قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Qur'an berbahasa Arab yang tidak ada kebengkokan di dalamnya, agar mereka bertakwa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍqur'aanan 'arabiyyan ghayra dzii 'iwajinQur'an berbahasa Arab yang tidak ada kebengkokan di dalamnya
- لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَla'allahum yattaquunaagar mereka bertakwa
Terjemahan per kata (7 kata)
- قُرْآنًاqur'aananbacaan
- عَرَبِيًّا'arabiyyanberbahasa Arab
- غَيْرَghayraselain
- ذِيdziipemilik
- عِوَجٍ'iwajinkebengkokan
- لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
- يَتَّقُونَyattaquunabertakwa
Inti bacaan
Kata (عِوَجٍ, 'iwajin) 'kebengkokan' muncul sembilan kali di tujuh surah (3:99, 7:45, 7:86, 11:19, 14:3, 18:1, 20:107, 20:108, 39:28), dan hanya 18:1 dan 39:28 yang menafikannya dari Kitab.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُرْآنًا, qur'aanan) yang berarti "Qur'an", nama bacaan yang berakar ق-ر-أ. Bentuk ini tanpa kata sandang muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 12:2, 13:31, 17:106, 20:113, 39:28, 41:3, 41:44, 42:7, 43:3, dan 72:1, dengan surah 41 memuatnya dua kali. Enam dari sepuluh itu digandeng dengan (عَرَبِيًّا, 'arabiyyan) yang berarti "berbahasa Arab", yaitu 12:2, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, dan 43:3. Ayat sebelumnya memakai kata yang sama dengan kata sandang, (الْقُرْآنِ, l-qur'aani) yang berarti "Al-Qur'an", dalam kalimat "dalam Al-Qur'an ini". Di 39:28 kata sandang itu tidak ada, sehingga terjemahan memakai "Qur'an" tanpa "Al-" seperti 12:2 dan 20:113, dan tidak menyalin "Al-Qur'an" dari ayat sebelumnya.
Kata 'arabiyyan berakar ع-ر-ب dan muncul delapan kali, yaitu 12:2, 13:37, 20:113, 39:28, 41:3, 42:7, 43:3, dan 46:12. Enam yang mengikuti qur'aanan sudah disebut di atas. Dua lainnya menyifati kata yang berbeda, yaitu (حُكْمًا عَرَبِيًّا, hukman 'arabiyyan) yang berarti "putusan yang berbahasa Arab" di 13:37, dan (لِسَانًا عَرَبِيًّا, lisaanan 'arabiyyan) yang berarti "bahasa Arab" di 46:12. Terjemahan memakai "berbahasa Arab" di tujuh tempat dan "dalam bahasa Arab" di 41:3. Di 41:44 akar yang sama menyifati orang, (وَعَرَبِيٌّ, wa-'arabiyyun) yang berarti "dan orang Arab". Di 39:28 kata itu menempel pada qur'aanan, sehingga sifat berbahasa Arab dikenakan pada bacaan itu.
Rangkaian (غَيْرَ ذِي عِوَجٍ, ghayra dzii 'iwajin) tersusun dari (غَيْرَ, ghayra) yang berarti "selain", (ذِي, dzii) yang berarti "pemilik", dan (عِوَجٍ, 'iwajin) yang berarti "kebengkokan". Harfiahnya "selain pemilik kebengkokan". Bahasa Indonesia tidak memakai bentuk itu, jadi terjemahan menyusunnya menjadi "yang tidak ada kebengkokan di dalamnya". Kata ghayr dzii dengan akhiran yang menyesuaikan kalimatnya muncul hanya di dua ayat, yaitu 14:37 dan 39:28. Di 14:37, (غَيْرِ ذِي زَرْعٍ, ghayri dzii zar'in) yang berarti "yang tidak ada tanamannya" menyifati sebuah lembah, dan terjemahan kedua ayat memakai pola yang sama, "yang tidak ada ... -nya".
