ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ

Kemudian, sesungguhnya kalian pada hari kiamat, di hadapan Tuhan kalian, akan berbantah-bantahan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِtsumma innakum yawma l-qiyaamatikemudian, sesungguhnya kalian pada hari kiamat
  2. عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ'inda rabbikum takhtashimuunadi hadapan Tuhan kalian, akan berbantah-bantahan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  3. يَوْمَyawmahari
  4. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  5. عِنْدَ'indadi sisi
  6. رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
  7. تَخْتَصِمُونَtakhtashimuunakalian berbantah-bantahan

Inti bacaan

Frasa (عِنْدَ رَبِّكُمْ, 'inda rabbikum) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:76, 3:73, dan 39:31, dan di ketiganya kalimatnya menyangkut adu alasan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian", kata yang menaruh isi ayat sesudah kalimat tentang kematian di 39:30. Rangkaian (ثُمَّ إِنَّكُمْ, tsumma innakum) yang berarti "kemudian, sesungguhnya kalian" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 23:15, 23:16, 39:31, dan 56:51. Di 23:15 rangkaian itu disusul kematian, di 23:16 disusul (يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ, yawma l-qiyaamati tub'atsuuna) yang berarti "pada hari kiamat akan dibangkitkan", dan di 56:51 disusul sebutan orang-orang yang sesat dan mendustakan. Susunan lengkap (ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, tsumma innakum yawma l-qiyaamati) yang berarti "kemudian, sesungguhnya kalian pada hari kiamat" muncul dua kali, di 23:16 dan 39:31. Kata ganti -kum, "kalian", adalah orang kedua jamak. Ayat sebelumnya memakai engkau dan mereka, sehingga ayat ini tidak menyatakan siapa saja yang dicakup oleh "kalian".

Kata (الْقِيَامَةِ, l-qiyaamati) yang berarti "kiamat" berakar ق-و-م, dan rangkaian yawma l-qiyaamati dalam surah ini muncul enam kali, yaitu 39:15, 39:24, 39:31, 39:47, 39:60, dan 39:67. Terjemahan memakai "hari kiamat" dengan huruf kecil di keenamnya. Di 39:24 dan 39:47 rangkaian itu berada dalam kalimat yang menyebut azab yang buruk, di 39:60 disusul wajah yang menghitam, dan di 39:67 berada dalam kalimat yang menyebut bumi dalam genggaman. Di 39:31 rangkaian itu disusul perbantahan di hadapan Tuhan.

Frasa (عِنْدَ رَبِّكُمْ, 'inda rabbikum) yang berarti "di hadapan Tuhan kalian" muncul tiga kali, yaitu di 2:76, 3:73, dan 39:31. Di 2:76 kata kerja di kalimat yang sama adalah (لِيُحَاجُّوكُمْ, li-yuhaajjuukum) yang berarti "agar mereka berhujah melawan kalian", di 3:73 (يُحَاجُّوكُمْ, yuhaajjuukum) yang berarti "mereka berhujah dengan kalian", dan di 39:31 (تَخْتَصِمُونَ, takhtashimuuna) yang berarti "berbantah-bantahan". Ketiganya menyangkut adu alasan, dan terjemahan memakai "di hadapan" di ketiganya. Bentuk dengan akhiran orang ketiga, (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim), diterjemahkan dengan dua cara menurut adegannya. Di 32:12 dan 34:31 artinya "di hadapan Tuhan mereka" karena yang digambarkan orang yang menunduk atau dihentikan, sedangkan di 39:34, 2:62, dan 3:15 artinya "di sisi Tuhan mereka" karena yang disebut pahala dan taman. Ayat 39:31 menggambarkan pihak yang berdiri untuk beradu alasan, jadi "di hadapan" lebih tepat daripada "di sisi".

Kata kerja takhtashimuuna berakar خ-ص-م, dan bentuk persis ini muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 39:31. Bentuk larangannya, (لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ, laa takhtashimuu ladayya) yang berarti "janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku", ada di 50:28, dan kata kerja orang ketiga (يَخْتَصِمُونَ, yakhtashimuuna) muncul di 3:44, 26:96, 27:45, dan 38:69. Terjemahan memakai "berbantah-bantahan" di 38:69 dan 39:31, "bertengkar" di 26:96, 27:45, dan 50:28, serta "bersengketa" di 3:44. Untuk 39:31 dipilih "berbantah-bantahan" karena ayat ini tidak memuat tindakan selain berbicara, dan ayat 34:31 menggambarkan suasana yang serupa, yaitu pihak-pihak yang berdiri di hadapan Tuhan mereka dan sebagian mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain. Kata kerja takhtashimuuna tidak punya penanda waktu sendiri. Kata "akan" pada terjemahan berasal dari keterangan waktu "pada hari kiamat", sama seperti "akan dibangkitkan" di 23:16.

Tafsiran

Ayat ini membawa pembaca dari kematian di 39:30 ke tahap sesudahnya, dan tahap itu berupa perbantahan di hadapan Tuhan. Ayat 39:30 menyatakan dua pihak sama-sama akan mati, lalu 39:31 menyebut mereka, yang kini disapa sebagai kalian, akan berbantah-bantahan. Perbantahan itu disebut terjadi sesudah kematian, dan ayat ini menyebut tempatnya, yaitu di hadapan Tuhan.

