لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ
agar Allah menghapus dari mereka yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan, dan membalas mereka dengan pahala mereka menurut yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُواli-yukaffira llaahu 'anhum aswa'a lladzii 'amiluuagar Allah menghapus dari mereka yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan
- وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَwa-yajziyahum ajrahum bi-ahsani lladzii kaanuu ya'maluunadan membalas mereka dengan pahala mereka menurut yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan
Terjemahan per kata (12 kata)
- لِيُكَفِّرَli-yukaffiraagar Dia menghapus
- اللَّهُllaahuAllah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- أَسْوَأَaswa'ayang terburuk
- الَّذِيlladziiyang
- عَمِلُوا'amiluumereka beramal
- وَيَجْزِيَهُمْwa-yajziyahumdan Dia membalas mereka
- أَجْرَهُمْajrahumpahala mereka
- بِأَحْسَنِbi-ahsanimenurut yang terbaik
- الَّذِيlladziiyang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Kata (أَسْوَأَ, aswa'a) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:35 dan 41:27.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيُكَفِّرَ, li-yukaffira) yang berarti "agar Dia menghapus". Huruf (لِ, li) yang berarti "agar" menyambung ayat ini ke 39:34, dan kata kerja kaffara berakar ك-ف-ر dalam bentuk penguat. Bentuk penguat itu muncul empat belas kali, yaitu di 2:271, 3:193, 3:195, 4:31, 5:12, 5:65, 8:29, 29:7, 39:35, 47:2, 48:5, 64:9, 65:5, dan 66:8. Di tiga belas ayat yang lain, yang dihapus disebut dengan kata (سَيِّئَاتِهِمْ, sayyi'aatihim) atau bentuk serumpun yang berarti "keburukan-keburukan mereka". Sebutan tingkat untuk bagian yang dihapus hanya ada di 39:35, dan pelakunya ditulis terang dengan (اللَّهُ, llaahu) yang berarti "Allah". Terjemahan memakai "menghapus", sama dengan padanan di 3:193, 4:31, 8:29, 29:7, 47:2, 48:5, 64:9, 65:5, dan 66:8, dan (عَنْهُمْ, 'anhum) berarti "dari mereka", sehingga yang dihapus dilepaskan dari pelakunya.
Bagian yang dihapus disebut (أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا, aswa'a lladzii 'amiluu) yang berarti "yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan". Kata (أَسْوَأَ, aswa'a) berakar س-و-أ, akar yang sama dengan sayyi'aat di 29:7, dan bentuk persisnya muncul dua kali, yaitu di 39:35 dan 41:27. Di 41:27, (وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ, wa-la-najziyannahum aswa'a lladzii kaanuu ya'maluuna) berarti "dan sungguh Kami pasti akan membalas mereka dengan yang terburuk dari apa yang selama ini mereka kerjakan", ditujukan kepada orang-orang yang kufur yang disebut di ayat itu. Bacaan "lebih buruk daripada apa yang mereka kerjakan" ditolak untuk 39:35 karena yang dihapus berada "dari mereka", dan sesuatu yang tidak pernah mereka kerjakan tidak bisa dilepaskan dari mereka. Bacaan "yang terburuk dari amal mereka" sejalan dengan padanan yang sama untuk bagian pasangannya.
Pasangan bagian itu adalah (بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-ahsani lladzii kaanuu ya'maluuna) yang berarti "menurut yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan". Bagian terburuk memakai kata kerja lampau (عَمِلُوا, 'amiluu), sedangkan bagian terbaik memakai (كَانُوا يَعْمَلُونَ, kaanuu ya'maluuna), yaitu kata kerja bantu kaanuu di depan bentuk yang sedang berlangsung. Karena itu terjemahan menambahkan "selama ini" hanya pada bagian terbaik, dan tidak pada bagian terburuk. Ayat 46:16 memuat pasangan serupa dengan kata kerja lain, (نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا, nataqabbalu 'anhum ahsana maa 'amiluu) yang berarti "Kami terima dari mereka yang terbaik dari apa yang mereka kerjakan", dan ayat itu menyebut keburukan mereka dengan kata lain, yaitu "Kami maafkan keburukan-keburukan mereka". Dari 46:16 terlihat bahwa yang terbaik di sana juga bagian dari amal mereka sendiri.
