أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
Bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya? Dan mereka menakut-nakutimu dengan yang lain selain Dia; dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُa-laysa llaahu bi-kaafin 'abdahubukankah Allah cukup bagi hamba-Nya
- وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِwa-yukhawwifuunaka bi-lladziina min duunihidan mereka menakut-nakutimu dengan yang lain selain Dia
- وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍwa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min haadindan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk
Terjemahan per kata (15 kata)
- أَلَيْسَa-laysabukankah
- اللَّهُllaahuAllah
- بِكَافٍbi-kaafinyang mencukupkan
- عَبْدَهُ'abdahuhamba-Nya
- وَيُخَوِّفُونَكَwa-yukhawwifuunakadan mereka menakut-nakutimu
- بِالَّذِينَbi-lladziinaterhadap orang-orang yang
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُضْلِلِyudhlilimenyesatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- فَمَاfa-maamaka tidak ada
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- هَادٍhaadinpemberi petunjuk
Inti bacaan
Susunan (فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ, fa-maa lahu min haadin) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:33, 39:23, 39:36, dan 40:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ, a-laysa llaahu bi-kaafin 'abdahu) yang berarti "bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya". Susunan (أَلَيْسَ اللَّهُ, a-laysa llaahu) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 6:53, 39:36, 39:37, dan 95:8, dan di keempatnya kata bi- menyusul dengan sebuah sifat: bi-a'lama di 6:53, bi-kaafin di sini, bi-'aziizin di 39:37, dan bi-ahkami l-haakimiina di 95:8. Kata (بِكَافٍ, bi-kaafin) yang berarti "cukup" berakar ك-ف-ي, dan bentuk persisnya hanya muncul di 39:36. Terjemahan memakai "Bukankah" untuk a-laysa karena ayat ini berbentuk pertanyaan, dan tidak ada jawaban yang dikutip sesudahnya.
Kata (عَبْدَهُ, 'abdahu) yang berarti "hamba-Nya" berakar ع-ب-د dan berbentuk tunggal. Bentuk persis 'abdahu muncul dua kali di dua surah, yaitu 19:2 dan 39:36. Di 19:2 namanya disebut langsung sesudahnya, yaitu Zakaria, sedangkan di 39:36 tidak ada nama sesudah kata itu, dan terjemahan tidak menambahkannya. Bentuk jamak yang sepadan dipakai di 39:16, (يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ, yukhawwifu llaahu bihi 'ibaadahu) yang berarti "Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengannya", sehingga surah yang sama memuat hamba dalam bentuk jamak dan tunggal.
Kata kerja (وَيُخَوِّفُونَكَ, wa-yukhawwifuunaka) yang berarti "dan mereka menakut-nakutimu" berakar خ-و-ف dalam bentuk penguat, dengan pelaku "mereka" dan sasaran "engkau" yang tunggal. Bentuk penguat dari akar ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 3:175, 17:60, 39:16, dan 39:36, dan pelakunya berbeda di tiap tempat: setan di 3:175, Kami di 17:60, Allah di 39:16, dan "mereka" di sini. Di 3:175 ayat itu menutup dengan perintah jangan takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Di 39:36 tidak ada perintah semacam itu, dan pertanyaan mendahului penyebutan ancamannya.
Sasaran ancaman itu disebut (بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, bi-lladziina min duunihi) yang berarti "dengan yang lain selain Dia". Frasa (مِنْ دُونِهِ, min duunihi) muncul di banyak surah, dan sesudah lladziina hanya ada tiga, yaitu 31:11, 39:36, dan 39:45. Di 39:45, (الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, lladziina min duunihi) berarti "yang lain selain Dia" yang disebut, lalu hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat bergembira. Terjemahan memilih "yang lain selain Dia" dan tidak menambahkan "sesembahan" atau "berhala", karena tidak ada kata Arab di 39:36 yang melahirkannya, dan ayat ini tidak menyebut siapa atau apa mereka.
Penutup ayat ini adalah (وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ, wa-man yudhlili llaahu fa-maa lahu min haadin) yang berarti "dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk". Kata kerja (يُضْلِلِ, yudhlili) berakar ض-ل-ل dalam bentuk yang membuat orang menjadi sesat, dan terjemahan memakai "sesatkan" untuk akar ini. Susunan wa-man yudhlili llaahu muncul delapan kali di lima surah, yaitu 4:88, 4:143, 13:33, 39:23, 39:36, 40:33, 42:44, dan 42:46. Kelanjutan fa-maa lahu min haadin muncul empat kali di tiga surah, yaitu 13:33, 39:23, 39:36, dan 40:33. Di 42:44 kelanjutannya min waliyyin, dan di 42:46 min sabiilin, sedangkan di 4:88 dan 4:143 bunyinya diganti dengan kata kerja lain. Ayat 39:23 memuat kalimat yang sama di surah yang sama, tiga belas ayat sebelumnya. Ayat 39:36 tidak menyebut alasan penyesatan itu.
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga hal yang bersusun: pertanyaan tentang kecukupan, laporan tentang ancaman, lalu sebuah kaidah tentang petunjuk. Urutan itu menaruh pertanyaan lebih dulu dan ancaman sesudahnya. Pembaca sudah mendengar bahwa kecukupan dipersoalkan, sebelum tahu apa yang menyebabkan persoalan itu muncul. Ancaman disebut dengan bunyi datar, (وَيُخَوِّفُونَكَ, wa-yukhawwifuunaka), tanpa menjelaskan siapa yang mengancam dan dengan apa.
Ayat ini juga bergeser dari "mereka" di 39:34 dan 39:35 ke "hamba-Nya" tunggal dan "engkau" tunggal. Ayat tidak menyatakan apakah hamba-Nya dan engkau orang yang sama. Keduanya berada dalam satu ayat, dan pembaca diajak membaca pertanyaan itu sebagai pertanyaan yang diajukan kepada seorang yang diancam, tanpa daftar siapa saja yang termasuk.
