وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, mereka itu orang-orang yang bertakwa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِwa-lladzii jaa'a bi-sh-shidqi wa-shaddaqa bihidan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya
- أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَulaa'ika humu l-muttaquunamereka itu orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَالَّذِيwa-lladziidan yang
- جَاءَjaa'adatang
- بِالصِّدْقِbi-sh-shidqidengan kebenaran
- وَصَدَّقَwa-shaddaqadan membenarkan
- بِهِbihipadanya
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الْمُتَّقُونَl-muttaquunaorang-orang yang bertakwa
Inti bacaan
Kalimat (أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ, ulaa'ika humu l-muttaquuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:177 dan 39:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِي, wa-lladzii) yang berarti "dan orang yang", kata penghubung tunggal yang di sini diikuti dua kata kerja dengan pelaku yang sama. Sesudah itu muncul (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu", yang berbentuk jamak. Peralihan dari satu pelaku ke jamak ini tidak asing. Di 46:17, (وَالَّذِي قَالَ, wa-lladzii qaala) yang berarti "dan orang yang berkata" menyebut satu pelaku, lalu 46:18 memulai dengan (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ, ulaa'ika lladziina) yang berarti "mereka itu orang-orang yang". Terjemahan 39:33 mempertahankan peralihan itu apa adanya, tanpa menambah kata baru.
Frasa (جَاءَ بِالصِّدْقِ, jaa'a bi-sh-shidqi) yang berarti "membawa kebenaran" tersusun dari kata kerja (جَاءَ, jaa'a) yang berarti "datang", huruf (بِ, bi-) yang berarti "dengan", dan (الصِّدْقِ, sh-shidqi) yang berarti "kebenaran". Pola jaa'a bi- diterjemahkan "membawa" di 6:160, (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ, man jaa'a bi-l-hasanati) yang berarti "siapa yang membawa kebaikan", dan di 12:72, (جَاءَ بِهِ, jaa'a bihi) yang berarti "membawanya". Di 37:37, (جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ, jaa'a bi-l-haqqi wa-shaddaqa l-mursaliina) yang berarti "ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul" diterjemahkan "datang dengan". Di 39:33 dipilih "membawa" karena kata kerja kedua, wa-shaddaqa bihi, menunjuk kembali pada benda yang dibawa, sehingga "membawa kebenaran dan membenarkannya" menyisakan satu objek untuk dua kata kerja. Kata jaa'a muncul juga di ayat sebelumnya dengan arah yang berlawanan, (إِذْ جَاءَهُ, idz jaa'ahu) yang berarti "ketika ia datang kepadanya", dengan kebenaran sebagai pelaku dan orang sebagai yang didatangi. Di 39:33 orang menjadi pelaku dan kebenaran menjadi yang dibawa.
Kata kerja (صَدَّقَ, shaddaqa) yang berarti "membenarkan" berakar ص-د-ق. Rangkaian (وَصَدَّقَ, wa-shaddaqa) muncul tiga kali, yaitu di 37:37, 39:33, dan 92:6. Di 37:37 objeknya langsung, para rasul. Di 39:33 dan 92:6 objeknya didahului huruf bi-, yaitu (بِهِ, bihi) yang berarti "padanya" di 39:33 dan (بِالْحُسْنَىٰ, bi-l-husnaa) yang berarti "yang terbaik" di 92:6. Terjemahan memakai "membenarkan" di ketiganya. Kata -hi pada bihi menunjuk kata benda tunggal laki-laki terdekat, yaitu sh-shidqi, sehingga "membenarkannya" menunjuk kebenaran yang tadi dibawa. Akar ص-د-ق dan akar و-ق-ي bersebelahan di tiga ayat, yaitu di 39:33, di 2:177 pada (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا, ulaa'ika lladziina shadaquu) yang berarti "mereka itu orang-orang yang benar" yang disusul orang-orang yang bertakwa, dan di 92:5 sampai 92:6 pada (وَاتَّقَىٰ, wa-ttaqaa) yang berarti "dan bertakwa" yang disusul wa-shaddaqa bi-l-husnaa.
Kata (الْمُتَّقُونَ, l-muttaquuna) yang berarti "orang-orang yang bertakwa" berakar و-ق-ي dan muncul enam kali di enam surah, yaitu 2:177, 8:34, 13:35, 25:15, 39:33, dan 47:15. Kalimat penutup (أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ, ulaa'ika humu l-muttaquuna) yang berarti "mereka itu orang-orang yang bertakwa" muncul dua kali, di 2:177 dan 39:33. Kata kerja (يَتَّقُونَ, yattaquuna) di 39:28 berakar sama dan diterjemahkan "bertakwa", jadi tujuan di 39:28 dan sebutan di 39:33 memakai akar yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 39:32 dari sisi yang berlawanan. Ayat 39:32 menggambarkan orang yang didatangi kebenaran lalu mendustakannya, dan 39:33 menggambarkan orang yang datang membawa kebenaran lalu membenarkannya. Kata datang dipakai dua kali dengan arah yang berbeda, kebenaran yang tiba kepada orang di 39:32 dan orang yang tiba dengan kebenaran di 39:33. Kata kebenaran yang sama dipakai di kedua ayat, jadi pembaca menemukan satu benda dengan dua jenis pertemuan.
Dua kata kerja di ayat ini punya satu pelaku. Pelaku yang sama membawa dan membenarkan, tidak ada dua orang yang terpisah dalam kalimat, dan kata mereka di bagian kedua baru memperluas ke jamak. Ayat 37:37 memuat urutan serupa, datang dengan kebenaran lalu membenarkan, sehingga pola dua kata kerja itu muncul dalam Al-Qur'an di luar surah ini. Ayat 39:33 tidak menyebut nama pelaku, dan karena itu tidak dapat dikatakan dari teksnya siapa tepatnya yang dimaksud. Ayat ini memuat dua perbuatan dan satu sebutan bagi yang melakukannya.
