وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

Siapa yang Allah tunjuki, tidak satu pun yang menyesatkannya. Bukankah Allah Sang Digdaya, pemilik pembalasan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّwa-man yahdi llaahu fa-maa lahu min mudhillinsiapa yang Allah tunjuki, tidak satu pun yang menyesatkannya
  2. أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍa-laysa llaahu bi-'aziizin dzii ntiqaaminbukankah Allah Sang Digdaya, pemilik pembalasan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يَهْدِyahdimemberi petunjuk
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. فَمَاfa-maamaka tidak
  5. لَهُlahubaginya
  6. مِنْmindari
  7. مُضِلٍّmudhillinyang menyesatkan
  8. أَلَيْسَa-laysabukankah
  9. اللَّهُllaahuAllah
  10. بِعَزِيزٍbi-'aziizinsulit
  11. ذِيdziipemilik
  12. انْتِقَامٍntiqaaminpembalasan

Inti bacaan

Pasangan sifat 'digdaya lagi Maha Memiliki kekuasaan untuk membalas' menyertai jaminan bagi yang mendapat petunjuk, kombinasi rahmat (bimbingan) dan keadilan (pembalasan) sebagai dua sisi otoritas ilahi yang saling melengkapi.

Tafsiran

Ayat ini menutup dengan kontras antara petunjuk yang tak tergoyahkan bagi yang ditunjuki Allah, dan pembalasan tegas bagi yang menentang-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut petunjuk-Nya tidak bisa dibatalkan siapa pun. Sekali ditunjuki. Tidak ada yang menggeser.
  • Kalimatnya berpasangan dengan yang sebelumnya tentang yang disesatkan. Dua arah. Sama-sama mutlak.
  • Penutupnya menyebut Ia digdaya dan pemilik pembalasan. Allah menaruh dua sifat itu. Yang menjamin juga yang menuntut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.