttaquuni) di 39:16, sedangkan bila yang disebut api, terjemahannya "jagalah diri dari", seperti (فَاتَّقُوا النَّارَ, fa-ttaquu n-naara) di 2:24 dan (وَاتَّقُوا النَّارَ, wa-ttaquu n-naara) di 3:131. Dengan padanan itu urutan ayat ini menjadi: orang yang dengan wajahnya menjaga diri dari azab, lalu azab itu disebut (سُوءَ الْعَذَابِ, suu'a l-'adzaabi).

Frasa (سُوءَ الْعَذَابِ, suu'a l-'adzaabi) yang berarti "azab yang buruk" muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:49, 6:157, 7:141, 7:167, 14:6, dan 39:24, dan surah 7 memuatnya dua kali. Di 2:49, 7:141, 7:167, dan 14:6 frasa itu menjadi objek kata kerja (يَسُومُونَكُمْ, yasuumuunakum) di 2:49 dan serupa di tiga ayat lain, sehingga frasa itu menjadi sesuatu yang ditimpakan orang kepada orang lain. Di 6:157 frasa itu menjadi balasan, (سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آيَاتِنَا سُوءَ الْعَذَابِ, sa-najzii lladziina yashdifuuna 'an aayaatinaa suu'a l-'adzaabi). Di 39:24 frasa itu menjadi sesuatu yang berusaha ditangkis sendiri oleh seseorang, jadi tiga kedudukan berbeda dari satu frasa.

Kata (بِوَجْهِهِ, bi-wajhihi) tersusun dari (بِ, bi-) yang berarti "dengan", (وَجْهِ, wajh) yang berarti "wajah", dan (هِ, -hi) yang berarti "-nya". Kata wajh diterjemahkan "wajah" di ayat-ayat tentang api yang dikutip berikut, sehingga terjemahan di sini tidak memakai "diri" atau "muka". Wajah di ayat-ayat tentang api disebut sebagai tempat api itu mengenai seseorang: (وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ, wa-taghsyaa wujuuhahumu n-naaru) di 14:50 yang berarti "dan api menutupi wajah-wajah mereka", (تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ, tuqallabu wujuuhuhum fii n-naari) di 33:66 yang berarti "wajah-wajah mereka dibolak-balik dalam api", dan (يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ, yushabuuna fii n-naari 'alaa wujuuhihim) di 54:48 yang berarti "mereka diseret ke dalam api atas wajah mereka". Di 21:39, (لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ, laa yakuffuuna 'an wujuuhihimu n-naara) yang berarti "tidak mampu mengelakkan api dari wajah", wajah itu muncul dengan kemampuan menolak yang tidak ada. Di 39:24 wajah dipakai sebagai alat menjaga diri.

Kata (وَقِيلَ, wa-qiila) yang berarti "dan dikatakan" berakar ق-و-ل dan berbentuk pasif, sehingga pengucapnya tidak disebut. Rangkaian yang sama dengan penutur tertulis ada di 29:55, (وَيَقُولُ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, wa-yaquulu dzuuquu maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "dan Dia berfirman, 'Rasakanlah apa yang kalian kerjakan'", dan di 34:42, (وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا, wa-naquulu li-lladziina zhalamuu dzuuquu) yang berarti "dan Kami berkata kepada orang-orang yang zalim, 'Rasakanlah'". Bentuk pasif seperti di sini ada di 10:52, (ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا, tsumma qiila li-lladziina zhalamuu dzuuquu) dan di 32:20, (وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا, wa-qiila lahum dzuuquu).

