وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ
Dan sekiranya orang-orang yang zalim memiliki segala yang ada di bumi dan sebanyak itu lagi bersamanya, niscaya mereka menebus diri dengannya dari azab yang buruk pada hari kiamat; dan tampaklah bagi mereka dari Allah apa yang tidak pernah mereka perkirakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُwa-law anna li-lladziina zhalamuu maa fii l-ardhi jamii'an wa-mitslahu ma'ahudan sekiranya orang-orang yang zalim memiliki segala yang ada di bumi dan sebanyak itu lagi bersamanya
- لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِla-ftadaw bihi min suu'i l-'adzaabi yawma l-qiyaamatiniscaya mereka menebus diri dengannya dari azab yang buruk pada hari kiamat
- وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَwa-badaa lahum mina llaahi maa lam yakuunuu yahtasibuunadan tampaklah bagi mereka dari Allah apa yang tidak pernah mereka perkirakan
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- أَنَّannabahwa
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
- وَمِثْلَهُwa-mitslahudan sebanyak itu
- مَعَهُma'ahubersamanya
- لَافْتَدَوْاla-ftadawsungguh mereka akan menebus
- بِهِbihidengannya
- مِنْmindari
- سُوءِsuu'ikeburukan
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- وَبَدَاwa-badaadan tampaklah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- مَاmaaapa yang
- لَمْlamtidak
- يَكُونُواyakuunuumereka adalah
- يَحْتَسِبُونَyahtasibuunamereka duga
Inti bacaan
Rangkaian (وَمِثْلَهُ مَعَهُ, wa-mitslahu ma'ahu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:36, 13:18, dan 39:47.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan pengandaian (وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, wa-law anna li-lladziina zhalamuu) yang berarti "dan sekiranya orang-orang yang zalim memiliki". Pengandaian yang sejajar ada di tiga ayat lain, dan pemiliknya berbeda-beda: orang-orang yang kufur di 5:36, (لَوْ أَنَّ لَهُمْ, law anna lahum) yang berarti "seandainya mereka memiliki", orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan di 13:18, dan di 10:54 (وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ, wa-law anna li-kulli nafsin zhalamat) yang berarti "dan sekiranya setiap jiwa yang zalim memiliki". Sebutan (لِلَّذِينَ ظَلَمُوا, li-lladziina zhalamuu) di depan "apa yang di bumi" hanya ada di 39:47.
Orang-orang itu diandaikan memiliki (مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا, maa fii l-ardhi jamii'an) yang berarti "segala yang ada di bumi". Rangkaian ini muncul enam kali, yaitu di 2:29, 5:36, 8:63, 13:18, 39:47, dan 45:13. Di 2:29 dan 45:13 jumlah itu adalah apa yang diciptakan dan ditundukkan Allah bagi manusia: "Dialah yang menciptakan untuk kalian segala yang ada di bumi" di 2:29. Di 8:63 jumlah itu dibelanjakan dalam pengandaian dan tetap tidak mampu mempersatukan hati, (لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا, law anfaqta maa fii l-ardhi jamii'an). Di 5:36, 13:18, dan 39:47 jumlah itu ditawarkan sebagai tebusan. Dalam tiga ayat terakhir itu jumlahnya diperbesar oleh (وَمِثْلَهُ مَعَهُ, wa-mitslahu ma'ahu) yang berarti "dan sebanyak itu lagi bersamanya", dengan akhiran -hu pada mitslahu kembali kepada segala yang ada di bumi, sehingga yang ditawarkan menjadi dua kali isi bumi.
Kata kerja penawarnya adalah (لَافْتَدَوْا بِهِ, la-ftadaw bihi) yang berarti "niscaya mereka menebus diri dengannya", dengan la di depan yang berarti "niscaya". Akar ف-د-ي dalam kata kerja berbentuk sama dengan la-ftadaw muncul di tujuh ayat, yaitu 2:229, 3:91, 5:36, 10:54, 13:18, 39:47, dan 70:11. Enam di antaranya berupa pengandaian tentang azab, yaitu 3:91, 5:36, 10:54, 13:18, 39:47, dan 70:11, sedangkan 2:229 berada dalam hukum talak. Dua dari keenamnya menyebut nasib tebusan itu: 5:36 memuat (مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ, maa tuqubbila minhum) yang berarti "tidak akan diterima dari mereka", dan 3:91 menyatakan hal yang sama untuk sepenuh bumi emas. Ayat 39:47 tidak memuat kalimat penerimaan maupun penolakan.
