كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

Orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, maka, azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْkadzdzaba lladziina min qablihimorang-orang sebelum mereka telah mendustakan
  2. فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَfa-ataahumu l-'adzaabu min haytsu laa yasy'uruunamaka, azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. كَذَّبَkadzdzabamendustakan
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. مِنْmindari
  4. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  5. فَأَتَاهُمُfa-ataahumumaka datang kepada mereka
  6. الْعَذَابُl-'adzaabuazab
  7. مِنْmindari
  8. حَيْثُhaytsudi mana saja
  9. لَاlaatidak
  10. يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari

Inti bacaan

Susunan (مِنْ حَيْثُ لَا, min haytsu laa) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:27, 7:182, 16:26, 16:45, 39:25, 65:3, dan 68:44.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (كَذَّبَ, kadzdzaba) yang berarti "mendustakan" berakar ك-ذ-ب dan menolak kebenaran yang datang dari pihak lain. Bentuk dasar akar ini, (كَذَبَ, kadzaba), berarti berdusta, dan keduanya tertulis berdampingan di 39:32: (كَذَبَ عَلَى اللَّهِ, kadzaba 'alaa llaahi) yang berarti "berbohong terhadap Allah", lalu (وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ, wa-kadzdzaba bi-sh-shidqi) yang berarti "dan mendustakan kebenaran". Karena itu terjemahan 39:25 memakai "mendustakan", dan bukan "berdusta", untuk pelaku yang menolak sesuatu. Ayat ini tidak menyebut apa yang didustakan, sehingga kata kerjanya berdiri tanpa objek dan terjemahan tidak menambahkannya.

Rangkaian (كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, kadzdzaba lladziina min qablihim) muncul enam kali di enam surah, yaitu 6:148, 10:39, 34:45, 35:25, 39:25, dan 67:18. Kelanjutannya berbeda di tiap ayat. Di 6:148 yang menyusul (حَتَّىٰ ذَاقُوا بَأْسَنَا, hattaa dzaaquu ba'sanaa) yang berarti "sampai mereka merasakan siksa Kami". Di 34:45 yang menyusul penyebutan rasul, (فَكَذَّبُوا رُسُلِي, fa-kadzdzabuu rusulii) yang berarti "lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku". Di 35:25 yang menyusul rasul-rasul yang datang dengan bukti nyata, dan di 10:39 dan 67:18 yang menyusul pertanyaan tentang kesudahan mereka. Di 39:25 yang menyusul langsung azab. Frasa yang lebih umum, (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang sebelum mereka", muncul 28 kali di 22 surah, yaitu 2:118, 3:11, 6:148, 8:52, 8:54, 9:70, 10:39, 12:109, 13:42, 16:26, 16:33, 16:35, 24:55, 24:59, 29:3, 30:9, 34:45, 35:25, 35:44, 39:25, 39:50, 40:82, 44:37, 47:10, 51:52, 58:5, 59:15, dan 67:18. Surah ini memuatnya dua kali, di 39:25 dan 39:50.

Kata kerja (فَأَتَاهُمُ, fa-ataahumu) tersusun dari (فَ, fa) yang berarti "maka", (أَتَى, ataa) yang berarti "datang", dan (هُمُ, -humu) yang berarti "kepada mereka". Pelakunya (الْعَذَابُ, l-'adzaabu) yang berarti "azab", jadi azab itu sendiri yang datang. Susunan (أَتَاهُمُ الْعَذَابُ, ataahumu l-'adzaabu) muncul dua kali, yaitu 16:26 dan 39:25. Di 16:26 susunan itu didahului (وَ, wa-) yang berarti "dan", sedangkan di 39:25 didahului fa, sehingga azab di sini disambung sebagai akibat langsung dari mendustakan. Terjemahan memakai "datang kepada mereka", sama dengan 16:26.

Rangkaian (مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ, min haytsu laa yasy'uruuna) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 16:26, 16:45, dan 39:25, dan terjemahan di ketiganya "dari arah yang tidak mereka sadari". Bentuk yang lebih luas, (مِنْ حَيْثُ لَا, min haytsu laa), muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 7:27, 7:182, 16:26, 16:45, 39:25, 65:3, dan 68:44, dengan kata kerja berbeda sesudahnya: (لَا تَرَوْنَهُمْ, laa tarawnahum) yang berarti "kalian tidak melihat mereka" di 7:27, (لَا يَعْلَمُونَ, laa ya'lamuuna) yang berarti "mereka tidak mengetahui" di 7:182 dan 68:44, (لَا يَحْتَسِبُ, laa yahtasibu) yang berarti "dia tidak menduga" di 65:3, dan (لَا يَشْعُرُونَ, laa yasy'uruuna) yang berarti "mereka tidak menyadari" di tiga ayat tadi. Di 7:182 dan 68:44 frasa itu mengikuti orang-orang yang mendustakan, sama seperti di ayat ini.