Akar ع-و-ج muncul sembilan kali sebagai kata benda di tujuh surah, yaitu 3:99, 7:45, 7:86, 11:19, 14:3, 18:1, 20:107, 20:108, dan 39:28. Lima ayat pertama memakainya sebagai sesuatu yang diinginkan orang terhadap jalan Allah, misalnya (وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا, wa-yabghuunahaa 'iwajan) yang berarti "dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok" di 7:45 dan 14:3, serta (تَبْغُونَهَا عِوَجًا, tabghuunahaa 'iwajan) di 3:99. Empat ayat lainnya meniadakannya. Di 18:1, (وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا, wa-lam yaj'al lahu 'iwajan) yang berarti "dan tidak menjadikan padanya kebengkokan" menafikannya dari Kitab, dan pelakunya Allah yang menurunkan Kitab itu. Di 20:107, (لَا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا, laa taraa fiihaa 'iwajan) yang berarti "engkau tidak akan melihat padanya kebengkokan" menafikannya dari tempat yang digambarkan di ayat itu, dengan tonjolan sebagai pasangannya. Di 20:108, (لَا عِوَجَ لَهُ, laa 'iwaja lahu) menafikannya dari penyeru. Kata ini tidak dipasangkan dengan "sulit" di ayat mana pun. Di 20:107 pasangannya tonjolan pada permukaan, dan di 7:45 serta 14:3 benda yang dibengkokkan adalah jalan. Karena itu "kebengkokan" diterjemahkan sebagai lawan dari lurus, dan mudah atau sukarnya sebuah bacaan tidak dibahas ayat ini.
Penutup (لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ, la'allahum yattaquuna) yang berarti "agar mereka bertakwa" muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:187, 6:51, 6:69, 7:164, 20:113, dan 39:28, dengan terjemahan yang sama di keenamnya. Kata kerja yattaquuna berakar و-ق-ي, tanpa objek di ayat ini. Akar yang sama muncul dengan objek di 39:24 pada (يَتَّقِي بِوَجْهِهِ, yattaqii bi-wajhihi) yang berarti "menangkis dengan wajahnya", dan objeknya azab yang buruk. Di 39:28 kata kerja itu berdiri tanpa objek, sehingga ayat ini tidak merinci dari apa atau kepada siapa takwa itu dijalankan. Kata ganti -hum pada la'allahum memakai orang ketiga, "mereka". Pembukaan yang serupa di 12:2 dan 43:3 memakai orang kedua, (لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ, la'allakum ta'qiluuna) yang berarti "agar kalian berakal".
Tafsiran
Ayat ini terbaca sebagai sambungan 39:27 karena tidak memuat kata kerja utama sendiri dan memakai nama bacaan yang sama. Ayat 39:27 menyebut perumpamaan yang Kami buat bagi manusia beserta tujuannya, yaitu agar mereka mengambil pelajaran. Ayat 39:28 menambahkan dua keterangan tentang bacaan itu, berbahasa Arab dan tidak bengkok, lalu menyebut tujuan kedua, yaitu bertakwa. Dua tujuan itu berurutan, pelajaran dahulu dan takwa kemudian, dan masing-masing memakai la'alla ("agar") yang sama di ujung ayat.
Gandengan qur'aanan 'arabiyyan menyertai lima kalimat lain, dan tujuan yang disebut di tiap kalimat tidak seragam. Di 12:2 dan 43:3 tujuannya agar kalian berakal, di 41:3 bacaan itu diperinci bagi kaum yang mengetahui, di 42:7 agar engkau memberi peringatan, dan di 20:113 agar mereka bertakwa atau agar bacaan itu memberi peringatan bagi mereka. Bacaan yang sama dikaitkan dengan berakal, mengetahui, memberi peringatan, dan bertakwa, tergantung ayat yang memuatnya. Ayat 39:28 bergabung dengan 20:113 dalam tujuan takwa, dan sendirian dalam menyebut bacaan itu tidak bengkok.
Letaknya di dalam surah juga berarti. Ayat 39:23 menyebut Kitab yang serupa dan berulang-ulang yang membuat kulit orang yang takut kepada Tuhan mereka bergetar. Ayat 39:27 mengumumkan bahwa perumpamaan dibuat dalam bacaan itu, dan ayat 39:29 langsung memuat perumpamaan yang dibuat Allah, yaitu dua laki-laki dengan keadaan berbeda. Ayat 39:28 berdiri di antara pengumuman itu dan contohnya. Perumpamaan di 39:29 datang sesudah pernyataan bahwa bacaan ini tidak bengkok, sehingga dua laki-laki itu dapat dibaca sebagai ukuran yang lurus.
Sifat tidak bengkok punya pasangan di surah lain. Ayat 18:1 menafikan kebengkokan dari Kitab dan ayat 18:2 melanjutkannya dengan kata yang berarti lurus. Dengan begitu 39:28 dan 18:1 saling menopang, satu menyebut sifat tanpa menyebut pelakunya dan satu menyebut Allah yang tidak menjadikan padanya kebengkokan. Kebengkokan itu sendiri, menurut 3:99, 7:45, 7:86, 11:19, dan 14:3, adalah sesuatu yang diinginkan orang terhadap jalan Allah. Jadi ada dua tempat yang disebut berhubungan dengan kebengkokan, yaitu keinginan orang di lima ayat itu dan bacaan di 39:28.
