قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Katakanlah, “Milik Allahlah syafaat seluruhnya. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi; kemudian, kepada-Nyalah kalian dikembalikan.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًاqul li-llaahi sy-syafaa'atu jamii'ankatakanlah, milik Allahlah syafaat seluruhnya
  2. لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِlahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhimilik-Nyalah kerajaan langit dan bumi
  3. ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَtsumma ilayhi turja'uunakemudian, kepada-Nyalah kalian dikembalikan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  3. الشَّفَاعَةُsy-syafaa'atusyafaat
  4. جَمِيعًاjamii'ansemuanya
  5. لَهُlahubaginya
  6. مُلْكُmulkukerajaan
  7. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  8. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  9. ثُمَّtsummakemudian
  10. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  11. تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan

Inti bacaan

Rangkaian (ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, tsumma ilayhi turja'uuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:28, 30:11, dan 39:44.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan perintah (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah". Perintah yang sama juga mengawali pertanyaan kedua di 39:43, jadi dua ayat berturut-turut memuat perintah ini, yang pertama membawa pertanyaan dan yang kedua membawa pernyataan. Sesudah qul tertulis (لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا, li-llaahi sy-syafaa'atu jamii'an) yang berarti "milik Allahlah syafaat seluruhnya". Bunyi Arabnya menaruh li-llaahi sebelum asy-syafaa'atu, yaitu pemilik sebelum yang dimiliki, dan terjemahan mengikuti urutan itu dengan "Milik Allahlah syafaat". Huruf lam pada li-llaahi diterjemahkan "milik" di sini, sedangkan lam pada li-nafsihi di 39:41 diterjemahkan "untuk".

Kata (الشَّفَاعَةُ, sy-syafaa'atu) yang berarti "syafaat" berakar ش-ف-ع, akar yang sama dengan syufa'aa' di 39:43. Ayat 39:43 menyebut pelakunya, yaitu pemberi-pemberi syafaat, dan 39:44 menyebut syafaatnya sendiri. Bentuk dengan kata sandang al- dan akhiran nominatif, asy-syafaa'atu, muncul tiga kali, yaitu 20:109, 34:23, dan 39:44. Di 20:109 dan 34:23 bunyinya (لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ, laa tanfa'u sy-syafaa'atu) yang berarti "tidak berguna syafaat", sedangkan di 39:44 syafaat menjadi sesuatu yang dimiliki.

Kata (جَمِيعًا, jamii'an) yang berarti "seluruhnya" berakar ج-م-ع. Di surah 39 kata ini muncul empat kali, yaitu 39:44, 39:47, 39:53, dan 39:67. Susunan milik Allah, satu benda, lalu seluruhnya, ada di tujuh ayat: 2:165 untuk kekuatan, 4:139 dan 10:65 dan 35:10 untuk kedigdayaan, 13:31 untuk urusan, 13:42 untuk makar, dan 39:44 untuk syafaat. Bunyi (الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا, l-'izzata li-llaahi jamii'an) yang berarti "kedigdayaan itu seluruhnya milik Allah" ada di 4:139 dan 10:65. Terjemahan memakai "seluruhnya" di 2:165, 10:65, dan 39:44, "semuanya" di 13:42 dan 35:10, dan "segala" di 13:31.

Kalimat berikutnya, (لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi", muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu 2:107, 5:40, 7:158, 9:116, 25:2, 39:44, 43:85, 57:2, 57:5, dan 85:9. Kata mulk berakar م-ل-ك, akar yang sama dengan (يَمْلِكُونَ, yamlikuuna) di 39:43. Dengan demikian dua ayat yang berurutan memakai akar yang sama, yang pertama untuk menyangkal bahwa pemberi syafaat yang diambil memiliki sesuatu dan yang kedua untuk menyatakan siapa yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Di 43:85 dan 43:86 ketiga unsur ayat ini hadir dalam dua ayat berdampingan: kerajaan langit dan bumi dan (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-ilayhi turja'uuna) yang berarti "dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan" di 43:85, lalu (وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ, wa-laa yamliku lladziina yad'uuna min duunihi sy-syafaa'ata) yang berarti "dan yang mereka seru selain Dia tidak memiliki syafaat" di 43:86.