Kata kerja (يَشْعُرُونَ, yasy'uruuna) berakar ش-ع-ر. Rangkaian (لَا يَشْعُرُونَ, laa yasy'uruuna) muncul 15 kali di 11 surah, yaitu 2:12, 7:95, 12:15, 12:107, 16:26, 16:45, 23:56, 26:202, 27:18, 27:50, 28:9, 28:11, 29:53, 39:25, dan 43:66. Pada lima ayat di antaranya, yaitu 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66, kata itu berbentuk (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna) dan didahului (بَغْتَةً, baghtatan) yang berarti "secara tiba-tiba", jadi waktunya yang tidak disadari. Di 39:55 hal serupa tertulis dengan "kalian", (بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ, baghtatan wa-antum laa tasy'uruuna). Di 39:25 kata baghtatan tidak ada, dan arahnya yang disebut tidak disadari, (مِنْ حَيْثُ, min haytsu) yang berarti "dari arah".

Terjemahan 39:25 memakai padanan "datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari" sama dengan 16:26 dan padanan "mendustakan" mengikuti bentuk kata kerjanya.

Tafsiran

Ayat ini menceritakan orang-orang terdahulu hanya dengan dua kenyataan: mereka mendustakan, lalu azab datang. Ayat sekitarnya menyebut Kitab dan Al-Qur'an, yaitu di 39:23 dan 39:27, tetapi 39:25 tidak menyatakan bahwa kitab itu yang didustakan. Di 34:45 dan 35:25 yang disebut ialah rasul-rasul dan bukti nyata, dan di sini objek itu tidak ditulis.

Letaknya di surah ini adalah sebagai jembatan. Ayat 39:24 berada pada hari kiamat dan menaruh orang zalim di depan azab, lalu 39:25 pindah ke masa yang sudah berlalu, dan 39:26 menyebut kehinaan yang dicicipkan Allah dalam kehidupan dunia serta azab akhirat yang lebih besar. Tiga ayat itu bergerak dari hari kiamat ke dunia lalu kembali ke perbandingan antara dunia dan akhirat. Pelaku di tiga ayat itu berganti: di 39:24 tidak disebut pengucapnya, di 39:25 azablah yang datang, dan di 39:26 Allah yang mencicipkan.

Orang-orang sebelum mereka muncul lagi di 39:50. Di sana (قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, qad qaalahaa lladziina min qablihim) yang berarti "sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu" disusul (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, fa-maa aghnaa 'anhum maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "maka, tidak mencukupkan mereka apa yang selalu mereka usahakan", lalu 39:51 menyebut keburukan yang mereka usahakan menimpa mereka. Surah ini karena itu menyebut kelompok yang sama dua kali dengan sudut berbeda: di 39:25 apa yang terjadi pada mereka, di 39:50 sampai 39:51 apa yang tidak dapat dilakukan usaha mereka. Akar yang dipakai untuk usaha itu sama dengan perintah "rasakanlah apa yang kalian usahakan" di 39:24.

Ayat 16:26 memuat akhir yang sama, tetapi dengan rincian yang tidak ada di sini. Di sana orang-orang sebelum mereka membuat makar, bangunan mereka didatangi dari fondasinya, dan atap runtuh menimpa mereka dari atas, baru kemudian disebut azab datang dari arah yang tidak mereka sadari. Pada 16:26 arah itu punya gambaran, dan pada 39:25 arah itu hanya disebut, sehingga ayat ini memberi pembaca kerangka tanpa perabot.

