وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Dan apabila Allah disebut sendirian, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi kesal; tetapi apabila disebut yang lain selain Dia, tiba-tiba mereka bergembira.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِwa-idzaa dzukira llaahu wahdahu syma'azzat quluubu lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhiratidan apabila Allah disebut sendirian, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi kesal
  2. وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَwa-idzaa dzukira lladziina min duunihi idzaa hum yastabsyiruunatetapi apabila disebut yang lain selain Dia, tiba-tiba mereka bergembira

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. ذُكِرَdzukiradisebut
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. وَحْدَهُwahdahusendirian
  5. اشْمَأَزَّتْsyma'azzatmerasa muak
  6. قُلُوبُquluubuhati
  7. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  8. لَاlaatidak
  9. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  10. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  11. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  12. ذُكِرَdzukiradisebut
  13. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  14. مِنْmindari
  15. دُونِهِduunihiselain-Nya
  16. إِذَاidzaaseketika itu
  17. هُمْhummereka
  18. يَسْتَبْشِرُونَyastabsyiruunamereka bergembira

Inti bacaan

Bentuk (اشْمَأَزَّتْ, syma'azzat) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 39:45.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ, wa-idzaa dzukira llaahu wahdahu) yang berarti "dan apabila Allah disebut sendirian". Kata kerja dzukira berakar ذ-ك-ر dan berbentuk pasif, sehingga pihak yang menyebut tidak tertulis. Rangkaian (إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ, idzaa dzukira llaahu) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 8:2, 22:35, dan 39:45. Di 8:2 dan 22:35 rangkaian itu disusul (وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ, wajilat quluubuhum) yang berarti "gemetar hati mereka" di 8:2 dan "hati mereka bergetar" di 22:35, sedangkan di 39:45 disusul kata kerja lain, yaitu (اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ, syma'azzat quluubu) yang berarti "hati menjadi kesal".

Kata (وَحْدَهُ, wahdahu) yang berarti "sendirian" berakar و-ح-د dan muncul enam kali di lima surah, yaitu 7:70, 17:46, 39:45, 40:12, 40:84, dan 60:4. Rangkaian (اللَّهُ وَحْدَهُ, llaahu wahdahu) hanya ada di 39:45 dan 40:12. Di 40:12 bunyinya (إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ, idzaa du'iya llaahu wahdahu kafartum) yang berarti "apabila Allah diseru sendirian, kalian kufur". Di 17:46 bunyinya (وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ, wa-idzaa dzakarta rabbaka fi l-qur'aani wahdahu) yang berarti "dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam bacaan ini", dan sesudahnya (وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا, wallaw 'alaa adbaarihim nufuuran) yang berarti "mereka berpaling ke belakang seraya lari". Terjemahan memakai "sendirian" di 39:45 dan 40:12, dan "saja" di 17:46.

Kata kerja (اشْمَأَزَّتْ, syma'azzat) yang berarti "menjadi kesal" hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:45. Karena tidak ada kemunculan lain, maknanya tidak dapat diperiksa lewat pola pemakaian. Pasangannya di dalam ayat, (يَسْتَبْشِرُونَ, yastabsyiruuna) yang berarti "mereka bergembira", dan lawan bunyinya di 8:2 dan 22:35, yaitu hati yang gemetar saat Allah disebut, menjadi bahan untuk menentukan maknanya. Terjemahan memakai "kesal" untuk perasaan yang berlawanan dengan gembira. Kata (قُلُوبُ, quluubu) yang berarti "hati" berakar ق-ل-ب. Di surah yang sama, hati disebut juga ketika Allah disebut atau diingat, yaitu di 39:22 dan 39:23. Di 39:22 bunyinya (لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ, li-l-qaasiyati quluubuhum min dzikri llaahi) yang berarti "bagi mereka yang hatinya keras dari mengingat Allah", dan di 39:23 kulit dan hati mereka menjadi tenang saat mengingat Allah, (وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ, wa-quluubuhum ilaa dzikri llaahi).