Kata (أَجْرَهُمْ, ajrahum) yang berarti "pahala mereka" muncul enam kali di empat surah, yaitu 16:96, 16:97, 28:54, 39:10, 39:35, dan 57:27. Susunan (أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ, ajrahum bi-ahsani) muncul tiga kali, yaitu 16:96, 16:97, dan 39:35. Kata kerja (وَيَجْزِيَهُمْ, wa-yajziyahum) yang berarti "dan membalas mereka" mengambil dua sasaran sekaligus, yaitu "mereka" dan "pahala mereka", dan bentuk persisnya hanya ada di 39:35. Di 39:34 hasil akhirnya disebut jazaa' yang berarti "balasan", sedangkan di sini kata kerja membalas membawa pahala sebagai isi pembalasan. Di surah yang sama, 39:10 memakai (أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ, ajrahum bi-ghayri hisaabin) yang berarti "pahala mereka tanpa perhitungan", dan ukuran yang disebut di sana berbeda dengan ukuran di 39:35. Terjemahan memakai "menurut" untuk bi-ahsani karena "dengan" sudah dipakai di depan "pahala mereka".
Ayat ini tidak menyebut berapa banyak amal yang dihapus selain yang terburuk, dan tidak menyebut apakah sisanya dibalas atau dibiarkan. Ayat ini menyatakan dua hal: yang terburuk dihapus dari mereka, dan pahala dibalas menurut yang terbaik. Terjemahan tidak menambahkan "seluruh" atau "sebagian" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Tafsiran
Ayat ini menyebut dua tindakan Allah atas amal yang sama: bagian terburuknya dihapus, dan pahala dibalas menurut bagian terbaiknya. Ujung bawah amal dilepaskan dari pelakunya, dan ujung atas menjadi ukuran bagi pembalasan. Ayat tidak menyebut rata-rata, jumlah, atau bagian tengah amal, sehingga pembaca tidak mendapat neraca hitung. Ayat memberikan arah, yaitu apa yang tidak lagi dibawa dan apa yang dijadikan patokan.
Ayat 41:27 memakai kata yang sama dalam arah berlawanan. Orang-orang yang kufur di sana dibalas menurut yang terburuk dari apa yang mereka kerjakan, sedangkan di 39:35 yang terburuk itu dihapus dari golongan yang disebut di 39:33 dan 39:34. Pelaku, golongan, dan kata kerja kedua ayat berbeda, sehingga keduanya tidak dibaca sebagai satu pernyataan yang dibalik, tetapi bersama-sama keduanya memperlihatkan bahwa titik terburuk dari amal dapat berujung dua macam. Penentu arahnya adalah golongan yang disebut, dan kata ganti "mereka" di 39:35 sejalan dengan "mereka" di 39:34, yaitu orang-orang yang berbuat kebaikan.
Tiga belas ayat lain yang memuat kata kerja menghapus menyebut yang dihapus sebagai "keburukan-keburukan", yaitu satu golongan perbuatan. Ayat ini memakai sebutan tingkat, yang terburuk dari amal. Apakah sebutan tingkat itu menunjuk himpunan yang sama dengan golongan perbuatan di ayat lain tidak dijelaskan ayat mana pun, dan perbedaan itu dicatat tanpa dipakai untuk menyimpulkan bahwa ayat ini menghapus lebih sedikit atau lebih banyak. Ayat 46:16 menaruh pasangan yang mirip, yang terbaik diterima dan keburukan dimaafkan, dalam kata kerja yang lain.
Susunan ayat ini juga memperlihatkan siapa yang berbuat. Kata kerja menghapus dan membalas berbagi satu pelaku, Allah, yang disebut sekali di awal ayat. Pihak yang menghapus bagian terburuk adalah pihak yang menimbang bagian terbaik, dan keduanya bekerja pada amal yang sama, yaitu apa yang dikerjakan golongan itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 39:35 menyebut bagian terburuk dari amal sebagai sesuatu yang dihapus dari pelakunya oleh Allah. Pembaca yang membawa satu perbuatan lama yang paling memalukan dapat membaca ayat ini dengan teliti: ayat menyebut perbuatan itu dilepaskan dari orang yang melakukannya, dan tidak mengatakan bahwa perbuatan itu tidak pernah terjadi. Rasa malu yang menetap bertahun-tahun mungkin masih mengikuti pembaca, dan ayat ini tidak menjanjikan kapan rasa itu reda. Apa yang tersisa dari beban itu bila pihak yang menilai amal juga pihak yang melepaskan bagian terburuknya, dan siapa yang masih menahan beban itu selain pembaca sendiri?
