وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ
Siapa yang Allah tunjuki, tidak satu pun yang menyesatkannya. Bukankah Allah Sang Digdaya, pemilik pembalasan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّwa-man yahdi llaahu fa-maa lahu min mudillinsiapa yang Allah tunjuki, tidak satu pun yang menyesatkannya
- أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍa-laysa llaahu bi-aziizin dzii ntiqaaminbukankah Allah Sang Digdaya, pemilik pembalasan
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'digdaya' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Pasangan sifat 'digdaya lagi Maha Memiliki kekuasaan untuk membalas' menyertai jaminan bagi yang mendapat petunjuk, kombinasi rahmat (bimbingan) dan keadilan (pembalasan) sebagai dua sisi otoritas ilahi yang saling melengkapi.