Renungan dan Hikmah

  • Azab di ayat ini datang dari arah yang tidak disadari. Orang yang pernah memasang pagar, kunci, atau asuransi untuk menghadapi ancaman yang dikenalnya mengerti bahwa pengawasan sering memilih satu atau dua arah, sedangkan arah lain bisa dibiarkan terbuka. Ayat 16:26 menjadikan arah itu konkret dengan atap yang runtuh dari atas bangunan yang tampak kokoh. Pembaca yang mendaftar semua yang dijaganya sekarang akan mendapati bahwa daftar itu sendiri menunjukkan arah yang tidak ada di dalamnya. Dari arah mana kerugian terbesar dalam hidup pembaca datang, dan apakah arah itu pernah tercantum dalam daftar penjagaannya?
  • Ayat ini tidak menulis apa yang didustakan orang-orang sebelum mereka. Pembaca yang membaca 39:23 tepat sebelumnya, tempat Allah disebut menurunkan sebaik-baik tuturan, dapat menyambung kedua ayat itu sendiri, tetapi sambungan itu datang dari pembaca dan bukan dari teks. Penolakan yang tidak diberi nama lebih mudah dialami daripada penolakan yang diberi nama, sebab orang yang menolak tanpa sebutan jarang merasa sedang menolak apa pun. Ayat ini membiarkan tempat kosong itu, dan tempat kosong itu menarik pembaca untuk bertanya. Hal apa yang selama ini ditolak pembaca tanpa pernah memeriksanya, dan sudah berapa kali pembaca mengatakan tidak sebelum mendengar isi pertanyaannya?
  • Di 39:25 azab disebut datang, dan di ayat berikutnya Allah disebut mencicipkan kehinaan kepada mereka. Dua kalimat berurutan menyebut dua pelaku yang berbeda: azab sebagai yang datang, lalu Allah sebagai yang membuat mereka merasakan, dan ayat tidak menyatakan bahwa keduanya peristiwa yang sama. Akibat dari sesuatu yang diperbuat dapat diceritakan sebagai kejadian yang menimpa, seperti musibah yang tiba sendiri, atau sebagai sesuatu yang dilakukan kepada orangnya. Ayat 39:26 memberi nama pelaku itu, dan 39:25 menempatkan akibat sebagai kejadian yang datang. Ketika sebuah akibat tiba dalam hidup seseorang, kata kerja mana yang lebih cepat dipakainya untuk menceritakannya: datang atau didatangkan?
  • Orang-orang sebelum mereka muncul lagi di 39:50, tempat apa yang mereka usahakan disebut tidak mencukupkan mereka. Dua ayat yang memuat kelompok yang sama itu memberi pembaca dua adegan: lebih dulu azab yang datang dari arah tak disadari, lalu usaha yang tidak berguna. Pembaca yang menimbang hidupnya dari apa yang berhasil diusahakannya mendapati bahwa surah ini menaruh usaha di dua tempat, sebagai bahan yang dirasakan kembali di 39:24 dan sebagai sesuatu yang tidak mencukupkan di 39:50. Ayat tidak memerinci jenis usaha mereka, dan 39:25 tidak menyebut usaha sama sekali. Apa yang selama ini diusahakan pembaca dengan keyakinan bahwa hasilnya akan mencukupkan dirinya, dan siapa yang menjanjikan kecukupan itu?
  • Rangkaian dari arah yang tidak disadari juga dipakai di 65:3 untuk rezeki, bagi orang yang bertakwa kepada Allah, (وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ, wa-man yattaqi llaaha) di 65:2 dan (مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ, min haytsu laa yahtasibu) di 65:3. Arah yang tak terduga dipakai untuk dua kabar yang berlawanan, azab di 39:25 dan rezeki di 65:3. Kesiapan untuk waktu yang tidak pasti sering disusun lewat jadwal dan cadangan, tetapi kedua ayat itu menyebut arahnya, bukan waktunya, sebagai hal yang tidak diketahui. Allah disebut sebagai pemberi rezeki di ayat yang memakai frasa ini untuk kabar baik, dan itu tidak menjadikan 39:25 kabar baik. Dari arah mana pembaca selama ini menunggu kabar baik, dan dari arah mana pembaca belum pernah menengok?
  • Kata "sebelum mereka" di ayat ini menyiratkan ada sekelompok orang yang berada sesudah orang-orang itu, dan ayat tidak menyebut siapa kelompok kedua itu. Pembaca dapat membaca kata "mereka" sebagai tempat berdirinya sendiri, karena ayat membiarkannya terbuka bagi siapa pun yang membaca. Ayat 39:25 hanya menyebut dua kenyataan tentang yang terdahulu: mereka mendustakan, lalu azab datang. Bila deretan itu dibaca dari belakang, siapa yang berdiri tepat sesudah orang-orang yang telah mendustakan, dan apa yang diperhatikannya dari urutan dua kenyataan itu sebelum ia sendiri berada di dalamnya?