Ayat 39:3 sudah menyebut bahwa Allah akan memberi putusan di antara orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia tentang apa yang mereka perselisihkan, dan 39:29 sudah menggambarkan sekutu-sekutu yang saling berselisih. Ayat 39:31 menambahkan waktu dan tempat untuk pertengkaran itu, yaitu hari kiamat dan di hadapan Tuhan. Dari 39:3, 39:29, 39:30, dan 39:31 terbaca satu alur, yaitu perselisihan digambarkan, kematian dinyatakan, lalu perbantahan ditempatkan di hadapan pihak yang memutuskan.

Di 2:76 dan 3:73 frasa di hadapan Tuhan kalian muncul dalam ucapan orang tentang kemungkinan beradu alasan, dan di 39:31 frasa yang sama muncul dalam ayat yang menggambarkan adu alasan itu sendiri. Pembaca menemukan satu frasa di tiga ayat, dua kali dalam kalimat yang diucapkan orang dan sekali dalam gambaran tentang tempatnya. Ayat 50:28 memuat larangan dengan kata kerja yang sama bagi pihak yang disapa dengan kalian, yaitu janganlah bertengkar di hadapan-Ku, sehingga ada satu ayat lain yang menyandingkan kata kerja itu dengan frasa di hadapan-Ku.

Ayat ini mengubah pembacaan 39:30. Tanpa 39:31, kalimat tentang kematian bisa dibaca sebagai penutup. Dengan 39:31, kematian menjadi tahap pertama dari dua. Hubungan itu serupa dengan 23:15 dan 23:16, tetapi tahap kedua di sana adalah dibangkitkan, sedangkan di sini berbantah-bantahan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 39:30 menyebut kematian, dan 39:31 menyebut perbantahan di hadapan Tuhan kalian sesudahnya. Perkara yang belum selesai dibicarakan sampai seseorang meninggal tidak hilang begitu saja menurut urutan ini. Orang yang menutup perselisihan dengan kalimat biarlah waktu yang menjawab dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh jawaban di tempat tertentu, yaitu di hadapan Tuhan, dan tidak membiarkannya menguap. Persoalan mana dalam hidup seseorang yang sering ditutup dengan kalimat biarlah, padahal ayat ini menyebut ada tempat yang menunggunya?
  • Di 2:76 dan 3:73 ungkapan di hadapan Tuhan kalian muncul dalam ucapan orang tentang kemungkinan beradu alasan, dan di 39:31 ungkapan itu menjadi gambaran tempat sesungguhnya. Ada jarak antara menyebut tempat itu dalam obrolan dan berdiri di sana. Seseorang yang pernah mengucapkan kalimat semacam kelak kita bertemu di hadapan Tuhan dalam sebuah perselisihan dapat menimbang apa maksud kalimat itu pada saat diucapkan, apakah untuk menimbang diri atau untuk mengakhiri pembicaraan. Seandainya kalimat itu dibaca balik kepada dirinya, bagian mana yang masih berani diucapkan?
  • Ayat sebelumnya memakai engkau dan mereka, sedangkan ayat ini memakai kalian, tanpa daftar yang menyebut siapa saja yang tercakup. Kata ganti jamak itu menyisakan ruang bagi pembaca untuk bertanya apakah dirinya termasuk. Tidak ada kalimat yang memberi pengecualian atau menyebut nama. Orang yang membaca kata kalian sebagai sapaan kepada pihak lain dapat menimbang apa yang berubah bila sapaan itu dibaca sebagai sapaan kepada dirinya sendiri. Lebih sering mana yang dilakukan seseorang, mencari tahu siapa yang dimaksud kalian di sini atau menyiapkan apa yang akan dikatakannya bila dirinya termasuk di dalamnya?
  • Kata kerja di ayat ini menyangkut ucapan, dan tidak ada tindakan lain yang dicatat. Ayat 34:31 menggambarkan pihak-pihak yang berdiri di hadapan Tuhan mereka sambil mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain. Gambaran semacam itu memperlakukan perdebatan sebagai kegiatan berbicara. Orang yang sering berdebat dapat memperhatikan kalimat yang paling sering dilatihnya, lalu menimbang apakah kalimat-kalimat itu masih terdengar baik bila diucapkan di tempat yang disebut 39:31. Kalimat mana yang paling disiapkan, dan untuk siapa kalimat itu dilatih?
  • Di 50:28 tertulis larangan, "Janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku", dengan kata kerja yang berakar sama dengan takhtashimuuna, dan bentuk orang kedua kata kerja ini hanya ada di dua ayat itu. Ayat 39:31 menyatakan bahwa perbantahan akan terjadi di hadapan Tuhan, sedangkan 50:28 memuat larangan yang tertuju kepada pihak yang disapa dengan kalian. Kedua ayat berbicara dalam adegan yang berlainan, jadi tidak disamakan begitu saja. Pembaca dapat membandingkan dua nada itu, perbantahan yang digambarkan dan larangan yang diucapkan, lalu menimbang nada mana yang lebih sering dipakainya saat berselisih dengan orang lain.
  • Kata kemudian di awal ayat membuat 39:31 terbaca sebagai tahap kedua dari urutan yang dimulai di 39:30. Di 23:15 dan 23:16 dua tahap itu juga ditandai dengan kata kemudian, yaitu mati lalu dibangkitkan. Bagi pembaca yang menyusun rencana hidup dengan titik akhir di kematian, urutan ini menambahkan satu pertanyaan, yaitu rencana apa yang dibuat untuk tahap sesudahnya. Urusan apa yang sedang digarap seseorang hari ini yang akan dibawanya ke tahap kedua itu?