وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Dan apabila Allah disebut sendirian, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi kesal; tetapi apabila disebut yang lain selain Dia, tiba-tiba mereka bergembira.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِwa-idzaa dzukira llaahu wahdahu syma'azzat quluubu lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhiratidan apabila Allah disebut sendirian, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi kesal
- وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَwa-idzaa dzukira lladziina min duunihi idzaa hum yastabsyiruunatetapi apabila disebut yang lain selain Dia, tiba-tiba mereka bergembira
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- ذُكِرَdzukiradisebut
- اللَّهُllaahuAllah
- وَحْدَهُwahdahusendirian
- اشْمَأَزَّتْsyma'azzatmerasa muak
- قُلُوبُquluubuhati
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
- بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- ذُكِرَdzukiradisebut
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- إِذَاidzaaseketika itu
- هُمْhummereka
- يَسْتَبْشِرُونَyastabsyiruunamereka bergembira
Inti bacaan
Respons psikologis yang jujur diungkap: hati 'menjadi kesal' saat Allah disebut sendirian, namun 'bergembira' saat sembahan lain disebut, pengujian jujur terhadap loyalitas sejati seseorang lewat reaksi emosional spontan yang sulit disembunyikan.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(sembahan)' tidak dipakai: 'alladziina min duunihi' ('yang lain selain Dia') diterjemahkan langsung sesuai relativa Arabnya, konsisten dengan koreksi serupa di 39:36.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap kontradiksi batin kaum musyrik: merasa kesal saat Allah semata disebut, namun gembira saat sesembahan lain turut disebut.
Renungan dan Hikmah
- Allah menguji mereka lewat reaksi hati, bukan lewat perbuatan. Kesal atau gembira. Yang diperiksa apa yang muncul sebelum sempat diatur.
- Yang membuat kesal disebut Allah sendirian. Tanpa yang lain. Yang mengganggu bukan penyebutannya, melainkan kesendiriannya.
- Allah memakai kata tiba-tiba untuk kegembiraan mereka. Spontan. Yang keluar tanpa dipikirkan itulah yang paling menerangkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar dz-k-r, a-l-h, w-h-d, sh-m-z, q-l-b, a-m-n, a-kh-r, d-w-n, b-sh-r): dhukira llaah wahdahu shma'azzat quluub diterjemahkan 'Allah disebut sendirian, hati (mereka) kesal' (akar dz-k-r + akar w-h-d + akar sh-m-'-z + akar q-l-b, keengganan pada tauhid murni: kesal mendengar 'Allah SAJA'; diagnostik syirik); yastabshiruun diterjemahkan 'bergembira' (akar b-sh-r). gloss '(nama)/(nama-nama sembahan)' dibuang.