Tebusan itu dimaksudkan untuk menghindar (مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, min suu'i l-'adzaabi yawma l-qiyaamati) yang berarti "dari azab yang buruk pada hari kiamat". Kata suu' berakar س-و-ء. Sebutan suu'i l-'adzaab, dalam salah satu bentuk akhirnya, muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 2:49, 6:157, 7:141, 7:167, 14:6, 27:5, 39:24, 39:47, dan 40:45. Hanya dua di antaranya yang disusul "pada hari kiamat", yaitu 39:24 dan 39:47, dan keduanya berada di surah yang sama. Akar yang sama muncul pada (سَيِّئَاتُ, sayyi'aatu) di 39:48 dan 39:51, yang berarti "keburukan-keburukan", sehingga tiga ayat dalam satu rangkaian memakai kata buruk dari satu akar.
Kalimat kedua berbunyi (وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ, wa-badaa lahum mina llaahi) yang berarti "dan tampaklah bagi mereka dari Allah". Rangkaian (وَبَدَا لَهُمْ, wa-badaa lahum) muncul tiga kali, yaitu di 39:47, 39:48, dan 45:33. Di 39:48 dan 45:33 keburukan perbuatan mereka tampak. Di 39:47 tampak (مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ, maa lam yakuunuu yahtasibuuna) yang berarti "apa yang tidak pernah mereka perkirakan", dan isinya tidak dirinci. Kata kerja (يَحْتَسِبُونَ, yahtasibuuna) berakar ح-س-ب dan bentuk persis ini hanya ada di 39:47. Bentuk yang sekerabat ada di 65:3, (مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ, min haytsu laa yahtasibu), dan di 59:2, (مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا, min haytsu lam yahtasibuu), keduanya berarti "dari arah yang tidak diperkirakan". Di 65:3 arah itu membawa rezeki bagi orang yang bertakwa, dan di 59:2 membawa kedatangan Allah kepada orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab. Kata kerja itu tidak membawa muatan baik atau buruk; muatannya ditentukan oleh ayat yang memakainya.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan gerak pertama orang-orang yang zalim di hadapan azab, yaitu menawarkan tebusan sebesar seisi bumi dan sebanyak itu lagi, lalu berpindah ke kalimat yang tidak lagi berandai-andai. Setelah pengandaian, kata kerja (بَدَا, badaa) berbentuk lampau, sehingga bagian kedua dituturkan seperti peristiwa yang sudah terjadi. Susunan serupa ada di 10:54: pengandaian tebusan, lalu penyesalan yang disembunyikan, lalu (وَقُضِيَ, wa-qudhiya) yang berarti "dan diputuskan", semuanya dengan kata kerja lampau.
Tawaran itu belum dijawab di 39:47. Jawabannya ada di ayat yang memuat pengandaian serupa: 5:36 menyatakan tebusan itu tidak akan diterima, dan 3:91 menyatakan sepenuh bumi emas pun tidak akan diterima. Di 39:47 pembaca melihat tawarannya, di 5:36 dan 3:91 pembaca melihat nasib tawaran itu.
Dalam surah yang sama, 39:24 memperlihatkan cara lain menghadapi azab buruk yang sama, yaitu menangkisnya dengan wajah, dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah apa yang kalian usahakan". Ayat 39:24 menaruh tubuh sebagai penghalang, sedangkan 39:47 menaruh isi bumi sebagai harga, dan kedua usaha itu berlangsung pada hari kiamat.
