ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Allah membuat perumpamaan: seorang laki-laki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan berselisih, dan seorang laki-laki yang menjadi milik penuh seorang. Apakah keduanya sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًاdharaba llaahu matsalanAllah membuat perumpamaan
  2. رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَrajulan fiihi syurakaa'u mutasyaakisuunaseorang laki-laki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat dan berselisih
  3. وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍwa-rajulan salaman li-rajulindan seorang laki-laki yang menjadi milik penuh seorang
  4. هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًاhal yastawiyaani matsalanapakah keduanya sama keadaannya
  5. الْحَمْدُ لِلَّهِal-hamdu li-llaahisegala puji bagi Allah
  6. بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَbal aktsaruhum laa ya'lamuunatetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. ضَرَبَdharabamembuat
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  4. رَجُلًاrajulanseorang lelaki
  5. فِيهِfiihidi dalamnya
  6. شُرَكَاءُsyurakaa'usekutu-sekutu
  7. مُتَشَاكِسُونَmutasyaakisuunayang berselisih
  8. وَرَجُلًاwa-rajulandan seorang lelaki
  9. سَلَمًاsalamandamai
  10. لِرَجُلٍli-rajulinbagi seorang lelaki
  11. هَلْhalapakah
  12. يَسْتَوِيَانِyastawiyaanikeduanya sama
  13. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  14. الْحَمْدُal-hamdusegala puji
  15. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  16. بَلْbalbahkan
  17. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  18. لَاlaatidak
  19. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Kata (سَلَمًا, salaman) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:29.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا, dharaba llaahu matsalan) yang berarti "Allah membuat perumpamaan". Kata kerja dharaba berakar ض-ر-ب, dan rangkaian persis ini muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 14:24, 16:75, 16:76, 16:112, 39:29, 66:10, dan 66:11, dengan surah 16 memuatnya tiga kali dan surah 66 dua kali. Sesudah rangkaian itu tertulis sebuah kalimat di 14:24, seorang hamba yang dimiliki di 16:75, dua laki-laki di 16:76, sebuah negeri di 16:112, dan perempuan-perempuan di 66:10 serta 66:11. Ayat sebelumnya memakai kata kerja yang sama dengan pelaku "Kami", (ضَرَبْنَا, dharabnaa) yang berarti "Kami membuat". Di 39:29 pelakunya disebut dengan nama Allah.

Kata (رَجُلًا, rajulan) yang berarti "seorang laki-laki" muncul dua kali di ayat ini, di awal dan sesudah huruf wa. Kata yang sama di 16:75 diganti oleh (عَبْدًا مَمْلُوكًا, 'abdan mamluukan) yang berarti "seorang hamba yang dimiliki". Di 39:29 tidak ada kata hamba, dan tidak ada kata yang menyebut status apa pun, sehingga terjemahan tidak menambahkannya. Frasa (فِيهِ شُرَكَاءُ, fiihi syurakaa'u) yang berarti "di dalamnya ada sekutu-sekutu" muncul dua kali, yaitu di 6:139 dan 39:29. Di 6:139, (فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ, fahum fiihi syurakaa'u) yang berarti "maka mereka turut serta di dalamnya" menyangkut sesuatu yang dimiliki bersama. Kata syurakaa' bersama huruf fii juga dipakai untuk bagian yang dipegang bersama di 4:12, (شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ, syurakaa'u fii ts-tsulutsi) yang berarti "bersekutu dalam bagian sepertiga", dan di 30:28, (شُرَكَاءَ فِي مَا رَزَقْنَاكُمْ, syurakaa'a fii maa razaqnaakum) yang berarti "sekutu dalam rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian". Di 4:12, 6:139, dan 30:28 pola itu menyangkut sesuatu yang dimiliki bersama, sehingga terjemahan menyusun frasa ini menjadi "dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat". Di 6:94 pola serupa menyangkut orang, (فِيكُمْ شُرَكَاءُ, fiikum syurakaa'u) yang berarti "sekutu-sekutu pada kalian".

Kata (مُتَشَاكِسُونَ, mutasyaakisuuna) yang berarti "yang berselisih" berakar ش-ك-س dan hanya muncul di 39:29. Akar ini tidak ada di ayat lain, jadi arti kata ini tidak bisa diuji dengan pemakaian lain. Pilihan "berselisih" bertumpu pada dua hal. Pertama, polanya, yaitu kata kerja yang diawali ta- dengan alif sesudah huruf pertama, seperti (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa'aluuna) yang berarti "saling bertanya" di 37:27 dan 52:25, serta (لِتَعَارَفُوا, li-ta'aarafuu) yang berarti "agar kalian saling mengenal" di 49:13. Di ketiga ayat itu pola ini menyangkut perbuatan timbal balik. Kedua, lawannya dalam ayat ini, yaitu laki-laki kedua yang tidak punya sekutu. Terjemahan karena itu memakai "berselisih", sebuah tindakan yang dilakukan sekutu-sekutu itu terhadap satu sama lain.