Renungan dan Hikmah
- Di 7:45 dan 14:3 orang-orang yang menghalangi dari jalan Allah menginginkan jalan itu menjadi bengkok, sedangkan 39:28 meniadakan kebengkokan dari bacaannya. Kebengkokan itu diletakkan di dua tempat yang berbeda, pada keinginan orang di 7:45 dan 14:3 dan pada bacaan di 39:28. Orang yang mendapati sebuah ayat terasa menyimpang dapat bertanya apakah arahnya bergeser di ayat itu atau pada harapan sang pembaca tentang bunyinya. Penggaris yang lurus memperlihatkan garis yang melenceng dengan jelas, termasuk coretan pembacanya sendiri. Kapan terakhir kali seseorang membuka sebuah ayat dengan harapan tertentu tentang bunyinya, lalu merasa terganggu ketika bunyinya lain?
- Ayat 39:28 menyebut bahasa bacaan itu sebagai bagian dari sifatnya, dan 14:4 mencatat bahwa tiap rasul diutus dengan bahasa kaumnya agar dia menjelaskan kepada mereka. Ayat 14:4 menempatkan bahasa pada kaum yang dituju. Bagi pembaca yang bahasa sehari-harinya bukan Arab, ayat ini tidak menyatakan bahwa bacaan tertutup baginya, dan teks tidak membahas orang yang membaca lewat terjemahan. Ayat ini hanya memuat sifat bacaannya. Seseorang dapat menimbang bahasa apa yang dipakainya ketika memahami sebuah ayat, dan apakah bahasa itu membantunya mendengar atau menyaring apa yang ingin didengarnya.
- Bacaan berbahasa Arab yang sama dikaitkan dengan berakal di 12:2 dan 43:3, dengan mengetahui di 41:3, dengan memberi peringatan di 42:7, dan dengan bertakwa di 20:113 serta 39:28. Ayat ini menyebut takwa sebagai tujuannya, sehingga pembacaan di sini dapat dibaca menyangkut cara orang hidup di hadapan Tuhannya di samping cara berpikirnya. Orang yang membuka bacaan itu dapat bertanya tujuan mana yang dibawanya ketika membuka, dan apakah tujuan itu sama dengan yang tercantum di ayatnya.
- Ayat 39:28 menutup dengan la'allahum, 'agar mereka', sedangkan 12:2 dan 43:3 memakai la'allakum, 'agar kalian'. Ayat ini berbicara tentang orang ketiga, dan pembaca yang ingin tahu apakah dirinya termasuk perlu menaruh dirinya sendiri di dalam kata itu. Tidak ada kalimat yang menyapanya langsung. Apa yang berubah pada seseorang yang membaca tentang mereka, lalu menyadari bahwa tidak ada yang akan memutuskan untuknya apakah kata itu menyangkut dirinya?
- Pernyataan bahwa bacaan itu tidak bengkok datang sebelum perumpamaan di 39:29, dua laki-laki yang satu dimiliki banyak pihak yang berselisih dan yang lain dimiliki satu orang. Urutan itu memberi pembaca sebuah patokan sebelum contohnya muncul. Bagaimana sebuah perumpamaan terbaca oleh orang yang lebih dulu yakin bahwa teksnya lurus, dibandingkan oleh orang yang lebih dulu mencari celahnya? Seseorang dapat memeriksa dirinya sendiri, apakah ia membuka sebuah perumpamaan dengan percaya pada kelurusannya atau dengan mencari ujung tersembunyi, dan hasil mana yang lebih sering didapatkan.
- Di 18:1 Allah yang menurunkan Kitab itu disebut tidak menjadikan padanya kebengkokan, dan 39:28 mengucapkan sifat yang sama tanpa menyebut pelakunya. Dua cara menyebutnya memberi dua sisi pada satu kenyataan, yaitu perbuatan yang tidak dilakukan dan sifat yang melekat. Pembaca yang menemukan bagian yang sukar dapat mencatat bahwa kesukaran dan kebengkokan adalah dua hal yang berlainan, dan ayat ini tidak memuat janji bahwa semuanya mudah. Dapatkah sesuatu yang lurus tetap menuntut orang berjalan lama sebelum sampai?