Letaknya sesudah 39:46 patut diperhatikan. Ayat 39:46 mengucapkan kepada Allah bahwa Dia yang memutuskan perselisihan hamba-hamba-Nya, lalu 39:47 dan 39:48 menuturkan keadaan orang-orang zalim. Kaitan antara kelompok yang tidak beriman kepada akhirat di 39:45 dan kelompok yang zalim di sini tidak dinyatakan oleh ayat. Ayat 39:48 memakai kata kerja yang sama dengan 39:47, (وَبَدَا, wa-badaa), dan menyebut isinya: keburukan perbuatan mereka. Apakah isi itu sama dengan "apa yang tidak pernah mereka perkirakan" di 39:47, ayat tidak menyatakannya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh isi bumi ditambah sebanyak itu lagi di depan orang-orang yang zalim sebagai bahan tawar-menawar. Pembaca yang pernah menghitung berapa yang cukup untuk menutup sebuah kekeliruan, entah dengan uang, jabatan, atau nama baik, dapat melihat bahwa ayat ini menaikkan hitungan itu sampai ke ujung yang tak terbayangkan, lalu membiarkannya berhenti sebagai pengandaian. Angka manakah dalam hitungan pribadi yang selama ini diperlakukan sebagai harga penebus?
- Orang-orang yang zalim di ayat ini menyodorkan tebusan, dan ayat tidak mencatat satu kalimat pun tentang pengakuan atau penyesalan dari mulut mereka. Ayat hanya mencatat gerak menyerahkan sesuatu untuk menggantikan diri. Pembaca dapat memperhatikan kebiasaan batinnya ketika merasa bersalah: apakah yang pertama kali dihitung adalah ganti rugi yang bisa dikirim, atau apa yang sebenarnya telah dilakukan? Ayat ini tidak mencatat Allah, yang disebut sebagai asal dari apa yang tampak, menerima atau menolak tawaran itu, sehingga nasib tawaran tidak dapat dibaca dari ayat ini saja.
- Ayat ini menyebut asal dari apa yang tampak bagi mereka, yaitu dari Allah, dan menyebut sifatnya, yaitu belum pernah mereka perkirakan, tetapi isinya tidak dirinci. Bagian yang kosong itu dapat diisi pembaca dengan bayangan yang menenangkan atau yang menakutkan, dan ayat tidak menolong memilih salah satunya. Pembaca yang cenderung mengisi bagian kosong dengan bayangan yang paling cocok dengan keinginannya dapat bertanya, bagian kosong mana dalam teks yang selama ini diisinya sendiri? Bagaimana rasanya membiarkan kalimat ini berhenti di ujungnya, tanpa tambahan dari dalam kepala?
- Kata kerja yang dipakai untuk "tidak pernah mereka perkirakan" dipakai juga di 65:3 untuk rezeki yang datang dari arah yang tidak diperkirakan bagi orang yang bertakwa, dan di 59:2 untuk kedatangan Allah kepada orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab. Pembaca yang sudah menyusun daftar kemungkinan atas hidupnya dapat melihat bahwa di dalam teks, daftar seperti itu tidak menentukan arah apa yang datang. Kemungkinan apa yang sudah dicoret dari daftarnya hanya karena tampak tidak masuk akal?
- Segala yang ada di bumi diciptakan Dia untuk manusia di 2:29, dibelanjakan tanpa hasil untuk mempersatukan hati di 8:63, dan ditawarkan sebagai tebusan di 39:47. Satu jumlah muncul dalam tiga kedudukan: pemberian, alat yang tidak cukup, dan harga yang belum dijawab. Pembaca yang menimbang seberapa banyak yang dikumpulkannya dapat melihat tiga kedudukan itu berdampingan dan bertanya, pada hari biasa, kedudukan mana yang paling sering diberikan pada miliknya? Apakah miliknya lebih sering diperlakukan sebagai pemberian, sebagai alat, atau sebagai penebus?
- Dua ayat dalam satu surah memperlihatkan dua cara menghadapi azab buruk pada hari kiamat: menangkis dengan wajah di 39:24, dan menebus dengan isi bumi di 39:47. Cara pertama memakai tubuh, cara kedua memakai milik, dan di kedua ayat itu keberhasilan tidak dicatat. Pembaca dapat bertanya apa yang dalam hidupnya sehari-hari berfungsi seperti wajah yang dipasang di depan atau seperti harga yang disiapkan di saku: sikap, pembelaan, hartanya. Dan bila Tuhan yang disebut di ayat sebelumnya sebagai pemutus perselisihan memang yang memutuskan, apa gunanya wajah atau saku di depan keputusan itu?