Rangkaian (لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ, laa yu'minuuna bi-l-aakhirati) yang berarti "tidak beriman kepada akhirat" muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 6:113, 6:150, 16:22, 16:60, 17:10, 17:45, 23:74, 27:4, 34:8, 39:45, dan 53:27. Hati disebut bersama mereka di tiga dari sebelas ayat itu. Di 6:113 bunyinya (أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ, af'idatu lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati) yang berarti "hati orang-orang yang tidak beriman pada akhirat", dan di 16:22 (قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ, quluubuhum munkiratun) yang berarti "hati mereka mengingkari", sesudah (إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ, ilaahukum ilaahun waahidun) yang berarti "Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Esa". Kata waahid di 16:22 dan wahdahu di 39:45 berakar sama.

Frasa (الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, lladziina min duunihi) yang berarti "yang lain selain Dia" muncul tiga kali di dua surah, yaitu 31:11, 39:36, dan 39:45. Di 39:36 bunyinya (يُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ, yukhawwifuunaka bi-lladziina min duunihi) yang berarti "mereka menakut-nakutimu dengan yang lain selain Dia", sehingga ungkapan yang sama dipakai dalam satu surah untuk menakut-nakuti dan untuk kegembiraan. Rangkaian (إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ, idzaa hum yastabsyiruuna) muncul dua kali, yaitu 30:48 dan 39:45. Kata kerja yastabsyiruuna berakar ب-ش-ر dan muncul enam kali di lima surah, yaitu 3:170, 3:171, 9:124, 15:67, 30:48, dan 39:45. Di 30:48 kegembiraan itu karena hujan yang jatuh kepada hamba-hamba-Nya, dan terjemahan memakai "seketika mereka bergembira", sedangkan di 39:45 terjemahan memakai "tiba-tiba mereka bergembira".

Tafsiran

Ayat ini memuat dua penyebutan dan dua reaksi hati yang disusun sejajar. Penyebutan pertama tentang Allah sendirian dan reaksinya kesal, penyebutan kedua tentang yang lain selain Dia dan reaksinya gembira. Ayat-ayat sebelumnya berisi tantangan, sedangkan ayat ini mencatat perasaan yang timbul pada saat nama disebut, sebelum ada perbuatan apa pun.

Ayat ini memakai pembuka yang sama dengan 8:2 dan 22:35, dan hasilnya berlawanan. Di dua ayat itu, hati gemetar ketika Allah disebut, sedangkan di 39:45 hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat menjadi kesal. Satu bunyi pembuka menghasilkan dua reaksi yang berbeda, dan ayat ini tidak menjelaskan sebab perbedaannya. Ayat ini mencatat reaksi dan menyebut golongan yang bereaksi lewat sikapnya terhadap akhirat.

Reaksi terhadap penyebutan Allah sendirian dicatat di tiga ayat dalam bentuk yang berbeda. Di 17:46 reaksinya tindakan, yaitu berpaling dan lari. Di 40:12 reaksinya sikap yang diucapkan, yaitu kufur ketika Allah diseru sendirian dan beriman ketika Dia dipersekutukan. Di 39:45 reaksinya perasaan, yaitu hati yang kesal, dan kegembiraan muncul pada saat yang lain disebut. Ketiga ayat menggambarkan reaksi terhadap hal yang sama pada tiga tingkat: tindakan di 17:46, sikap di 40:12, dan perasaan di 39:45.