Kata (ذُوقُوا, dzuuquu) yang berarti "rasakanlah" berakar ذ-و-ق dan tertulis di 21 ayat di 16 surah, yaitu 3:106, 3:181, 6:30, 7:39, 8:35, 8:50, 9:35, 10:52, 22:22, 29:55, 32:14, 32:20, 34:42, 35:37, 39:24, 46:34, 51:14, 54:37, 54:39, 54:48, dan 78:30. Rangkaian (ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ, dzuuquu maa kuntum) muncul tiga kali, yaitu 9:35, 29:55, dan 39:24, dan kata kerja sesudahnya berbeda di tiap ayat: (تَكْنِزُونَ, taknizuuna) yang berarti "kalian timbun" di 9:35, (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) yang berarti "kalian kerjakan" di 29:55, dan (تَكْسِبُونَ, taksibuuna) yang berarti "kalian usahakan" di ayat ini. Terjemahan memakai tiga kata kerja yang berbeda sesuai tiga kata kerja Arabnya. Susunan (كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ, kuntum taksibuuna) muncul tiga kali, di 7:39, 10:52, dan 39:24, dan di ketiganya terjemahan memakai "usahakan". Karena itu terjemahan 39:24 memakai "usahakan", dan "kerjakan" tetap menjadi padanan akar ع-م-ل di 29:55.

Tafsiran

Ayat ini terdiri dari dua bagian yang berbeda bentuknya: pertanyaan tentang seseorang di bagian pertama, dan ucapan langsung kepada orang-orang zalim di bagian kedua. Pertanyaannya sama dengan 39:19 dan 39:22 dalam hal tidak ditutup dengan pembanding. Di 39:19 tokohnya orang yang telah pasti baginya perkataan azab, dan di 39:22 orang yang dadanya dilapangkan. Di 39:24 tokohnya sedang menjaga diri dari azab dengan wajahnya, pada hari kiamat.

Ayat 39:16 menyebut untuk apa gambaran api semacam ini disampaikan: (ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ, dzaalika yukhawwifu llaahu bihi 'ibaadahu) yang berarti "demikianlah Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengannya", lalu disusul seruan bertakwa. Gambaran wajah di ayat ini sejalan dengan itu, karena gambaran itu memperlihatkan seseorang yang tinggal memiliki wajah sebagai alat.

Bagian kedua mengikat apa yang dirasakan dengan apa yang diusahakan. Perintah rasakan memakai objek (مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ, maa kuntum taksibuuna) yang berarti "apa yang kalian usahakan", sehingga yang dicicipi disebut sebagai hasil dari usaha mereka sendiri. Hubungan ini juga muncul di 10:52 dalam bentuk pertanyaan, (هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ, hal tujzawna illaa bi-maa kuntum taksibuuna) yang berarti "apakah kalian dibalas kecuali dengan apa yang kalian usahakan". Pada ayat ini hubungan itu tertulis sebagai perintah, dan tidak disertai pertanyaan.

