إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ
Sesungguhnya engkau akan mati, dan sesungguhnya mereka pun akan mati.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَinnaka mayyitun wa-innahum mayyituunasesungguhnya engkau akan mati, dan sesungguhnya mereka pun akan mati
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
- مَيِّتٌmayyitunyang mati
- وَإِنَّهُمْwa-innahumdan sesungguhnya mereka
- مَيِّتُونَmayyituunaorang-orang yang mati
Inti bacaan
Kata (مَيِّتُونَ, mayyituuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:15 dan 39:30.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari dua kalimat sejajar yang tidak memuat kata kerja, yaitu (إِنَّكَ مَيِّتٌ, innaka mayyitun) dan (وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ, wa-innahum mayyituuna). Kata (إِنَّكَ, innaka) yang berarti "sesungguhnya engkau" tersusun dari inna, "sesungguhnya", dan akhiran -ka, "engkau". Kata (وَإِنَّهُمْ, wa-innahum) yang berarti "dan sesungguhnya mereka" memakai pola yang sama dengan akhiran -hum, "mereka". Susunan lengkap kedua kalimat itu ada di 39:30 saja. Terjemahan menambahkan "pun" pada kalimat kedua untuk menandai bahwa wa-innahum sejajar dengan innaka, tanpa menambah makna lain. Nama pihak yang disapa dengan "engkau" tidak tertulis. Kata (إِلَيْكَ, ilayka) yang berarti "kepadamu" di 39:2 menyebut penerima Kitab, dan ayat 39:30 tidak menyatakan apakah "engkau" di sini orang yang sama.
Kata (مَيِّتٌ, mayyitun) yang berarti "akan mati" berakar م-و-ت. Bentuk tunggal tak tentu seperti di 39:30 muncul tiga kali di tempat lain, yaitu di 7:57, 14:17, dan 35:9. Di 7:57 dan 35:9, (بَلَدٍ مَيِّتٍ, baladin mayyitin) yang berarti "negeri yang mati" menyifati negeri yang sesudahnya dihidupkan dengan air. Di 14:17, (بِمَيِّتٍ, bi-mayyitin) yang berarti "mati" muncul dalam kalimat yang menafikan, bahwa maut datang dari setiap penjuru tetapi orangnya tidak mati. Bentuk jamak laki-laki ada tiga kali, yaitu 23:15, 37:58, dan 39:30. Ketiga ayat itu diterjemahkan "akan mati". Di 23:15, (لَمَيِّتُونَ, la-mayyituuna) yang berarti "benar-benar akan mati" menyapa "kalian", dan ayat 23:16 sesudahnya membawa mereka ke hari kiamat dengan kata "kemudian". Di 37:58, (بِمَيِّتِينَ, bi-mayyitiina) yang berarti "akan mati" memuat pertanyaan "apakah kita tidak akan mati", dan ayat sesudahnya, 37:59, menyebut kematian kita yang pertama.
Alasan "akan mati" dipakai di 39:30 mengikuti pola itu. Pihak yang disapa dan pihak yang dibicarakan sedang berada dalam percakapan, dan ayat berikutnya, 39:31, dibuka dengan kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" lalu membawa mereka ke hari kiamat. Di 14:17 terjemahan "mati" cocok karena kalimat itu menafikan sebuah keadaan yang sedang terjadi, dan di 7:57 serta 35:9 "mati" cocok karena negeri yang digambarkan memang sudah mati sebelum air diturunkan.
Kata mayyit tidak sama dengan kata kematian. Tiga ayat, yaitu 3:185, 21:35, dan 29:57, memakai (ذَائِقَةُ الْمَوْتِ, dzaa'iqatu l-mawti) yang berarti "yang merasakan kematian" untuk jiwa yang akan mengalami mati. Kata itu menyebut pengalaman. Di 39:30 yang disebut adalah keadaan orangnya, yaitu orang yang mati, sehingga kalimat ini menamai pelaku dan tidak menyebut apa yang dirasakannya. Bentuk bertanda sandang dari kata dasar yang sama, (الْمَيِّتِ, l-mayyiti), dipakai di 3:27, 6:95, 10:31, dan 30:19 sebagai lawan "yang hidup". Di 39:30 kata sandang itu tidak ada, dan kata ganti engkau serta mereka yang menentukan siapa yang dibicarakan.
Tafsiran
Ayat ini menyela rangkaian yang bergerak dari perumpamaan di 39:29 ke perbantahan di 39:31, dengan dua kalimat pendek tentang kematian yang berlaku bagi dua pihak. Tidak ada perintah dan tidak ada ancaman di dalamnya. Dua kalimatnya sejajar, jadi pihak yang disapa dan pihak yang dibicarakan dinyatakan sama dalam hal kematian. Pembedaan sikap terhadap kebenaran baru muncul sesudahnya, di 39:32 dan 39:33, tanpa menyatakan bahwa dua golongan di sana sama dengan dua pihak di 39:30.
Susunan serupa ada di 23:15 dan 23:16, yang berurutan menyebut kalian akan mati, kemudian pada hari kiamat kalian akan dibangkitkan. Dua ayat itu dan 39:30 sampai 39:31 sama-sama menaruh kematian lebih dulu, lalu hari kiamat sesudah kata "kemudian". Isi tahap kedua berbeda, yaitu dibangkitkan di 23:16 dan berbantah di hadapan Tuhan di 39:31. Karena itu 39:30 berfungsi sebagai penghubung antara dua tahap.