Di surah yang sama, hati digambarkan dalam tiga keadaan ketika Allah disebut atau diingat: keras di 39:22, menjadi tenang di 39:23, dan kesal di 39:45 ketika Allah disebut sendirian. Ayat 39:36 sudah menyebut ungkapan yang sama dengan bagian akhir ayat ini, yaitu yang lain selain Dia, sebagai sesuatu yang dipakai untuk menakut-nakuti. Di 39:45 ungkapan itu menjadi sumber kegembiraan. Kedua ayat tidak menghubungkan isinya secara tertulis, dan pembaca dapat membandingkannya tanpa menarik hubungan sebab.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 39:45 mencatat reaksi hati pada saat sebuah nama disebut, jadi sesuatu yang timbul sebelum seseorang sempat memikirkan jawabannya ikut diperiksa. Kekesalan dan kegembiraan dalam ayat ini tidak disertai alasan, dan tidak disertai tindakan. Pembaca dapat memperhatikan perasaan pertama yang muncul dalam dirinya ketika nama Allah disebut dengan sendirinya, tanpa tambahan apa pun, lalu ketika nama-nama lain disebut. Bila kesal atau gembira yang tampak pertama kali pada diri seseorang, apa yang dikatakan reaksi itu tentang tempat Allah dalam hatinya sebelum mulut terbuka?
  • Kata sendirian membedakan dua jenis penyebutan: Allah saja, atau Allah bersama yang lain. Di 40:12 kalimatnya lebih terang lagi: kufur ketika Allah diseru sendirian, beriman ketika Dia dipersekutukan. Orang yang terbiasa menyebut nama Allah dalam satu rangkaian dengan nama-nama lain, entah tokoh, lembaga, atau kepentingan, dapat memperhatikan apa yang terjadi di dalam dirinya ketika rangkaian itu disederhanakan menjadi nama Allah saja. Jika penyebutan yang tidak disertai apa pun terasa lebih berat daripada penyebutan yang disertai banyak hal, kepada apa hati itu sebenarnya sudah terbiasa bersandar?
  • Pembuka yang sama, apabila Allah disebut, dipakai di 8:2 dan 22:35 untuk hati yang gemetar dan di 39:45 untuk hati yang kesal. Ketiga ayat menaruh kata hati di tempat yang sama, tetapi hati itu melakukan hal yang berlainan. Pembaca dapat membayangkan satu kalimat yang diucapkan di hadapan dua orang dengan dua reaksi yang berlawanan, lalu bertanya reaksi mana yang lebih dekat dengan reaksinya sendiri ketika nama itu disebut. Karena Kitab yang diturunkan Allah memuat keduanya, apakah seseorang boleh berharap reaksinya otomatis jatuh pada salah satu, tanpa pernah memeriksanya?
  • Ayat ini mencatat kegembiraan itu tanpa komentar tentang perasaannya. Kata kerja yang sama dipakai di 30:48 untuk hamba-hamba yang menerima hujan dari Allah, dan di 3:170 untuk bergirang hati terhadap orang-orang yang belum menyusul. Ayat 39:45 mencatat tempat jatuhnya kegembiraan itu, yaitu penyebutan yang lain selain Dia. Pembaca dapat memeriksa apa yang membuatnya bergembira ketika sesuatu disebut: nama tokoh, kabar tentang keberhasilan kelompoknya, atau angka tertentu. Bila yang dicatat adalah tempat jatuhnya kegembiraan itu, ke mana kegembiraan seseorang paling mudah mengalir?
  • Di surah ini hati disebut tiga kali ketika Allah disebut atau diingat: keras di 39:22, menjadi tenang di 39:23, dan menjadi kesal di 39:45. Tiga keadaan itu seperti tiga titik di satu garis. Pembaca dapat bertanya di mana hatinya berada hari ini pada garis itu, dan mengakui bahwa jawabannya bisa berbeda dari kemarin. Ayat-ayat itu tidak menyebut cara berpindah dari satu titik ke titik lain. Jika hati yang tenang ketika mengingat Allah dan hati yang kesal ketika mendengar nama itu sendirian berada di surah yang sama, apa yang dapat dipelajari seseorang dari kenyataan bahwa keduanya tertulis berdampingan?
  • Ayat 39:45 mencatat kekesalan dan kegembiraan tanpa sebab. Pembaca mudah tergoda mengisi sebab itu dengan dugaan tentang orang lain, misalnya kesombongan, kebodohan, atau kebiasaan yang diwariskan. Bahan untuk dugaan itu tidak ada di ayat ini, dan keterangan tentang pemilik hati ialah sikap mereka terhadap akhirat. Orang yang membaca ayat ini sambil menyusun alasan bagi orang lain dapat bertanya apakah reaksi dirinya sendiri sudah diperiksa dengan ketelitian yang sama. Bila sebabnya tidak tertulis, apa yang sedang diisi oleh pembaca yang cepat menyebutkannya?