لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

Bagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka; itu balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْlahum maa yasyaa'uuna 'inda rabbihimbagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka
  2. ذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَdzaalika jazaa'u l-muhsiniinaitu balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لَهُمْlahumbagi mereka
  2. مَاmaaapa yang
  3. يَشَاءُونَyasyaa'uunamereka kehendaki
  4. عِنْدَ'indadi sisi
  5. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  6. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  7. جَزَاءُjazaa'ubalasan
  8. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Susunan (لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ, lahum maa yasyaa'uuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:34, 42:22, dan 50:35, dan hanya 39:34 dan 42:22 yang melanjutkannya dengan (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ, lahum maa yasyaa'uuna) yang berarti "bagi mereka apa yang mereka kehendaki". Kata kerja (يَشَاءُونَ, yasyaa'uuna) berakar ش-ي-أ, berpelaku "mereka", dan berbentuk perbuatan yang sedang berlangsung, sehingga terjemahan memakai "mereka kehendaki" tanpa penanda lampau. Bentuk persis yasyaa'uuna muncul lima kali di lima surah, yaitu 16:31, 25:16, 39:34, 42:22, dan 50:35, dan di kelimanya bentuk itu didahului maa serta menjadi isi yang diterima orang-orang yang disebut di ayat itu. Susunan lahum maa yasyaa'uuna dengan kedua kata itu berdampingan muncul tiga kali, yaitu 39:34, 42:22, dan 50:35. Terjemahan memilih "kehendaki" karena kata itu tidak menyebut seberapa kuat keinginannya, dan Arabnya pun tidak menyebut tingkat itu.

Tempat penerimaan ditunjuk oleh (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim) yang berarti "di sisi Tuhan mereka". Di 16:31, 25:16, dan 50:35 isi yang sama ditempatkan dengan (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya", sebuah kata ganti yang menunjuk taman, yaitu taman-taman Adn di 16:31, taman yang kekal di 25:15, dan taman di 50:31. Ayat 39:34 tidak memuat kata taman, begitu pula 39:33 dan 39:35, sehingga penunjuk tempat di sini hanya 'inda rabbihim. Di 42:22 taman disebut lebih dulu di dalam ayat yang sama, lalu 'inda rabbihim menyusul seperti di 39:34.

Frasa 'inda rabbihim muncul sembilan belas kali di tiga belas surah, yaitu 2:62, 2:262, 2:274, 2:277, 3:15, 3:169, 3:199, 6:127, 8:4, 10:2, 32:12, 34:31, 35:39, 39:34, 42:16, 42:22, 57:19, 68:34, dan 98:8. Frasa itu menunjuk hadirat dan tidak membawa hadiah dengan sendirinya. Di 32:12, (نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ, naakisuu ru'uusihim 'inda rabbihim) yang berarti "yang menundukkan kepala di hadapan Tuhan mereka" menyebut orang-orang berdosa, di 34:31 orang-orang zalim dihentikan di tempat yang sama, di 35:39 kekufuran menambah kemurkaan di sana, dan di 42:16 hujah mereka sia-sia di sana. Karena itu terjemahan 39:34 membaca 'inda rabbihim sebagai tempat, dan pemberiannya datang dari bagian lahum maa yasyaa'uuna. Kata "pahala mereka" berada satu ayat dengan frasa ini di enam ayat, yaitu 2:62, 2:262, 2:274, 2:277, 3:199, dan 57:19. Pasangannya dengan kata balasan hanya ada dua, yaitu 39:34 dan 98:8, dan di 98:8 bunyinya (جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ, jazaa'uhum 'inda rabbihim) yang berarti "balasan mereka di sisi Tuhan mereka".

Kata (جَزَاءُ, jazaa'u) yang berarti "balasan" berakar ج-ز-ي dan tersusun dalam (ذَٰلِكَ جَزَاءُ, dzaalika jazaa'u), yang muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 2:191, 5:29, 5:85, 9:26, 20:76, 39:34, 41:28, dan 59:17. Kata yang menyusul jazaa'u berbeda-beda: orang-orang kufur di 2:191 dan 9:26, orang-orang zalim di 5:29 dan 59:17, orang yang disebut (مَنْ تَزَكَّىٰ, man tazakkaa) di 20:76, musuh-musuh Allah di 41:28, dan orang-orang yang berbuat kebaikan di 5:85 dan 39:34. Karena kata yang sama dipakai untuk dua arah, terjemahan memilih "balasan" yang netral, dan tidak memakai "ganjaran" atau "hadiah" yang terbaca baik saja. Penunjuk (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk bagian pertama ayat, yaitu kehendak yang terpenuhi di sisi Tuhan.