Ayat 21:34 juga menaruh pihak yang disapa dengan "engkau" dan pihak yang disebut "mereka" dalam satu kalimat tentang kematian, dengan pertanyaan apakah mereka akan kekal jika yang disapa wafat. Di 21:34 kalimatnya pertanyaan, dan di 39:30 pernyataan. Kedua ayat tidak mengatakan siapa dua pihak itu selain dengan kata ganti. Ayat 39:30 mengikuti ayat 39:29 yang berakhir dengan pernyataan tentang kebanyakan mereka, dan kata ganti "mereka" di sini dapat dibaca menyambung dengan "mereka" di 39:28 serta 39:29, tetapi ayat ini sendiri tidak menyatakannya.
Letak ayat ini sesudah perumpamaan dua laki-laki memberi pembacaan tambahan. Perumpamaan itu membandingkan dua keadaan dalam hidup, dan ayat sesudahnya menyebut kematian bagi dua pihak. Perselisihan antar-sekutu di 39:29 dan perbantahan di 39:31 sama-sama tentang pihak yang tidak sepakat, dan 39:30 menyela keduanya dengan pernyataan bahwa dua pihak yang disapa dan dibicarakan akan mati. Ayat 39:3 sudah menyebut bahwa Allah akan memberi putusan di antara orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia tentang apa yang mereka perselisihkan, dan ayat 39:31 menyebut tempat perbantahan itu. Ayat 39:30 berada di antara keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Dua kalimat di 39:30 memakai bentuk yang sama, hanya kata ganti yang berganti dari engkau ke mereka. Tidak ada anak kalimat yang meringankan salah satunya. Ayat 39:31 yang menyusul menyebut di hadapan Tuhan kalian, jadi urutannya adalah kematian yang sama bagi dua pihak, lalu perkara yang dibawa ke hadapan Tuhan. Orang yang sedang berselisih dengan seseorang dapat memperhatikan bahwa lawannya juga disebut dalam kalimat yang sama dengan dirinya. Apakah sikapnya terhadap orang itu berubah jika ia ingat bahwa keduanya sama-sama akan mati?
- Kalimat pertama dialamatkan kepada pihak yang disapa dengan engkau, dan kalimat kedua baru menyebut mereka. Ayat 21:34 menaruh keduanya dalam pertanyaan apakah mereka akan kekal jika yang disapa wafat. Dalam dua ayat itu sapaan tidak memberi pengecualian bagi pihak yang diajak bicara. Kalimat pertama dapat dibaca ditujukan kepada penerima Kitab, sebagaimana sapaan di 39:2, meskipun ayat 39:30 tidak menyatakannya. Seseorang yang membaca ayat ini sebagai kabar tentang orang lain dapat memperhatikan bahwa kalimat pertamanya memakai sapaan langsung. Apa yang berubah pada pembaca bila kalimat itu dibaca seolah diucapkan kepadanya?
- Perumpamaan di 39:29 menggambarkan sekutu-sekutu yang saling berselisih, dan 39:30, bila dua pihaknya dibaca sebagai pihak yang berselisih, menyatakan bahwa keduanya akan mati. Ayat 39:3 menyebut Allah akan memberi putusan di antara orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia tentang apa yang mereka perselisihkan. Dua ayat itu bersama 39:30 memperlihatkan bahwa perselisihan yang dijalani dengan keras berlangsung dalam waktu yang punya batas, dan putusannya tidak dipegang oleh salah satu pihak yang berselisih. Orang yang menggenggam pendapatnya dengan sangat erat dapat bertanya seberapa lama ia akan memegangnya, dan siapa yang akhirnya menimbang pendapat itu.
- Ayat ini menyebut orang yang mati, tidak menyebut pengalaman mati. Di 3:185, 21:35, dan 29:57 jiwa digambarkan merasakan kematian, sedangkan di 39:30 dua pihak itu ditandai sebagai yang mati. Kalimat semacam itu menaruh kematian pada orangnya, seperti sebuah sifat. Pembaca dapat membayangkan dirinya ditulis dalam kalimat serupa, lalu menimbang rencana mana yang disusunnya seolah dirinya tidak termasuk. Rencana apa yang akan berubah bila kalimat tentang dirinya sudah tertulis?
- Kapan dua pihak itu mati dan apa sebabnya tidak tertulis. Karena itu pembaca tidak mendapat tanggal untuk disimpan di belakang kepala dan tidak mendapat sebab untuk dihindari. Pembaca yang terbiasa menunda dengan alasan masih ada waktu tidak menemukan angka sebagai pegangan di ayat ini. Apa yang tersisa bagi seseorang yang tahu pasti tentang akhirnya, tetapi tidak pernah tahu hari datangnya?
- Kalimat tentang kematian ini diikuti kata kemudian di 39:31, lalu hari kiamat dan perbantahan di hadapan Tuhan. Dengan begitu ayat 39:30 terbaca sebagai pintu antara dua tahap. Di 23:15 dan 23:16 urutan serupa menyebut mati, kemudian bangkit. Seseorang yang membayangkan kematian sebagai ujung dapat membandingkannya dengan urutan dalam ayat-ayat itu, yang berlanjut sesudah kematian. Seperti apa urusan yang dibawanya ke tahap kedua?