- Pembalasan di 39:35 diukur menurut yang terbaik dari apa yang selama ini dikerjakan, dan tidak menurut yang rata-rata atau yang terburuk. Pembaca yang terbiasa menilai dirinya dari kejadian paling gelap dalam hidupnya mendapat ukuran lain dari ayat ini, yaitu bagian yang paling baik. Ukuran itu tidak harus bagian yang paling mencolok di mata orang, dan ayat tidak menyebut jenis amalnya. Dari semua yang dikerjakan dalam seminggu terakhir, bagian mana yang akan dipilih Allah sebagai patokan menurut ayat ini, dan apakah pembaca sendiri akan memilih bagian yang sama?
- Kata kerja menghapus dan membalas di 39:35 berbagi satu pelaku yang disebut sekali, yaitu Allah. Tindakan melepaskan bagian terburuk dan tindakan menimbang bagian terbaik datang dari pihak yang sama, sehingga amal yang sama tidak dikirim ke dua alamat. Pembaca yang menyimpan bagian terburuk amalnya hanya untuk dirinya, dan menunjukkan bagian terbaiknya kepada orang lain, dapat memeriksa apakah dua bagian itu sudah pernah ditaruh di hadapan pihak yang sama. Kepada siapa pembaca biasa membawa bagian terburuknya, dan apakah pihak itu juga yang menilai bagian terbaiknya?
- Bagian terbaik di 39:35 disebut dengan bentuk yang menandai pekerjaan yang berlangsung selama ini, sedangkan bagian terburuk disebut dengan bentuk lampau yang selesai. Perbedaan itu dapat dibaca sebagai selisih antara kebiasaan dan peristiwa: yang terbaik terhitung dari apa yang terus dikerjakan, dan yang terburuk dilepaskan sebagai sesuatu yang sudah terjadi. Pembaca dapat menanyakan kebiasaan baik apa yang berjalan di rumah atau tempat kerjanya tanpa pernah dihitung sebagai kebaikan. Kebiasaan mana yang bila ditulis sebagai satu baris akan terbaca sebagai pekerjaan yang sungguh terus berjalan?
- Patokan pembalasan di 39:35 diambil dari amal pelakunya sendiri, yaitu yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan, tanpa pembanding dari amal orang lain. Ayat tidak menyebut seberapa tinggi bagian terbaik itu, dan tidak mensyaratkan bahwa bagian itu harus menyamai amal siapa pun. Pembaca yang biasa mengukur kebaikannya dengan kebaikan orang yang dikaguminya mendapati bahwa ayat ini memakai penggaris yang berbeda, yaitu titik tertinggi dari kerjanya sendiri. Apakah ada perbuatan dalam hidup pembaca yang menurut penilaiannya sendiri pantas menjadi patokan di hadapan Allah, atau patokan yang selama ini dipakainya selalu dipinjam dari orang lain?
- Kata kerja membalas di 39:35 membawa dua sasaran: orang-orangnya, dan pahala mereka. Pahala tidak muncul sebagai hasil yang datang sendiri, tetapi sebagai sesuatu yang dibalaskan menurut ukuran tertentu. Pembaca yang mengira pahala hanya angka di sebuah buku dapat menimbang bahwa ayat ini menyebutnya sebagai isi pembalasan Allah, dengan ukuran yang disebutkan. Di surah yang sama, 39:10 menyebut pahala orang-orang yang sabar tanpa perhitungan. Dua ayat itu menaruh pahala dengan cara berbeda, dan pembaca yang membaca keduanya dapat bertanya sendiri: dengan cara mana pahalanya ingin disebut, dan apa yang sedang dikerjakannya hari ini yang akan ditimbang dengan salah satu cara itu?