Kata (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) berakar ح-س-ن, berbentuk pelaku dari kata kerja ahsana, dan terjemahan "orang-orang yang berbuat kebaikan" mempertahankan bentuk pelaku itu. Kata ini muncul tiga puluh kali di empat belas surah, dan susunan jazaa'u l-muhsiniina hanya ada dua, yaitu 5:85 dan 39:34. Kata kerja najzii l-muhsiniina muncul sembilan kali di lima surah, yaitu 6:84, 12:22, 28:14, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, dan 77:44, dan di semuanya pelakunya "Kami". Di surah ini kata muhsiniina muncul dua kali, di 39:34 dan di 39:58, tempat pembicaranya yang telah melihat azab berkata (فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ, fa-akuuna mina l-muhsiniina) yang berarti "tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan". Ayat 39:33 memakai kata lain, (الْمُتَّقُونَ, l-muttaquuna) yang berarti "orang-orang yang bertakwa", dan tidak ada kata di 39:34 yang menyatakan kedua sebutan itu satu golongan, sehingga penjelasan ini tidak menyamakannya.

Tafsiran

Ayat 39:34 memberi isi pada nasib orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya di 39:33, dan isi itu dinyatakan lewat kehendak penerimanya. Ayat 39:32 menutup pertanyaan tentang orang yang berbohong terhadap Allah dengan sebuah tempat bernama, (فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى, fii jahannama matswan) yang berarti "di Jahanam ada tempat tinggal". Di 39:34 golongan yang lain tidak diberi tempat bernama. Tempatnya adalah sisi Tuhan mereka, dan isinya adalah apa yang mereka kehendaki.

Ayat 39:35 dimulai dengan huruf li yang berarti "agar", sehingga 39:34 dan 39:35 terbaca sebagai satu rangkaian. Ayat 39:34 menyebut apa yang diterima, dan 39:35 menyebut maksud yang dikaitkan dengan penerimaan itu, yaitu penghapusan yang terburuk dan pembalasan menurut yang terbaik. Teks tidak menyebut kejadian mana yang menjadi sandaran kata "agar" itu, jadi hubungan keduanya dibaca dari kedekatan ayat dan tidak dari kata penghubung yang menyatakannya.

Ayat lain menaruh kehendak manusia di bawah kehendak Allah, yaitu 76:30 dan 81:29 dengan bunyi (وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ, wa-maa tasyaa'uuna illaa an yasyaa'a llaahu) yang berarti "dan kalian tidak menghendaki, kecuali jika Allah menghendaki". Ayat 39:34 tidak menyebut hubungan itu, dan keduanya tidak dipakai untuk saling menafsirkan. Perbedaannya terlihat pada kata kerjanya: di 76:30 dan 81:29 pelakunya "kalian" yang diajak bicara, sedangkan di 39:34 pelakunya "mereka", golongan yang sudah selesai disebut di ayat sebelumnya.