Ayat 39:28 menyebut tujuan agar mereka bertakwa, dan 39:33 menutup rangkaian ini dengan sebutan orang-orang yang bertakwa. Keduanya memakai kata yang berakar sama. Jarak antara kedua ayat itu diisi perumpamaan di 39:29, kematian di 39:30, perbantahan di 39:31, dan pertanyaan di 39:32. Ayat 39:33 menyebut siapa yang disebut bertakwa, dan sebutan itu diberikan lewat perbuatan, yaitu membawa dan membenarkan kebenaran.
Dibandingkan dengan 2:177, ukuran yang dipakai berbeda. Di 2:177 orang-orang yang bertakwa digambarkan lewat daftar panjang perbuatan, dari beriman kepada Allah sampai bersabar di masa sulit, sedangkan di 39:33 lewat dua kata kerja. Dua ayat itu tidak saling menggantikan, dan masing-masing memberi sudut pandang pada satu sebutan. Ayat 39:34 menyusul dengan balasan bagi mereka, jadi sebutan di 39:33 terbaca sebagai pintu menuju apa yang mereka peroleh di sisi Tuhan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Orang yang digambarkan di 39:33 melakukan dua hal, membawa kebenaran dan membenarkannya, dan ayat tidak memisahkan keduanya menjadi dua orang. Seseorang yang menyampaikan sesuatu yang diyakininya benar dapat memperhatikan apakah dirinya juga memperlakukan hal itu sebagai benar dalam keputusan sehari-hari. Kata kerja kedua menuntut sikap yang tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. Seseorang yang pandai membawa kabar dapat bertanya apakah dirinya sendiri sudah membenarkan kabar yang dibawanya, atau masih menunggu orang lain melakukannya lebih dulu.
- Di 39:32 kebenaran datang kepada orang yang berdusta terhadap Allah, dan di 39:33 seseorang datang dengan kebenaran. Dua arah itu memberi pembaca dua posisi untuk dibayangkan, menerima dan menyampaikan. Pembaca dapat menimbang posisi mana yang paling sering diambilnya, dan apakah kebenaran diperlakukan dengan cara yang sama di kedua posisi itu. Bagaimana rasanya mendengar sesuatu yang benar dari orang yang diremehkan, lalu beberapa waktu kemudian menjadi orang yang membawa hal itu kepada orang lain?
- Akar kata benar dan akar kata takwa berdampingan di 2:177, 39:33, dan 92:5 sampai 92:6. Di 2:177 orang yang benar disusul orang yang bertakwa setelah daftar panjang keadaan, dari beriman kepada Allah sampai bersabar. Di 92:5 dan 92:6 bertakwa lebih dulu, baru membenarkan yang terbaik. Urutan di tiga ayat itu tidak sama, sehingga tidak ada rumus bahwa yang satu selalu mendahului yang lain. Seseorang dapat menanyai dirinya bagaimana kedua hal itu dipegangnya, apakah lebih sering mengaku bertakwa tanpa menguji kebenarannya, atau mengaku benar tanpa pernah menimbang takwa.
- Ayat dimulai dengan kata untuk satu orang, lalu berganti ke kata untuk banyak orang. Peralihan dari tunggal ke jamak itu menunjukkan bahwa sebutan bertakwa tidak dikunci pada satu nama. Pembaca yang membaca ayat ini tidak diberi alamat, tetapi diberi dua kata kerja sebagai ukuran, dan siapa pun yang memenuhi ukuran itu masuk dalam kata mereka. Seseorang dapat bertanya apakah dirinya lebih suka mencari nama pelaku di balik ayat ini, atau menimbang dua kata kerja itu pada hidupnya sendiri. Apa yang akan ditemukannya bila ia mulai dari kata kerja, dan tidak dari nama?
- Ayat 39:28 menyebut tujuan agar mereka bertakwa, dan 39:33 menyebut orang-orang yang bertakwa. Antara keduanya ada perumpamaan, kematian, perbantahan, dan pertanyaan tentang tempat tinggal. Ayat 39:31 menyebut perbantahan di hadapan Tuhan kalian dan ayat 39:34 menyebut balasan di sisi Tuhan mereka, jadi takwa di 39:33 berada di antara dua ayat yang menyebut Tuhan. Urutan itu menaruh kata takwa di dua ujung rangkaian, dan di tengahnya ada pertemuan dengan kebenaran, baik yang didustakan di 39:32 maupun yang dibawa di 39:33. Orang yang memikirkan takwa sebagai sifat yang sudah selesai dapat mencatat bahwa ayat 39:33 menyebutnya lewat perbuatan. Di bagian rangkaian itu mana seseorang berada hari ini?
- Ayat 39:33 datang sesudah dua pertanyaan di 39:32, tentang siapa yang lebih zalim dan tentang tempat tinggal di Jahanam, dan ayat ini tidak diawali pertanyaan. Sebutan bagi yang bertakwa dinyatakan lugas, sedangkan sikap orang yang berdusta terhadap Allah di 39:32 dinyatakan lewat pertanyaan. Pergantian bentuk itu mengubah suasana, dari menimbang ke menyatakan. Pembaca yang terbiasa menunggu pertanyaan sebelum menerima jawaban dapat memperhatikan bahwa kebenaran yang diterima tidak selalu datang dalam bentuk tanya. Apa yang terasa berbeda bagi pembaca ketika sebuah ayat menyatakan sesuatu dengan lugas sesudah dua pertanyaan?