Ayat berikutnya meninggalkan hari kiamat dan kembali ke dunia, ke orang-orang yang hidup sebelum mereka, dan 39:26 menyebut kehinaan yang dicicipkan Allah dalam kehidupan dunia dengan kata kerja dari akar ذ-و-ق yang sama seperti di ayat ini. Dua ayat itu menaruh rasa di dua tempat, di dunia dan sesudah hari kiamat, dan 39:26 menutupnya dengan azab akhirat yang lebih besar.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut seseorang menjaga diri dari azab dengan wajahnya. Wajah adalah bagian tubuh yang menghadap ke depan dan terlihat orang lain, dan di sini wajah dipakai sebagai alat, sementara ayat tidak menyebut apa pun yang menolong. Gambaran semacam itu memperlihatkan keadaan seseorang yang tidak punya perantara lagi di antara dirinya dan azab. Pembaca dapat membayangkan benda-benda yang selama ini ditaruhnya di antara dirinya dan akibat, misalnya alasan, jabatan, simpanan, atau orang yang bersedia membela, lalu menimbang mana di antaranya yang akan tersisa ketika yang dapat dipakai tinggal wajah. Perlindungan apa yang sekarang dipertahankan pembaca dengan susah payah, dan apa yang akan dilindunginya bila yang tersisa tinggal satu?
  • Perintah rasakan di ayat ini berobjek apa yang kalian usahakan. Dengan begitu yang dicicipi disebut sebagai hasil dari usaha, dan hubungan antara usaha dan rasa tertulis dalam satu kalimat. Orang yang lama menekuni sesuatu, entah pekerjaan, kebiasaan, atau cara memperlakukan orang lain, dapat menimbang seperti apa rasanya bila hasil dari semua itu diberikan kembali kepadanya utuh. Ayat 10:52 mengajukan hubungan yang sama sebagai pertanyaan tentang apa lagi yang mungkin dibalaskan, sedangkan ayat ini mengucapkannya sebagai perintah. Dari apa yang paling lama diusahakan seseorang, rasa apa yang akan kembali kepadanya?
  • Akar kata kerja rasakan dipakai di 39:26 dengan Allah sebagai pelaku dan kehinaan dalam kehidupan dunia sebagai yang dicicipkan, sehingga rasa disebut di dua tempat: di dunia pada 39:26 dan sesudah hari kiamat pada 39:24. Pembaca yang membaca kedua ayat secara berurutan mendapati bahwa rasa tidak selalu menunggu hari yang jauh, sebab sebagian sudah disebut di dunia dan yang lebih besar disebut sesudahnya. Hubungan antara kehinaan di dunia dan azab di akhirat dinyatakan oleh 39:26, dan 39:24 tidak mengaturnya. Pembaca diberi dua tempat bagi rasa dari akar yang sama. Rasa apa yang sudah datang kepada seseorang dari sesuatu yang diusahakannya, dan siapa yang dalam ayat-ayat ini disebut mencicipkannya?
  • Di 39:16 Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengan lapisan api di atas dan di bawah, lalu menyeru mereka bertakwa. Gambaran wajah di 39:24 berada dalam surah yang sama dan sejajar dengan seruan itu. Pembaca yang menemukan gambaran seperti ini dapat bertanya bagaimana dirinya menerimanya: sebagai ancaman kepada orang lain yang dibayangkannya, atau sebagai pemberitahuan kepada dirinya sendiri. Jarak antara gambaran dan seruan tidak dijelaskan, dan keduanya ditaruh berdekatan dalam satu surah. Ketika gambaran ini terbaca, siapa yang menurut pembaca sedang ditakut-takuti oleh Allah, orang lain atau dirinya?
  • Akar kata kerja menjaga diri di ayat ini sama dengan yang dipakai di 39:20 untuk orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka. Di 39:20 penjagaan itu tertuju kepada Tuhan mereka, dan di 39:24 alat penjagaannya wajah. Dua ayat itu memakai kata kerja yang sama dengan dua cara menjaga diri yang berbeda. Orang yang sehari-hari sibuk menjaga diri dari kerugian, kemarahan, atau kehilangan, mengenal pekerjaan menjaga diri itu dari dalam. Ayat ini menaruh pertanyaan tentang alat penjagaannya tanpa mengajukannya langsung. Bila menjaga diri adalah pekerjaan yang dilakukan setiap hari, dengan apa seseorang menjaga dirinya, dan kepada siapa penjagaan itu dialamatkan: kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang lain?
  • Bagian pertama ayat ini membicarakan seseorang dengan kata ganti ketiga, dan bagian kedua langsung mengalamatkan perintah kepada orang-orang zalim dengan kata kalian. Pembaca yang semula mengamati dari luar tiba-tiba mendengar kalimat yang bukan ditujukan kepadanya. Pergantian ini menaruh pembaca sebagai orang yang menguping, dan orang yang menguping dapat memilih antara menganggap kalimat itu bukan urusannya atau menimbang apakah ia tergolong penerimanya. Ayat tidak memuat tanggapan dari pihak yang dituju dan tidak menyebut siapa penuturnya. Bila sebuah perintah terdengar dari ruangan lain dan ditujukan kepada orang zalim, bagaimana pembaca mengetahui bahwa kata kalian itu tidak sedang mencakup dirinya?