Penutup ayat, (ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, tsumma ilayhi turja'uuna) yang berarti "kemudian kepada-Nyalah kalian dikembalikan", muncul tiga kali, yaitu 2:28, 30:11, dan 39:44. Rangkaian ilayhi turja'uuna muncul tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:28, 2:245, 10:56, 11:34, 28:70, 28:88, 29:17, 30:11, 36:22, 36:83, 39:44, 41:21, dan 43:85. Kata kerja turja'uuna berakar ر-ج-ع dan berbentuk pasif, sehingga pelaku yang mengembalikan tidak disebut. Terjemahan memakai "dikembalikan" di semua ayat itu, dan juga di 45:15, (ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ, tsumma ilaa rabbikum turja'uuna) yang berarti "kemudian kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan".

Tafsiran

Ayat ini dapat dibaca sebagai jawaban atas dua pertanyaan di 39:43, dan jawabannya berupa tiga pernyataan pendek yang makin luas: syafaat, kerajaan langit dan bumi, dan pengembalian. Pernyataan pertama mengatakan siapa pemilik syafaat dan menegaskan cakupannya dengan kata seluruhnya. Pernyataan kedua menaruh syafaat dalam ukuran yang lebih besar, yaitu kerajaan langit dan bumi. Pernyataan ketiga berpindah dari yang dimiliki ke orang yang dituju, yaitu kalian, yang dikembalikan kepada Dia yang memiliki.

Ayat 39:43 menyangkal bahwa pemberi syafaat yang diambil memiliki sesuatu, dan 39:44 menyatakan bahwa Allah memiliki syafaat seluruhnya dan kerajaan langit dan bumi. Akar kata milik yang sama dipakai di kedua ayat, jadi pertanyaan di 39:43 dan pernyataan di 39:44 memakai akar kata yang sama. Pola serupa ada di 2:165 dan 4:139: di 2:165 seseorang mengambil tandingan selain Allah, lalu disebut bahwa kekuatan seluruhnya milik Allah, dan di 4:139 orang yang mengambil pelindung mencari kedigdayaan di sisi mereka, lalu disebut bahwa kedigdayaan seluruhnya milik Allah.

Ayat-ayat lain tentang syafaat menyebut izin. Di 2:255 syafaat di sisi-Nya terjadi dengan izin-Nya, di 10:3 pemberi syafaat ada setelah izin-Nya, di 20:109 dan 34:23 syafaat tidak berguna kecuali bagi atau dari orang yang diizinkan, dan di 53:26 syafaat para malaikat tidak mencukupkan sedikit pun kecuali sesudah Allah mengizinkan. Ayat 39:44 tidak menyebut izin. Ayat-ayat itu menyebut syafaat bersyarat izin, sedangkan 39:44 menyebut syafaat sebagai milik Allah seluruhnya. Teks tidak menyatakan bahwa keduanya dua cara menyebut hal yang sama dan tidak menjelaskan bagaimana keduanya bertemu, sehingga pembaca dapat membandingkannya tanpa menyatukannya.

