اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allah menggenggam jiwa-jiwa pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika ia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَاallaahu yatawaffaa l-anfusa hiina mawtihaaAllah menggenggam jiwa-jiwa pada saat kematiannya
- وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَاwa-llatii lam tamut fii manaamihaadan yang belum mati ketika ia tidur
- فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَfa-yumsiku llatii qadhaa 'alayhaa l-mawtaDia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya
- وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّىwa-yursilu l-ukhraa ilaa ajalin musammandan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yatafakkaruunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir
Terjemahan per kata (26 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- يَتَوَفَّىyatawaffaamewafatkan
- الْأَنْفُسَl-anfusajiwa
- حِينَhiinaketika
- مَوْتِهَاmawtihaamatinya
- وَالَّتِيwa-llatiidan perempuan yang
- لَمْlamtidak
- تَمُتْtamutmati
- فِيfiidalam
- مَنَامِهَاmanaamihaatidurnya
- فَيُمْسِكُfa-yumsikumaka Dia menahan
- الَّتِيllatiiyang
- قَضَىٰqadhaamemutuskan
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- الْمَوْتَl-mawtakematian
- وَيُرْسِلُwa-yursiludan Dia mengirim
- الْأُخْرَىٰl-ukhraayang lain
- إِلَىٰilaasampai
- أَجَلٍajalinajal
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiipada
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يَتَفَكَّرُونَyatafakkaruunamereka merenungkan
Inti bacaan
Analogi tidur sebagai 'kematian kecil', Allah menggenggam nyawa saat tidur dan melepaskannya kembali saat bangun, pengalaman harian yang menjadi pengingat konkret tentang kematian sesungguhnya, dialami setiap malam tanpa selalu disadari maknanya.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(manusia)' tidak dipakai. Kata 'Allah' yang disisipkan pada 'tanda-tanda Allah' turut dihapus: 'aayaatin' tidak memiliki kata kepemilikan eksplisit dalam teks Arab di titik ini.
Tafsiran
Ayat ini menyamakan tidur dengan kematian kecil: keduanya sama-sama berada dalam genggaman Allah, sebuah tanda bagi yang mau berpikir.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyejajarkan tidur dengan kematian. Dalam satu kalimat. Yang tiap malam dialami disebut dengan kata yang sama seperti yang sekali terjadi.
- Dua kerja disebut: menahan yang sudah ditetapkan, melepaskan yang lain. Berpasangan. Bangun tidur pun disebut sebagai pelepasan.
- Allah menyebut yang dilepaskan sampai waktu yang ditentukan. Bukan selamanya. Yang kembali bangun tetap punya tanggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.