Kata (سَلَمًا, salaman) yang berarti "milik penuh" berakar س-ل-م dan hanya muncul di 39:29 dalam bentuk ini. Akar yang sama dipakai untuk keadaan yang utuh dan terjaga di tempat lain, yaitu (مُسَلَّمَةٌ, musallamatun) yang berarti "sehat" pada seekor sapi di 2:71, dan (بِقَلْبٍ سَلِيمٍ, bi-qalbin saliimin) yang berarti "dengan hati yang selamat" di 26:89 serta 37:84. Huruf li pada (لِرَجُلٍ, li-rajulin) menandai pemilik, seperti pada (وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ, wa-li-llaahi maa fii s-samaawaati) yang berarti "dan milik Allah apa yang di langit" di 3:109, sehingga rangkaian wa-rajulan salaman li-rajulin terbaca "seorang laki-laki yang menjadi milik penuh seorang". Lawan yang jelas di ayat ini adalah laki-laki yang punya banyak sekutu. Ayat tidak menggambarkan keadaan laki-laki kedua sebagai ringan atau berat, dan hanya menyebut bahwa lelaki itu dimiliki satu pihak.

Kalimat (هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا, hal yastawiyaani matsalan) yang berarti "apakah keduanya sama keadaannya" muncul dua kali, di 11:24 dan 39:29. Kata kerja yastawiyaani berakar س-و-ي dengan akhiran -aani yang menandai dua pihak, cocok dengan dua laki-laki di sini, sedangkan 16:75 memakai bentuk jamak (يَسْتَوُونَ, yastawuuna) yang berarti "mereka sama". Kata matsalan di ujung kalimat diterjemahkan "keadaannya" karena perumpamaan sudah disebut di awal ayat dan kata kedua menunjuk segi yang dibandingkan. Di 11:24 kalimat itu disusul pertanyaan, "Apakah kalian tidak mengambil pelajaran?", sedangkan di 39:29 disusul pujian.

Pujian (الْحَمْدُ لِلَّهِ, al-hamdu li-llaahi) yang berarti "segala puji bagi Allah" disusul langsung oleh (بَلْ أَكْثَرُهُمْ, bal aktsaruhum) yang berarti "tetapi kebanyakan mereka" di empat ayat, yaitu 16:75, 29:63, 31:25, dan 39:29. Di 29:63 dan 31:25 pujian itu didahului perintah "Katakanlah", sedangkan di 16:75 dan 39:29 tidak ada perintah semacam itu. Kalimat (بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, bal aktsaruhum laa ya'lamuuna) yang berarti "tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui" muncul enam kali di lima surah, yaitu 16:75, 16:101, 21:24, 27:61, 31:25, dan 39:29. Di 21:24 kata kerjanya punya objek, "kebenaran", sedangkan di 39:29 tidak. Ayat ini juga tidak menyebut siapa "mereka", dan ayat 39:27 memakai kata "manusia" tanpa menghubungkannya dengan kata ganti ini.

Tafsiran

Ayat ini memuat perumpamaan yang diumumkan di 39:27 dan didahului pernyataan di 39:28 bahwa bacaannya tidak bengkok. Bentuknya dua gambar dan satu pertanyaan. Dua laki-laki diperlihatkan berdampingan, yang satu dimiliki sekutu-sekutu yang saling berselisih dan yang lain dimiliki satu orang, lalu pendengar ditanya apakah keadaan mereka sama. Pertanyaan itu tidak dijawab di dalam ayat. Sesudahnya langsung ada pujian dan keterangan tentang kebanyakan mereka, jadi tempat jawaban dibiarkan kosong untuk diisi pendengar. Urutan yang sama ada di 16:75, yaitu perumpamaan, pertanyaan, pujian, lalu kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Dua laki-laki itu tidak diberi tafsir di dalam ayat. Bacaan yang menyambungkannya dengan pokok surah bergantung pada ayat di sekitarnya. Ayat 39:3 menyatakan bahwa pertanggungjawaban yang murni milik Allah dan menyebut orang yang mengambil pelindung selain Dia, ayat 39:11 dan 39:14 menyebut memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya, dan ayat 39:45 menyebut hati yang kesal ketika Allah disebut sendirian tetapi gembira ketika yang lain disebut. Sekutu-sekutu di 39:29 dapat dibaca sejalan dengan itu, apalagi kata syurakaa' juga dipakai di 6:94 untuk yang dianggap berserikat pada manusia dan di 42:21 untuk yang menetapkan pertanggungjawaban bagi mereka. Ini bacaan yang diajukan, bukan sesuatu yang dinyatakan ayat 39:29 sendiri.

Gambar kedua memakai kata yang menandai keutuhan, sehingga lawan dari keadaan terbagi di sini adalah keadaan utuh. Laki-laki kedua tidak dinyatakan bebas dari beban, tetapi ditunjukkan sebagai pihak yang tidak dibagi. Perbandingan ini menimbang keadaan orang yang dimiliki banyak pihak yang bertentangan terhadap keadaan orang yang dimiliki satu pihak. Ayat ini memilih gambar dari hubungan antar-manusia, sedangkan 16:75 memilih gambar dari orang yang tak berdaya dan orang yang diberi rezeki.