Ayat ini juga membuat pergantian pihak. Ayat 39:43 membicarakan mereka, yaitu yang mengambil pemberi syafaat, dan kata terakhir 39:44 menyapa kalian. Ayat ini tidak menyebut siapa yang disapa, dan tidak menyatakan bahwa kalian dan mereka adalah pihak yang sama. Dalam 45:15 hal yang disusun berdekatan: untuk dirinya, atas dirinya, lalu kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan, sedangkan di surah ini 39:41 memuat pasangan pertama dan 39:44 memuat pengembalian, dengan dua ayat di antaranya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata seluruhnya di 39:44 menutup kemungkinan bahwa syafaat dipegang sebagian oleh pihak lain. Di 39:43 pemberi syafaat yang diambil dinyatakan tidak memiliki sesuatu apa pun dalam pengandaian, dan di 39:44 syafaat dinyatakan milik Allah dengan satu kata yang tidak menyisakan pecahan. Pembaca dapat memeriksa apakah dalam benaknya syafaat, atau pertolongan, atau pembelaan terbagi menjadi bagian-bagian yang dimiliki banyak pihak. Dalam daftar yang dibuatnya tentang siapa yang dapat menolong dirinya, berapa bagian yang akan tersisa bila kata seluruhnya di ayat ini diberlakukan pada daftar itu?
  • Akar yang sama dipakai di dua ayat yang berurutan: pemberi syafaat yang diambil tidak memiliki sesuatu, lalu bagi Allah kerajaan langit dan bumi. Pembaca yang menyebut sesuatu sebagai miliknya, entah waktu, jabatan, atau rumah, dapat memperhatikan kata milik dengan teliti, karena kata itu dipakai dalam dua arah yang berlawanan di dua ayat yang bersebelahan. Bila yang dimiliki pembaca ditaruh di samping kerajaan langit dan bumi yang disebut di sini, apa ukuran kata milik dalam kalimat yang diucapkannya sehari-hari?
  • Ayat 39:44 tidak menyebut izin, padahal 2:255, 10:3, 20:109, 34:23, dan 53:26 menyebutnya. Pembaca yang menemukan dua cara menyebut hal yang berdekatan tidak perlu terburu-buru menggabungkannya atau memilih salah satu. Orang yang mengutip satu ayat tentang syafaat tanpa menoleh kepada ayat lain dapat memperhatikan bahwa Al-Qur'an menyebut syafaat dari beberapa sisi, dan tiap sisi tertulis. Jika satu ayat menyebut kepemilikan dan ayat lain menyebut izin, apa yang hilang dari pemahaman seseorang yang hanya mengingat salah satunya?
  • Ayat 39:43 berbicara tentang mereka yang mengambil, dan 39:44 menutup dengan kalian yang dikembalikan. Pergantian kata ganti itu terjadi di ujung ayat, pada kata kerja terakhir. Pembaca yang sejak 39:43 memosisikan dirinya sebagai pengamat bagi orang lain dihadapkan pada kata kalian di akhir ayat, yaitu kata yang tidak menyisakan jarak. Siapa yang disapa tidak diperinci, sehingga tiap pembaca menentukan sendiri apakah kata itu menyapanya. Bila kata terakhir ayat ini terbaca sebagai sapaan kepada dirinya, apa yang berubah pada cara membaca ayat-ayat sebelumnya?
  • Kata kemudian di 39:44 menaruh pengembalian sesudah kepemilikan, dan kata kerjanya pasif, jadi tidak disebut siapa yang mengembalikan. Di 2:28 kalimat yang sama menutup rangkaian mati, hidup, mati, dan hidup lagi, dan di 30:11 menutup rangkaian memulai dan mengulang penciptaan. Di 39:44 kalimat itu menutup pernyataan tentang kepemilikan. Seseorang dapat memperhatikan bahwa pelaku pengembalian di ayat ini tidak disebut, bahwa tujuannya disebut dengan jelas, dan bahwa waktunya tidak disebut. Bila hanya tujuan yang tertulis, yaitu Dia yang memiliki kerajaan langit dan bumi, apa yang berubah pada cara seseorang memikirkan perjalanan itu?
  • Ayat 39:44 menaruh syafaat berdampingan dengan kerajaan langit dan bumi. Skala itu berubah dari urusan seorang peminta menjadi urusan seluruh yang ada di langit dan bumi. Pembaca dapat memperhatikan seberapa besar permintaan yang biasa diajukannya kepada perantara, lalu membandingkannya dengan ukuran kerajaan yang disebut dalam ayat ini. Jika Dia yang memiliki syafaat juga Dia yang memiliki kerajaan langit dan bumi, apakah permintaan yang dialamatkan kepada pihak lain masih terasa sebanding dengan ukuran yang ada di ayat ini?