Kata menakut-nakuti dengan sumber yang berbeda memperlihatkan ketegangan. Di 39:16 Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengan lapisan api, lalu menyeru agar mereka bertakwa kepada-Nya, dan di 39:36 pihak lain menakut-nakuti sasaran yang tunggal. Di 3:175 ayat itu menjawab kepada pihak yang takut dengan perintah takut kepada Allah. Ayat 39:36 menjawab dengan pertanyaan tentang kecukupan, dan tidak dengan perintah. Bentuk jawabannya berbeda, dan ketiganya memakai akar kata yang sama.
Penutup tentang petunjuk memuat separuh dari sebuah pasangan yang dilengkapi di 39:37. Ayat 39:23 menyebut kedua arah dalam satu ayat, yaitu Allah membimbing dengannya siapa yang Dia kehendaki, lalu orang yang Dia sesatkan tidak punya pemberi petunjuk. Di 39:36 arah kedua saja yang dipakai, dan 39:37 menyusul dengan arah pertama dalam kalimat yang berbentuk setara, sehingga dua ayat berurutan ini terbaca sebagai pasangan yang dipisah. Bagian itu diletakkan sesudah ancaman tanpa kata penghubung yang menyatakan hubungannya, jadi kaitan keduanya dibaca dari kedekatan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 39:36 membuka dengan pertanyaan, bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya, dan tidak menyebut jawabannya. Pembaca yang pernah diancam menemukan bahwa ayat ini tidak menenangkannya dengan sebuah pernyataan. Ayat itu menaruh pertanyaan yang jawabannya harus diucapkan sendiri. Jawaban yang diucapkan ketika ancaman sedang datang bisa berbeda dari jawaban yang diucapkan di ruangan tenang. Apa yang keluar dari mulut pembaca bila pertanyaan itu diajukan tepat pada saat ancaman terbesar yang pernah dihadapinya, dan apa yang membuatnya ragu menjawab ya?
- Kata menakut-nakuti dalam bentuk yang sama dipakai untuk setan di 3:175, untuk Kami di 17:60, untuk Allah di 39:16, dan untuk mereka di 39:36. Satu kata menampung empat sumber, sehingga rasa takut yang datang tidak langsung menunjukkan dari mana asalnya. Ayat 39:16 menyebut Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengan lapisan api lalu menyeru mereka agar bertakwa kepada-Nya, dan ayat 39:36 menyebut pihak lain yang melakukan hal serupa. Ketakutan mana dalam hidup pembaca yang tergolong jenis di 39:16, dan ketakutan mana yang tergolong jenis di 39:36?
- Ayat 39:36 menyebut alat ancaman itu dengan sebutan yang lain selain Dia dan tidak memberinya nama, jenis, atau jumlah. Ruang yang dibiarkan kosong itu dapat diisi pembaca dengan hal yang sering dipakai untuk menakut-nakutinya, misalnya kehilangan pekerjaan, penilaian orang, atau tempat dalam sebuah kelompok. Ayat tidak mengatakan salah satunya yang dimaksud. Pembaca yang menyebut satu per satu apa yang ditakutinya mungkin mendapati semuanya masuk dalam kalimat yang sama, yaitu yang lain selain Dia. Apa yang paling sering ditakutinya, dan apa yang tersisa dari ketakutan itu bila diperiksa dengan ukuran kalimat ini?
- Kata hamba di 39:36 berbentuk tunggal, seperti di 19:2 yang menyebut nama sesudahnya, sedangkan di 39:36 tidak ada nama. Kecukupan yang dipertanyakan ditujukan kepada satu hamba dan tidak kepada kumpulan. Pembaca yang terbiasa meminta keamanan untuk kelompok, keluarga, atau golongan dapat memperhatikan bahwa ayat ini bertanya tentang seorang yang sedang diancam. Orang itu bisa siapa saja yang membaca, sebab ayat tidak mengisi namanya. Sanggupkah pembaca menaruh namanya sendiri di tempat yang dibiarkan kosong itu, dan percayakah pembaca bahwa pertanyaan tentang kecukupan Allah ditujukan kepadanya sebagai satu orang?
- Kalimat tentang orang yang disesatkan Allah dan tidak punya pemberi petunjuk muncul di 39:23 dan 39:36, dengan jarak tiga belas ayat dalam satu surah. Di 39:23 kalimat itu menutup pembicaraan tentang Kitab, dan di 39:36 menutup pembicaraan tentang ancaman. Satu kalimat dibawa ke dua keadaan yang berbeda, sehingga pembaca yang mengingatnya dari bacaan pertama bertemu dengannya lagi pada saat yang lain. Kalimat apa yang sering diucapkan pembaca kepada dirinya sendiri ketika diancam, dan apakah kalimat itu sama dengan yang diulang Allah di dua tempat ini?
- Ayat 39:36 menaruh dua kebutuhan dalam satu ayat: kecukupan bagi hamba yang diancam, dan pemberi petunjuk bagi orang yang tersesat. Pelaku di kedua bagian itu sama, yaitu Allah, yang disebut dua kali di ayat ini. Pembaca yang pada hari tertentu membutuhkan perlindungan dan arah sekaligus melihat keduanya ditaruh bersebelahan, sehingga perlindungan dan arah tidak terbaca sebagai dua urusan dengan dua alamat. Ayat 39:37 menyusul dengan separuh lain dari kalimat penutup itu. Bagaimana pembaca meminta perlindungan pada hari ia sedang kehilangan arah, dan kepada siapa permintaan itu biasanya dialamatkan?