Letaknya di dalam surah memperlihatkan arah selanjutnya. Sesudah perumpamaan ini, ayat 39:30 beralih ke kematian orang yang diajak bicara dan orang-orang lain, dan ayat 39:31 menyebut perbantahan di hadapan Tuhan pada hari kiamat. Perselisihan antar-sekutu di 39:29 dan perbantahan di 39:31 memakai akar yang berbeda, jadi ayat-ayat itu tidak saling menafsirkan kata demi kata. Keduanya berdekatan dalam gambaran pihak-pihak yang tidak sepakat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membuat perumpamaan, lalu ayat bertanya apakah dua laki-laki itu sama keadaannya, dan jawabannya tidak dituliskan. Tempat jawaban dibiarkan kosong, dan pujian langsung menyusul. Pendengar yang ditanya diberi tugas membandingkan dengan matanya sendiri, dan tidak diberi kalimat jadi untuk dikutip. Orang yang membaca ayat ini dapat memeriksa tanggapannya ketika sebuah kebenaran disodorkan dalam bentuk pertanyaan yang jawabannya mudah ditebak, apakah jawabannya langsung terbentuk dalam hati atau malah mencari alasan untuk menunda. Apa yang berubah pada seseorang yang pernah menjawab pertanyaan semacam itu dengan jujur kepada dirinya sendiri?
  • Laki-laki pertama dimiliki beberapa orang yang berserikat dan berselisih. Para pemilik yang berselisih dapat dibayangkan menginginkan hal yang berbeda dari lelaki itu, dan satu orang sulit memenuhi semuanya sekaligus. Seseorang yang menerima permintaan dari beberapa pihak yang tidak pernah sepakat, misalnya keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sekitarnya, dapat mencari gambar itu dalam harinya sendiri. Ayat tidak menyatakan siapa saja sekutu itu, sehingga pembaca menimbang sendiri siapa yang memegang sebagian dirinya. Siapa yang mengambil sebagian waktu dan perhatiannya tanpa pernah diputuskan secara sadar?
  • Laki-laki kedua menjadi milik penuh satu orang, dan ayat tidak mengatakan bahwa hidupnya ringan. Teks menyebut bahwa lelaki itu dimiliki satu orang. Pembaca yang tergoda membaca ayat ini sebagai janji kemudahan perlu mencatat bahwa janji itu tidak tertulis. Ayat memuat perbandingan antara keadaan terbagi dan keadaan utuh. Seseorang dapat menimbang apakah dirinya lebih sering mengejar kemudahan atau keutuhan arah, dan apakah keduanya pernah bertentangan. Mungkinkah sesuatu yang utuh tetap berat, sementara yang terbagi terasa lebih ringan?
  • Di tempat jawaban diharapkan, ayat menaruh pujian kepada Allah. Di 16:75 pertanyaan yang serupa juga disusul pujian, sebelum kalimat tentang kebanyakan mereka. Ayat tidak memuat kata yang menyatakan lawan bicara kalah atau menang, dan setelah pertanyaan datang pujian. Seseorang yang terbiasa berdebat untuk membuktikan dirinya benar dapat menyadari betapa jauh nada ayat ini dari nada debat. Kapan terakhir kali seseorang merasa lega karena sesuatu yang benar akhirnya terlihat jelas, tanpa perlu mengalahkan siapa pun?
  • Kebanyakan mereka tidak mengetahui, dan ayat menaruh pernyataan itu persis sesudah perbandingan yang tidak menuntut pengetahuan khusus. Dua laki-laki dengan dua keadaan dapat dibayangkan tanpa pengetahuan khusus. Ketidaktahuan yang disebut di sini tidak dirinci, dan ayat tidak menyebut apa yang tidak mereka ketahui. Pembaca dapat bertanya apakah ada perbandingan sederhana dalam hidupnya yang belum dilakukan karena kedua sisinya belum pernah ditaruh berdampingan. Hal apa dalam hidup seseorang yang belum pernah diletakkan berdampingan dengan hal lain, padahal perbandingannya sederhana?
  • Allah memilih perumpamaan dari urusan antar-manusia, yaitu siapa memiliki siapa dan bagaimana para pemilik itu bersikap satu sama lain. Gambar semacam itu dapat dibayangkan dari hubungan sehari-hari. Menurut 39:27, perumpamaan dibuat agar mereka mengambil pelajaran, dan pelajaran dari gambar ini dapat menyentuh bagian hidup yang paling biasa, seperti rumah, pekerjaan, dan janji kepada beberapa orang sekaligus. Seseorang dapat bertanya, di bagian hidup mana dirinya paling akrab dengan keadaan terbagi, dan apakah keadaan itu disebutnya dengan nama yang sama seperti nama yang dipakai ayat?