Di surah ini kata muhsiniina menandai dua keadaan yang berjauhan. Di 39:34 kata itu menamai golongan yang kehendaknya terpenuhi, lalu di 39:58 kata itu menamai golongan yang diinginkan pembicara ketika azab sudah terlihat. Ayat 39:57 mendahuluinya dengan ucapan (لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي, law anna llaaha hadaanii) yang berarti "seandainya Allah memberiku petunjuk", sehingga 39:57 dan 39:58 memuat dua kalimat pengandaian yang berurutan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 39:34 menyebut isi balasan lewat kehendak penerimanya dan tidak mencantumkan satu benda pun. Pembaca yang menaruh dirinya di tempat penerima berhadapan dengan pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan menyalin daftar orang lain, yaitu apa yang dikehendakinya di sisi Tuhannya. Kata kerja kehendak di ayat ini berpelaku orang-orang yang menerima, sehingga jawabannya harus terbit dari dalam dirinya. Jawaban itu dapat dicoba dituliskan sekarang, lalu diperiksa bagian mana yang berupa kehendaknya sendiri dan bagian mana yang dipinjam dari sekitarnya. Apakah daftar itu akan memuat sesuatu yang belum pernah diucapkannya kepada siapa pun, termasuk dalam doa?
  • Frasa di sisi Tuhan mereka dipakai juga untuk orang-orang berdosa yang menundukkan kepala di 32:12 dan orang-orang zalim yang dihentikan di 34:31, sehingga frasa itu menunjuk tempat berdiri dan tidak membawa hadiah dengan sendirinya. Di 39:34 pemberian datang dari bagian ayat yang menyebut kehendak yang terpenuhi, dan tempat berdirinya sama dengan tempat di dua ayat tadi. Pembaca dapat menimbang cara berdirinya di sisi Tuhannya: dengan kepala tertunduk seperti di 32:12, atau dengan kehendak yang terpenuhi seperti di 39:34? Pekerjaan mana dari hari ini yang dibayangkannya ikut dibawa ke tempat itu?
  • Kata balasan di 39:34 dipakai juga untuk golongan lain di 2:191, 5:29, 9:26, 41:28, dan 59:17, sehingga kata itu sendiri tidak memuat kabar baik. Ayat 5:85, yang penutupnya bersusunan sama dengan 39:34, menyebut Allah yang membalas mereka atas apa yang mereka ucapkan dengan taman-taman. Kalau satu kata menampung dua arah, arahnya ditentukan oleh golongan yang disebut sesudahnya, dan di dua ayat ini golongan itu adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Pembaca yang merasa sedang menabung untuk sebuah balasan dapat bertanya golongan mana yang akan tertulis di belakang kata itu bila namanya dimasukkan. Sudahkah diperiksanya apa yang akan disebutkan di belakang kata balasan untuk hidupnya?
  • Ayat 39:34 menamai penerimanya dengan bentuk pelaku dari kata kerja berbuat kebaikan, sehingga nama itu lahir dari apa yang dikerjakan dan tidak dari keturunan, jabatan, atau pengakuan. Nama semacam itu hanya bisa dipakai bila ada perbuatan yang menopangnya. Pembaca dapat menanyakan nama apa yang akan ditempelkan ayat pada pekerjaan hariannya bila nama itu disusun dari kata kerja yang dilakukannya dalam seminggu terakhir. Daftar itu mungkin memuat pekerjaan yang tidak pernah dihitungnya sebagai kebaikan, dan mungkin pula kosong di tempat yang dikiranya penuh. Perbuatan mana yang sungguh dikerjakan tanpa diminta, dan kata apa yang pantas dilekatkan kepada pelakunya?
  • Di 39:58 seorang pembicara yang sudah melihat azab berandai-andai termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan, dan ayat 39:57 sebelumnya memuat pengandaian lain, "Seandainya Allah memberiku petunjuk". Kata untuk golongan yang kehendaknya terpenuhi di 39:34 muncul lagi sebagai sesuatu yang diinginkan dari kejauhan. Selisih antara dua ayat itu terletak pada waktu: golongan yang sama disebut sebagai penerima di satu tempat dan sebagai impian di tempat lain. Pembaca dapat bertanya apakah keanggotaan dalam golongan itu sedang dijalaninya sekarang atau baru diinginkannya seperti pembicara di 39:58. Apa yang membuatnya yakin bahwa golongan itu sudah dijalaninya?
  • Ayat 16:31 menyebut taman-taman Adn, 25:16 menyebut kekal, dan 50:35 menambah bahwa di sisi Kami ada tambahan, sedangkan 39:34 tidak memuat satu pun dari rincian itu. Ayat ini hanya menulis kehendak dan tempatnya. Pembaca yang menghitung kebaikan menurut hadiah terperinci mendapati ayat ini tidak memberinya angka untuk dihafal. Apakah kebaikan yang dikerjakan pembaca tetap berjalan bila tidak ada rincian hadiah yang dapat disebutkannya, dan bagian mana dari alasannya yang masih tersisa?
  • Ayat 76:30 dan 81:29 menyatakan bahwa manusia tidak menghendaki kecuali jika Allah menghendaki, sedangkan 39:34 menyebut kehendak penerima sebagai isi balasan di sisi Tuhan mereka. Kedua ayat berbicara kepada pelaku yang berbeda dan tidak saling menjelaskan, tetapi pembaca memegang keduanya sekaligus. Pembaca dapat mencatat bahwa keinginannya tidak berdiri sendiri menurut satu ayat, dan bahwa keinginan itu tetap disebut miliknya menurut ayat yang lain. Bagaimana keinginan itu disusun bila diketahui bahwa Allah tidak absen dari kehendak manusia, namun kehendak itu tetap ditulis atas nama pemiliknya?